NovelToon NovelToon
Petualangan Mayanza

Petualangan Mayanza

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Penyelamat / Akademi Sihir
Popularitas:676
Nilai: 5
Nama Author: Novita Tory

Berawal dari membaca buku yang ditemukan di lemari tua, Mayanza mempunyai kekuatan merapal mantra.
Kesalahan mengambil bunga teratai emas..
Menentukan nasib di Kehidupan Mayanza

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novita Tory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keseimbangan Portal

"Kenapa datang kesini" Swanzi berbaring miring di tengah ruangan.

Menikmati buah anggur hijau nya seperti seorang putri. Berbaring di kasur kain sutra berwarna Ungu gelap lampu kamar dari lilin menerangi tempat istirahatnya.

Dupanya wangi memenuhi ruangan.

Pakaian hitam dengan jubah berjahitkan ukiran emas di sisi jubahnya membuatnya terlihat misterius.

"Aku hanya ingin main, " kataku lalu duduk asal di hadapannya.

Melihat sekeliling, kamarnya spesial dibuat seperti ini.

Sedangkan aku sekamar dengan Raja menjadi tawanan.

Pengawal dan pelayannya keluar...

"Aku tidak ingin berteman denganmu, jadi keluar saja" katanya mengusirku.

mengunyah anggur, tidak terlihat lelah setelah berperang.

"Siapa bilang aku mau berteman, aku hanya pastikan lukamu apa sudah sembuh" kataku gengsi lalu mengingatkan luka di perang tadi.

"Hm.... Ya.. Sudah jauh lebih baik" Mata Swanzi seperti menatapku dengan amarah, berbeda dengan senyum di lapangan perang tadi.Tidak ada kata terimakasih.

"Aku juga memastikan, tidak ada apa-apa antara aku dan Raja Yuko" kataku berbalik badan keluar.

Swanzi duduk menatapku.

Lalu seperti roh mendekatiku berdiri. Melayang. Menghalangi langkahku di pintu.

"Kamu tidak perlu menjelaskan" kukunya yang panjang menyentuh daguku.

"Karena kamu datang, tanganku sudah gatal mau merobek wajahmu! " ucapnya kasar.

Aku mencengkram pergelangan tangannya.

Tangannya masih ada bekas luka lubang.

"Ternyata benar kau yang selalu datang dalam mimpiku"

Kataku pelan.

Marah.

"Aku tidak yakin maksudmu apa selalu ingin mencelakai aku, yang jelas aku tidak pernah berguru pada ayahmu"

kataku lagi.

Kutinggalkan dia di kamarnya sendiri, aku berjalan melintasi 3 lorong untuk sampai ke kamarku lagi.

**

Suara menyeret kaki di belakang.

Aku mempercepat langkah kakiku.

Tapi suara itu lebih dekat aku bersiap mencabut tusuk konde emas di rambutku berbalik.

Prajurit kakinya terluka,

"Brakkkk" Suara jatuh.

Prajurit yang terluka itu diterjang dan di bawa bayangan hitam..."To.... long... " katanya lemah dibawa bayangan hilang... Aku melihat arahnya dibawa.

Aku berlari mengejarnya, tapi jubah yang kupakai ini tidak bisa mengejar untuk berlari cepat.

Aku melompat turun mengejar, terjatuh.

"Apa yang kamu lakukan disitu" kata Raja Yuko berlari, di tangannya pedang terbuka berkilauan.

Rupanya mereka mendengar suaraku diluar, mengejarku tau aku berlari.

"Kubantu anda berjalan Nona" kata seorang prajurit memapah aku yang jatuh ditanah.

Pakaianku kotor. Aku melihat bayangan sekelebat itu menghilang di balik kamar Swanzi.

"Sudah kubilang jangan keluar saat malam! "

Kata Raja Yuko membentakku.

Aku duduk merasakan lututku nyeri.

