NovelToon NovelToon
Suami Darurat: Sahabat Sendiri!

Suami Darurat: Sahabat Sendiri!

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

​"Kalau umur 30 gue belum nikah, lo wajib nikahin gue, Ka!"
​Janji konyol lima tahun lalu kini jadi bumerang untuk Nadira. Sisa waktunya tinggal menghitung hari, tapi semua perburuannya mencari pacar selalu berujung tragis—ditipu hingga nyaris jadi selingkuhan!
​Di sisi lain, ada Askara. Sahabat sejak kecil yang tampan dan mapan. Askara sengaja menolak ratusan wanita demi menanti hari ini tiba. Bagi Askara, janji umur 30 bukanlah lelucon, tapi strategi untuk memiliki Nadira seutuhnya.
​Waktu habis, Askara pun menagih janji! Nadira yang gengsi setengah mati terpaksa menikah dengan sahabat yang tahu semua kebiasaan buruknya.
​Mampukah Nadira bertahan saat Askara mulai membongkar batas friendzone dan menagih haknya sebagai suami?
​Gengsi tingkat tinggi VS Cinta tulus sahabat sendiri. Siapa yang bakal menyerah duluan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25: Sah Secara Hukum dan Rumah Impian

​Hari Rabu yang ditunggu-tunggu—sekaligus ditakuti oleh Nadira—akhirnya tiba.

​Pagi itu, Jakarta diselimuti cuaca cerah. Di dalam mobil SUV hitam yang melaju tenang membelah jalanan, suasana kabin terasa begitu hening. Nadira duduk di kursi penumpang depan dengan balutan gaun simpel berwarna putih gading bernuansa elegan. Tangannya yang dipangkuan saling bertaut erat, jemarinya yang dingin tak berhenti meremas kain gaunnya sendiri.

​Jantungnya berdebar kencang bagaikan genderang perang. Setiap kali papan penunjuk jalan mengindikasikan bahwa Kantor Catatan Sipil dan KUA makin dekat, rasa gugup Nadira makin membumbung tinggi.

​Askara yang sedang menyetir melirik ke samping. Pria itu tampil sangat tampan dan gagah mengenakan kemeja putih bersih dengan celana bahan hitam yang disetrika rapi. Senyuman tipis terukir di bibirnya saat melihat calon istrinya yang tampak gelisah setengah mati.

​Dengan santai, Askara melepaskan tangan kirinya dari kemudi, lalu meraup kedua tangan Nadira yang dingin dan gemetaran. Pria itu menggenggamnya erat, mengusap punggung tangan Nadira dengan ibu jarinya.

​"Dingin banget tangan lo, Nad," goda Askara pelan, suaranya sangat tenang. "Gelisah banget kayak mau diesekusi mati aja."

​Nadira menoleh patah-patah, matanya melotot tajam walau bibirnya sedikit bergetar. "Askara! Bisa gak sih lo gak ledekin gue?! Gue tegang banget tau gak! Ini tuh pernikahan hukum! Resmi! Kalau nama kita udah tercatat di negara, gue gak bisa kabur-kabur lagi kalau lo nyebelin!"

​Askara terkekeh renyah, membawa tangan Nadira ke bibirnya dan mengecup punggung tangan wanita itu lama. "Memangnya lo mau kabur ke mana lagi, hm? Ke ujung dunia pun bakal gue kejar."

​"Ihh... gombal terus!" semprot Nadira dengan pipi yang mendadak memerah, walau genggaman tangan Askara berhasil mengurangi rasa paniknya sedikit.

​Prosesi pendaftaran dan pengesahan pernikahan secara hukum di kantor sipil berlangsung jauh lebih cepat dan lancar dari yang dibayangkan Nadira.

​Di dalam ruangan berpendingin udara yang tenang, dengan disaksikan oleh kedua orang tua mereka dan Bimo sebagai saksi resmi, berkas-berkas pendaftaran diverifikasi. Kata-kata pengesahan diucapkan dengan lantang dan mantap oleh Askara tanpa ada keraguan sedikit pun dalam suaranya.

​Saat pena disodorkan, tangan Nadira sempat gemetar hebat. Namun, Askara yang berdiri di sampingnya menyentuh pinggang Nadira dengan lembut, menyalurkan rasa aman yang tak terbatas.

​Sret. Sret.

​Tanda tangan membubuhkan keabsahan di atas dokumen resmi negara.

