NovelToon NovelToon
NAMA LAIN DIBIBIRNYA

NAMA LAIN DIBIBIRNYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:16.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mamany Ali

Raya tidak menyangka kalau Suami yang sudah sepuluh tahun menikah dengannya , jatuh cinta lagi dengan wanita lain. Andini adalah nama wanita itu. Saat Bagas suami Raya mengaku mencintai Andini. Dunia Raya terasa runtuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamany Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Raya kembali bekerja

Andini mengintip dari balik pintu.Napasnya pendek, tangannya mengepal kuat. Terlalu cinta atau obsesi semata? Dia sendiri tidak tahu bedanya lagi. Yang dia tahu. Bagas sudah tidak lagi menatapnya seperti dulu.Tidak ada senyum miring. Tidak ada candaan garing yang membuat Bagas klepek klepek.

Didalam ruangan. Satria masih menyender, matanya tajam. Tidak lepas dari wajah Bagas.

" Kamu mau hak asuh anak, Gas? Tapi kamu lupa satu hal." Kata Satria datar.

" Pengadilan juga melihat lingkungan. Kamu kerja disini, tapi kalau gosip kamu sama Andini masih ada disini, kita tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. " Lanjut Satria.

Bagas mendongak. Rahangnya mengeras " Tapi aku sudah tidak ada lagi urusan dengannya. "

" Tapi dia masih ada urusan sama kamu." Satria menunjuk kearah pintu dengan dagunya. " Dan dia mendengarkan kita dari tadi." Lanjutnya .

Bagas menengok. Pintu sudah keburu ditutup pelan. Hanya ada bayangan yang lari dari balik kaca buram.

Dirumah Bu Sri.

Raya berdiri didepan cermin. Blazer hitam yang dulu sedikit sempit, Sekarang agak longgar. Rambutnya di biarkan terurai. Dimeja rias. bedak tipis dan lipstik warna natural yang di pinjamkan Nisa.

" Mama cantik." Gilang nyelonong masuk kekamar sambil membawa mobil mobilannya." Mama mau kondangan, ya?"

Raya tersenyum. Jongkok. Meluruskan kerah baju Gilang." Mama mau kerja sayang. Doakan Mama ya."

Galang muncul dari balik kalem. Lebih kalem. " Kerja dimana, ma?"

" Ditempat dulu Mama pernah kerja, sayang."

Galang hanya mangut mangut dia." Nanti mama pulang jam berapa?"

" Belum tahu, sayang. semoga Mama bisa pulang cepat ya. Kamu jagain adek dirumah ya. Jangan nakal nakal dan nurut apa kata nenek sama bude." Nyesel. Tapi Raya tahan.

Baru kali ini Raya meninggalkan anak anak nya. Ada rasa sedih dihatinya.

Bu Sri mengintip dari balik pintu. Matanya berkaca." Berangkat yang tenang, Raya. Anak anakmu biar sama Ibu. kamu jangan khawatir, ya."

Raya tersenyum tipis kearah ibunya. Bu Sri selalu tahu apa yang ada di dalam hatinya.

" Terimakasih bu, titip anak anak ya, Bu. Maaf kalau Raya masih menyusahkan Ibu. "

Bu Sri mengeleng.

" Tidak sama sekali. Ibu justru sangat senang dengan adanya kalian disini."

Raya memeluk ibunya. hangat. sebelum dia berangkat bekerja. Raka sudah menunggu didepan. Kunci mobil berputar putar dijarinya.

" Siap, dek." Raka bertanya saat melihat Raya yang sudah keluar dari rumah.

Raya menggangguk. Sekali lagi dia melihat pantulan dirinya dicermin. Bukan Raya yang sepuluh tahun lalu. Ini adalah Raya yang bangkit demi anak anaknya.

Kantor pak Darto.

Ruangannya masih sama. Bau kertas. kopi dan lainnya. Pak Darto berdiri begitu Raya masuk. Senyumnya lebar.

" Keluarga tetap Keluarga, Raya." Katanya tanpa basa basi." Duduk, kita tidak Interview hari ini. kita ngobrol."

 Raya duduk. Tangannya dingin. Tapi suara pak Darto bikin hatinya hangat. Seperti suara ayah yang menasihati putrinya.

" Raka sudah cerita semuanya. sepuluh tahun mengurus rumah sendiri, plus makan dari mertua. kamu hebat. " Pak Darto tertawa. " Divisi finance kita sedang butuh orang teliti. Gaji. Tunjangan, Fleksibel. anak anak bisa kamu jemput sendiri. "

Airmata Raya hampir. Jatuh." Makasih pak..Om."

" Eist, Dikantor panggil, Pak." Pak Darto mengedipkan matanya sebelah." Dirumah baru panggil Om, Senin depan kamu mulai kerja."

