Ismi Azis berumur 17 tahun dia mengalami kecelakaan motor saat selesai tugas dari misinya
Ismi Azis seorang dokter dan hacker terbaik di negara Jepang, dia putri dari Iris Wati yang menikah dengan seorang laki-laki tampan keturunan Jepang. Ismi yang terkenal baik dan juga sering menolong orang lain membuat salah satu dokter magang iri
Penasaran dengan cerita ini? yuk mampir dan baca kita nya😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter eight
Annchi meringis melihat anak perempuan nya cemberut. Annchi pun membawa Huwa Ming untuk berkenalan dengan kedua anaknya
"Kenalkan ini Kedua anak Jie jie... ini An putri kecil dan manis jie jie, dan ini Bai putra tampan jie jie" ucap Annchi. sengaja memuji kedua anaknya agar mereka tidak cemburu lagi. dan benar wajah cemberut An langsung tersenyum malu-malu
"Halo jie jie cantit... Atu putli ibu Annchi, dan ini Gege atu" ucap An dengan senyum manis. Annchi melipat bibirnya menahan tawa nya. Huwa Ming juga mengelus lembut pipi An. dia juga ingin seperti itu lagi, tapi para tabib bilang itu karena kelebihan hormon nya makanya timbul jerawat di seluruh wajahnya
Annchi yang mengerti keinginan Huwa Ming pun langsung menepuk bahu gadis muda itu "Kau tenang saja... jie jie akan menyembuhkan mu, dan membuat mu memiliki pipi kenyal dan lembut lagi" ucap Annchi
"Benarkah jie jie? aku bisa memiliki kulit yang halus lagi? tapi tabib bilang" ucap Huwa Ming terpotong saat mengingat ucapan para tabib di kerajaan nya itu. mereka bilang kulit Huwa Ming tak bisa mulus lagi, dan itu lah yang membuat para putri menteri meledek nya dan menjauhi nya selama ini
"Hei... itu akan menjadi urusan jie jie, kau tinggal jalani saja oke" ucap Annchi
"Oke?" tanya An. Bai. Huwa Ming, Annchi meringis dia lupa kalau kata oke itu dari jaman modern
"Hmm.. itu oke itu anu duh gimana ya jelasin nya pokonya Oke itu iya atau baik" jawab Annchi. ketiga nya pun mengangguk tak bertanya lagi. Annchi pun memutar tubuhnya dan mendekati kelima pengikut nya
"Kalian... nanti kalian bisa datang ke desa yang dekat gunung Hu itu, kediaman ku ada di bagian timur, kalau ada berita tentang Raja. kalian harus segera mengirimkan pesan, jangan lupa semua bukti kejahatan dan kecurangan para menteri dan keluarga Ming di kerajaan ngerti" ucap Annchi
"Bagus... sekarang kalian bisa pergi dan kirim kabar lewat burung kecil ini" ucap Annchi sambil mengeluarkan burung kutilang emas yang dapat dari Linlin
"Baik nona" jawab kelima nya dan mereka pun langsung kembali ke kerajaan Ming. Annchi tersenyum miring,
"Tunggu aku akan membantu Huwa'er" gumam nya dan mendekati kereta milik nya dan membawa Huwa Ming pulang ke kediaman nya
Annchi tidak tahu bila kehidupan nya akan semakin makmur di masa depan dan dia akan di berikan kehormatan yang tak pernah di sangka oleh nya
...----------------...
