NovelToon NovelToon
Antara A Dan Y

Antara A Dan Y

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: oland sariyy

" Cari tahu lebih banyak lagi tentang wanita pengganti itu,kalau sampai ada kecurangan,detik itu juga lenyap kan apapun yang mereka miliki."
" Siap Bro."
Kepala Arjuna berdenyut keras, keinginan untuk mewujudkan impian sang ibu tidak bisa berjalan dengan mulus.tapi dia tidak bisa menunda lebih lama lagi,ini adalah permintaan sang Ibu, wanita yang paling ia sayangi dalam hidup nya.
Sementara di tempat yang lain,sosok wanita pengganti itu sedang berdiri tak karuan, setelah mendengar percakapan kedua orang tua nya.
" Mau jadi apa hidup Aku ini,baru juga mau kuliah,udah di suruh nikah segala."
" Tchh....Apa Aku kabur aja ya?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oland sariyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Panggil Sayang nya

Di balik kaca mata hitam pekat yang dia pakai saat ini,Arjuna menumpahkan tangis berhadapan langsung dengan gundukan tanah basah yang bertaburan bunga segar.akhir nya hari ini datang juga.meskipun sudah sejak lama mengetahui fakta tentang umur ibu nya yang tidak lama lagi,rasa nya tetap berat melepas wanita yang sudah melahirkan nya pergi untuk selama nya.sang ibu belum sempat melihat keluarga kecil nya bahagia dengan tangis bayi mungil di tengah keluarga mereka.

Hari ini terasa berat bagi Arjuna.di samping nya ada Yura yang juga sedang menangis dengan wajah yang sudah sembab.

Arjuna menarik Yura ke dalam pelukan nya.

Kini hanya tinggal mereka berdua saja yang tersisa di sini.Raharja sudah lebih dulu di bawa ke mobil oleh Agum supaya tidak tumbang karena duka yang masih menyelimuti hati sang Tuan.

Intan dan Marta yang tadi sempat datang melayat pun sudah pamit pulang bersamaan dengan pelayat lain nya.

" Mama pergi ninggalin kita untuk selama nya ya?" tanya Yura menengadah kan kepala menatap sang suami.

"Iya,jangan lupa doa kan Mama supaya tenang di sana." balas Arjuna lalu mengecup kelopak mata Yura yang sudah sangat bengkak.

Arjuna memeluk erat tubuh Yura.sekarang tinggal Yura sosok wanita yang tersisa dalam hidup nya.Arjuna sedikit merasa tenang sudah berhasil menghadirkan sosok menantu untuk sang Ibu.ya meskipun rumah tangga mereka masih hitungan hari,tapi Yura begitu dekat dan kompak dengan sang ibu.

" Pasti...Aku sayang banget sama Mama Ningsih.dia sudah Aku anggap seperti Mama kandung Aku sendiri." ujar Yura kembali terisak.

" Kalau begitu! Jangan lupa kan janji yang kemarin pernah kita bahas di depan Mama." bukan bermaksud untuk usil,namun Arjuna mulai kepikiran dengan pembasahan mereka waktu itu.menjadi anak tunggal ternyata tidak seru dan sangat memprihatikan sekali.

Meskipun soal pembagian harta akan menjadi pemenang,tapi bila di ukur dari segi bahagia ,Arjuna malah merasa sepi.setelah ini Ayah nya pun pasti akan sering mengeluh sepi sebab tidak ada lagi sosok wanita cerewet di rumah utama.

" Janji apa?" tanya Yura tidak mengerti.

" Anak? Bukan kah kita sudah berjanji akan punya banyak anak? 6 ya?" tanya nya tersenyum tipis.

Ia lalu mengajak Yura untuk berdiri sebab kedua kaki nya mulai terasa kebas karena terlalu lama jongkok.

" Jangan ngaco deh Kamu ! Jangan bahas itu sekarang." gerutu Yura malu karena dia tidak tahu bagaimana cara menghadirkan banyak anak di tengah keluarga mereka.

Malam pertama saja belum sempat,ini sudah bahas punya anak banyak.

" Kenapa? Mama juga mau denger kalau Kamu nggak akan bohong soal janji kita itu.ini keinginan Mama loh sayang." bisik Arjuna di telinga Yura.

Deru nafas milik Arjuna begitu hangat menyentuh kulit bagian leher nya.Yura sampai meremas kemeja hitam yang Arjuna pakai sangking gugup nya dengan kedekatan ini.

" Iya lihat nanti Mas,kita boleh berkehendak tapi yang menentukan itu adalah yang di atas.gimana kalau Aku nggak bisa hamil? Apa Kamu akan menikah lagi? Misal nya cari istri baru yang bisa hamil dan melahirkan anak yang banyak untuk Kamu?" tanya Yura mulai ketakutan untuk sesuatu yang tiba-tiba saja melintas di benak nya.

Tak...

Yura meringis,Arjuna kembali menyentil dahi nya dengan keras.

" Saya tidak akan menikah lagi,uang saya banyak! Sekalipun Kamu belum bisa hamil secara alami,kita bisa mengikuti program dari dokter." kata Arjuna tanpa keraguan.

" Terus kalau nggak berhasil juga bagaimana?" tanya Yura berhasil mengikis kesabaran milik Arjuna.

Arjuna menutup rapat bibir nya, bergegas mengajak Yura kembali ke mobil karena gerimis mulai turun membasahi bumi.

" Kami pulang dulu Ma." pamit Arjuna sambil menatap lama tempat peristirahatan terakhir sang Ibu.

Sekaya apapun manusia, tetap saja akan kembali ke asal nya.harta yang di miliki tidak akan mampu membeli kemewahan akhirat kecuali dengan amal kita sendiri sewaktu masih hidup.bagaimana cara nya kita menggunakan harta itu sendiri, apakah di gunakan untuk kebaikan atau kejahatan.

Eh malah jadi bahas kematian.sebagai pengingat saja ya guys.

Sedang kan di rumah sakit,Sela sedang menangis sejadi-jadinya.kali ini tangisan Sela nyata tanpa di buat-buat.

" Dia menampar Aku di hadapan banyak orang Pa,Aku malu." adu Sela kepada Bambang.

" Kenapa Papa tidak bilang kalau Arjuna sudah tahu tentang kehamilan ku ,Dia sampai mengancam akan menyebar bukti yang dia miliki,Aku harus apa Pa? Aku nggak mau hancur sendirian.ini semua gara-gara Yura."

" Seharusnya dia tidak hidup di dunia ini, seharusnya Aku yang berada di samping Arjuna sekarang.Yura anak pembawa sial itu malah menikmati apa yang seharusnya menjadi milik ku,Aku tidak terima Pa." sambung Sela begitu menggebu-gebu.

Danu yang mendengar pembicaraan ini hanya bisa geleng-geleng kepala.meskipun sudah sangat lama bekerja untuk Bambang,namun Danu masih belum mengetahui secara jelas asal usul Yura,tapi satu hal yang ia tahu Yura bukan darah daging Bambang dan Rahmi.

Ayah dan anak ini sangat kompak sekali.Danu yang tidak ingin ikut campur pun memilih pergi secara diam-diam dari ruang itu.

" Papa Lupa! Sekarang Kamu tenang dulu Sela.kita harus memikirkan cara untuk membuat Arjuna berbalik membenci Yura."

" Pokok nya Kamu dekati terus Arjuna,bikin dia luluh dengan kehadiran mu di samping nya.jangan di balas semua ucapan nya.Arjuna itu orang yang keras paling benci yang nama nya pembangkang." kata Bambang menasehati putri nya.

" Tapi Pa."Sela ingin menolak tidak ingin Arjuna menyebarkan bukti yang di miliki oleh pria itu.

" Jangan membantah Papa, Ekonomi keluarga kita sedang hancur,Yura tidak bisa di hubungi.untuk sekarang hanya Kamu harapan Papa satu-satunya. Nanti setelah Papa keluar dari rumah sakit,Papa sendiri yang akan membuat anak nakal itu sadar diri." ketus Bambang sudah tidak sabar untuk keluar dari rumah sakit.

Belum tahu saja dia, begitu keluar dari rumah sakit.Arjuna beserta Arya sudah menyiapkan kejutan besar untuk nya.sekarang Arya sedang menghitung mundur menunggu perintah dari Arjuna.

" Obati dulu pipi Kamu itu! Kamu harus selalu terlihat cantik agar Arjuna bisa melirik ke arah mu." titah Bambang karena sekarang pipi Sela mulai memar dan bengkak.

" Iya Pa." jawab Sela patuh.

Sementara di rumah duka,Arjuna dan Yura sudah kembali ke sana.saat ini mereka sedang sibuk dengan urusan masing-masing.Arjuna sibuk dengan tamu penting yang datang melayat.sementara Yura kebagian mengurus makanan yang akan di sajikan di acara doa bersama nanti malam.

" Bibi..." Yura memeluk bergantian ketiga asisten rumah tangga yang Arjuna boyong dari kediaman Bambang.

" Kangen banget sama Bibi semua." ujar Yura tersenyum ramah.

" Kita juga kangen sama Non,tadi pagi nggak sempat ngobrol lama.terimakasih ya Non sudah ngajak kita bertiga ikut sama Non." karena saat ini di rumah duka sedang ada acara,jadi nya semua asisten rumah tangga di rumah Yura di minta untuk datang membantu di rumah utama.

Mereka di jemput menggunakan mobil mewah dan pulang nya nanti pun akan menggunakan mobil yang sama.baru kali ini mereka di perlakukan dengan baik oleh majikan mereka.di tempat majikan lama mereka justru lebih sering di marahi tanpa alasan yang jelas.

" Nggak perlu terimakasih segala,Bi!" seru Yura salah tingkah.

" Ngomong-ngomong kita mau masak apa ini,masak sendiri jauh lebih enak ya Bi, ketimbang pesan catering.nanti takut nya basi dan kurang banyak." kata Yura memberi ide.

Semua asisten rumah tangga di kediaman utama menatap kagum sosok Yura, meskipun masih muda namun Yura bisa berpikir dengan logis, tidak manja dan kasar seperti yang selama ini sering Sela tunjukkan jika sedang bertamu ke rumah ini.

" Boleh Non, nanti kita keroyok saja masakan nya. Pasti cepat selesai nya." jawab Mbok Liah.

" Mbok tolong tulis apa yang mau di beli, nanti biar Aku sama Bi Yum yang pergi ke pasar."

" Ke pasar? Non Yura yakin?" tanya Mbok Liah tidak percaya.

" Yakin dong Mbok, gini-gini Aku sudah sering keluar masuk pasar becek,iya nggak Bi?" tanya Yura mengedipkan mata nya kepada Bi Yum.

Kebanyakan pedagang di pasar sudah banyak yang kenal Yura, begitu juga dengan para preman penjaga pasar.

" Sayang... Sayang...Kamu di mana?"

" Eh Non,di panggil sayang nya tuh." ceplos Bi Siti menirukan ucapan Arjuna.

Membuat yang lain nya langsung tertawa ricuh.

" Bi," Yura mengerucut kan bibir karena malu.

" kenapa bibir Kamu kayak gitu?"

"Eh ini..."

Bersambung...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!