NovelToon NovelToon
The System'S Guide To Ruining The Villainess

The System'S Guide To Ruining The Villainess

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Transmigrasi / CEO
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: DinaRyu

Up setiap hari

Stella Odette Rosewood terbangun dengan reputasi hancur, dikelilingi teman toxic, dan adik tiri bermuka dua yang ingin merebut segalanya termasuk Neo Hayes Blake, CEO dingin incaran banyak orang.

Satu-satunya jalan keluar adalah "Vix", sistem berwujud rubah ekor sembilan cerewet yang memaksanya menjalankan berbagai misi demi bertahan hidup. Stella pun mengubah taktik: membuang orang-orang toxic, merombak penampilannya, dan sengaja mendekati Neo untuk menghancurkan rencana adik tirinya.

Awalnya, interaksi mereka canggung dan Neo terlihat tak peduli. Namun, di balik kelakuan absurd dan omelan Stella pada sesuatu yang tak kasatmata, Neo melihat sosok wanita cerdas yang mati-matian berjuang sendirian.

Saat bahaya sesungguhnya dari intrik keluarga mulai mengancam nyawa Stella, sang CEO mengambil langkah.

Pria dingin itu kini menjadi pelindung posesif yang tak segan menghancurkan siapa pun yang berani mengusik miliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DinaRyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 26: Permainan Selesai

System Glitch

[ Sisa waktu: 15 Menit. ]

Stella tidak melepaskan flashdisk itu. Ia justru mulai mengetik dengan kecepatan yang tidak masuk akal.

Jemarinya seolah menari di atas keyboard, menciptakan rentetan kode untuk membalikkan keadaan.

"Apa yang kau lakukan, Host?" tanya Vix penasaran.

"Kalau Chloe mau bermain kotor, aku akan memberinya lumpur sekalian," Stella menyeringai miring.

"Aku tidak akan menghapus malware ini. Aku akan membelokkan tujuannya. Alih-alih mengirim data Rosewood Media, aku akan mengirimkan tumpukan virus sampah dan data palsu ke server tujuan mereka. Dan sebagai bonus, aku akan mengirim balik paket 'hadiah' yang akan membekukan seluruh sistem komputer siapa pun yang mencoba membuka data curian ini."

Di tengah kesibukannya, pintu ruangan terbuka.

Aroma Dark Musk, Leather, dan Bergamot yang sangat maskulin langsung menyerbu masuk.

Stella tidak perlu menoleh untuk tahu siapa yang datang. Tekanan aura dominan di ruangan itu sudah cukup menjelaskan kehadirannya.

Neo Hayes Blake masuk dengan langkah tegap, diikuti oleh Liam.

Pria itu mengenakan kemeja hitam yang lengannya digulung hingga siku, menampilkan lengan bawahnya yang kokoh dan berurat.

Tatapan obsidiannya langsung tertuju pada Stella yang sedang sibuk meretas.

"Ada masalah di jam pertamamu, Rosewood?" tanya Neo.

Suaranya yang serak dan berat menggema, membuat para staf Stella refleks berdiri dan membungkuk hormat.

Stella tidak berdiri. Ia bahkan tidak mengalihkan pandangannya dari layar.

"Hanya membersihkan beberapa serangga pengganggu yang mencoba menyusup ke duniaku, Tuan Blake."

Neo melangkah mendekat, berhenti tepat di belakang kursi Stella. Ia mencondongkan tubuhnya, menatap layar laptop yang dipenuhi kode hijau dan hitam.

Jarak mereka begitu dekat hingga Stella bisa merasakan hawa panas dari tubuh Neo yang menjulang di atasnya.

"Perangkat yang disusupi?" Neo bertanya, suaranya kini terdengar lebih rendah di dekat telinga Stella.

Pria itu menyadari apa yang sedang terjadi. Insting tajamnya langsung mengenali aktivitas peretasan tingkat tinggi.

"Flashdisk hadiah dari adik tiriku," sahut Stella tanpa menoleh.

"Dia sangat menyayangiku sampai ingin mengirimkan seluruh rahasiaku ke perusahaan sainganmu."

Neo menyipitkan matanya. Rahangnya mengeras.

"Chloe Rosewood benar-benar tidak tahu diri. Berani sekali dia menggunakan jaringanku sebagai medan perangnya."

"Tenanglah, Tuan Blake," Stella akhirnya menekan tombol Enter dengan kuat.

Layar menampilkan tulisan [ Payload Sent & Port Locked ].

Stella menyandarkan punggungnya ke kursi, secara tidak sengaja menyentuh dada bidang Neo yang masih berdiri tepat di belakangnya.

Ia segera menegakkan tubuh, lalu berbalik menatap Neo dengan senyum tengilnya yang paling mematikan.

"Semua data yang dia curi sekarang hanyalah sampah digital. Dan saat ini, komputer mana pun yang menerima data itu sedang mengalami pembersihan total alias mati total. Termasuk, aku yakin, laptop pribadi Chloe Rosewood," ucap Stella dengan nada puas.

