NovelToon NovelToon
Kultivator Elemen Abadi

Kultivator Elemen Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Blizzardauthor

Di Benua Langit Biru, hukum kultivasi berlaku mutlak: fokus pada satu elemen murni adalah satu-satunya jalan pintas menuju keabadian. Mereka yang lahir dengan banyak elemen justru dianggap memiliki meridian cacat—sebuah wadah bocor yang hanya akan memperlambat kultivasi dan berakhir sebagai sampah masyarakat.

Namun, takdir justru menertawakan Ling Yun. Ia lahir dengan kutukan terjahat: memeluk empat elemen utama bumi sekaligus—Tanah, Air, Api, dan Udara—di dalam satu tubuh. Dicaci, dikhianati, dan dibuang oleh dunianya, ia menolak untuk berlutut pasrah pada nasib. Dengan tekad seteguh karang, ia merayap dari titik terendah demi membalikkan takdir langit.
Menggenggam bara api, membelah samudra, menggoncang bumi, dan memotong badai, Ling Yun menantang dunia:

"Siapa bilang empat elemen adalah sampah? Dengan empat elemen ini, aku akan menghancurkan para dewa yang angkuh, membakar kesombongan langit, dan menulis ulang hukum alam semesta!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blizzardauthor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lembah Tulang Putih

Angin dingin yang membawa aroma anyir darah dan busuknya tanah mati berembus kencang, menggoyang jubah Ling Yun dan Lu Han saat mereka berdiri di tepi jurang terjal. Di hadapan mereka, Lembah Tulang Putih membentang luas bagai kawah raksasa yang menampung sisa-sisa peradaban yang runtuh.

Langit di atas lembah ini tidak berwarna biru, melainkan kelabu pekat, tertutup oleh kabut energi kematian yang terus bergulung-gulung secara tidak alami. Pohon-pohon di dalam lembah tumbuh tanpa daun, dengan batang-batang hitam kering yang mencuat seperti jemari monster yang kelaparan. Sesuai namanya, permukaan tanah kelabu di bawah sana dipenuhi oleh serpihan tulang putih makhluk hidup dan monster yang berserakan, menciptakan suara gemertak yang suram setiap kali tertiup angin.

"Tempat ini... benar-benar menyeramkan, Yun," bisik Lu Han, tangannya refleks mencengkeram erat gagang Kapak Pembelah Bumi yang tersampir di pinggangnya. Aura energi tanahnya yang kokoh secara tidak sadar berputar di sekitar tubuhnya, mencoba menghalau hawa dingin korosif dari energi kematian yang mencoba menusuk pori-pori kulitnya.

Ling Yun melirik kakak angkatnya, wajahnya tetap tenang, namun ada sedikit kedutan di alisnya. "Ini adalah wilayah mati, Kakak Lu. Energi kematian di sini sangat menekan bagi kultivator biasa. Namun, bagi pengguna elemen tanah seperti dirimu, sifat tanah tandus di sini justru bisa menjadi ujian yang bagus untuk melatih kepadatan Teknik Fondasi Bumi Guntur milikmu. Jangan biarkan kabut ini mengintimidasi pikiranmu."

Lu Han menarik napas dalam-dalam, merasakan aliran Qi tanah di perut bagian bawahnya mulai bergejolak. "Kau benar. Aku tidak boleh menjadi pengecut lagi. Kita sudah berjalan sejauh ini dari sekte, aku tidak akan membiarkan diriku menjadi beban bagimu."

"Bagus. Mari kita turun," ucap Ling Yun datar.

Keduanya mulai melangkah menuruni jalur setapak yang curam menuju dasar lembah. Berbeda dengan Lu Han yang harus berjalan dengan penuh kewaspadaan, setiap langkah Ling Yun terasa begitu ringan dan tak bersuara. Namun, di dalam hatinya, Ling Yun sebenarnya mulai merasa jengkel.

Melalui bimbingan Mutiara Primordial di dalam kepalanya, dia baru saja menyadari sebuah fakta yang tidak menyenangkan tentang habitat Tanaman Obat Tulang Hitam. Mengingat obat yang dibutuhkannya untuk menembus Tingkat Pembentukan Inti secara sempurna itu sangatlah langka, tanaman tersebut membutuhkan konsentrasi energi kematian yang luar biasa pekat untuk bisa tumbuh. Itu artinya, bahan obat tersebut tidak akan ditemukan di pinggiran lembah. Mau tidak mau, Ling Yun harus berjalan jauh lebih dalam ke jantung Lembah Tulang Putih yang dipenuhi bahaya ekstrem.

