NovelToon NovelToon
Istri Lain Suamiku

Istri Lain Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Melia Andari

Elena Larasati, tidak pernah menduga jika tiga tahun menikah dengan Angga Mahardika, membawa hidupnya dalam kehancuran.
Cinta yang selama ini ia genggam dan jaga dengan baik, ternyata dibalas pengkhianatan yang menyakitkan.
Elena tidak pernah tahu jika selama ini ada wanita lain yang juga berperan seperti dirinya di sisi Angga.
Hingga sebuah peristiwa membongkar semuanya, dan Elena merasa dunianya hancur seketika.
"Ceraikan aku sekarang juga, Mas. Aku nggak sanggup kalau harus berbagi," desak Elena.
"Tidak. Saya tidak akan pernah menceraikan kamu, Elena!" tolak Angga tegas.
"Aku nggak bisa, Mas! Aku mau kita pisah!"
"Tidak akan, Elena. Saya sangat mencintai kamu. Sampai kapanpun kamu akan tetap menjadi istri saya!"

Bagaimana Elena melewati kehidupan rumah tangganya dengan kenyataan ada istri lain di sisi suaminya?

Disclaimer hanya untuk yang kuat saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melia Andari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Orang Yang Paling Penting

"Naik sendiri atau saya yang akan memaksa kamu dengan tangan saya?"

Elena tidak menjawab. Ia sama sekali tidak peduli dengan ucapan Angga. Setelah mengambil sehelai kain dari lemari, ia membentangkannya di lantai dan berbaring di atasnya.

Baru saja Elena memejamkan mata, ia merasakan sebuah tangan menyentuh tubuhnya. Beberapa detik kemudian, tubuhnya terangkat dari lantai, membuatnya tersentak dan membuka matanya.

"Mas!"

Angga sudah menggendongnya. Pria itu berjalan menuju ranjang tanpa menghiraukan protes Elena.

"Turunkan aku!"

"Tidak."

Beberapa langkah kemudian, Angga menurunkan tubuh Elena perlahan di atas ranjang.

"Tidur di sini."

"Aku tidak mau tidur satu ranjang sama kamu!"

Elena hendak bangkit, tetapi Angga segera menahan kedua tangan Elena di atas kepalanya.

"Jangan keras kepala, Elena. Di bawah dingin."

"Aku mau tidur di bawah!"

"Saya tidak mengizinkannya."

Elena menatapnya kesal.

"Mas Angga! Kamu selalu seperti ini. Semua harus sesuai kemauanmu!"

Angga terdiam sesaat, lalu menatap Elena dengan lekat.

"Kalau soal kamu, iya."

Jawaban itu membuat Elena terdiam. Angga pun menarik selimut dan menyelimutinya hingga sebatas dada.

"Saya tidak peduli kalau kamu marah kepada saya. Tapi saya tidak akan membiarkan kamu tidur di lantai yang dingin itu."

"Aku bisa mengurus diriku sendiri."

"Saya tahu."

"Lalu kenapa kamu seperti ini, Mas?"

Angga menatap wajah Elena cukup lama. Sorot matanya menyiratkan rindu yang tidak bisa diucapkan.

"Karena saya mencintai kamu."

Elena langsung memalingkan wajah. Entah mengapa, mendengar ucapan itu, justru membuat hatinya sesak.

"Saya tahu kamu sedang marah. Saya juga tahu kamu belum bisa memaafkan saya."

Angga kemudian mengambil bantal tambahan dan meletakkannya di sisi ranjang.

"Tapi malam ini kamu tetap tidur di sini."

"Kamu mau tidur di mana?"

"Di kursi itu."

Elena menoleh. Kursi tua yang hanya bisa digunakan untuk duduk. Bagaimana mungkin Angga akan tidur di situ?

Pria itu bahkan tidak pernah susah seumur hidupnya.

Angga sudah berjalan menjauh dari ranjang.

"Mas..."

Pria itu berhenti. "Kenapa?"

Elena tidak menjawab.

Angga pun hanya tersenyum tipis.

"Tenang. Saya tidak akan mengganggu kamu, meskipun saya menginginkan kamu, Elena."

Ia mengambil selimut dari lemari, kemudian membawanya ke kursi.

"Saya memang egois karena tidak ingin membiarkan kamu pergi. Tapi saya masih bisa menghargai batasan kamu."

Elena terdiam. Angga masih menjadi pria baik yang sangat menghargai dan mencintai dirinya. Tapi kenapa? Kenapa rasanya justru sangat sakit?

