NovelToon NovelToon
Mantan Narapidana Jadi Istri Ceo

Mantan Narapidana Jadi Istri Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perjodohan / Romansa Fantasi
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Vivian Wei keluar dari penjara demi menanggung kesalahan kakak kembarnya. Dulu keras kepala dan bar-bar, kini ia berubah menjadi gadis tangguh yang tidak takut melawan siapa pun.

Pertemuannya dengan Delvin Yang, seorang CEO sekaligus direktur universitasnya, mengubah hidup Vivian. Awalnya Delvin berniat membatalkan pertunangan keponakannya dengan Vivi Wei.

Namun, setelah mengenal Vivian, Delvin justru mengubah keputusannya. Bukan Vivi, melainkan Vivian yang ingin ia jadikan istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Delvin Menemukan Vivian

Saat Delvin duduk di kursi yang menghadap ke meja Vivian, Vivian langsung menundukkan kepala. Karena panik, ia bahkan masuk ke bawah meja dan bersembunyi di sana.

Bowie yang merasa heran ikut menunduk untuk melihatnya.

“Vivian, kenapa kau bersembunyi di bawah meja?” tanyanya.

“Jangan bersuara! Aku bertemu seseorang. Dia adalah malaikat pencabut nyawa!” bisik Vivian.

“Hah? Jangan bicara sembarangan. Cepat keluar dan kita bicarakan tentang pernikahan kita,” ujar Bowie.

“Pria yang baru datang tadi sangat kejam. Aku berutang jutaan Yuan kepadanya. Kalau dia mengetahui aku ada di sini, kau juga bisa terseret,” kata Vivian dengan wajah serius.

Bowie langsung menelan ludah.

“Aku datang ke sini untuk mencari istri, bukan untuk mencari masalah dan mati bersama!”

Vivian kemudian tersenyum licik.

“Tuan Lou, kau begitu tampan dan menarik. Sebenarnya aku punya seorang kenalan yang sangat cocok untukmu. Namun, kita harus membicarakannya secara diam-diam.”

Vivian mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan foto Vivi kepada Bowie.

Begitu melihat foto tersebut, mata Bowie langsung berbinar. Vivi terlihat seksi dengan pakaian terbuka. Selain itu belahan dadanya juga terlihat sangat besar dan mulus.

“Siapa dia?” tanyanya penasaran. Bowie kemudian ikut masuk ke bawah meja.

“Dia adalah kakakku, Vivi Wei,” jawab Vivian. “Sebenarnya, kakakku sudah lama tertarik padamu. Hanya saja, Papa dan Mama melarangnya mendekatimu.”

Bowie semakin tertarik.

“Benarkah?”

“Tentu saja. Kalau kau benar-benar ingin menjadi kakak iparku, kau harus berusaha meyakinkan kedua orang tuaku agar mereka bersedia menyerahkan kakakku kepadamu.”

Vivian tersenyum semakin licik.

“Lagipula, kakakku juga sangat menyukaimu. Aku yakin kalian akan sangat serasi.”

Raut wajah Bowie semakin bersemangat.

“Benarkah apa yang kau katakan?”

“Tentu saja, Tuan Lou. Aku ingin kau menjadi kakak iparku. Karena itu, kali ini aku datang untuk membantu kalian,” jawab Vivian.

Ia lalu menambahkan dengan nada meyakinkan,

“Vivi juga sangat sehat. Bahkan dokter mengatakan kondisi tubuhnya sangat baik. Kalau kalian menikah, dia bisa memberi sepuluh anak dalam tujuh tahun!"

Bowie langsung mengangguk penuh semangat.

“Aku menginginkan kakakmu!”

Vivian hampir tertawa mendengar jawabannya.

“Kalau begitu, kita sudah sepakat.”

Vivian kemudian berbisik membicarakan rencananya kepada Bowie. Keduanya masih bersembunyi di bawah meja, sehingga dari kejauhan mereka terlihat seperti dua orang yang sedang melarikan diri dari sesuatu.

Sementara itu, Delvin terlihat dingin saat duduk berhadapan dengan wanita yang dijodohkan dengannya, Nicole Xie.

“Delvin, sudah lama kita tidak bertemu. Aku mendengar jadwalmu semakin padat. Bahkan untuk bertemu denganmu saja sangat sulit,” ucap Nicole.

“Jangan panggil aku dengan nama. Kita tidak akrab,” jawab Delvin dingin.

Nicole tampak tidak percaya.

“Sudah lama kita saling mengenal. Kenapa kau mengatakan kita tidak akrab?”

“Lama mengenal bukan berarti dekat. Tetap panggil aku Tuan Yang,” jawab Delvin tanpa ekspresi. “Aku datang hari ini hanya karena Kakek. Aku tidak punya banyak waktu. Masih banyak pekerjaan dan urusan penting yang harus kuselesaikan.”

Delvin menatap Nicole dengan tatapan datar.

“Jadi, langsung saja ke intinya. Pernikahan ini tidak akan terjadi.”

“Delvin... Tuan Yang, kita bahkan belum sempat saling memperkenalkan diri,” ujar Nicole hampir tidak percaya.

“Tidak perlu. Aku juga tidak berminat mengetahui tentangmu.”

Nicole terdiam. Ia tidak menyangka Delvin akan menolaknya bahkan sebelum percakapan mereka dimulai.

Di saat yang sama, ponsel Delvin berdering.

