Leerant Quan adalah mahasiswa S2 paling njelehi sedunia. Dia tidak mau menyelesaikan tugas akhir akibat pundung sama dosen pembimbingnya ditambah nilai bahasa Inggris nya D gara2 dosennya tua! Akibatnya, ayahnya Timothy Quan ( dr triad Quan Taiwan ) mengultimatum harus lulus dalam waktu kurang dari setahun. Leerant harus kuliah lagi bahasa Inggris dan ternyata dosennya ... Katerina Reeves. Gadis yang empat tahun lebih tua darinya mampu membuat Leerant jungkir balik. Segala cara dilakukan agar putri Kaivan Reeves itu mau dengannya. Sementara Katerina tidak suka pria malas dan njelehi ditambah dia sudah punya pacar. Leerant pun berusaha menikung meskipun harus adu senjata.
Gen 8 klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Not So Fast
"Leerant Quan? Anaknya Oom Timothy Quan? Triad Taiwan?" tanya Hana.
"Iya. Kamu kan nggak jadi berangkat melayat karena ada pasien emergency. Aku melihat Leerant Quan sudah di sana dan lagi ngobrol sama Dae-hyun. Tapi kata Mas Leksi, Leerant sudah ikut dari masih di Kuwait," jawab Amura.
Semua orang menatap Katerina. Katerina hanya tersenyum menenangkan.
"Leerant datang ke Kuwait karena hendak membesuk aku dan Tristan tapi ternyata dia datang di hari yang salah. Leerant datang pas Tristan ...." Katerina terdiam sejenak. "Terus sama Mas Leksi diajak sekalian ke Seoul daripada dia harus cari tiket pesawat lagi."
"Tapi benar dia cuma itu?" tanya Daisy.
Katerina mengangguk. "Dulu kan dia mantan mahasiswaku di Taipei. Katanya sih pas dia habis urus bisnis di Timur Tengah jadi sekalian ke Kuwait."
"Yaaaa ... Bukannya gue suudzon ya. Tapi kok awkward saja dia berani datang ke Kuwait buat besuk," gumam Hana.
"Tapi Hanabi, mungkin saja Leerant merasa karena masih kerabat dan kebetulan dia dekat, jadinya disempatkan. Kan seperti yang Kate bilang tadi kalau Leerant mantan mahasiswanya," timpal Ambar.
"Hmmmm ...." Hana dan Amura tampak memegang dagu masing-masing seolah memikirkan sesuatu.
"Udah, nggak usah bikin gosip!" tegur Katrina. "Sekarang mending makan rujak!"
***
Katerina sedang menidurkan Yelena dengan membacakan cerita saat batita itu lahir. Yelena ingin tahu bagaimana dia lahir. Meskipun sudah berulang diceritakan, tapi putrinya tetap tidak bosan.
"Jadi Appa yang keluarin Lena dali pelut Mama?" tanya Yelena.
"Iya. Perut Mama dibuka oleh Appa terus kamu dikeluarin dari dalam. Dan kamu nangis kencang sekali. Sampai-sampai Appa kaget," senyum Katerina.
Dia memang melahirkan Yelena dengan proses caesar karena panggulnya sempit dan tidak sempurna pembukaannya. Tristan tidak mau ambil resiko apalagi air ketubannya sudah keluar banyak.
Saat itu mereka sedang tinggal di Kanada dan Tristan sedang di enam bulan terakhirnya bekerja. Di Kanada menganut aturan ius soli. Ius soli adalah aturan sebuah negara yang memberikan kewarganegaraan secara otomatis kepada anak yang lahir di wilayahnya tanpa memandang status kewarganegaraan orang tuanya. Akibatnya, Yelena memiliki tiga kewarganegaraan yaitu Korea Selatan, Rusia dan Kanada. Katerina memang memakai Rusia sebagai main citizenship dibandingkan Indonesia dari ayahnya karena aset yang diwariskan dari nenek buyutnya. Anastasia memang memberikan kepada Katerina karena Aleksei menolak. Dia sudah merasa cukup dengan apa yang diperolehnya dari Hoshi dan Valentino.
"Mama ...."
"Ya sayang?" Katerina mengelus rambut hitam Yelena yang diwariskan Tristan tapi dia memiliki mata biru seperti oma dan oma buyutnya.
"Appa kasihan ya?" ucap Yelena tiba-tiba.
"Kasihan kenapa?" Jujur Katerina sering tidak siap dengan ucapan random putrinya.
"Sendilian ... Eh tapi sama Tabby ya di sulga," jawab Yelena.
"Iya. Tabby mungkin sekarang tiduran di perut Appa," kekeh Katerina.
Tabby adalah kucing mujaer yang di bawa Katerina dari Taiwan dan punya paspor sendiri. Saat di Kuwait, Tabby yang diperkirakan berusia sepuluh tahun karena dari kucing jalanan, mati karena kanker. Yelena sangat sayang dengan kucing gemuk itu.