"Kenapa pengawal yang lain boleh keluar dan membawa makanan?" tanyaku

"Mereka memiliki pelindung turun temurun yang di berikan leluhur." kata Raja Yuko.

Makin tidak masuk akal kataku dalam hati.

"Kapan aku boleh pulang?ini hari ketiga aku disini."

"Baru sebentar membantu sudah sombong, dan mau pulang" kata Raja Yuko.

"Aku juga bukan rakyatmu, seharusnya kamu tau aku berkerja di duniaku" jawabku.

"Kalau begitu aku akan membayarmu lebih dari penghasilan di duniamu" kata Raja Yuko.

"Ini bukan soal gaji, aku juga punya keluarga" jawabanku memang beralasan.

"Tidurlah... Kamu tidak boleh kembali, kalau tidak keluargamu dalam bahaya" katanya menatapku.

Aku percaya.

**

"Kakek... Kenapa kakek terikat? "

Aku berusaha melepaskan ikatan kakek tertidur di sebuah bangku kayu. Sulur yang kuat mengikatnya dari tanah bergerak-gerak mencengkram tubuh kakek.

"Akhirnya kamu datang... " kata Kakek memegang tanganku.

Aku berusaha melepas sulur-sulur itu tapi tidak bisa.

semakin aku berusaha melepas semakin mengikat kuat.

Leher kakek sudah tertutup dengan sulur hijau dan dedaunan.

"Kakekkkkk... " aku duduk berkeringat tubuhku basah.

Masih malam dan gelap hanya lampu lilin...

Raja Yuko tidur di sisi lain.

Tertidur nyenyak.

**

Aku harus menyelidiki apa yang terjadi.

Pengawal yang memiliki warisan leluhur.

Aku harus bicara dengannya.

Pagi-pagi setelah mandi aku duduk di beranda, diam-diam menyusulnya yang berjalan setelah mengantar baki makanan ke ruangan Swanzi.

"Nona.... Ada apa? "

"Mana pengawal yang kuutus mengambil bunga teratai" tanyaku

"Belum datang mungkin dua sampai tiga hari dia tiba disini, apa Nona perlu bantuan" katanya

"Ada yang ingin kutanyakan penting" kataku

Dia mulai serius dan meletakan baki.

"Aku ingin menanyakan apa yang terjadi disini dengan jelas? " tanyaku berbisik.

Pengawal terdiam dia menatapku,

tidak aku menggelengkan kepala, dia menatap orang yang berdiri di belakangku.

Lalu tertawa. Aku ketahuan lagi!

"Hentikan!!!! " tanganku sakit.

Aku diseret kembali ke kamar. Melepaskan tanganku. Pergelangan tanganku sakit, memerah di tarik kasar.

Raja Yuko tersenyum sinis dan dingin.

"Mau kabur kemana? "

"Jangan curigaan! Mana aku kabur, aku hanya ngobrol dengan pengawalmu" kataku sambil memukul-mukul kakiku yang sakit.

Memegang lagi tanganku yang nyeri.

"Masih sakit? "

"Jangan mendekat! " kataku menolak.

"Kalau mau bertanya, kenapa tidak menanyakan langsung padaku" katanya berdiri dengan tangan terlipat di dada.

"Terakhir aku bertanya tidak di jawab" kataku ketus.

"Bertanya sesuatu yang tidak penting dan tidak harus dijawab" katanya lagi.

**

Aku terdiam. Berpikir.

Setelah mendengar cerita Raja Yuko.

Negeri zink di serang oleh kekuatan jahat, mereka mencari celah menguasai sepenuhnya negeri zink.

Itu terjadi berapa puluh tahun lalu sejak pintu gerbang ke dunia zink rusak, tidak seimbang nya kekuatan Portal untuk datang ke Dunia Zink.

Banyak mahluk jahat mulai saling berebut kekuasaan.

Sejak Raja Yuko VII meninggal semakin memperburuk keadaan. Raja Yuko VIII naik tahta namun usianya masih terlalu muda, kekuatan sihir yang dimiliki juga tidak sehebat Raja-Raja sebelumnya.

