NovelToon NovelToon
Quantum Xuan

Quantum Xuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Transmigrasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Aditya Jetli

Dia Xuan Huan. seorang pejuang tingkat sembilan. Programmer sekaligus hacker yang sangat ditakuti. Banyak lawan yang sudah ditaklukkan, bahkan ada yang berkeinginan untuk menjalin kerja sama.

Proyek terakhir yang Ia kerjakan, adalah proyek kecerdasan buatan, yang bisa menjelajahi alam semesta. Penuh dengan kode kode rumit dan mencengangkan.

Quantum Xuan, itulah nama programnya. Tapi karena program itu dia harus mati, dan jiwanya ditempatkan pada tubuh seorang gadis lemah 12 tahun ke belakang, yang juga mati karena penganiayaan. Lalu bisakan tubuh dengan jiwa Xuan membalas dendam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aditya Jetli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Dihajar

"Ah, banyak omong! Kelamaan."

Wush. Bugh, Bugh, Bugh, Bugh.

Prang. Brak. Brug, Brug.

Empat tubuh terbang liar, menabrak apa saja yang ada di belakangnya.

Kekuatan Dan dua, tidak berarti apa apa di depan Nindya.

Rimba yang melihat itu ternganga diam. Dia tidak menyangka, bahwa kekuatan gadis yang diremehkan tadi sangat luar biasa. Dengan santai Dia merobohkan lawan lawannya, dan itu bukanlah petarung biasa. Tapi di depan Nindya, mereka tidak berarti apa apa.

Wush..! Bugh..!

Prang...!

Kini giliran Rimba pula. Tubuhnya dibuat terpental, karena sapuan tangan dari Nindya. Sampai tubuhnya menabrak etalase lain di seberang jalan.

Kemudian dengan santainya dia mengambil kartu ATM mereka, dan diserahkannya pada pemilik toko.

"Ini kompensasi kerugian yang dialami tokomu. Maaf aku tidak sengaja." ucapnya, sambil menyerahkan lima buah ATM pada dua pemilik toko.

Di seberang toko lain, duduk seorang pemuda kisaran 20 tahun. Dari awal dia terus melihat ke arah Nindya, yang beraksi begitu luar biasa.

Kemudian tanpa sadar dia bergumam. "Menarik"

Wush...! Plak, Bugh..!

Tanpa diduga, Nindya menghilang dari tempatnya berdiri, dan tiba tiba saja muncul di depan Rangga. orang yang mengatakan menarik tadi.

Kemudian tanpa basa basi lagi, langsung menampar serta menendang tubuh Rangga, hingga membuat wajahnya oleng, dan tubuh gemulainya terpental keluar dari toko.

Orang orang yang melihat itu kembali menganga diam, karena mereka tahu siapa orang yang dibuat tidak berdaya tersebut.

Dia adalah Rangga, tuan muda dari keluarga Wijaya, orang terkaya nomor 1 di ibukota. Kakak tertua Amar, setelah satu lagi saudara perempuannya. Bella.

Setahu mereka, Siapa saja yang berani berbuat macam macam, apalagi berani melukai keturunan Wijaya, maka detik berikutnya, orang tersebut pasti mati. dan mereka menyangka, sekarang adalah giliran Nindya.

"Apa yang kau lakukan. Tahukah kau siapa dia?" respon salah satu bawahan Rangga tidak senang.

"Aku tidak peduli siapa dia. Mau Raja kah, mau Presiden kah. mau Iblis kah, mau setan kah aku tidak peduli. Yang jelas aku tidak suka kalau mendengar orang mengatakan menarik!"

"Dari tadi ke mana saja. Saat aku di buli. Dia malah sibuk melihat juga merekam aksiku, tanpa berniat untuk menolong!"

"Begitu juga dengan kalian. Sudah jelas jelas kami berdua di buli. bahkan ingin dilecehkan, tapi kalian malah sibuk membuat konten. Dimana hati nurani kalian. Ha!?" reaksi Nindya, yang diamini oleh Kirana.

"Bagaimanapun kau tetap bersalah Nona. karena kau sudah berani melukai tuan muda Rangga, dan itu hukumannya tidak ringan."

"Jadi ke sini kau. Biar aku bisa memberikan hukuman yang setimpal." balas anak buah Rangga semakin tidak terima.

"Baik, aku akan datang. Tunggu saja di situ."

Wush. Bugh. Plak. Plak.

Prang! Prang. Brug!.

Tubuh ketiga pengawal Rangga terpental, menabrak dinding dinding kaca hingga hancur berantakan, dan satu orang lagi menabrak meja yang ada di belakangnya.

Pemilik toko hanya bisa diam, karena dia takut bereaksi. Tapi dia mengutuk perbuatan Nindya dalam hati, yang tanpa segan menghancurkan tokonya.

Mau minta ganti rugi tentu saja dia tidak berani. Jadi yang bisa dia lakukan hanya diam saja, sambil menunggu peruntungan. Siapa tahu Nindya akan berbuat baik, sama seperti di kedua pemilik toko di seberangnya.

"Kamu pemilik toko ini kan. Ambil kartu ATM mereka, terutama Pemuda cantik dan gemulai itu, karena dia telah berani membuat gara gara. Mengenai PIN nya minta sama mereka."

