[SUDAH TERBIT]
Ingin beli, chat me atau DM di @diagaa11
Dengan sengaja aku menggantikan kakakku di hari pernikahan kakakku. Namun pada akhirnya aku kehilangan pria yang kucintai, inikah karma?
***
Zora: Aku ini istrimu apa peliharaan yang selalu di kurung?
Gavin: Sekali kau menjadi milikku, jangan berharap orang lain bisa menyentuhmu
Cek lanjutannya...
Note: Part tidak lengkap karena untuk kepentingan penerbitan.
#My Third Novel#
Ig: @diagaa11
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DiAgaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertanya
Zora hendak melangkahkan kakinya untuk pergi, namun tiba-tiba Bryant datang dari depannya menuju Zora.
"Bryant?" kaget Zora
Bryant berjongkok dan memegang kedua tangan Zora lembut dan memandang Zora dengan penuh cinta.
"Zora... Sejak pertama kali aku bertemu denganmu aku sudah menyukaimu, dan sekarang aku tidak bisa lagi menahan perasaanku padamu. Zora... Will you marry me?" tanya Bryant
"Hah?" bingung Zora
Bryant mengeluarkan sebuah kotak merah kecil, saat membukanya terdapat cincin indah yang dihiasi berlian. Sementara Zora masih bengong dan berusaha mencerna ini semua.
"Zora... Menikahlah denganku!" pinta Bryant
"Bryant...." bingung Zora
"Ya Zora?" tanya Bryant
"Bryant, kau baik, tampan, kaya bahkan keluargamu adalah orang terhormat. Kau bisa mendapatkan yang lebih baik daripada aku," ragu Zora
"Tapi yang aku mau cuma kamu Zora," ucap Bryant
"Tapi maaf Bryant... Aku... Tidak bisa menerimamu," jawab Zora
Deg...
Bryant terkejut setengah mati saat mendengar Zora menolaknya. Bryant hanya tau kalau Zora kabur dan dia mengira kalau Zora sudah menjadi janda.
"Tapi kenapa Zora? Apa kau takut aku menyakitimu?" tanya Bryant
"Bukan masalah itu, aku yakin kau bisa membahagiakan calon istrimu kelak. Tapi aku tidak bisa Bryant, aku tidak bisa mengkhianati Gavin!" ucap Zora tanpa sadar
Loh kenapa aku membawa-bawa Gavin? Kenapa bisa sampai situ? - Batin Zora
"Kalian sudah berpisah, tidak ada masalah kalau kau menikah lagi Zora!" jawab Bryant
"Tapi aku belum berpisah dengannya, aku hanya pergi untuk menenangkan diri sejenak," jawab Zora
Tangan Bryant melemas, kotak perhiasan yang ia bawa jatuh saat mendengar Zora belum berpisah.
"Maaf Bryant, aku belum bisa mengkhianati suamiku. Bagaimanapun anakku masih membutuhkan ayahnya," jawab Zora tanpa sadar
"....."
"Kau pria yang baik, masih ada seseorang yang menunggumu Bryant. Jangan tunggu aku, waktumu terlalu berharga untukku," ucap Zora
"Apa kau mencintainya Zora?" tanya Bryant
Zora terdiam sejenak mendengar pertanyaan Bryant.
Apa aku mencintainya? Aku tak pernah bertanya tentang hal ini pada hatiku - Batin Zora
"Aku mencintainya Bryant, jika tidak mana mungkin aku mau mengandung anak kami? Lepaskan aku Bryant, jodohmu adalah seseorang yang lebih baik dari aku. Jangan tunggu aku Bryant," jawab Zora
"Bisakah kita tetap berteman?" tanya Bryant dengan suara tertahan
"Kita akan selalu berteman Bryant," jawab Zora sambil tersenyum
"Huh... Baiklah, aku sudah bisa tenang sekarang. Setidaknya kita akan tetap jadi teman," jawab Bryant
Bolehkah seorang pria meneteskan air mata demi wanita yang ia cintai? - Batin Bryant
Maaf Bryant, kamu terlalu baik untukku yang seperti ini - Batin Zora
"Tapi kamu masih bisa kan menerima bunga ini?" tanya Bryant sambil memberikan buket bunga yang datang entah dari mana
"Tentu," jawab Zora
Zora menerima buket bunga segar dari Bryant dengan senang hati.
Aku harap cintamu padaku seperti bunga ini Bryant, segar di awal dan perlahan akan layu dan mati - Batin Zora
Bryant memaksa dirinya agar tetap berjalan bersama Zora, ia tak ingin menunjukkan sisi dirinya yang lemah.
*****
Di Rumah Rose
"Dari mana nih, dateng berduaan ada bunga segala?" tanya Rose
"Jalan-jalan Rose, dari taman tadi," jawab Zora
"Oh kirain jalan ke mana gitu," jawab Rose
"Aku masuk kamar dulu ya," ujar Zora
"Iya Ra," jawab Rose
Zora pergi, Bryant langsung menaruh dagunya di pundak Rose.
