Comedy - Romance - Fantasy.
Tidak untuk anak-anak karena banyak konflik kerajaan.
Putri Becca Malcon, mendapatkan kesempatan hidup yang kedua, setelah sebelumnya mendapatkan hukuman mati oleh tunangannya sendiri, yaitu Pangeran Mahkota Ebert Oswald. Karena di fitnah telah menyakiti wanita kesayangan sang putra mahkota.
Jiwanya kembali ke masa lalu, saat dia memenangkan sayembara yang di adakan oleh Keluarga Kerajaan Oswald, dan sebelum dia mengucapkan keinginannya melamar Pangeran Ebert.
Di tengah kebimbangan antara takut akan kematian dan juga tidak mau menghancurkan harga diri keluarganya, Becca justru terpesona dengan ketampanan sang raja hingga tanpa sadar mengucapkan sebuah kalimat di hadapan ayah mertuanya.
“Sebagai hadiah, saya ingin.. Melamar Yang Mulia Raja Basilio Oswald.”
Dan saat Becca tersadar, dirinya tidak bisa mundur lagi saat sang ayah mertua atau Raja Basilio justru tersenyum miring, serta menyetujui lamaran itu bahkan berniat menikahinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20. Pangeran Ebert berubah 2
“Tunggu, Ratu Becca !!”
Becca yang tadinya berjalan, hendak mencari Pangeran Aldert di sore hari, tiba-tiba menghentikan langkah kakinya, dan menoleh ke arah belakang. Dia melihat Valia berada di sana, berjalan cepat mendekatinya.
Becca sebenarnya sudah malas dengan Keluarga Jenderal Orson, terlebih sedari tadi mereka berusaha menyudutkan dirinya, hanya karena usianya yang masih sangat muda. Tapi Becca memasang wajah senyuman tipis, tetap sopan meskipun ada sesuatu yang tidak dia sukai dari putri sang jenderal.
“Ada apa ??”
“Apakah anda menyukai Pangeran Ebert ??”
Mata Becca sedikit menyipit bingung dan merasa aneh, menyukai ?? Apakah dirinya terlihat dekat dengan sang putra mahkota ??
“Kenapa anda berpikir seperti itu ??” Tanya Becca dengan bingung di sana.
“Aku hanya curiga jika.. Kau yang telah membuat Selina di buang oleh sang putra mahkota.” Ujar Valia dengan tatapan curiga dan tajam, Becca tersenyum tipis di sana.
“Aku telah menikah dengan Raja Basilio, juga menjadi ratu disini. Bagaimana bisa aku mengejar sang putra mahkota ??” Ujar Becca dengan nada bingung tapi juga sedikit tidak suka.
“Begitu ?? Karena Selina keluar dari istana setelah anda masuk sebagai ratu disini ?? Dan saya heran, apa yang membuat Yang Mulia Raja Basilio memandang ke arah gadis Unmagicia sepertimu.”
Unmagicia adalah istilah rasis kepada orang yang tidak memiliki kemampuan sihir. Jarang sekali ada yang menyebut istilah itu, karena di anggap rasis oleh beberapa orang. Tapi disini Becca hanya tersenyum tipis mendengarkan perkataan itu, tidak terlihat emosi sedikitpun.
“Aku tidak menyangka, rupanya putri dari jenderal bisa berbicara kasar seperti itu, bahkan bersifat rasis kepada ratu sendiri.” Ujar Becca dengan tatapan dingin, dan senyuman miringnya. Valia sedikit bergetar, entah karena efek dari balasan dingin Becca, atau aura milik sang ratu kini hampir mirip dengan sang raja.
“Sebaiknya, kau belajar lagi tata krama. Terlebih Selina dulu, sempat di pandang miring karena tidak bisa menjaga ucapan dan perilakunya di dalam istana.” Lanjut Becca dengan nada dingin, membuat Valia sedikit tidak suka.
“Jangan terlalu bangga dengan statusmu sebagai ratu.. Karena dulu, Yang Mulia sempat mengambil Bibi Aira sebagai selirnya. Bisa saja, ada perempuan yang menjadi selir dan menggantikan posisimu.” Ujar Valia dengan nada sinis dan ketus, menutupi rasa takutnya. Tapi Becca malah tersenyum dan tertawa kecil di sana.
“Tidak hanya perilaku yang buruk, tapi juga jalan pikiranmu begitu picik~ Nona Valia..” Ujar Becca mendekati Valia, dan bahkan menatap ke arah gadis di depannya dengan tatapan tajam lurus ke depan. Becca sedikit menundukkan tubuhnya, karena dia lebih tinggi dari Valia, terlebih setelah menggunakan sepatu high heels.
“Aku tidak tahu, apa yang terjadi di masa lalu. Tapi kali ini, aku akan berusaha untuk menjaga hati suamiku dari wanita lain. Dan jangan lupa, sebagai wanita yang lebih muda, aku memiliki wajah yang cantik dan menarik~ Maksudku, siapa yang bisa melepaskan wanita sepertiku.” Ujar Becca sembari tersenyum miring, membuat Valia bergetar di sana.
Tidak di sangka, Becca sama sekali tidak terusik dengan perkataannya sendiri. Bahkan kini cara bicara Becca sudah hampir mirip dengan sang raja, sedikit angkuh dan berani dalam menjawab perkataan orang-orang yang menentang atau mencoba menghasut mereka.
Becca kemudian kembali menegakkan tubuhnya, dengan tatapan yang masih mengarah pada Valia, bahkan senyuman miring itu masih belum luntur.