Raya angguk cepat." Deal, pak."

Sore dikantor Bagas.

Bagas sedang beres beres, Banyak sekali tumpukan kertas yang belum selesai dikerjakannya.

Pintu diketuk, Andini masuk tanpa menunggu jawaban. " Kita harus bicara, Mas." Suaranya pelan. Dibuat sehalus mungkin.

Bagas sama sekali tidak menatapnya. " Tidak ada yang perlu kita bicarakan." Tangan Bagas masih sibuk dengan kertas kertasnya.

" Aku dengar kamu mau rebut hak asuh anak." Andini maju selangkah. " Kamu tidak akan menang kalau mereka tahu kamu selingkuh. Aku bisa jadi saksi yang meringankan..atau memberatkan. " Andini memaikan ujung rambutnya.

Bagas menatap Andini. " Kamu sedang mengancam, Aku?"

" Bukan ancaman." Andini tersenyum tipis." Tapi, Nego. kamu balik sama aku, maka aku akan diam dan kamu bisa jadi bapak yang baik dipengadilan ."

" Simpan saja Nego busukmu itu." Bagas keluar dari ruangan.

Sesak rasanya lama lama satu ruangan dengan wanita yang menjadi penyebab rumah tangganya hancur.

Andini tersenyum santai. Baginya Bagas kali ini menantang. Dia suka itu.

" Kamu tidak akan pernah bisa lepas dari aku, Bagas." Andini tersenyum licik.

Andini kembali keruangannya, berpura-pura tidak terjadi apa apa.

Bagas banting pintu mobil. nafasnya naik turun saat Andini masuk kedalam ruangannya. Baginya Andini sama sekali tidak punya malu. Padahal jelas jelas dia sudah menampakkan wajah marah. Tapi Andini masih tidak punya muka.

Satria datang dari belakang, mereka sama sama ingin pulang. Hari ini Bagas tidak ingin lembur, Karena muak melihat wajah Andini.

" Bagaimana?" Sapa Satria.

" Apanya yang bagaimana?" Bagas balik bertanya.

" Andini?" Satria mengangkat bahunya.

Bagas menarik nafas kasar. " Aku tidak tahu, aku sama sekali tidak peduli lagi dengannya, gara gara dia rumah tanggaku berantakan. Aku.."

" Dulu aku sudah mengingatkan kamu. Tapi kamu malah melangkah semakin jauh. Jangan salahkan Andini sekarang,tapi coba koreksi dirimu sendiri. " Satria menepuk bahu Bagas. sebelum dia berjalan ke mobilnya.

Bagas terdiam. kata kata yang diucapkan Satria memang benar adanya. Dia yang sudah merusak semuanya. Andini datang disaat dia memang sedang bosan dan butuh hal yang baru.

Bagas masuk kedalam mobilnya. Membanting setir." Sial." Umpatnya.

Bagas mengeluarkan HP-NYA dari dalam saku. Melihat galeri foto dilayar. Foto kenangan dirinya bersama dengan Raya dan anak anak masih tersimpan disana.

Dulu mereka sangat bahagia. Senyum. Tidak ada beban. Semuanya terasa sangat menyenangkan. Bagas rindu hal itu.

" Sayang. apa kita bisa memperbaiki semuanya. aku benar benar tidak bisa seperti ini, aku merindukan kalian." Bagas mengirim pesan kepada Raya.

Bagas menyetir mobilnya. Dan berharap Raya mau kembali padanya. Dia seperti kehilangan arah sekarang.

Raya sudah pulang kerumah, besok dia baru akan mulai bekerja. HPnya sedari tadi bergetar, Namun Raya sama sekali tidak memperdulikannya. Baginya sekarang bertemu dengan anak anak adalah hal yang utama.

Raya pulang membawa kantong plastik. Didalamnya ada lima potong es krim berbagai rasa. Galang dan Gilang berebut lari ke pintu.

" Mama sudah pulang.." Gilang berteriak paling kencang.

Baru juga beberapa jam Raya diluar, anak anaknya sudah sangat merindukannya, begitu juga dengan Raya.

" Iya sayang.. " Raya melihatkan kantong plastik yang berisi eskrim kepada Gilang.

" Wah, eskrim.." Gilang teriak kegirangan.

" Mama bawa eskrim, ya?" Galang juga ikut bersuara.

" Iya sayang. Kamu tidak nakal kan?" Raya mengusap wajah Galang.

" Tidak ma".

" Anak pintar." Raya melihat Ibunya. Ibu tersenyum bangga.

Malam harinya. Semua sudah tidur, Raya belum bisa tidur. Dia melihat HP-Nya sebentar. satu pesan masuk dari Bagas.

Raya sama sekali tidak tertarik untuk membacanya. Blokir.