"Jika berani melawan, katakan saja padaku. Aku akan tetap berada di sini."

"Saya tidak berani Nona muda. Ini sudah biasa, dan merupakan resiko seorang pemilik toko seperti saya."

"Jadi tentang kerusakan, Nona tenang saja. Saya tidak akan meminta kompensasi." jawabnya berpura pura. Padahal sangat berharap sekali.

"Tidak bisa. Kerusakan tetap kerusakan, dan itu butuh biaya untuk memperbaikinya."

"Ambil ini. Isinya aku rasa banyak, cukup untuk memperbaiki etalase toko mu, dan jangan takut pada mereka, aku akan mengawasinya." bantah Nindya.

Pemilik toko hanya diam. Dia memandang ke arah Rangga, kemudian Nindya. Ke Rangga lagi. dan akhirnya melihat ke arah kerumunan.

Semua yang menonton kejadian tersebut menggangguk setuju, karena walau bagaimanapun, kerusakan toko termasuk barang barang yang ada di dalamnya juga cukup lumayan. Rata rata pecah. bahkan ada yang hancur, tidak bisa dijual lagi.

Melihat itu Nindya jadi geram, karena seperti biasa, orang orang Nusa jika terjadi sebuah kekerasan atau pembulian, mereka tidak berniat menolong, atau katakan lah tidak berani ikut campur.

Mereka malah sibuk mengeluarkan handphonenya, dan merekam kejadian itu untuk di upload di media sosial, biar ratingnya naik.

Namun sayangnya, Nindya tidak menyukai itu. Lalu tanpa terduga, Dia mengerahkan energi spiritualnya, yang diarahkan kepada ratusan handphone yang sedang mengarah kepadanya. Kemudian tiba tiba...

Prang..., Prang...., Prang...!

Lebih dari dua ratus handphone yang sedang mereka pegang, hancur menjadi serpihan. Bahkan ada yang mengeluarkan api dari dalamnya.

Kejadian tersebut sontak membuat pemilik HP jadi panik. Lalu tanpa berpikir panjang lagi langsung membuang handphonenya ke jalanan.

Rata rata handphone yang sudah meledak itu tidak akan bisa diperbaiki lagi, karena sistemnya telah hancur. Jadi kejadian pemukulan serta penyerangan di depan toko, tidak akan ada yang menguploadnya.

Kerumunan mendadak bungkam. Mereka sebenarnya ingin menolong, tapi melihat kekuatan orang orang yang mem-buli Nindya juga Kirana, mereka jadi bergidik ngeri.

Yang bisa mereka lakukan hanya merekamnya saja, sebagai bukti bahwa di tempat tersebut pernah terjadi kekerasan. Namun akhirnya mereka tidak mendapatkan apa apa. Malahan HP mahal mereka yang rusak, dan tidak bisa diperbaiki lagi.

Satu jam kemudian, kerumunan itu pun akhirnya bubar, karena Nindya sudah tidak ada lagi di tempat itu.

Rangga dan tiga bawahannya juga sudah pergi, dan membawanya ke rumah sakit, karena luka yang diderita oleh Rangga tergolong parah.

Sedangkan Rimba dan 5 anak buahnya juga dibawa ke rumah sakit. Kebetulan ada orang yang bersimpati dengan mereka.

Sementara itu di tempat lain, yang jaraknya 11 toko dari tempat ia berdiri. Waktu itu dia sedang berada di atas rooftop, dan sedang mengarahkan teropongnya ke arah jalanan.

Kebetulan saat dia mengarahkan teropong tersebut, kejadian kekerasan itu pun terjadi.

Setelah semuanya selesai baru dia bergumam. "Gadis yang cukup kuat juga menarik. Kalau aku bisa merekrutnya, aku yakin kekuatan keluargaku akan naik, dan perusahaan keamanan yang aku dirikan akan kembali jaya, dan dua sainganku yang menyebalkan itu akan bertekuk lutut padaku." gumamnya.

Lalu memberikan teropong itu pada bawahannya.

"Tuan....?"

"Kau urus sisanya. Pastikan dua gadis itu mau bergabung dengan kita. Tawarkan gaji tinggi serta fasilitas yang menjanjikan. Aku yakin mereka tidak akan mampu menolaknya."

"Siap laksanakan tuan!"

"Ya. Bergegaslah. Jangan sampai kedahuluan orang. Jika terpaksa lumpuhkan saja mereka. dan bawa dalam keadaan tunduk, agar aku mudah mengaturnya."

"Dimengerti tuan!" jawab mereka.

1
azka aldric Pratama
saking bagusnya,gk bisa komen apa2👏👏👏👏
azka aldric Pratama
hadir moga bagus
irawan muhdi
lanjut thor 👍
Lely Riza U
ceritanya sangat menarik👍
Bambang Widono
mantab lanjut Thor👍🙏🙏🙏💯💯💯💯💯👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏
Aditya Jetli: Terima kasih Kak. Baru kali ini buat Novel yang MC nya Perempuan. Dukung terus ya kak. biar tambah semangat
total 1 replies
Aditya Jetli
Tinggalkan jejak setelah membaca ya. walau hanya like saja. Itu sudah jauh lebih baik dari tidak sama sekali. Ditunggu kebaikannya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!