NovelToon NovelToon
Mantan Kekasih Dr.Banyu

Mantan Kekasih Dr.Banyu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Perjodohan
Popularitas:571
Nilai: 5
Nama Author: Bondan wardoyo

Banyu dan Alia sudah lama menjalin kasih, sejak mereka masih dibangku SMU sampai mereka sudah sama - sama bekerja. Banyak mimpi dan harapan yang ingin mereka wujudkan tapi semua itu terhalang oleh restu orang tua.
Banyu biru Aji berasal dari keluarga biasa saja pemilik restoran kecil yang sudah turun temurun warisan dari kakek dan nenek banyu, sementara keluarga alia berasal dari keluarga terpandang dan kaya raya.
Diam diam orang tua aliya tidak menyetujui hubungan mereka bahkan mereka sudah menyiapkan jodoh dan rencana untuk memisahkan aliya dan juga banyu.
Akankan cinta mereka bisa berlanjut atau akan menyerah dan kalah????

" Hai.....aku come back setelah lama tidak menulis.... semoga karyaku ini bisa dibaca dan diterima banyak pembaca"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bondan wardoyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26 Seba salah

Makan malam sudah selesai, Gita dan Jenar membereskan piring-piring dan mereka bersama menyucinya didapur. Gita bagian mencuci piring dan Jenar bagian meletakan di rak piring. Gita terus saja mengajak Jenar mengobrol, dia menceritakan banyak hal, tapi tiba-tiba Jenar malah melamun membuat Gita bingung, ada apa dengan Mbak Jenar kenapa dari tadi tidak fokus.

Jenar masih memikirkan, kenapa Banyu tidak memakan makanan yang ia kirimkan tadi siang bahkan pesanya juga belum dibaca. Apa Banyu tidak suka jika jenar mengirim makanan ke Rumah Sakit atau apa?, dalam pikiranya dia terus bertanya-tanya sampai Gita memanggil dan menyadarkan dari lamunannya.

"Mbak Jenar......"

"Eh....iya Gita kenapa, udah selesai ya?"

"Sudah to liat piringnya udah menumpuk."

"Oh iya maaf ya." Jenar lalu mengambil semua piring dan meletakan di rak, sambil tersenyum.

"Apa semua pengantin baru itu suka melamun."

"Ih apa sih Gita, ayo kita ke depan."

Mereka bergegas bergabung bersama Bapak, Ibuk dan Banyu pastinya. Mereka sedang mengobrol santai di ruang tengah, Gita dan Jenar segera bergabung.

"Oh ya kapan kami bisa main kerumah kalian", tanya Gita.

Banyu dan Jenar saling memandang.

"Besok kalau rumahnya sudah rapi, sekarang masih agak berantakan, iyakan Jenar."

"Iya Gita, besok kalau udah rapi kita undang makan malam dan Jenar yang masak."

Banyu pamit ke kamar untuk mengambil beberapa barang untuk dibawa, kebetulan waktu dikamar Banyu membuka Hp dan membaca ada beberapa pesan yang masuk, dan dia baru sadar ada pesan dari Jenar. Jenar mengirimkan pesan tadi siang, kuk bisa gak kebaca, Banyu buru-buru membukanya dan dia baru ingat jika tadi satpam memberinya paket dan Banyu lupa, pantas saja, Banyu jadi bingung harus apa?, membicarakan ini disini tidak mungkin, sebaiknya dia segera mengajak Jenar pulang.

Banyu mengajak Jenar untuk segera pulang, tapi karena mereka masing-masing mambawa mobil, Banyu tidak tega jika Jenar harus menyetir sendiri sampai kerumah akhirnya Banyu memilih mobilnya saja yang ditinggal disini, mereka akan pulang dengan mobil Jenar.

Di mobil Jenar banyk diam bahkan dia pura-pura memejamkan matanya. Banyu juga bingung harus mulai dari mana bicaranya dia juga memilih fokus menyetir dan segera sampai dirumah. Sampai dirumah Banyu membangunkan Jenar dengan perlahan. Dan Jenar segera bangun dan keluar dari mobil. Jenar langsung masuk ke kamar lalu mandi. Tapi rupanya Jenar lupa mengunci pintu kamar mandi yang cuma ada satu dirumah itu.

Jenar sudah melepaskan semua pakaiannya dan menyalakan sower. Dia membasahi seluruh tubuhnya dari rambut sampai ujung kakinya. Sementara Banyu yang baru saja selesai memasukan mobil ke garasi dan menutup pintu gerbang, masuk kedalam rumah tanpa tau jika jenar berada didalam kamar mandi. Banyu yang kebetulan ingin ke kamar mandi juga membuka pintu kamar mandi.

Dan mereka berdua sama-sama terkejut dan kaget. Jenar yang sedang mandi berteriak kencang dan Banyu juga sangat terkejut melihat Jenar yang tidak memakai apapun ditubuhnya. Ya kan Jenar sedang mandi, buru-buru Banyu membalikan badanya dan minta maaf kepada jenar.

"Maaaaaaaffff.......saya tidak tau kalau kamu didalam." Sambil berbalik dan keluar menutup pintu.

Habislah sudah jenar malu, dia malu sekali sampai-sampai dia tidak ingin keluar dari kamar mandi. Tapi tunggu dulu Banyu itu kan suaminya jadi sebenarnya gak papa kalau dia melihat, tapi kan kami belum pernah melihatnya, Jenar bingung antara mau keluar atau tidak. Tidak mungkin semalaman ini dia didalam kamar mandikan. Jenar sudah menggunakan kimono dan menutupi kepalanya dengan handuk.