‘Sial. Makin langka jenisnya, makin dekat ia dengan inti kematian lembah ini,’ batin Ling Yun kesal. Dia mendengus pelan, menatap kabut kelabu yang kian pekat di hadapan mereka. ‘Ini akan memakan waktu lebih lama dari yang kukira.’

Baru beberapa ratus meter mereka melangkah masuk ke dalam hutan batang mati, tanah di depan mereka mendadak berguncang halus. Gemertak suara tulang yang saling bergesekan terdengar dari balik kabut. Sesaat kemudian, sepasang mata merah menyala muncul dari kegelapan, diikuti oleh lompatan sesosok makhluk mengerikan.

Itu adalah Serigala Tulang—monster tingkat rendah Lembah Tulang Putih yang seluruh tubuhnya berupa susunan tulang belulang keras yang dilapisi oleh energi kematian hitam. Monster itu menggeram rendah, bersiap menerkam.

"Kakak Lu, ini ujian pertamamu. Majulah," perintah Ling Yun, melangkah mundur untuk memberikan ruang.

"Baik!"

Lu Han tidak lagi ragu. Dia menarik Kapak Pembelah Bumi dari pinggangnya. Begitu kapak itu dialiri oleh Qi elemen tanah milik Lu Han, bilah kapak tersebut langsung memancarkan cahaya kuning kecokelatan yang tebal, diiringi oleh suara derit samar bagai guntur yang tertimbun di dalam bumi.

"Mati kau, monster!" seru Lu Han keras.

Serigala Tulang itu melompat dengan kecepatan tinggi, kuku-kuku tulangnya yang tajam mengarah langsung ke dada Lu Han. Namun, Lu Han menancapkan kedua kakinya dalam-dalam ke atas tanah kelabu.

‘Teknik Fondasi Bumi Guntur... Pijakan Gunung!’

BUMM!

Kuku tajam serigala itu menghantam lengan Lu Han yang sudah dilapisi pertahanan Qi tanah, menimbulkan dentingan logam yang nyaring. Tubuh Lu Han tidak bergeming sedikit pun, sementara serigala tersebut justru terlempar mundur karena daya pantul pertahanannya yang sekeras batu karang. Tidak menyia-nyiakan kesempatan, Lu Han mengayunkan Kapak Pembelah Bumi dari atas ke bawah dengan kekuatan penuh.

CRASHHH!

Tebasan berat berunsur tanah itu membelah tengkorak keras Serigala Tulang menjadi dua bagian, menghancurkan energi kematian yang mengikat makhluk itu hingga sisa-sisa tulangnya hancur menjadi abu.

Lu Han terengah-engah, menatap kapaknya sendiri dengan mata berbinar takjub. "Aku... aku berhasil membunuhnya dengan satu serangan? Kekuatan ini... benar-benar nyata!"

"Kerja bagus. Tapi jangan lengah, koordinasi tubuhmu masih sedikit kaku saat mengayunkan kapak," puji Ling Yun sambil berjalan mendahuluinya.

Mereka terus berjalan menyusuri area dalam lembah selama beberapa jam. Namun, kekesalan Ling Yun kian memuncak karena hingga saat ini, indra jiwanya belum juga menangkap keberadaan satu pun batang Tanaman Obat Tulang Hitam yang ia cari. Jangankan memanen, tanda-tanda keberadaan obat itu pun masih nihil akibat mereka belum mencapai titik terdalam lembah.

Di tengah rasa dongkolnya yang belum reda, kabut kelabu di sekeliling mereka mendadak menebal secara ekstrem. Keheningan yang tidak wajar seketika menyelimuti tempat itu, bahkan suara monster tulang yang biasanya melolong di kejauhan mendadak senyap.

Napas Lu Han tercekat. "Yun... ada yang salah. Getaran di dalam tanah... mendadak menjadi sangat kacau."

Ling Yun menghentikan langkah kakinya tepat di sebuah area terbuka yang dikelilingi oleh pilar-pilar batu raksasa. Alih-alih takut, ekspresi wajah Ling Yun berubah menjadi sangat gelap. Sepasang matanya memancarkan kilatan amarah.

"Belum juga menemukan obatnya, tapi lalat-lalat pengganggu sudah berdatangan lebih dulu," desis Ling Yun dengan nada suara yang rendah namun memasang wajah yang teramat kesal, membuat atmosfer di sekitarnya mendadak membeku.