"Iya. Kan Tabby paling suka bobok di pelut Appa," senyum Yelena.
"Jadi Appa nggak sendirian di surga, Lena. Ada Tabby yang menemani. Terus pasti Appa bingung ukuran kasih maem Tabby di sana," ujar Katerina karena Tristan sering ngawur kasih makan Tabby hingga kucing itu mengembang dengan baik.
Yelena cekikikan. "Mama, nanti Tabby kegemukan! Telus nanti Appa dimalahi malaikat kalena bikin Tabby obesitas."
Katerina ikut tertawa. Dia jadi ikut membayangkan wajah manyun Tristan karena membuat Tabby gemuk.
Yelena memeluk Katerina. "Mama, apa kita pelgi lagi?"
"Kamu mau pergi kemana?" Katerina memeluk erat putrinya.
"Jangan ke Seoul ya Mama. Aku tidak mau Mama dinakali lagi sama halabeoji dan halmeoni. Mama sudah banyak menangis di sana," pinta Yelena.
"Maaf ya Sayang, kalau Mama terlalu cengeng," ucap Katerina.
"Tidak apa-apa Mama. Kata Appa, telkadang menangis itu pelu. Kata Appa, kalau kamu malah, nangis saja."
Katerina mengernyitkan dahinya. "Appa bilang gitu?"
"Hu um. Waktu Tabby mati. Aku malah sama Allah, kenapa ambil Tabby. Appa bilang nggak boleh malah sama Allah. Kalau aku kesal, nangis aja," jawab Yelena. "Tabby sudah nggak sakit lagi."
"Oke, kadang Appamu kasih ajaran yang sedikit membagongkan dan Mama pusing kenapa begitu teorinya," senyum Katerina.
Yelena hanya mendusel ke dada Katerina. "Lena kangen Appa, Mama."
Katerina hanya bisa mengangguk. "Mama juga ... Mama juga kangen Appa."
Tak lama Yelena terlelap tapi air matanya tampak muncul di sudut matanya. Hati Katerina seperti disayat sembilu karena putrinya adalah orang yang paling trauma. Sudah kehilangan ayahnya, dia juga harus menyaksikan bagaimana ibunya dijahati oleh kedua kakek dan neneknya padahal kondisinya mereka sedang berduka.
"Lena, Mama tidak akan membawa kamu menemui keluarga Ma selamanya. Cukup sudah Appa dan Mama kamu dibuat seperti ini oleh mereka! Kita hanya bersama dengan keluarga Mama saja!" janji Katerina.
***
Taipei Taiwan
Leerant sedang berada di ruang kerjanya ketika Miu Wai datang dengan wajah tegang. Dia meminta agar orang yang di belakangnya menunggu.
"Ada apa MiuMiu?" tanya Leerant sambil terus mendesain proyeknya yang terbaru.
"Ada ... Mr Sora Chen diluar," jawab Miu Wai.
Leerant mengangkat wajahnya. "Apa aku ada janji dengan Sora-hyung?"
"Tidak tapi ...."
"Suruh dia masuk," pinta Leerant.
Miu Wai mempersilakan Sora masuk dan pria berwajah dingin itu pun mendekati meja Leerant. Sebagai tuan rumah, Leerant pun berdiri dan menyalami Sora.
"Hyung, apa kabar? Kenapa tidak memberikan kabar terlebih dahulu?" senyum Leerant.
"Aku kebetulan ke Taipei dan mampir kemari. Cari Longze tidak ada terus dia bilang tunggu saja di ruangan kamu. Jadi ya, aku kemari." Sora pun duduk saat Leerant mempersilakan salah satu petinggi Chen Ltd dan juga Triad Hongkong.
"Cece Yoona tidak ikut?" tanya Leerant sambil memberikan kode ke Miu Wai yang sedang menutup pintu ruang kerja untuk membuat kopi bagi mereka berdua.
"Tidak. Ini urusan aku sendiri. Oh pengawal aku masih di bawah karena tidak diizinkan naik. Apakah kamu bisa memberitahukan pada resepsionis agar Aaron boleh makan siang tanpa aku?" jawab Sora.
"Ah, memang sudah waktunya makan siang. Bagaimana jika kita makan siang sekalian? Aku tahu mie bebek peking enak di Taipei tapi tempatnya tidak fancy. Oh, dan halal," senyum Leerant.
"Apakah kamu pernah mengajak Katerina kesana?" tanya Sora tanpa tedeng aling-aling.
"Kenapa Hyung?" tanya Leerant bingung.
"Apa benar kamu naksir Kate?" tanya Sora lagi.
Leerant melongo sementara Miu Wai nyaris hendak menjatuhkan nampannya.
"Leerant, jika memang kamu naksir Kate. Not so fast. Kamu jangan memaksa karena Tristan belum ada empat puluh hari meninggal," ucap Sora serius.
***
Yuhuuu up malam ya gaeesss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu