NovelToon NovelToon
Ranting Kaku Yang Di Peluk Badai

Ranting Kaku Yang Di Peluk Badai

Status: sedang berlangsung
Genre:Kaya Raya / Romantis / Perjodohan
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Violet Aolani, mahasiswi tengil yang tak kenal kata mundur, nekat mengejar Arden Elio Bayu, CEO kaku yang hidupnya sedingin es. Di mata Arden, Violet hanyalah anak kecil yang mengganggu; namun bagi Violet, Arden adalah takhta yang harus ia taklukkan. Ini adalah kisah tentang "badai" muda yang meruntuhkan tembok beku sang penguasa korporat dengan keberanian yang nyaris lancang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Percikan api di pulau dewata

Ketenangan pagi di kantor Bayu Group pecah saat sebuah panggilan telepon dari manajer proyek di Bali masuk ke ruang kerja Arden. Wajah Arden yang tadinya tenang saat mendengarkan Violet bercerita tentang rencana liburan, mendadak berubah menjadi sekeras batu karang.

"Apa maksudmu materialnya tidak sesuai spesifikasi? Kita sudah membayar untuk beton kualitas terbaik," suara Arden rendah namun penuh tekanan.

Di seberang sana, suara sang manajer terdengar gemetar. "Maaf, Pak Arden. Sepertinya ada penukaran dokumen di pelabuhan. Beton yang datang adalah kualitas rendah yang biasa dipakai untuk proyek jalan desa, bukan untuk gedung bertingkat. Kalau kita pakai ini, struktur bangunannya tidak akan kuat."

Arden menutup telepon dengan bantingan pelan namun bertenaga. Violet, yang duduk di sofa sambil mencatat beberapa agenda, segera berdiri. "Ada apa, Tuan Bos? Masalah di Bali?"

"Sabotase," jawab Arden singkat. "Arjuna tidak bermain-main. Dia mencoba merusak fondasi fisik proyekku, sekaligus merusak reputasiku di mata investor."

Danantya: Antara Cinta dan Logika

Danantya yang baru saja masuk ke ruangan Arden dengan wajah yang sedikit lebih cerah setelah kencannya dengan Evara, langsung menyadari situasi gawat tersebut. Ia segera membuka laptopnya.

"Aku sudah cek manifes pengiriman, Den. Ada tanda tangan palsu di sana. Seseorang di bagian logistik pelabuhan telah disuap," lapor Danantya.

Namun, di tengah kesibukan itu, ponsel Danantya terus bergetar. Pesan dari Evara Swastamita masuk bertubi-tubi.

"Kak Danan! Aku baru beli tiket konser buat minggu depan! Kamu harus kosongin jadwal ya!"

"Kak? Kok nggak dibalas? Lagi kangen aku ya?"

Danantya menghela napas panjang. Ia merasa bersalah karena mengabaikan Evara, tapi fokusnya sekarang harus terbagi. Arden melihat kegelisahan asistennya.

"Danan, kalau kamu tidak bisa fokus karena urusan pribadimu dengan Evara, sebaiknya kamu pulang dulu," ucap Arden tegas, namun ada sedikit nada pengertian di sana.

"Tidak, Den. Aku profesional. Urusan Evara bisa menunggu," jawab Danantya kaku, kembali ke mode "robot" miliknya. Namun, jauh di lubuk hatinya, ada rasa tidak nyaman yang mulai mengusik.

Lavanya Purnama: Sang Penengah Badai

Melihat suasana kantor yang semakin tegang, Lavanya Purnama memutuskan untuk datang membawakan makan siang untuk calon sahabat-sahabatnya. Ia tahu, di saat seperti ini, Arden dan Danantya cenderung melupakan kebutuhan dasar mereka seperti makan dan beristirahat.

Lavanya bertemu dengan Violet di kantin bawah. "Vi, mukamu tegang sekali. Bos Arden marah-marah lagi?"

"Bukan marah padaku, Vanya. Tapi masalah di Bali ini benar-benar gila. Arjuna jahat banget, dia mau bikin perusahaan Arden bangkrut," keluh Violet sambil mengaduk jusnya tanpa selera.

Lavanya mengusap bahu Violet. "Dengarkan aku. Arden itu pria yang pintar. Dia lulusan London bukan cuma buat pamer gelar, tapi buat belajar cara menghadapi situasi seperti ini. Tugasmu sekarang bukan ikut panik, tapi jadi tempat dia beristirahat saat dia lelah."

Lavanya kemudian naik ke lantai atas, memberikan kotak makan pada Danantya yang sedang sibuk menelepon. "Kak Danan, makan dulu. Dan tolong, balas pesan Evara. Dia tadi meneleponku sambil menangis karena mengira kamu marah padanya gara-gara kencan semalam."

Danantya tertegun. "Dia menangis?"

"Dia itu punya perasaan yang dalam, kak Danan. Jangan disamakan dengan dokumen kantormu yang tidak punya hati," ucap Lavanya lembut namun menohok.

Avyana Hazel dan Penemuan Tak Terduga

Sementara itu, di divisi arsitektur, Kenzo dan Avyana Hazel sedang meneliti ulang cetak biru proyek Bali. Avyana menyadari sesuatu yang aneh pada file digital yang dikirim dari kantor cabang.

"Kak Kenzo, coba lihat ini," Avyana memperbesar gambar pada layar monitor. "Ada perubahan kecil pada desain struktur pilar di lantai lima. Ini bukan desain asli kita."

Kenzo mendekat, jaraknya sangat dekat dengan Avyana hingga ia bisa mencium aroma hazelnut yang menenangkan. "Kamu benar. Seseorang meretas server kita dan mengubah ukuran besi tulangannya. Kalau kita tidak teliti, gedung ini bisa roboh saat konstruksi mencapai 70%."

Kenzo mengepalkan tangannya. "Sial, Arjuna benar-benar ingin membunuh orang."

Avyana menatap Kenzo dengan tenang. "Untung kita menemukannya sekarang, Kak. Aku punya teman di jurusan teknik informatika yang jago melacak jejak digital. Kita bisa tahu dari mana peretasan ini berasal."

Kenzo menatap Avyana dengan penuh rasa terima kasih. "Terima kasih, Avyana. Kamu benar-benar penyelamatku hari ini."

Langkah Balasan Arden

Malam harinya, Arden mengumpulkan mereka semua di ruang rapat rahasia. Tidak ada staf lain, hanya mereka berlima ditambah Evara yang akhirnya datang dengan wajah sembab namun sudah baikan setelah ditelepon Danantya.

"Arjuna mengira dia sudah menang," ucap Arden sambil menatap peta Bali di layar besar. "Tapi dia lupa satu hal. Aku tidak pernah meletakkan semua telurku dalam satu keranjang."

Arden beralih menatap Violet. "Violet, aku butuh bantuan Aolani Group. Kita akan melakukan pengiriman material lewat jalur udara besok pagi. Ini akan mahal, tapi ini akan mengejutkan mereka."

"Siap, Tuan Bos! Papa pasti dukung!" seru Violet semangat.

Arden kemudian beralih ke Danantya. "Danan, siapkan tim hukum. Kita akan melakukan penggerebekan di gudang pelabuhan besok siang bersama pihak kepolisian. Aku ingin orang yang menerima suap itu bicara."

Suasana rapat menjadi sangat intens. Di tengah ketegangan itu, Arden meraih tangan Violet di bawah meja dan menggenggamnya erat. Sebuah pesan tanpa kata bahwa meskipun dunia sedang mencoba meruntuhkan bisnisnya, ia tetap memiliki kekuatan karena ada Violet di sampingnya.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!