Ia segera mengangkatnya.

“Halo.”

“Tuan, saya mendapat informasi bahwa Vivian Wei sedang menghadiri pertemuan jodoh yang diatur oleh keluarganya,” lapor Jo dari seberang telepon.

“Apa?” Delvin langsung mengernyitkan kening.

“Sepertinya dia berada di Restoran Qing Ren,” jawab Jo.

Delvin perlahan mengangkat pandangan dan melihat ke seluruh ruangan.

Restoran itu cukup ramai. Banyak pengunjung sedang menikmati makanan mereka.

Namun, Delvin tidak melihat Vivian.

“Di mana dia?” gumam Delvin.

Tatapannya menyapu setiap sudut restoran.

Sementara itu, tanpa sepengetahuan Delvin, Vivian masih bersembunyi di bawah meja bersama Bowie.

Vivian menahan napas ketika mendengar suara kursi bergeser tidak jauh dari tempatnya.

Delvin bangkit dari kursinya dan melangkah menyusuri ruangan restoran.

“Tuan Yang, ada apa?” tanya Nicole.

“Pertemuan kita sampai di sini saja. Aku masih memiliki urusan penting,” jawab Delvin singkat.

Tanpa menunggu jawaban Nicole, Delvin langsung melangkah pergi sambil mencari keberadaan Vivian.

Ia kemudian mengambil ponselnya dan menekan nomor Vivian.

Tak lama kemudian, panggilan tersambung.

Ponsel Vivian yang tergeletak di atas meja tiba-tiba berdering.

Suara dering itu terdengar cukup jelas di tengah suasana restoran.

Delvin yang mendengarnya langsung berhenti melangkah.

Ia menoleh ke arah sumber suara.

Matanya tertuju pada sebuah meja yang tampak kosong.

“Ponsel Vivian?” gumam Delvin.

Ia berjalan mendekat dan menatap ponsel yang terus berdering di atas meja.

Namun, tidak ada seorang pun yang terlihat duduk di sana.

Delvin mengerutkan kening.

“Kalau ponselnya ada di sini, lalu orangnya di mana?”

Tanpa disadari Delvin, Vivian masih bersembunyi di bawah meja bersama Bowie.

Vivian menahan napas, berharap Delvin segera pergi.

“Gawat... ponselku!” batinnya panik.

“Ada apa?” bisik Bowie.

“Malaikat pencabut nyawa sudah datang,” bisik Vivian dengan wajah tegang.

Bowie langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan. Ia bahkan tidak berani mengeluarkan suara sedikit pun.

Vivian perlahan mengintip dari bawah meja. Matanya menangkap sepasang kaki yang semakin mendekat dan berhenti tepat di depan meja tempat ponselnya berada.

Jantung Vivian berdegup kencang.

“Delvin Yang...” gumamnya nyaris tanpa suara.

Ia segera menarik kepala dan kembali bersembunyi.

Sementara itu, Delvin berdiri tepat di samping meja. Tatapannya tertuju pada ponsel yang terus berdering.

1
Maria Mariati
lagian ada saja viviii kamu ini, pasti ketemu 😁😁😁😁😁
Kinara Widya
ada saja tingkah Vivian ini
💝F&N💝
mana up nya hari ini
erviana erastus
keluarga ini bukanx sadar malah tambah² habis kau ditangan delvin .... eh ngul vivian skrng jangan kalian lawan kalo mau pjng umur 🤣
Dini Anggraini
Semoga delvin tahu rencana busuk vivi dan pengantinnya di ganti vivi tanpa ada yang tahu dari keluarga wei bila pengantin wanitanya vivi.
aku
wasemmm 🤣🤣🤣🤣🤣
erviana erastus
omg vivian 🤣🤣🤣
Kinara Widya
🤣🤣🤣🤣🤣 aduh Vivian ini...🤦🏻‍♂️🤦🏻‍♂️🤦🏻‍♂️
erviana erastus
tindakan cerdas vivian ....
aku
🌹🌹 mf cm dkit 🙏 pliss dobel up 😁😁🙏🙏
aku
awas aja klo delvin udh ada rasa tp gk tegas sm cwek lain nantinya ya?!!! gue santet biar sm mark aja. 🤣🤣
erviana erastus
bacot kau vivian diam habisi mereka semua arghhhh geram aku sama keluarga ini
erviana erastus
udah lah vivian kami waras kan? ngalah aza sama mereka 🤣
Dini Anggraini
Q curiga tom dan vivi sudah tidur bersama ya Thor apapun yang di ucapkan vivi selalu di bela. Kapankah keluarganya vivi itu bangkrut dan miskin ya kak sehingga saat miskin nanti apakah putri kesayangannya vivi akan tetap bela kakak dan ortunya seperti sekarang ataukah malah pergi dengan orang kaya raya yang penting dapat uang dan keluarganya di abaikannya. 🥰🥰
sunaryati jarum
Teman Vivi , malah akan membongkar kejahatan Vivi wie
sunaryati jarum
Eh malah diresapi 🤣🤣
sunaryati jarum
Nah ,gitu lawan ketidak adilan itu padamu ,Vivian
sunaryati jarum
Vivian tanpa sengaja masuk pemilik universitas tempat belajarnya
sunaryati jarum
Delvin pemilik kampus, menyelidiki kelakuan mahasiswanya
sunaryati jarum
Saudara dengan sifat berbeda
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!