Di Bumi, dunia modern yang dimana status seseorang di pandang dari seberapa banyak hartanya, merupakan kehidupan yang sungguh tidak adil bagi seorang pria bernama Chao Xing.
Chao Xing adalah seorang pria dengan status yang tergolong biasa saja. Sebagai karyawan sebuah perusahaan swasta, kehidupan yang di jalaninya sungguh tidak berarti apapun. Dimana dirinya hanya hidup sebatang kara.
Hari-harinya, ia habiskan dengan bekerja dan bermain game. Yap, benar! Chao Xing juga merupakan seorang gamer. Dirinya sering bermain Game MMORPG di komputernya untuk mengisi kesepian yang selalu datang menghampiri.
Namun naas, ia harus wafat di umur ke 25 tahunnya. Namun Dewa masih memberikannya kesempatan kedua untuk berenkarnasi bersama sebuah System yang akan membantunya untuk bertahan hidup.
Bagaimana kah kehidupan Chao Xing di Dunia Baru tersebut ?
Ikuti terus kisahnya yah >.<
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muchtar T, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26. Musnahnya Sebuah Keluarga
Patriak keluarga Liu yang melihat bahwa putranya telah mati, sudah tidak dapat menahan amarahnya lagi. Saati dirinya ingin menyerang Chao Xing, tiba-tiba terdengar suara dari langit.
" Hentikan !.." ujar suara itu yang membuat Liu Can Yang beserta Chao Xing menghentikan gerakan mereka dan menoleh keatas.
Betapa terkejutnya ia setelah mengetahui bahwa asal suara itu berasal dari ayahnya.
***
Beberapa menit sebelumnya, di kediaman keluarga Chao.
Tentunya kabar tentang hancurnya klan Topeng Tengkorak sudah sampai ke telinga Chao Zhi Gang dan Jing Quo. Saat mereka sedang berdiskusi bersama para tetua lainnya tiba-tiba mereka merasakan aura pertempuran yang berasal dari arah barat, yaitu kediaman keluarga Liu.
Para murid beserta para tetua sudah mengetahui identitas Jing Quo sebenarnya. Chao Zhi Gang yang memberitahukan semuanya kepada mereka. Dan ia juga menceritakan bahwa Chao Xing telah menjadi murid resmi sekaligus murid pribadi patriak Sekte Pedang Surgawi.
Para murid beserta tetua sungguh sangat bahagia dan mengagumi Chao Xing secara diam-diam setelah mendengar hal itu
Di tengah-tengah diskusi, mereka dikejutkan dengan laporan seorang mata-mata yang tiba-tiba datang, melaporkan bahwa sedang terjadi pertempuran di kediaman keluarga Liu.
Sontak mereka semua kaget, dan segera ingin menyiapkan pasukannya. Namun hal itu di cegah oleh Chao Zhi Gang.
" Kalian berjagalah di sini. Biar aku dan saudara Jing yang akan mengecek ke sana. Karena bagaimana pun, pertempuran itu akan menjadi kesempatan bagi kita.." ujar Chao Zhi Gang pada para tetua untuk berjaga di dalam kediaman.
Mereka semua pun mengangguk menandakan bawah mereka mengerti. Lalu Chao Zhi Gang bersama Jing Quo segera keluar dari ruangan itu dan melesat keangkasa dengam kecepatan tinggi menuju ke arah barat.
Kembali ke saat ini..
Sesampainya Chao Zhi Gang beserta Jing Quo di kediaman keluarga Liu, tubuh mereka begedik melihat pemandangan mengerikan yang terjadi di kediaman ini.
Banyak tumpukan mayat beserta genangan darah berhamburan di halaman kediaman mereka. Lalu mereka berdua menatap kearah pemuda yang sedang bermandikan darah tersebut.
Chao Zhi Gang merasakan aura familiar dari dalam tubuh, pemuda itu
" X-xing'er ? itu kau kah nak.." ujar Chao Zhi Gang perlahan mendekati Chao Xing.
" Ayah..." ujar Chao Xing pelan sambil meneteskan air mata.
Chao Zhi Gang yang melihat hal itu, langsung berlari memeluk anaknya. Ia tahu bahwa kondisi mentalnya saat ini sedang buruk.