​"Selamat, Pak Askara dan Ibu Nadira. Pernikahan Anda berdua telah resmi tercatat secara hukum dan agama," ujar petugas dengan senyuman ramah, menyerahkan buku nikah dan dokumen resmi.

​Detik itu juga, napas Nadira tercekat. Dada Askara bergemuruh hebat oleh rasa lega yang tak terkira. Pria itu berbalik menatap Nadira, lalu tanpa mempedulikan godaan dari Bimo dan senyuman haru dari ibunya, Askara langsung menarik Nadira ke dalam pelukan hangat yang sangat erat.

​"Akhirnya..." bisik Askara di telinga Nadira, suaranya bergetar penuh rasa haru dan kepuasan yang mendalam. "Lo resmi jadi milik gue secara hukum, Nadira Pradipta."

​Nadira yang tadinya tegang mendadak melunak di dalam pelukan itu. Ia melingkarkan tangannya di pinggang Askara, membenamkan wajahnya di dada bidang pria yang kini telah resmi menjadi suaminya. "Makasih ya, Ka..."

​Setelah acara pengesahan selesai dan menyempatkan makan siang keluarga yang singkat, Askara tidak membawa Nadira kembali ke rumah lamanya atau ke kantor. Mobil SUV hitam itu justru mengarah ke sebuah kawasan hunian mewah bernuansa asri dan eksklusif di Jakarta Selatan.

​Mobil berhenti di depan sebuah gerbang hitam tinggi. Saat gerbang otomatis terbuka, tampak sebuah rumah dua lantai berdesain modern-minimalis dengan dominasi dinding kaca, aksen kayu hangat, serta halaman rumput hijau yang sangat luas dengan tanaman hias cantik di sekelilingnya.

​Nadira membelalakkan mata, menempelkan wajahnya ke kaca mobil. "Loh, Ka? Ini rumah siapa? Kok bagus banget kayak desain-desain arsitektur di majalah impian gue dulu?"

​Askara mematikan mesin mobil, menoleh sambil tersenyum manis. "Ayo turun."

​Askara membukakan pintu untuk Nadira, lalu menggandeng tangannya menuju pintu utama rumah. Pria itu menekan kode kunci digital, lalu menempelkan telapak tangan Nadira ke pemindai fingerprint.

​Cklek!

​Pintu kayu jati berukuran besar itu terbuka mulus.

​Begitu melangkah masuk, Nadira dibuat terpana sampai melongo. Interior rumah itu sangat luas, terang oleh cahaya alami, dan penataan ruangnya... benar-benar persis seperti draf 'Rumah Impian Masa Depan' yang pernah Nadira gambar di buku sketsanya sewaktu mereka masih kuliah!

​Pencahayaan yang hangat, dapur bersih dengan kitchen island bahan marmer putih, ruang tengah beratap tinggi (high ceiling), hingga area taman dalam ruangan (indoor garden) yang sejuk.

​"Ka... ini..." suara Nadira tercekat di tenggorokan, matanya berkaca-kaca menatap sekeliling. "Ini kan..."

​"Desain rumah impian lo yang pernah lo tunjukin ke gue waktu semester lima dulu," potong Askara lembut, berjalan di belakang Nadira dan melingkarkan kedua tangannya di pinggang wanita itu, menyandarkan dagunya di bahu Nadira. "Gue simpen sketsa lo, gue kasih ke arsitek terbaik dua tahun lalu, dan gue bangun rumah ini khusus buat kita berdua."

​"Aska..." tangis haru Nadira pecah seketika. Ia berbalik, menatap wajah suaminya dengan air mata yang menetes membasahi pipi. "Lo... lo inget semuanya?"

​"Gue selalu inget semua hal tentang lo, Nadira," jawab Askara tulus, menghapus air mata di pipi Nadira menggunakan jemarinya. "Dan bukan cuma rumah ini..."

​Askara menarik tangan Nadira menuju meja makan kayu jati. Di atas meja, sudah tergeletak sebuah map kulit berwarna hitam tebal. Askara membuka map tersebut dan menyodorkannya ke hadapan Nadira.

​"Ini apa, Ka?" tanya Nadira bingung sambil mengusap matanya.

​"Ini sertifikat kepemilikan aset," jelas Askara tenang. "Sertifikat rumah ini... udah resmi atas nama lo, Nadira Ruella."

​Nadira membelalak lebar. "Hah?! Atas nama gue?!"

