NovelToon NovelToon
12 Tahun Yang Terulang

12 Tahun Yang Terulang

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat / Penyesalan Suami
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: SunRise510k

Aku mencintainya selama 12 tahun.
Menikah dengannya selama 5 tahun.
Dan mati… karena cintanya.
Jika waktu bisa diulang, aku akan memilih untuk tidak pernah mengenalnya.
Tapi kenapa…
saat aku benar-benar diberi kesempatan itu—dia malah mulai mencintaiku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SunRise510k, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Udara sore di parkiran fakultas terasa kaku dan menekan. Meskipun ulu hatinya masih terasa perih akibat pembelaan Zivara untuk Adrian di dalam studio tadi, Kaizar tidak beranjak satu inci pun dari samping mobilnya. Ia berdiri bersandar pada badan Range Rover hitamnya, membiarkan angin dingin Bandung menerpa wajahnya yang kaku. Pikirannya kalut; ada dorongan primitif yang memaksanya untuk tetap di sini, memastikan Zivara pulang dalam jangkauan matanya.

Dari kejauhan, sosok yang ditunggunya muncul. Zivara melangkah keluar dari lobi gedung, tetapi ia tidak sendirian. Di sampingnya, Adrian berjalan dengan gestur yang terlalu akrab bagi seorang dosen. Mereka tampak berbincang intens, sebuah pemandangan yang seketika membuat kepalan tangan Kaizar mengeras hingga buku-buku jarinya memutih. Bara amarah yang sempat meredup kini kembali berkobar, jauh lebih panas dari sebelumnya.

Kali ini, Kaizar tidak akan membiarkan emosinya meledak secara liar. Ia mengatur napas, memaksakan langkahnya bergerak mantap namun tetap terkontrol mendekati dua orang itu.

"Vara, mobilnya sudah siap. Ayo pulang," potong Kaizar dengan nada suara yang tenang namun sarat akan otoritas. Ia berdiri tepat di antara Zivara dan Adrian, memutus kontak mata di antara mereka secara fisik.

Adrian menghentikan langkahnya, menatap Kaizar dengan senyum tipis yang tampak meremehkan. "Kau sangat gigih, Kaizar. Bukankah kau punya kekasih yang sedang menunggumu? Kenapa kau begitu repot mengurus kepulangan mahasiswaku?"

Rahang Kaizar mengetat, tetapi ia menatap Adrian dengan sorot mata yang tajam dan dingin. "Sejak kapan seorang dosen merasa berhak mencampuri urusan pribadi mahasiswanya di luar jam kuliah? Urusanku dengan siapa pun bukan bagian dari kurikulum Anda, Pak Adrian," sahutnya dengan penekanan pada kata terakhir.

Tanpa menunggu balasan dari Adrian, Kaizar segera meraih jemari Zivara. Genggamannya erat, seolah jika ia sedikit saja melonggarkannya, gadis itu akan menguap hilang ditelan takdir yang salah.

Zivara sempat tersentak, matanya menatap Kaizar dengan keraguan yang nyata, akan tetapi ia memilih untuk tidak melakukan penolakan dramatis di depan umum. Gadis itu hanya mengangguk sopan ke arah Adrian sebagai tanda pamit sebelum akhirnya terseret mengikuti langkah lebar Kaizar menuju parkiran.

Suasana di dalam mobil jauh lebih mencekam. Mesin sudah menyala, tetapi Kaizar tidak segera menginjak pedal gas. Ia mencengkeram kemudi dengan sangat kuat, hingga urat-urat di punggung tangannya menonjol jelas.

"Apa kamu sengaja melakukannya, Vara?" tanya Kaizar tiba-tiba, suaranya rendah dan bergetar karena emosi yang ia tahan sejak tadi.

"Melakukan apa?" Zivara bertanya balik tanpa menoleh, matanya lurus menatap kaca depan.

"Membiarkannya mendekatimu. Membiarkannya menyentuh duniamu," Kaizar memutar tubuhnya, menatap Zivara dengan sorot mata yang penuh dengan keputusasaan yang tidak tertutupi. "Kamu tahu betapa gilanya aku mencari tahu keberadaanmu setiap detiknya? Kamu membuatku kehilangan fokus pada segalanya... bahkan pada Luna."

Zivara menoleh perlahan, raut wajahnya yang biasanya lembut kini terlihat datar dan dewasa.

"Kenapa? Bukankah kamu mencintai Luna?"

"Aku tidak tahu lagi!" bentak Kaizar frustrasi, suaranya menggema di dalam kabin mobil yang sempit. "Yang aku tahu adalah aku merasa tercekik setiap kali kau tidak ada dalam jangkauanku. Aku tidak peduli pada komitmenku yang lain sekarang. Aku terobsesi padamu, Vara. Dan itu membuatku merasa seperti orang gila yang sedang mengejar nyawanya sendiri."

Zivara membeku. Pengakuan implisit itu seharusnya membuatnya merasa menang, namun yang ia rasakan justru ketakutan yang mendalam. Obsesi Kaizar di masa lalu adalah memiliki Luna, dan kini, pria itu mengakuinya bahwa dia adalah obsesinya.