Angga membaringkan tubuhnya di sofa, membelakangi Elena.

"Kalau kamu butuh apa-apa, panggil saya."

Elena hanya diam dan membalikkan badannya membelakangi punggung Angga. Hatinya sakit. Ia merasa Angga masih mencintainya, tetapi ia juga tidak bisa melupakan bagaimana Angga bisa terlibat pernikahan bersama Cindy.

Elena pun meneteskan air matanya seraya menggigit bibir bawahnya agar tidak mengeluarkan suara. Tetapi karena tempat itu bukan di kota dan keadaan di luar lebih sunyi, bahkan suara nafas Elena pun dapat terdengar oleh Angga.

Pria itu terhenyak lalu memutar tubuhnya menghadap Elena. Ia melihat tubuh wanita itu sedang berbaring membelakanginya tetapi tubuhnya bergetar dengan suara isakan pelan.

Angga pun terdiam beberapa saat, lalu memutuskan untuk mendekati Elena. Ia berjalan ke arah ranjang dan menyentuh bahu Elena pelan.

"Elena..."

"Jangan ganggu aku, Mas," jawab Elena.

Angga pun duduk di ranjang dan berbaring di belakang tubuh Elena.

"Jangan menangis, sayang .." ucapnya seraya memeluk Elena dari belakang.

"Lepas, Mas..."

"Tidak, saya akan menemani kamu disini."

Elena pun terdiam, merasakan hatinya yang semakin sakit.

"Kenapa kamu masih seperti ini?"

"Seperti apa?" tanya nya.

"Setelah semua yang terjadi, kenapa kamu masih memperlakukanku seolah aku masih orang yang paling penting dalam hidupmu?"

"Karena kamu memang orang yang paling penting dalam hidup saya, Elena."

Elena semakin terisak mendengarnya. Ia bahkan tidak tahu harus merasa senang atau sedih. Yang ia tahu, hatinya terasa sakit.

Jika Angga bisa bersikap begini terhadapnya, bukankah Angga juga bisa bersikap seperti ini terhadap Cindy?

Elena memejamkan matanya, membiarkan rasa sesak itu menjalar ke seluruh hatinya.

"Apa kamu memperlakukan Cindy juga seperti ini, Mas?"

1
sunaryati jarum
Saat telponan sama Cyndi rebut hpnya dan banting hingga rusak.Bangkit dan kerja,jangan bergantung pada Angga.Jiks Angga takut kehilanganmu kuasai dan kendalikan,dia.
cinta semu 2
mulailah belajar mandiri.., Elena...lulusan sarjana pikiran jalan di tempat,,aneh
anju hernawati
màkin seru euyyyyyy.....
Bella syaf
egois banget wak kesel amat
falea sezi
cerai bodoh😒
Anna Wamey
alena,,, siap siap CLBK nih 🤭
Dokkan Battle
BUCIN TOLOL ANJING ...
Lisa Maisa
ayo Elena yg tegas, skalian hempaskan si cindy ini
cinta semu 2
berharap Elena pintar,cerdas ..aja
cinta semu 2
adik u aja masih waras kasih u ...saran untuk melihat dunia luar ...u ny saja yg masih mau tenggelam dlm derita ..Angga itu licik,dia g mau rugi ,,selalu memanfaatkan keadaan...sarjana kok g bisa berpikir waras...buka mata & pikiran u ,Elena.. berpikir lah cerdas
anju hernawati
wah ternyata evan jurangan sawit ..........
Lisa Maisa
jgn bercerai Elena, tambah seneng si pelakor, cari dgn cara yg elegan yg buat wanita itu mati kutu
sunaryati jarum
Tinggalkan saja sudah ada wanita lama itu suami yang sudah tidak beres
sunaryati jarum
Mending tinggalin saja, bilang cinta kok diam- diam punya istri lagi
Lisa Maisa
angga laki" egois, semua harus keinginannya
cinta semu 2
seharusnya u masih waras berpikir elena ,,coba u mandiri ...pelan2 ngomong SM kedua orang tua u ...
Ratih Tupperware Denpasar
aku berharap anak yg dikandung cindy bukan anaknya angga dan si angga thi sebenernya mandul...biar nyesel berdarah2 si angga pekok
Lisa Maisa
ntah kapan kebusukan si pelakor terbongkar
anju hernawati
angga .....angga ........
Lisa Maisa
awas aja ya angga, jgn sampai wanita itu tinggal dirumahmu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!