Tabib Zhi pengendali waktu di dunia Zink agar muncul kesimbangan, dia lenyap tidak ditemukan di seluruh Negeri Zink setelah berperang dengan Monster Dari Alam Gaib.

Entah sekarang Tabib Zhi hidup ataukah mati.

Swanzi adalah anak gadis Tabib Zhi. Sebelumnya tidak punya kekuatan apapun.

Sejak dia sakit terkena wabah dia mempunyai kekuatan gaib.

Dia membantu menjadi Tabib kerajaan namun dia juga mudah dirasuki oleh kekuatan jahat...

"Apakah Swanzi bukan penyebab dari semua ini? " tanyaku enteng.

"Mana mungkin" kata Raja Yuko

"Kenapa tidak mungkin" kataku.

"Swanzi rela menyerahkan nyawanya untuk kekuatan gaib, dia tidak mungkin begitu" kata Raja Yuko menatapku dingin.

Dalam hati...

Bagaimana tidak Raja Yuko sepertinya punya perasaan pada Swanzi yang cantik.

"Kalau dia kerasukan hal yang jahat, kalian tidak takut celaka" jawabku

"Dia masih bisa kukendalikan" kata Raja Yuko

Hampir saja aku mengeluarkan kata cieeeee.... Tertunda.

Pengawal menuju ke arahku...

"Nona ini bunga yang nona minta petik" kendi coklat terbuat dari tanah liat, kutengok isinya teratai.

Kondisinya masih bagus.

"Terima kasih, kupikir akan lebih lama kembali" aku tersenyum senang.

"Tidak.. Secepatnya aku kembali" katanya lagi.

Raja yuko meraih tanganku.

"Kenapa kamu memerintahkan orang untuk memetik bunga ini, heh?! " katanya marah mencengkram pergelangan tanganku.

"Aku harus menyediakan banyak untuk obat-obatan dan menyembuhkan orang terluka di perang."

Memang tujuan awalku itu.

"Apa kau tau keseimbangan alam ini tergantung padanya"

Aku terkesiap dan terdiam.

"Apa? ta..ta.. Pi... " kataku terkejut.

"Baru menang sekali, sudak sombong sekali" kata Swanzi tiba-tiba muncul.

Berpakaian hitam Jubah hitamnya menjuntai di lantai. Menyapu lantai.

"A... Aku cuma ingin berusaha membantu" kataku.

"Membantu.. Kekuatanmu sendiri saja tidak kau tau apa bisa membantu? " Swanzi tertawa senang atas kecerobohanku.

"Setidaknya kemarin aku bisa membantu" kataku lagi menatapnya tajam.

Swanzi selalu meremehkan dan berbahaya.

"Baru bisa membantu kemarin saja sudah sombong" katanya.

Aku pun memalingkan wajah.

Malas berdebat. Apalagi dengan orang yang kerasukan, jangan-jangan setannya malah mau membunuhku lagi.

Entah itu leluhur atau apapun itu tetap saja namanya roh jahat.

"Aku akan menyimpan bunga ini, tidak perduli kalian marah" kubawa tong tanah liat itu ke kamar. Kupeluk erat walaupun berat.

Keseimbangan atau apapun itu aku masih terjebak di dunia zink.

Portal penghubung dunia kami tidak seimbang.

Pasti banyak yang mencoba berpindah dan menggunakan cara itu untuk melakukan keinginannya.

Aku memang salah sok tau, semakin banyak bunga ini dipetik semakin mudah kekuatan jahat masuk melalui portal untuk merebut kekuasaan di Kerajaan Zink.

Dan Aku harus bertanggung jawab...

Bunga yang dipetik jumlahnya 10 buah ditambah 2 kupetik terdahulu ada 12 gerbang besar terbuka. Aku menatap awan...

Pusaran Besar diatas sana...

**

"Besok pagi-pagi kita akan berperang lebih jauh" Kata Raja Yuko.

