Di selamatkan oleh iblis saat nyaris di lecehkan oleh para bandit, seorang gadis kini harus menghadapi kenyataan kelam. ia bebas dari ancaman manusia, namun kini takdirnya terikat pada penghuni neraka. kontrak telah di tandatangani, dan meski iblis itu menjadi pelindungnya, harga yang harus di bayar jauh lebih besar dari sekedar nyawa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DewaC1nta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26. Pertarungan Iblis dan Manusia (bagian ketiga)
Keheningan yang mencekam kembali menguasai halaman lembah Seribu bunga. Angin siang yang bertiup terasa dingin, namun sebutir keringat dingin kini tampak menggelinding di pelipis Zhao Yun.
Untuk pertama kalinya dalam waktu yang sangat lama, kalkulasi Zhao Yun meleset.
"Apakah dia sama sekali tidak terpengaruh oleh sihirku?" bisik Zhao Yun dalam hati, menatap sang maestro dengan kilat ketidakpercayaan di matanya.
Guan Haoran memang tidak terpengaruh oleh teknik gaib Zhao Yun, namun anehnya, ia juga tidak melancarkan serangan sama sekali. Tubuhnya mendadak terdiam kaku di tempat. Dengan sepasang mata yang tertutup rapat dan ekspresi yang teramat tenang, ia seolah-olah sedang terbuai di dalam sebuah mimpi yang menenangkan.
Keheningan yang janggal mendadak turun di halaman Lembah Seribu Bunga. Lingkaran perisai Ruirong Gong yang tadinya berdesis dahsyat, kini berputar melambat, memancarkan pendaran cahaya yang meredup secara berkala, seperti detak jantung yang melemah.
Pertarungan ini tidak memiliki pemenang. Meski energi murni milik Guan Haoran begitu dahsyat, ia tidak bisa melukai Zhao Yun sedikit pun. begitupula sebaliknya; teknik mistis Zhao Yun tidak dapat bekerja melawan tahap puncak energi Ruirong gong yang telah mengosongkan jiwa sang maestro.
Suasana lembah yang semula tegang perlahan mengendur.
"Jadi seperti itu, hehehe..." Zhao Yun bergumam sambil menatap lekat-lekat ke arah Guan Haoran. Ekspresi wajahnya menunjukkan bahwa ada sesuatu yang berhasil ia ketahui dari alam bawah sadar pria paruh baya itu.
Perlahan Guan Haoran membuka matanya. Dari raut wajahnya, ia tampak begitu tenang, namun ada semacam kekhawatiran kecil yang tercampur dalam ekspresinya. Entah apa yang baru saja ia lihat di dalam ilusi yang diciptakan oleh Zhao Yun; hanya mereka berdua yang mengetahuinya.
Guan Haoran menarik kembali dan mengendalikan energi murninya yang tersisa. "Anak muda, ilmu yang kau kuasai sangat berbeda dengan kebanyakan seni bela diri yang kukenal selama ini. Siapa kau sebenarnya?"
Zhao Yun tertawa sambil memutar tubuhnya. Ia mengibaskan jubah hitamnya, dan dalam sekejap mata, tubuhnya sudah bertengger dengan anggun di atas atap pondok rahasia itu.
"Baiklah pak tua. Jika kau begitu ingin tahu siapa aku" ucap Zhao Yun, suaranya terdengar jernih dari atas sana meski tertiup angin pagi. "aku adalah iblis yang di lepaskan ke dunia manusia, untuk menemani orang-orang yang hendak berjalan menuju neraka"
Selesai berkata demikian, Zhao Yun menutup kalimatnya dengan suara tawa yang menggelegar. Terdengar seperti sebuah ejekan yang mengerikan di tengah kesunyian lembah.
Para murid yang berkumpul saling pandang dan bertanya-tanya dengan cemas. "Apa maksud bocah itu? Apa dia benar-benar seorang iblis?"
Namun, di balik kerumunan murid-murid itu, ada satu murid yang terlihat sangat tenang dan tidak terpengaruh sedikit pun oleh perkataan Zhao Yun. Di lihat dari ekspresinya, ia sama sekali tidak menunjukkan kecemasan seperti lainnya. Ia adalah Guan Xiaofeng, anak angkat Guan Haoran—seorang anak terlantar yang di asuh oleh sang ketua lembah sejak kecil. Usianya dua tahun lebih tua dari Guan Xian yang masih berumur delapan belas tahun.
Guan Haoran melangkah perlahan meninggalkan tempat itu. Amarahnya yang semula meluap-luap seakan sirna dalam sekejap. Entah apa yang dilihatnya di dalam trik ilusi Zhao Yun. Mungkin sebuah rahasia besar yang tak ingin di ketahui oleh siapa pun. Rahasia yang kini hanya diketahui oleh dirinya sendiri, dan seorang "iblis."
Zhao Yun hanya menatap kepergian sang master lembah ini dengan seulas senyuman misterius.
Saat kerumunan murid mulai membubarkan diri untuk mengikuti langkah sang guru, Guan Xiaofeng tidak segera berbalik. Sepasang matanya yang tajam dan sedingin es tetap terpaku pada sosok Zhao Yun yang masih bertengger di atas atap jorong pondok rahasia.
"Kau...apa yang sebenarnya hendak kau lakukan di lembah ini?" tanya Guan Xiaofeng dengan nada datar, namun tersimpan selapis ancaman yang dingin di dalam suaranya.
Zhao Yun melirik sekilas ke arah Guan Xiaofeng. Bukannya menjawab, ia justru memalingkan pandangannya kepada Su Ying yang sejak tadi hanya terdiam kaku menyaksikan seluruh pertarungan itu.
"Gadis malang, ikut aku," ucap Zhao Yun. ia segera menarik Su Ying pergi bersamanya, mengabaikan Guan Xiaofeng begitu saja dan membiarkan pemuda itu menguap tanpa jawaban di tengah kesunyian lembah.
...****************...