Apa yang dipikirkan Chao Zhi Gang memanglah benar. Pasalnya saat di bumi, Chao Xing bahkan tak pernah membunuh seekor lalat sekali pun. Dan juga Chao Xing lama dikenal sebagai seseorang yang bahkan tidak tega melihat semut terinjak.
Ia menangis karena ini pertama kalinya ia membunuh manusia semenjak ia di renkarnasi. Sebenarnya Chao Xing tak ingin melakukan semua ini. Namun jika bukan mereka yang di musnahkan, maka keluarganya lah yang akan musnahkan suatu saat. Lebih baik mencegah dari pada mengobati. Begitulah pikirannya.
Ia sadar bahwa kehidupannya telah berubah. Dimana sekarang ia hidup di dunia yang kuatlah yang berkuasa. Sedangkan untuk yang lemah, sudah menjadi hal lumrah untuk di tindas atau bahkan di bunuh sekalipun.
Chao Xing menjatuhkan pedangnya dan terus menangis di pelukkan ayahnya tersebut. Wajah gagah dan perkasa saat melawan para musuh-musuhnya, luntur seketika saat di peluk oleh ayahnya tersebut.
" Sudahlah Xing'er. Yang terjadi biarlah terjadi. Maafkan ayah, karena tak bisa melindungimu dengan baik. Biar ayah yang ambil alih dari sini. Kau beristirahatlah dulu.." ujar Chao Zhi Gang membujuk anaknya.
" Apa yang di katakan saudara Chao benar Xing'er. Jika kau menceritakan masalah keluarga kalian, mungkin aku sendiri yang akan di menghancurkan keluarga rendahan ini.." ujar Jing Quo sambil menatap kearah Liu Can Yang.
Patriak keluarga Liu ini tidak berani bergerak sedikitpun saat dirinya merasakan aura kultivator tingkat dewa yang merembes kelur dari tubuh Jing Quo. Ia hanya bisa berdiri terdiam dengan muka pucat dan tubuh bergetar.
" Kali ini keluarga Liu akan benar-benar musnah.." ujarnya dalam hati penuh penyesalan.
" Liu Cang Yan, karena percobaan pembunuhan yang kalian lakukan pada anakku saat itulah yang menyebabkan hal ini. Jangan menyalahkan ku. Karena semua ini kalianlah yang memulainya. Jangan pernah bermain api, jika kau tak ingin terbakat.." ujar Chao Zhi Gang sambil merebahkan Chao Xing yang tak sadarkan diri.
Chao Xing kehilangan kesadarannya, karena ia terus menerus menggunakan teknik tingkat Dewa, yang dimana itu sangat membebani tubuhnya. Hal itu terjadi karena tingkat kultivasinya saat ini baru mencapai tingkat Nirvana level 8 puncak. Jika ia sudah mencapai tingkatan dewa, baru kemudian ia bisa menggunakan teknik itu secara terus menerus.
" Saudara Jing. Aku titipkan Xing'er.." ujar Chao Zhi Gang pada Jing Quo.
Jing Quo hanya menggangguk sambil memberikan sebuah pill bulan kedalam tubuh Chao Xing.
" Mari kita selesaikan dendam lama dan dendam baru di antara kita.." ujar Chao Zhi Gang yang kemudian melepaskan aura seorang kultivator tingkat manifestasi level 9 puncak dari tubuhnya lalu ia menyerang ke arah Liu Can Yang.
Chao Zhi Gang bisa berkembang pesat karena pill energi yang di berikan oleh Chao Xing saat itu dan juga ia telah di bantu oleh Jing Quo. Selama enam bulan terakhir, ia terus berlatih di bawah bimbingan Jing Quo, dan akhirnya ia telah menerobos sampai ke tingkat manifestasi level 9 puncak dan sedikit lagi ia akan menembus tingkat nirvana.
Liu Can Yang juga memiliki tingkatan yang sama seperti Chao Zhi Gang, namun ia beda satu level di bawahnya, yaitu menifestasi level 8 puncak. Perbedaan antara level 8 dan 9 itu seperti langit dan bumi. Liu Can Yang menyadari hal ini, namun ia tetap memilih bertarung untuk mempertahankan harga dirinya
Mereka saling bertukar pukulan selama lima menit dan akhirnya satu pukulan telak mengenai dada Liu Can Yang, yang membuatnya terbang hingga 30 meter dan terluka parah. Saat ia ingin bangkit kembali, tiba-tiba..