Tumben aku diajak. Kataku dalam hati.

Aku diam saja. Dengan wajah cemberut.

Raja Yuko menikmati hidangannya.

Aku di ujung sebelah sini tidak makan apa-apa.

"Kau kenal kakekku? "

"Sebelumnya pernah pergi ke dunia ku? " aku mencecar pertanyaan.

"Tidak" jawabnya sambil santai minum teh dari seloki keramik hijau.

"Kakekku sering bercerita padaku dari kecil tentang Dunia Zink, memiliki kerajaan yang indah. Bunga Ajaib dan kehidupan yang damai" aku bercerita tanpa ditanya.

Aku mengambil apel di tas dan mengelapnya.

Lapar.

Apel yang kubawa perang kemarin masih segar.

Raja Yuko memandangku...

Pria tampan yang tidak sensitif.

"Aku tidak pernah mengenal kakekmu" katanya.

Aku mengunyah pelan buah apelku.

"Kalian tidak bertanya kenapa aku datang kemari, bagaimana aku datang? " tanyaku

"Baiklah ceritakan" katanya

"Aku datang saja" kataku terdiam.

Raja Yuko tertawa sambil makan kue manisannya.

"Kekuatanmu? " tanyanya.

Aku meletakan buah apel di pangkuanku, mengambil bunga teratai yang kubawa perang kemarin dari dalam tas kumasukan dalam kendi tanah liat, agar segar kembali. Bunga itu berkilauan bercahaya di dalam kendi.

"Entahlah... Datang begitu saja" kataku tidak mau jujur.

"PEMBOHONG!! " Raja Yuko menatapku tajam.

"Kalau begitu kau tau? ceritakan" kataku.

"Sebaiknya kau jujur agar tidak lama di negeri zink" katanya santai sambil meniup teh yang beraroma melati dari dalam teko panas.

"Kalau aku bilang. Apa aku bisa pulang" tanyaku

"Pulang? Kamu baru saja merusak portal" katanya menunjuk kendi berisi bunga.

Apakah aku tidak bisa kembali ke duniaku??

Saat Raja Yuko tertidur pulas.

Aku buka portal...

Ya...Pintu kembali ke duniaku

Kembali ke kamar.

Aku cari buku tua di lemari kamarku..

Ku bongkar lagi semuanya hilang, siapa yang berani mengambil buku tua ku...

Siapa yang masuk kamar ini?

Aku kembali ke Dunia Zink.

Dan Berhasil.

Berusaha tenang... Tidak berisik.

Menarik nafas... Kuhembuskan pelan kamarku sepi tidak ada yang berubah.

Kuperiksa sekeliling ada yang berani masuk mencuri buku tuaku.

Aku kembali lagi ke Dunia Zink.

Raja Yuko masih tertidur pulas...

Setidaknya aku masih bisa kembali ke Duniaku.

Besok entah petualangan apa lagi yang akan kuhadapi.

Gelangku bercahaya di saat gelap...

Kupegang, lalu aku tidur menyiapkan tenaga.

**

𝘽𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙗𝙪𝙣𝙜...

1
Tory Ambay Satu
Mantap👍👍
Tory Ambay Satu
👍👍
Tory Ambay Satu
Semakin seru ceritanya👍
Novita Tory: terima kasih, dukung dan baca juga ceritaku yang lainnya ya🤭
total 1 replies
Tory Ambay Satu
Seru banget ya, Raja Yuko😍
Novita Tory: /Chuckle/🙏
total 1 replies
Novita Tory
🤭Aku memikirkan nasib ayam berwarna putih😅🥲
Tory Ambay Satu
Bagus banget alur ceritanya 👍
Novita Tory: Makasih...
total 1 replies
Tory Ambay Satu
Mantapp banget ceritanya👍
Novita Tory: makasih😊selamat membaca..
baca juga karyaku yang lain ya...
total 1 replies
Novita Tory
Lanjut untuk episode selanjutnya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!