1
sunaryati jarum
Semoga Bu Sri Selamat dan Andini ditangkap
Anonim
BUNUH ANDINI.. SIKSA DIA DENGAN SIKSAAN YANG PEDIH..
MATA DI BALAS MATA.. HIDUNG DIBALAS HIDUNG .. KEJAHATAN DIBALAS KEJAHATAN
sunaryati jarum
Perempuan sakit jiwa seperti itu Bagas , yang kau masukkan dalam rumah tangga kamu yang akhirnya menghancurkan hati Raya.Seharusnya kamu yang harus dapat karma,tapi ini tindakan kamu yang tanpa memikirkan perasaan istri dan anak- anakmu, bahkan sudah cerai masih membayang Raya dan anak- anakmu.Kamu harus tanggung jawab pada keselamatan mereka.Walau konsekuensinya kamu akan kehilangan Kedua putramu, karena pastinya Andini tidak akan membiarkan kamu bertemu.Dan kau sama Andini tidak akan diberikan keturunan.
sunaryati jarum
Syukurin itulah yang kau inginkan dan ibumu? Bahkan kau pernah menghina Raya baju bawang dan kau bandingkan dengan selingkuhan kamu Andinini.Nikmati hidupmu jadi suami boneka yang tak punya kuasa apapun setelah menikahi Andini.Anak - anakmu makin lupa padamu.
sunaryati jarum
Raya mendapatkan masalah karena kamu menerima pelakor yang terobsesi menjadi Ny Bagas.Karena kamu mengabaikan Andini ,maka mantan istri sasarannya,puas kamu Bagas Ibu dari anak- anakmu dirundung masalah karena pelakor itu.
Vivi Zenidar
udah ga guna... sakit hati nya
Anonim
KEADILAN KIRA HARUS DITEGAKKAN...
sunaryati jarum
Kau tahu ya sekarang rasanya bagaimana melihat orang yang kita cintai.bersama orang lain, itulah dulu yang dirasakan oleh Raya, padahal kamu masih berstatus suami,nah sekarang kamu tidak berhak karena Raya telah bercerai denganmu.Satria minta detektif untuk menyelidiki Wijaya, bergerak lebih dulu tanpa mereka sadari
sunaryati jarum
Nah , ceritakan semuanya secara detail.,Raya.Pasti Satria punya solusinya.Tunggu Pak Wijaya, bukan perusahaan Satria yang hancur,bukan Raya yang dipermalukan tapi perusahaan anda yang hancur dan putrimu Andini yang dipermalukan
sunaryati jarum
Emak lega , akhirnya Raya menolak , emak berharap perusahaan orang tua Andini.yang hancur.
sunaryati jarum
Perselingkuhannya kamu dengan Andini membawa kerugian besar.Terutama mental Galang.Karenan pergi meninggalkan istrimu di depan mata putramu Galang
sunaryati jarum
Benar kasih sayang ibu tidak akan putus kita sudah berumah tangga.Semoga harapan ibumu dan kakakmu tentang Satria terkabul.Dan untuk ayah Andini yang ingin membuat usaha hancur dan Raya menderita , gagal dan berbalik pada mereka.
Datu Zahra
Raya 👎
Vivi Zenidar
kejam amat Andini dan papa nya
Datu Zahra
enggak Elegant ah, bego Raya. Harusnya di depan Andini jangan terpancing, panasin, mesra sama Bagas. giliran pelakor pergi baru hajar bagas. Enggak seru,
Datu Zahra
suami keparat kalo udah berani jelekin istri ke perempuan lain.
sunaryati jarum
Yang akan malah perusahaan papamu,Andini.Kalian main- main dengan Satriya , kalian.sendiri.Didikan orang tua Andini sudah salah.Mencintai tidak harus mengabulkan semua permintaannya, apalagi permintaan yang salah sampai menghancurkan rumah tangga orang,maka kehancuran hidupmu yang kau dapat
sunaryati jarum
Jelas- jelas yang gatal itu kamu.Lebih terhormat Raya yang janda bebas menjalin hubungan dengan pria lajang.Sedangkan kamu statusmu gadis tapi berhubungan dengan lelaki beristri hingga berakhir bercerai.Yang akan hancur kamu dan Bagas,Raya makin bersinar
sunaryati jarum
Segera tumbuh subur benih cinta kalian dan merambat saling mengikat kuat.Tak ada lagi pelakor yang berani masuk, karena mereka berdua sama - sama setia tetap kokoh walau banyak godaan
sunaryati jarum
Semua karena akal busukmu ,Andini . Jangan bangga berhasil jadi pelakor dan merusak rumah tangga orang , sebentar lagi karmamu akan datang menghampiri kamu, Ny Sari Dewi dan Bagas.Sedangkan Raya otw bahagia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!