Jleb...
Pedang Chao Zhi Gang terlebih dahulu menancap di dadanya. Kemudian ia menebas kepala Liu Can Yang tanpa ampun. Lalu melakukan hal sama seperti yang Chao Xing lakukan di markas klan Topeng Tengkorak, yaitu menancapkan sebuah bendera bertuliskan keluarga Chao di atas kepalanya. (anak dan ayah sama-sama maniak kepala 😂)
Chao Zhi Gang kemudian mengambil cincin penyimpanan milik Liu Can Yang dan segera melesat kearah Chao Xing.
Sesampai di tempat semula, ia melihat Chao Xing telah siuman dan sedang duduk bermeditasi. .
Benar. Saat Chao Zhi Gang sedang bertarung, Chao Xing pun tersadar. Semua kelelahannya telah hilang. Lalu ia melihat ada seseorang di kenalnya.
" Kakek..", ujar Chao Xing pelan menatap Jing Quo.
" Syukurlah. Kau telah sadar. Setelah kembali dari sini, aku ingin kau mencertakan semuanya.." ujar Jing Quo pada muridnya tersebut
Chao Xing pun hanya menggangguk, dan kemudian ia mendengar suara system bertanya di dalam kepalanya
[Ding! Apakah tuan ingin menerobo ? Y/N]
" Yes.." ujar Chao Xing segera dan langsung mengambil sikap meditasi.
Chao Zhi Gang yang melihat anaknya sedang bermidatasi merasakan aura energi dan langit perlahan memasuki tubuh anaknya.
" Apakah dia akan menerobos ?.." tanya Chao Zhi Gang pada Jing Quo.
Jing Quo mengangguk pelan menjawab pertanyaan tersebut. Lima menit kemudian mereka merasakan aura yang sangat kuat keluar dari tubuh. Bahkan Chao Zhi Gang sampai mengaktifkan segel pelindungnya.
Tiba-tiba..
" Hiahh.." teriak Chao Xing di iringi suara ledakan.
Bang...
Suara ledakan keras keluar dari tubuhnya bersama dengan Chao Xing yang telah membuka kedua matanya.
" Nirvana level 9 awal ?! anak ini benar-benar monster.." ujar Jing Quo yang membuat Chao Zhi Gang nyaris pingsan karena terkejut.
" Ayah, kakek.." ujar Chao Xing menatap ayah dan kakeknya tersebut.
" Xing'er, saudara Jing mari kita pulang.." ujar Chao Zhi Gang pada Chao Xing dan Jing Quo.
Keduanya pun hanya mengangguk dan segera melesat meningglkan kediaman keluarga Liu yang telah menjadi reruntuhan.
***
Dalam satu hari, Klan Topeng Tengkorak dan keluarga Liu musnah begitu saja. Bangunan-bangun yang semula kokoh kini menjadi reruntuhan. Bau amis darah dan bau busuk mayat yang menyengat tercium hingga 100 meter jauhnya.
Dengan musnahnya keluarga Liu, membuat keluarga Mu dan para keluarga bangswan lainnya, tidak akan berani menyinggung keluarga Chao lagi di masa depan. jika itu mereka lakukan, maka keluarga mereka akan musnah. Kejadian kali ini akan terus di ingat oleh para penduduk kekaisaran benua timur.
Dan bersambung >.<
...----------------...
meski isi novel ini bagus.
coba perbaiki bahasa mc terlihat lebih dewasa🙏💪👍
1. body tempering (lv 1-9) (1)
2. formation (lv 1-9) (1)
3. qi creation (lv 1-9) (1)
4. manifestation (lv 1-9) (1)
5. nirvana (lv 1-9) (1)
rana lanjutan keabadian
1. asal mula (lv 1-9)
2. dewa beladiri (lv 1-9)
3. dewa biasa (lv 1-9)
4. dewa sejati (lv 1-9)
5. jindan (lv 1-9)
6. golden core (lv 1-9)
7. imortal (lv 1-3)
di eps 1 imortal hanya sampai d lv 3
knp bukan kakek kakek atau apalah kek