Jenar masih ragu untuk keluar, maju mundur karena dia benar-benar sangat malu. Beluk pernah sekalipun dia telanjang didepan laki-laki mesti itu suaminya sendiri.

Banyu juga merasa bersalah tidak seharusnya dia masuk begitu saja harusnya tadi dia mengetuk pintu dulu tapi Banyu sudah terlanjur melihat semuanya. Batin Banyu gak apa-apa bisanya jika ada pasien yang harua dia jahit dibagian tertentu Banyu juga melihat, lagi pula Jenar adalah istrinya, tapi sepetrinya kuk beda rasanya, mana Jenar gak keluar-keluar sudah hampir 1 jam didalam sana. Masalah makanan tadi siang saja belum selesai ini malah ada lagi masalah.

Apa aku pura-pura tidur saja ya tapi gak enaklah dikiranya nanti dia laki-laki yang kurang ajar walau kita sudah resmi menikah.

Akhirnya setelah lima belas menit jenar galau keluar atau tidak, dia memutuskan keluar dan menutupi kepala serta mukanya dengan handuk lalu buru-buru masuk kekamar saja. Benar saja tanpa memperlihatkan mukanya jenar buru-buru masuk kekamarnya dan tidak disangka karena tidak melihat jalan malah Jenar menabrak Banyu.

Banyu respek segera menangkap badan Jenar yang mau terjatuh, dan akhirnya handuk yang menutupi kepalanya jatuh. Yang tadinya mau bersembunyi malah saling bertatapan. Mereka berdua malah jadi salah tingkah karena kejadian ini. Banyu sekali lagi minta maaf pada Jenar, dan Jenar segera mengambil handuknya dan buru-buru masuk kekamar dan menutup pintu serta mengunci pintunya.

Jenar bertambah malu sekali pada Banyu karena ketahuan akan menghindari Banyu. Begitu juga Banyu semakin merasa bersalah pada Jenar. Malam ini berakhir dengan Jenar tidur dikamar dan mengunci pintu dan banyu tidur disofa dengan rasa bersalahnya.

Subuh sudah datang Jenar yang sudah terbiasa bangun sebelum subuh pelan-pelan membuka pintu dan mengintip keluar kamarnya, dia melihat Banyu masih tertidur lelap, Jenar pelan-pelan keluar mengambil air wudu dan buru-buru masuk lagi untuk subuh. Banyu mendengar suara dan dia terbangun melihat jam sudah pukul lima pagi, dia juga buru-buru segera sholat subuh.

Ya Allah apa jenar harus keluar kamar ini, tapi Jenar malu, Jenar harus gimana padahal Mas Banyu itu suami Jenar sendiri tapi karena masih ada jarak diantara kami membuat Jenar malu, tapi dosa gak ya kira-kira jika malu pada sumai sendiri.

Banyu memutuskan untuk mandi saja tapi baju gantinya ada dikamar Jenar, bagaimana jika Jenar masih belum mau keluar kamar, apa dia harus mengetuk pintunya terlebih dahulu. Tidak mungkin jika Banyu terus begini akhirnya Banyu memberanikan diri mengetuk pintu kamar. Jenar malah jadi deg-degkan harus bagai mana?.

Banyu meminta ijin kepada Jenar untuk masuk kemar mengambil baju dan akhirnya jenar membukakan pintu. Tampak dia masih menggunakan mukenanya sambil menundukan kepalanya. Banyu sekali lagi minta maaf kepada Jenar karena tidak hati-hati dan dia juga minta maaf soal makanan yang dikirmkan kemaren, karena sibuk Banyu lupa, bahkan dia tidak tau jika Jenar yang mengirimkan makanan untuknya. Sekali lagi Banyu minta maaf kepada Jenar.

Jenar mengerti dan dia juga minta maaf untuk insiden tadi malam, jenar lalu segera menyiapkan sarapan untuk Banyu. Jenar juga minta maaf harusnya dia minta ijin Banyu dulu jika ingin mengirimkan sesuatu ke Rumah Sakit. Dan masah mereka sudah dianggap selesai.

Banyu keluar kamar dengan baju yang sudah rapi, Jenar sudah menyiapkan roti isi dan juga kopi untuk sarapan Banyu, ai minta maaf karena hanya sempat menyiapkan ini untuk sarapan. Banyu tidak masalah dan mengatakan ini sudah lebih dari cukup.

Setelah selesai sarapan Banyu segera berangkat kali ini dia yang akan naik ojek online karena mobilnya ditinggal dirumah orang tuanya. Banyu baru saja sampai di depan pintu, Jenar memanggilnya.

"Mas, HP nya ketinggalan."

"Oh iya, terima kasih Jenar."

Tak disangka Jenar mengulurkan tanganya untuk mencium tangan Banyu sebelum berangkat bekerja. Banyu sedikit terkejut dan Banyu dengan ragu-ragu memberikan kecupan di dahi Jenar. Jenar tidak menyangka jika Banyu akan meresponnya seperti itu. Muka Jenar sedikit merah karena malu, tiba-tiba udara jadi panas padahal masih pagi. Banyu lalu buru-buru pergi karena ojol nya sudah sampai, Banyu pun berlalu pergi. Jenar masuk kerumah dan menutup pintu. Dia masih tidak menyangka jika Banyu akan memberinya kecupan di kening. Hatinya yang tadinya galau jadi berbunga-bunga.

Bersambung ke episode selanjutnya ya. Jangan lupa tinggalkan jejek mu dihalaman ini dengan like dan komen. Please kasih aku energi lanjut nulis. Terima kasih

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!