BRUK
"Sial... kenapa harus tersandung, biasa nya juga aku tak pernah tersandung seperti ini" gumam Bao-yo. baru kali ini dia berjalan tersandung
Bao-yo meraba ujung meja, dan dia pun bangkit berjalan menuju ruang tengah. dengan jalan yang dia rasa cukup pas dan melanjutkan langkah nya dengan pelan-pelan
Bao-yo tak tinggal diam dia mencoba mencabut rumput di halaman nya, dia ingat semalem istrinya berbincang dengan putrinya kalau dia mau menanam sayur dan buah
Halaman rumah nya begitu luas. dulu dia sering menanam sayur liar di halaman itu, tapi setelah dia sakit dan istrinya pergi jauh dengan lelaki lain, tanaman nya mati karena tak ada yang mengurus nya
Yang membuat Bao-yo kecewa dulu istrinya pura-pura mati di dalam hutan, dan semua keluarga nya menutupi kepergian nya. tapi ada saudara dari ibunya yang masih memiliki hati memberitahu tahu Ibu dari kedua anak nya itu bukan hilang dan mati di hutan seperti keluarga nya bilang. Bao-yo terkekeh miris disaat dia seperti itu istrinya pergi dengan lelaki lain
"Semoga aku bisa kembali melihat, agar aku bisa membahagiakan Annchi.... aku tahu pernikahan kita terpaksa, tapi sekarang dia istriku" gumam Bao-yo sambil mencabut rumput-rumput yang tumbuh subur di halaman nya
Tak lama Annchi dan kedua anaknya tiba di rumah. Huwa Ming melihat sekeliling rumah Annchi
Rumah nya kecil tapi terlihat hidup, tidak seperti kediaman nya yang mewah tapi seperti tak ada kehidupan. apa lagi saat ayah dan kedua Gegenya tak ada di istana, para prajurit dan pelayan tak pernah membantu nya karena Selir kehormatan ayah nya yang memegang kendali di perhareman
"Ayo masuk Huwa'er" ucap Annchi. Huwa Ming pun mengangguk dan tersenyum manis pada Annchi
"Suami kau sedang apa?" tanya Annchi saat melihat Bao-yo jongkok di dekat rumput
"Kau sudah kembali? apa jualan mu sudah habis? atau tak ada yang beli? ini baru pertama kau berjualan jadi mereka tak tahu makanan mu begitu lezat" ucap Bao-yo terus berbicara tak membiarkan Annchi menjawab terlebih dahulu. Annchi hanya bisa meringis mendengar pertanyaan suaminya
"Ayah... bialtan ibu menjawab dulu, hais... ayah telus belbicala tanpa mendengal jawaban dali ibu" ucap An. yang melihat ibunya serba salah
"Eh.... maaf ayah hanya menghibur ibu kalian saja" ucap Bao-yo sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu. Huwa Ming terkekeh geli melihat tingkah suami dari wanita yang menyelamatkan nya
"Semua makanan ku habis... ayo kita masuk dan menghitung ke untungan hari ini, kau tahu suami. banyak yang mengeluh karena tidak kebagian, besok aku akan membuat lebih banyak" ucap Annchi dengan antusias menceritakan kejadian di pasar
"Luar biasa, semoga besok terjual habis seperti hari ini ya... maaf aku belum bisa membantu mu, tapi kau tenang saja aku tidak duduk manis di rumah, aku akan membersihkan halaman. kau kan bicara kemarin ingin menanam sayur dan buah bukan" ucap Bao-yo
"Benar... aku akan menanam sayur dan buah buahan di halaman kita, ayo kita hitung dulu pendapatan kita hari ini. nanti aku juga bantu bersihkan rumput" jawab Annchi dengan antusias. An dan Bai pun ikut bersuara
"Apa boleh aku juga ikut membantu kalian?" tanya Huwa Ming. Annchi dan kedua anaknya langsung melihat Huwa Ming, mereka saling tatap. mereka lupa kalau ada orang lain yang ikut bersama
"Hehehe.... maaf jie jie Cepeltinya ibu Atu lupa lagi talau ada jie jie dicini" ucap An. Annchi melotot mendengar ucapan sang putri
"Seperti nya bukan ibu saja yang lupa An'er...." ucap Annchi
"Atu nda lupa ibu... tapi atu nda inget caja" jawab An dengan mata berbinar
"Cih... apa bedanya coba, ayo kita masuk Huwa'er anggap saja rumah sendiri. nah kamu istirahat saja ya, An'er antar Jie jie Huwa kekamar tamu ya" ucap Annchi
"Terima kasih Jie jie" ucap Huwa Ming
"Sama-sama sudah sana nanti kita nyemil sore di halaman. hehehe sambil membersihkan halaman begitu" ucap Annchi
Annchi Bao-yo dan Bai menghitung jumlah koin yang Annchi dapatkan, Bai langsung berseru gembira saat melihat koin yang didapat oleh ibunya
"Ini luar biasa Bu... kita mendapatkan tiga koin emas dan lima puluh koin perak" ucap Bai dengan senyum manis. Annchi ikut tersenyum dan Bao-yo tersenyum tipis
"Ayo... ibu akan membuat cemilan kalian ke halaman saja lebih dulu, nanti ibu. akan menyusul" ucap Annchi. dia langsung pergi ke dapur, An yang baru keluar dari kamar tamu pun melihat ayah dan Gegenya ke halaman belakang pun mengikuti mereka
Dapat satu jam Annchi keluar membawa beberapa cemilan yang menurut An dan Bai aneh tapi harum nya seperti lezat
Ubi sistik renyah
Cookies sederhana Annchi bawa ke halaman
"Yuhuuuuu.... ibu bawa cemilan sore
BERSAMBUNG............