**

Di balik pilar beton yang dingin, Luna berdiri mematung dengan kepalan tangan yang bergetar hebat. Pemandangan Kaizar yang menarik paksa Zivara—pria yang seharusnya menjadi miliknya namun justru terlihat begitu protektif pada gadis lain—membuat dadanya terasa sesak oleh amarah dan rasa malu.

"Jadi, itu pria yang kamu banggakan?" sebuah suara bariton yang sangat ia kenali menginterupsi keheningan.

Luna tersentak, menoleh cepat dan mendapati Adrian sudah berdiri tidak jauh di belakangnya. Pria itu menyandarkan bahunya di pilar, menatap Luna dengan sorot mata yang sulit diartikan.

"Pria yang lebih memilih melindungi perempuan lain daripada memperdulikan kekasihnya sendiri?" Adrian melanjutkan dengan nada memprovokasi, setiap katanya sengaja dirancang untuk menguliti harga diri Luna.

Luna menatap Adrian tajam, matanya berkaca-kaca namun penuh kilat kebencian.

"Jangan sok tahu, Adrian. Bukankah kamu juga melakukan hal yang sama?"

"Justru sebaliknya. Aku berbeda darinya," jawab Adrian enteng, melangkah mendekat hingga jarak mereka hanya tersisa satu jengkal.

"Apa bedanya?" suara Luna meninggi, pecah oleh emosi yang tertahan bertahun-tahun. "Kamu juga pergi meninggalkanku sendirian, bukan? Dan sekarang, setelah aku mencoba menata hidup bersama Kaizar, kamu datang lagi hanya untuk menghancurkan segalanya?"

Adrian tidak langsung menjawab. Ia justru tersenyum miring, sebuah senyum yang dulu pernah membuat Luna jatuh cinta sekaligus hancur sehancur-hancurnya. Tangan Adrian terangkat, membelai lembut pipi Luna dan menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah cantik yang kini tampak kusam oleh kesedihan itu.

"Aku pergi karena memang harus pergi demi masa depan, Luna. Bukan untuk bermain-main," bisik Adrian rendah. "Apakah selama ini kamu benar-benar tidak paham? Harusnya kamu lebih mengenalku daripada siapa pun."

Luna menepis tangan Adrian dengan kasar, tatapannya penuh luka yang mendalam. "Masa depan? Jangan membual! Aku tahu semuanya, Adrian. Aku tahu tentang taruhan sialan itu. Setelah kamu mendapatkan segalanya dariku, setelah kamu memenangkan taruhan itu, kamu langsung kabur ke Italia dan membiarkanku menjadi perempuan paling terhina!"

Napas Luna memburu, air mata yang sejak tadi ia tahan mulai jatuh membasahi pipinya. "Dan sekarang, saat aku ingin mencari bahagia bersama Kaizar, kamu muncul lagi? Aku bukan orang bodoh. Aku tahu kamu mendekati Zivara hanya untuk memprovokasi Kaizar. Kamu ingin Kaizar sibuk melindungi Zivara agar dia mengabaikanku, kan?"

Adrian terkekeh miris, sebuah tawa kering yang terdengar sangat dingin di telinga Luna. Ia tidak membantah, tidak pula membenarkan, seolah membiarkan Luna tenggelam dalam asumsinya sendiri yang menyakitkan.

Luna segera menghapus bulir bening di wajahnya dengan punggung tangan. Ia tidak sudi terlihat lemah di depan pria yang telah menghancurkan martabatnya di masa lalu. Tanpa sepatah kata lagi, ia berbalik dan melangkah pergi meninggalkan Adrian yang masih berdiri di sana, menatap punggung Luna dengan tatapan yang kini berubah menjadi kelam.

***

1
Soraya
alurnya bikin bingung🤔
Soraya
mampir thor
Sri Murtini
takdir mempertemukan zivara dg kaisar
Zhang Wuyang (张五阳)
tak bisa berkata kata sih gw 🗿
nur
,jngn jd lemah vara
nur
hemm,, smkin menarik
Lusy Purnaningtyas
yg judul satunya gmn thor?
Lusy Purnaningtyas
penulisannya bagus. aku suka..
Lusy Purnaningtyas
semangat💪💪
MamDeyh
Blm up lagi nih kak/CoolGuy/
Dian Fitriana
update
YuWie
ternyata dari dulu si luna maya mmg jahara
YuWie
Luar biasa
YuWie
apakah luna sdh diperawani sama adrian
YuWie
lho lho kan cmn mimpi..tapi kenapa spt ikut mengalami kehidupan ke 2 dirimu kai.. dan pak dosen juga ya..kenapa kenal si kai..masih bingung meraba2 aku sbg pembaca
YuWie
malah rumit Zi..mimpi Kai malah membawanya terus mendekat ke kamu tuh..
YuWie
kok memujamu spt dulu..kau buka kartu kehiidupanmi tu Zi
YuWie
lha kok malah kai yg obses kie
YuWie
kehidupan 17th ke depan malah jadi mimpi buruk mu ya kai..kasiham2
YuWie
mau menjaih malah bikin penasaran kamu ziv
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!