Neo menatap Stella dalam-diam. Keheningan di antara mereka terasa sangat intens, jauh lebih panas dari suhu ruangan.

Neo tidak marah karena jaringannya hampir disusupi; sebaliknya, ia merasa sangat... puas.

Melihat bagaimana Stella menghadapi ancaman dengan ketenangan dan kecerdasan seperti itu benar-benar membuat obsesi di dalam dadanya semakin mengakar.

"Kau sangat efisien," gumam Neo, matanya tidak lepas dari mata monolid Stella.

"Aku benci membuang waktu," balas Stella, menantang tatapan pria itu.

"Dan aku benci milikku diusik oleh tangan-tangan kotor."

Neo melangkah satu tindak lebih dekat, tangannya bertumpu di sandaran kursi Stella, seolah mengklaim wilayah tersebut.

"Milikmu?"

"Perusahaan ku, timku, dan reputasiku," Stella mengoreksi dengan cepat, meski ia merasa wajahnya sedikit memanas karena jarak mereka yang sangat intim.

Neo menyeringai tipis –sebuah pemandangan langka yang membuat jantung Stella berdebar tidak keruan.

"Bagus. Pertahankan sikap itu. Aku tidak suka bekerja dengan orang lemah."

Pria itu berbalik ke arah Liam. "Liam, pastikan keamanan siber di lantai ini ditingkatkan dua kali lipat. Dan cari tahu siapa yang memberikan izin masuk untuk perangkat asing dari luar tanpa pemeriksaan ketat. Aku mau kepala orang itu di mejaku sore ini."

"Baik, Tuan Blake," jawab Liam patuh.

Neo kembali menatap Stella. "Ikut aku ke kantorku di atas. Ada draf kontrak fisik yang harus kau tanda tangani sebelum kita mulai brainstorming siang nanti."

"Bisakah kau membawanya kemari? Aku sedang malas naik lift," sahut Stella dengan gaya tengilnya yang biasa.

Neo menunduk, menatap Stella dengan pandangan yang membuat bulu kuduk wanita itu meremang.

"Aku tidak memberikan pilihan, Stella. Naik ke atas, atau aku akan menyuruh pengawalku menggotongmu bersama kursinya sekalian."

Stella mendengus, lalu berdiri dengan anggun sambil merapikan jas putihnya. "Baiklah, baiklah. Kau benar-benar pria yang pemaksa, Pangeran Es."

[ Ding! ]

[ Misi Sampingan Selesai! ]

[ Hadiah: 50 Poin Karma & Skill Peretasan Level 2 telah dikuasai permanen. ]

[ Afeksi Neo Blake meningkat! Status saat ini: 35%. ]

Vix melayang di samping Stella saat wanita itu berjalan keluar ruangan mengikuti Neo.

"Tiga puluh lima persen, Host! Kau baru saja menunjukkan taringmu dan dia sangat menyukainya. Pria ini benar-benar punya selera yang unik!"

"Diam, Vix," bisik Stella, berusaha mengendalikan detak jantungnya saat ia berjalan tepat di samping Neo, menghirup aroma Dark Musk pria itu yang kini terasa jauh lebih memabukkan daripada biasanya.

Waktu: 10:15 AM

Kediaman Keluarga Rosewood

BRAK!

Chloe melempar laptopnya ke lantai dengan wajah merah padam. Layar laptop mahalnya kini hanya menampilkan gambar tengkorak berwarna merah dengan tulisan: [ DON'T TOUCH STELLA'S PROPERTY! ]

"Sialan! Bagaimana bisa?!" teriak Chloe histeris.

Seluruh data di laptopnya hilang, dan yang lebih parah, sistem rumahnya juga ikut terganggu.

Ibu kandungnya, Elena, masuk ke kamar dengan wajah panik. "Chloe! Ada apa? Kenapa kau berteriak?"

"Stella! Wanita itu membalas seranganku, Ibu! Dia tahu aku menanamkan malware itu!" Chloe mencengkeram rambut pirangnya frustrasi.

"Dia bukan Stella yang dulu. Dia... dia seperti monster!"

Elena mendekati anaknya, memegang bahunya dengan kuat.

"Tenanglah. Kalau cara digital tidak berhasil, kita gunakan cara fisik. Besok malam adalah acara makan malam amal tahunan Rosewood. Ayahmu akan ada di sana. Kita akan gunakan pengaruh Ayahmu untuk menekan Stella di depan umum. Dia mungkin cerdas di depan komputer, tapi dia tetaplah seorang anak yang merindukan kasih sayang ayahnya yang tidak berguna itu."

Chloe menarik napas panjang, mencoba menenangkan dirinya. Sebuah senyum licik kembali muncul di wajahnya.

"Benar. Ayah selalu membencinya karena dia mirip dengan ibu kandungnya. Mari kita lihat, apakah dia masih bisa bersikap sombong saat Ayah mempermalukannya di depan seluruh elit London."

To be Continued

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!