Melalui sapuan indra jiwa dari Mutiara Primordial, Ling Yun mendeteksi belasan riak energi kultivator manusia yang bergerak dengan sangat cepat, mengunci setiap sudut pilar batu dari segala arah. Jaring penyergapan yang disiapkan oleh Tetua Mo telah menutup sepenuhnya.

Kali ini, kekuatan yang dikirimkan Aula Pengawas jauh lebih mengerikan. Ada sekitar lima belas orang bayangan hitam yang melompat turun dari balik kabut. Indra jiwa Ling Yun memetakan ranah mereka dengan sangat akurat: sebagian besar dari mereka berada di Tingkat Pengumpulan Qi Tahap Puncak. Beberapa orang di barisan tengah memiliki riak energi yang lebih padat, menandakan mereka sudah menembus ke Tingkat Pendirian Fondasi Tahap Awal.

Namun yang paling mencolok adalah tiga orang pemimpin yang berdiri paling depan. Jubah hitam mereka berkibar tertiup angin mati, memancarkan tekanan energi yang luar biasa berat. Mereka bertiga telah berada di Tingkat Pendirian Fondasi Tahap Akhir—hanya tinggal setengah langkah lagi untuk mencapai Tahap Puncak di ranah tersebut.

Melihat formasi pembunuh elite yang mengepung mereka, Lu Han merasakan tenggorokannya kering dan kakinya bergetar hebat. Tekanan para kultivator Tingkat Pendirian Fondasi membuat napasnya terasa sesak.

Tiga pemimpin bertopeng itu menatap Ling Yun dan Lu Han dari atas pilar batu dengan pandangan meremehkan, seolah-olah sedang melihat dua mayat yang berjalan. Bagi mereka, misi kali ini terlalu berlebihan. Mengirim pasukan Tingkat Pendirian Fondasi hanya untuk membantai dua orang murid baru sekte luar adalah sebuah pemborosan.

Di sisi lain, Ling Yun perlahan mengepalkan tangannya di balik jubah. Rasa kesalnya karena habitat obat yang sulit ditemukan kini berpadu sempurna dengan kemunculan para pembunuh ini. Sepasang manik mata Ling Yun mengunci ketiga pemimpin di hadapannya dengan tatapan sedingin es.

"Kalian benar-benar memilih waktu yang salah untuk mengantarkan nyawa," gumam Ling Yun rendah, membiarkan niat membunuh yang murni mulai bergolak di dalam dadanya.

>>>>>> Bersambung

~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara ku.

1
Dewa Malaikat
👍
Ta Ma
Menyala thorrr lanjutkan lagiii
Ta Ma
habisi semuanya🤬🤬
Dark knight
Apakah bakal jadi heroin nya ini
Adhittma: Tunggu saja di bab2 berikut nya kak🤭🤭
total 2 replies
Dark knight
Gas lagi thorr
Adhittma: yoiiii🔥
total 1 replies
korek ngok
Puas anjayy, makan tuh karma orang tua wkwk
Adhittma: udh tua bukannya tobat, malah banyak tingkah yaa🤣
total 1 replies
Ren Sa
Lanjutkan thorr
Adhittma: aman ae kak🙏🙏
total 1 replies
Ren Sa
Pertama thorrr🔥
Adhittma: Dapetttt petir nih kak⚡🤭
total 1 replies
Dewa Malaikat
lanjjjuuut gaskennn thor, 10 bab sekaligus
Adhittma: Siappp kak, tapi skrang mh 3 bab dlu ae perhari ya wkwk🤭
total 1 replies
Somebody
next thorrr
Adhittma: sabar ya kak🙏🙏
total 1 replies
Somebody
Langsung saja tanpa perlu pikir panjang 😏
Dark knight
Mantap thorrr lanjutkan terus 🤗
Adhittma: Sabar ya kak, lagi review🙏
total 1 replies
Dark knight
wkwk kena mental nggk tuh
Dark knight
Bantai2 gass⚡⚡
Adhittma: Yoiiii🔥
total 1 replies
Dark knight
bantai semuanya 🔥🔥🔥
Adhittma: Ling Yun sedang memasak🔥🔥🔥
total 1 replies
Dark knight
Kerennn
korek ngok
Bagus, Lanjut lagi thorr🙌🏼🙌🏼🙌🏼
Adhittma: aman ajaa🙏
total 1 replies
korek ngok
Up up
korek ngok
lanjutkan thorrr 🙌🏼🙌🏼🙌🏼
korek ngok
up up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!