​"Iya. Dan gak cuma rumah ini," lanjut Askara mengambil lembaran dokumen berikutnya. "Apartemen mewah penthouse yang berjarak cuma lima menit dari kantor Ruella Creative... sertifikatnya juga udah atas nama lo sejak tahun lalu."

​Nadira hampir saja tersedak air liurnya sendiri. "APARTEMEN MEWAH YANG DI DEKAT KANTOR KITA?! Yang harganya belasan miliar itu?!"

​"Iya," sahut Askara santai tanpa beban sedikit pun. "Dulu gue beli apartemen itu sengaja biar kalau lo kecapekan ngantor atau ada proyek malam, lo bisa tidur di sana dengan nyaman tanpa harus macet-macetan balik ke rumah. Dan sekarang, seluruh aset itu udah sah jadi hak milik lo."

​Nadira menatap dokumen-dokumen bernilai fantastis di hadapannya, lalu beralih menatap Askara dengan raut wajah syok dan tidak percaya.

​"Askara Pradipta! Lo... lo gila ya?!" jerit Nadira gagap. "Kenapa lo balik nama semua aset mahal ini atas nama gue tanpa kasih tahu gue sama sekali?!"

​Askara tersenyum miring, menarik pinggang Nadira hingga tubuh wanita itu menempel rapat pada tubuhnya. Pandangan matanya menajam, sarat akan rasa cinta dan kepemilikan yang teramat dalam.

​"Karena hidup gue, harta gue, dan seluruh masa depan gue itu emang sejatinya punya lo, Nadira," bisik Askara rendah tepat di depan bibir Nadira. "Gue kerja keras selama ini cuma buat satu tujuan: buat memanjakan lo dan memastikan hidup lo bahagia tanpa kurang satu apa pun di samping gue."

​Air mata haru kembali menetes dari sudut mata Nadira. Segala gengsi, ketakutan, dan keraguan yang selama ini bertengger di hatinya musnah tak berbekas.

​Nadira berjinjit, melingkarkan kedua tangannya di leher Askara, lalu menyatukan bibir mereka dalam sebuah ciuman yang sangat manis, hangat, dan penuh rasa terima kasih yang mendalam.

​"Makasih ya, Suami gue..." bisik Nadira pelan di sela-sela ciuman mereka, membuat senyuman Askara merekah sempurna di sore yang indah itu.

1
Azizah az
ikutan disini Thor ☺️🤗
Fitra Sari
lanjut lagi KK 🙏🥰
N07
New reader nie Thor. Suka sama gaya berceritanya, susunan kata & tanda baca juga rapi jadi enak bacanya. Semoga ceritanya juga menarik sampe ending ga bertele2.
mak mak doyan novel
nah gini kan adem.. g ada gengsi yg tinggi lgi
mak mak doyan novel
ini mah calon suami idaman
mak mak doyan novel
udah ya nad gengsinya.. semua dukung kmu sama aska
Fitra Sari
lanjut KK sampe halal 🥰
Ariska Kamisa: terimakasih kak🙏🙏
aku jadi semangat nih...
total 1 replies
umie chaby_ba
lanjut thor
umie chaby_ba
ceritanya ringan, dan bagus...
semangat terus thor...
/Heart/
Ariska Kamisa: terimakasih banyak ya kakak♥️
total 1 replies
English Lesson
Bagus👍🏻👍🏻
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
waduh... askara serem juga...
umie chaby_ba
lah aska mah lemah banget ngambek bentaran doang... 🤣
umie chaby_ba
hayo loh ...
umie chaby_ba
nadira ngeselin ih... malah cerita lagi udah tahu suasananya lagi ga beres malah cerita
mak mak doyan novel: setuju..
ngeselin bgt dia
total 1 replies
umie chaby_ba
nah kan... bukan orang biasa aja yang ujug-ujug dateng. pasti ada maksud terselubung 🤭
umie chaby_ba
mode protektif nih🤭
umie chaby_ba
dih... bisa aja brondong... bahaya banget nih... nanti nadira tergoda lagi, kesempatan banget buat nadira malah ini mah...🤭
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
umie chaby_ba
kagak inget umur banget si nad sumpah 30 tahun masih begitu, askara lo sabarnya kebangetan ini mah !!!
umie chaby_ba
sumpah nadia ini ngeselin! main nuduh penjahat kelamin lagi🤣🤣🤣🤣
umie chaby_ba
nah loh... kan bader banget lo nad udah tua geh🤭🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!