"Kak apaan sih, berat tau!" kesal Rose
"Jika tidak ingin aku bunuh diri, biarkan aku seperti ini dulu!" kesal Bryant
"Kenapa sih?" tanya Rose
Bryant mengajak Rose masuk kamarnya dan bertanya pada Rose.
"Zora itu belum cerai dengan Gavin?" tanya Bryant
"Belum lah, lagian kalo cerai ya Gavin pasti nggak mau!" jawab Zora
"Apa Zora mencintainya?" tanya Bryant
"Setahuku tidak, sepertinya sih tidak," jawab Rose asal
"Lalu kenapa dia menolak ku?" gumam Bryant yang didengar Rose
"Menolak? Menolak kenapa?" tanya Rose
Rose mulai berpikir, ia mengurutkan kejadian datangnya Bryant dan Zora lalu terkejut.
"Jangan bilang kamu menembak Zora?" kaget Rose
"...."
"Aduh kakak! Dia itu masih istri orang, kamu ini gimana sih?" kesal Rose
"Ya mana ku tau kalau dia belum cerai, kamu juga tidak bilang apa-apa padaku!" kesal Bryant
"Kan kakak tidak tanya," jawab Rose
"Ck," Bryant berdecak
"Kau jangan macam-macam dengan Zora, satu kali salah langkah kau bisa di incar Gavin!" peringat Rose
"Kau sendiri kenapa membawa Zora kabur?" tanya Bryant
"Ya kalau itu aku tidak salah. Zora ingin pergi bersamaku, jadi ya aku perbolehkan. Semua keputusan Zora kan ada di tangannya," jawab Rose enteng
"Kau sendiri jangan main-main dengan Gavin, kau tau kan seperti apa watak Gavin?" tanya Bryant
"Iya-iya," kesal Rose
"Sana siap-siap, sebentar lagi keluarga Stewart akan ke sini," ujar Bryant
"Apa? Kenapa tidak memberi tahuku dulu!" kesal Rose
"Ya mana ku tau kalau kau belum tau," jawab Bryant
"Katanya kakak sudah mau bicara dengan ayah kalau aku tidak mau di jodohkan!" kesal Rose
"Aku sudah bicara, hanya saja kali ini mereka hanya ingin mengenalmu saja. Apa salahnya?" tanya Bryant
"Ah sudahlah, kau menyebalkan!" kesal Rose
Rose beranjak pergi dari kamar Bryant, Rose pergi mencari Zora.
*****
Di Kamar Zora
"Zora!" panggil Rose
"Ya Rose ada apa?" tanya Zora
"Hari ini kau jangan keluar dari kamar dulu ya!" pinta Rose
"Kenapa?" tanya Zora
"Hari ini Mike dan keluarganya akan datang, aku takut jika Mike melihatmu maka Gavin akan tau semuanya," jelas Rose
"Uhm begitu, baiklah. Tapi apa kau akan setuju dengan perjodohanmu?" tanya Zora
"Tentu tidak, aku sudah bilang kalau aku tidak mau di jodoh-jodohkan," jawab Rose
"Ada baiknya kau lebih mengenalnya dulu Rose," jawab Zora
"Saran tidak di terima, kau hari ini jangan ceroboh. Kalau butuh apa-apa panggil saja pelayan!" ucap Rose
"Iya-iya," jawab Zora
*****
Kedatangan Keluarga Stewart
"Selamat datang Tuan Stewart," sapa Ayah Rose
"Tuan Perdana Menteri yang Agung," gurau Tuan Stewart
"Hahahaha anda bisa saja, silahkan masuk," ajak Ayah Rose
Mereka semua makan siang bersama, entah mengapa Rose merasa aneh dengan pertemuan ini. Biasanya para keluarga akan memilih waktu malam hari untuk bertemu, tapi ini? Siang hari?
"Putri anda sungguh cantik dan anggun Tuan," ujar Tuan Stewart
"Anda bisa saja, putra anda juga tampak sangat gagah. Ku dengar ia memiliki segudang prestasi," gurau Ayah Rose
"Tidak paman, aku hanya mengisi waktu luang saja," jawab Mike
"Kau ini bisa saja. Rose, ajak Mike ke taman, ajak dia berkeliling rumah," ucap Ayah Rose
"Baik ayah," jawab Rose dengan anggun
Rose berdiri dan mengajak Mike berkeliling, walau tidak suka, Rose tidak mau merusak martabat keluarganya.
"Kau kenapa mau di jodohkan denganku?" tanya Rose
.
.
.
.
.
.
.
Tbc
Happy reading:)
Rasain tuh Vin,saat kamu di tinggal baru kamu tau arti kehilangan dan penyesalan..😡😡