Ada beberpa bab yang di revisi mohon maaaf kalu ada yg tidak nyambung sperti bab 9 dan 12 sebenar nya di hapus tadi tidak bisa.Kehidupan masalalu widya yang masih membelenggunya,
bayang_ bayang masalalu orang yang selalu mengikuti nya.dapatkah widia menaklukan waktu dan menemukan jawaban nya???
karya ku yang pertama...
mohon maaf jika masih berantakan🙏🙏🙏
cerita ini hanya lah fiktif belaka😁😁😁
mohon diambil sisi baik nya saja😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulan Setya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu lagi.
"Ada apa mas???" tanya widia yang langsung duduk di kursi tepat di depan Adrian.
"Nanti habis makan siang, kita ada meeting dengan jajaran Dewan...persiapkan dirimu karena kamu juga harus ikut" jelas Adrian yang masih menyender di kursi kebesaran nya.
"Aduh kenapa musti ikut sihh..aku belum pernah ikut meeting bareng petinggi perusahaan Mas??"
"Mulai sekarang harus di biasakan! karena kamu yang menghendle keluar masuk nya semua barang disini,jadi kamu haru ikut!?!"
"Tapi aku nervous nih mas".
"Dasar udik lu ubur ubur!!" sahut Erik yang tiba tiba datang.
"Lama lama kayak Jalangkung deh ah.. hobbi banget ngagetin orang!?" jawab Wdia kesal
Erik menjulurkan lidah nya mengejek Widia.
Waktu yang ditunggu telah tiba,Adrian Erik dan Widia memasuki Ruang Rapat. Nampak terlihat semua anggota dewan dan para petinggi perusahaan sudah bersiap untuk memulai acara rapat.
Sambutan demi sambutan kini dimulai,pertanda Rapat segera berjalan,Widia masih sibuk memeriksa berkas berkasnya, Ia tak mau gagal pada rapat perdana nya,apalagi ia adalah perempuan seorang diri di dalam ruang rapat.kini tibalah direktur sekaligus pemegang saham terbesar di perusahaan memberikan sambutan meski kedatangan nya terlambat.
"Selamat siang Bapak Ibu sekalian Mohon maaf atas keterlambatan saya,Perkenal kan nama saya FAHREZI KESUMA cukup panggil saya dengan nama FAHRI saja."
FAHREZI KESUMA yang akrab di panggil EJI sewaktu SMA dulu, kini menjelma menjadi sosok Pemimpin Muda yang Bertalenta. Orang orang di Kantor lebih Mengenal nya dengan nama panggilan FAHRI.
DEEEEGGGGGGGGGG seketika hati Widia terasa dicambuk,dan segera mangangkat wajah nya yang sedari tadi sibuk merapikan berkas berkas yang dibawa nya,menatap seorang yang sedang memperkenalkan diri. Pandangan mereka Berdua kini beradu menyatu dengan tajam.Wajah Widia seketika memucat dan tubuh nya lemas seperti tak bertulang..
Fahrezi menatapa tajam pada Seorang perempuan yang sedang sibuk menata berkas berkas di meja dan melanjutkan sambutan nya,perasaan getir dan kaget menyelimuti hati nya.
Kini tiba saat nya Adrian dan Team memperkenal kan diri,Widia serasa tak bertulang dan tak sanggup berdiri.
"Selamat siang Bapak Bapak sekalian,perkenalkan saya Adrian Maulana ,ini wakil saya Erik Ramadhan,dan Gadis cantik disebelah saya ini adalah Widia Pratista, Widia adalah orang yang bertanggung jawab selama ini atas keluar masuk nya barang ... " ucap Adrian dengan lancar dan gagah.
Widia hanya sesekali tersenyum untuk menutupi rasa yang sedang menjalar dihatinya. Usai memberi sambutan mereka kembali duduk di kursi masing masing.
Sedari tadi Widia merasa tidak tenang dan memucat.
"Kamu sakit Wd??" tanya Adrian.
"Enggak Mas" jawab Widia ragu.
"Kenapa kamu pucat??,kalo kamu ga enak badan kamu bisa keluar dari ruangan rapat sekarang...."
"Sepertinya aku keluar dulu dari rapat ini deh Mas.. "
"Biar Erik yang mengantarmu"
Seketika Widia meminta izin untuk keluar lebih dulu dan diantar oleh Erik, sepanjang perjalanan menuju ruangan Widia hanya diam dan fikiran nya entah kemana.
"Makasih Mas Erik,aku masuk ke dalam dulu". Membuka pintu memasuki ruangan,lalu Erik kembali ke ruang rapat.
"Ya tuhan.... ada apa lagi ini,kenapa harus bertemu lagi disaat aku sudah mulai melupakan nya.."
Tak terasa air mata nya merembes, siang ini Widia tidak fokus untuk bekerja, nampak guratan gelisah di wajah nya .
"Wid...antar berkas ini ke rung pak Fahri ya?!!"
ucap Erik masuk keruangan widia
"Sebelah mana mas ruangan nya..."jawab widia lesu
"Elu sakit???!"
"Enggak... cuma sedikit lelah aja"
"Kerjaan gue masih banyak,si boss masih meeting,jadi tolong anterin ke ruangan pak Fahri ya????!" sambil memberikan map.
"Sebelah mana ruangan nya mas?? ".
"Lantai 10, lu naik aja!! ada dua ruangan disono,lu masuk aja ke ruangan yang lebih gede dari sebelah nya".
"Oke...gue kesana sekarang" widia berdiri dari kursinya berjalan ke luar ruangan.
Tiiiiiing bunyi pintu lift terbuka
"Ini kali ya ruangan Pak Fahri,mau tanya ga ada orang..masuk aja lah siapa tahu beneran ini ruangan nya" gumam Widia melangkah mengetuk pintu.
"Permisi Pak.. saya mau mengantar berkas dari pak Erik"..sapa Widia.
"Ya...."sahut Fahri membalikan kursi mengadap Widia.
Dyaaaaaarrrrr jantung widia serasa tak berdetak ,menahan sesak yang amat sangat di dadanya.
"Silahkan duduk..." ucap Fahri dengan datar , merespon kehadiran Widia dengan biasa seolah tak mengenal nya.
"Tolong ini berikan pada pak Adrian,dan besok saya mau berkas ini sudah sampai dimeja saya".
"Baa baa baik pak, saya permisi dulu" ucap Widia gugup ingin menangis.
"Ya....." jawabnya masih datar.
Widia keluar ruangan dengan ekspresi yang tidak bisa di artikan.