“Setelah mengirimkan Selina, yang sempat mempermalukanku, apa kau pikir.. Kau mendapat kesempatan untuk bisa menindasku ?? Jangan bermimpi Nona Valia. Karena selama aku menggunakan mahkota ini, tidak ada yang bisa menyentuhku.” Becca sempat menyentuh mahkota di atas kepalanya, dengan bangga di bagian akhir.
Valia mengepalkan tangannya, dan mengertakkan giginya menahan emosi, karena kesombongan Becca di depannya.
Becca membalikkan badan dan hendak berjalan pergi, tapi Valia sempat kembali berbicara dengan nada kasarnya.
“Jangan pernah berpikir kau akan selalu berada di istana ini !! Setelah Raja Basilio menemukan wanita lain, dia akan mencampakkanmu begitu saja !!”
Becca berhenti di tempat, dia sempat menoleh dengan senyuman merendahkan.
“Kau benar-benar tidak mengenal suamiku dengan baik. Mungkin sebaliknya, kau dan keluargamu yang akan dicampakkan keluar dari istana ini. Aku dan suamiku tidak suka, manusia tanpa tata krama disini.” Ujar Becca dengan nada dingin, lalu kembali menatap ke depan, dan berjalan meninggalkan Valia sendirian yang emosi di sana.
...
Becca terkekeh didalam hatinya selama perjalanan meninggalkan Valia, dia tahu sang gadis akan meledak emosi karena perkataannya. Bukan salah Becca, toh mereka yang pertama merendahkan dirinya sejak masuk ke istana ini.
“Sebenarnya siapa keluarga tidak waras itu ?! Aku bahkan baru mendengar nama Jenderal Orson siang ini. Apakah dia hanya jenderal kecil yang di taruh di ujung wilayah Varilia ?? Dasar keluarga aneh !!” Ujar Becca dengan nada rendah, tapi dia terkekeh geli di bagian akhirnya.
Becca memilih melanjutkan perjalanannya mencari Pangeran Aldert, hanya untuk sekedar bertanya beberapa hal mengenai kekuatan sihir. Jadi, dia melangkah melewati beberapa lorong, hingga matanya menangkap sekilas sosok lelaki duduk di taman belakang.
Becca menghentikan langkah kakinya, kemudian berbalik ke arah taman belakang, yang memang terhubung dengan lorong bawah istana. Lalu Becca mendekati sosok yang lelaki yang sedang membaca buku di taman.
“Pangeran Aldert ?? Aku mencarimu kemana- eh ??”
Saat sosok itu menurunkan buku, memperlihatkan wajahnya. Becca terkejut di sana, membeku saat menyadari di depannya adalah Pangeran Ebert bukan Pangeran Aldert.
Aduhh !! Pakai acara salah orang segala !! Tapi ya sekilas rambut mereka mirip sih, meskipun wajahnya beda jauh masih lebih tampan suamiku Batin Becca di dalam hati dengan gelisah dan panik tapi wajahnya menampilkan senyuman kikuk.
“Ah, maafkan aku Pangeran Ebert.. Aku salah orang.”
Saat Becca membalikkan badannya, tiba-tiba..
“Bibi, tunggu !!”
Becca membeku. Apa tadi, dia memanggilku ?? Bibi ?? Becca yang merasa pendengarannya salah, kemudian menoleh ke belakang.
“Maaf ??”
“Aku hanya mengikuti cara Aldert memanggilmu. Bibi, bukan ??”
“Err.. Iya..” Ujar Becca sedikit bingung dan heran.
Pangeran Ebert menutup bukunya, lalu berdiri dari kursi taman dan berjalan mendekati Becca.
“Maaf..”
“Untuk apa ??”
“Aku menilaimu salah di pernikahan pertama, bibi.. Mungkin itu salahku, terlalu mendengarkan rumor dan.. Selina.. Hingga aku membencimu tanpa sebab.” Ujar Pangeran Ebert di sana, membuat Becca sempat berkedip beberapa kali, seakan memastikan. Apakah ini mimpi ?? Apakah setelah ini sang pangeran berkata, jika ini hanyalah prank ?? Tapi sang pangeran mahkota terlihat serius.
Becca tersenyum kecil, “Tidak masalah, Pangeran Ebert.. Aku sudah memaafkanmu sejak awal, tapi.. Aku sarankan untuk tidak percaya berlebihan pada seseorang, sebaiknya kau selidiki dulu orang di sekitarmu, agar kau tidak salah menilai.” Ujar Becca dengan lembut, sang pangeran mahkota menganggukkan kepalanya.
“Oh, dan masalah adik yang diminta oleh Aldert.. Apakah kau-”
“Waa !! Jangan di bahas disini !!” Wajah Becca langsung memerah saat percakapan itu di bahas lagi. Oh Tuhan, tolong !! Jangan meminta adik lagi.
Pangeran Mahkota hanya tersenyum kecil lalu melanjutkan, “Aku juga tidak masalah, jika mendapatkan adik. Bisakah.. Kau berikan dua ??”
❤️👑❤️👑❤️👑❤️👑❤️
Mampus, kicep kan si Valia 😏😏 lagian nantang si Becca, dia mah berani sebenarnya, apalagi kalau punya kuasa 😌😌
Btw, hayo Becca udah di mintai adik sama pangeran Aldert dan pangeran Ebert lhoo 😏😏 cepet-cepet di kasih adik, untuk mereka Becca, biar enggak di todong terus 🤭🤭
gapapa publish aja cerita baru pasti aku baca semua 😍😍😍🔥🔥🔥
gak papah lah klo masih seawet muda brad pitt🤣🤣🤣
latar kerajaaan bgini makin seru thor, berasa ky di novel2 terjemahaan. 😄
semangat thor😄