NovelToon NovelToon
Pendekar Pedang Langit

Pendekar Pedang Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:792.2k
Nilai: 4.7
Nama Author: IE Dyozh

Pedang Langit adalah sebuah pedang yang ditempah dari logam terkuat dari tujuh semesta oleh Sin Sai Sebelum menjadi penguasa langit ribuan tahun yang lalu.

Sin Sai hanya manusia biasa yang memiliki kesaktian yang amat dahsyat. Ia sungguh manusia tak terkalahkan. Bahkan, para Dewa pun tidak dapat menandingi kehebatannya.

Karena kekuatan besar yang dimiliki oleh Sin Sai ketika itu, Dewan Langit kemudian bersepakat untuk mengangkat Sin Sai yang hanya manusia biasa menjadi Raja Langit demi melindungi Negeri Langit dari serangan Raja Naga Merah yang hendak menghancurkan Negeri Langit dan menguasai alam semesta.

Dewan Langit tidak sia-sia mengangkat Sin Sai menjadi raja di Negeri Langit. Sin Sai berhasil menghancurkan pasukan Raja Naga Merah ketika menyerang Negeri Langit.

Walaupun Sin Sai berhasil melindungi Negeri Langit, Keluarga Yong tidak rela jika harus menjadi bawahan seorang manusia biasa. Mereka kemudian berusaha menyingkirkan Sin Sai dan semua keturunannya dari Negeri Langit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IE Dyozh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch 26 - Kekaisaran Nogufuji

Firon kemudian memegang pundak Noguchi dan memberi isyarat bahwa orang itu baru saja menghembuskan

nafas yang terakhirnya.

Noguchi bangkit seraya berkata “Saudara Firon, apa kau mendengar perkataan orang itu?.”

‘Ia, dia bilang Kelompok Iblis Gunung!’ Jawab Firon sambil mengamati Noguchi yang terlihat begitu antusias ingin tahu.

“Kalau begitu kita harus memberitahu pihak kekaisaran tentang semua kejadian ini!” Seru Noguchi. Ia geram. Ia ingin agar Kelompok Iblis Gunung mendapatkan balasan yang setimpal. Dan peluang agar keinginannya itu bisa terwujud hanyalah dengan melaporkan kejadian itu kepada pihak Kekaisaran.

“Maksudmu kekaisaran apa saudara Nogu?” Firon mengerutkan dahi. Ia mengingat betapa kejamnya pihak Kekaisaran Mojo terhadap masyarakat di kota kelahirannya. Ia juga mengingat kembali Kedua orang tuanya yang mati dibunuh oleh salah satu jenderal kekaisaran yang tak lain adalah pamannya sendiri.

“Kekaisaran Nogufuji! Yang mana lagi selain kekaisaran itu satu-satunya yang menguasai Benua Hitam?” Noguchi kemudian menjelaskan bahwa ia sering mendengar banyak hal tentang kekaisaran Nogufuji dari Tuan Yorinaga. Noguchi juga menceritakan bahwa Tuan Yorinaga adalah pensiunan Jenderal dari kekaisaran Nogufuji.

“Oww.. Baiklah, tapi setelah ini aku ingin melanjutkan perjalananku ke Benua Kuning! Kita tidak perlu terlalu jauh mencampuri masalah ini! Apalagi kita tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya!”

Mereka berdua kemudian melakukan perjalanan menuju istana kekaisaran Nogufuji di Kota Nikoto. Setelah lima hari lamanya menempuh perjalanan tanpa hambatan yang berarti, mereka berdua pun akhirnya tiba di Kota Nikoto.

“Wah.. indahnya” Noguchi berdecak kagum melihat keindahan Kota Nikoto. Kota yang dikelilingi pantai di tiga sisinya, yakni di sisi barat, utara dan selatan. Dan tepat di sis timur Kota Nikoto, terdapat gunung yang dipenuhi pohon Kriptomeria yang sudah berusia ribuan tahun.

Nikoto adalah ibukota kekaisaran Nogufuji dan juga kota yang paling besar di Benua Hitam. Kota yang menjadi pusat pemerintahan Nogufuji ini terletak di bagian barat Benua Hitam dan sebelah baratnya adalah selat yang memisahkan Benua Hitam dan Benua Kuning.

Kaisar Nogugato, pendiri Kekaisaran Nogufuji sekaligus kaisar pertama Nogufuji ini sengaja mendirikan Kota Nikoto di Tanjung Barat Benua Hitam, karena lokasi itu adalah tempat yang dinilai paling strategis. Musuh yang hendak menyerang harus melalui wilayah itu. Untuk itu Kaisar Nogugato membangun benteng pertahanan di sepanjang pantai Tanjung Barat Benua Hitam.

Kekaisaran Nogufuji kini diperintah oleh kaisar yang bernama Fujiwara Itamo. Dia adalah kaisar kedua semenjak berdirinya Kekaisaran Nogufuji. Namun sistem pemerintahan yang ia terapkan kepada rakyat benar-benar membuat banyak klan-klan tertentu yang ingin memberontak.

‘Saudara Nogu! apa yang akan kita lakukan sekarang?’ Terdengar suara Firon di kepala Noguchi yang sedang terlena menikmati keindahan Kota Nikoto.

“Emm, Maaf, aku jadi lupa tujuan kita ke sini” Ucap Noguchi sambil tersipu malu ke arah Firon yang memandangnya tajam.

“Yoss, kita kesana!” Seru Noguchi sambil mengacungkan tangannya ke arah Istana Kaisar. Ia kemudian melangkah dengan penuh percaya diri tanpa mempedulikan Firon yang masih tak beranjak dari tempatnya berdiri.

Firon terus memandangi sahabatnya yang sudah berada cukup jauh dari dirinya. Entah apa yang membuatnnya masih saja berdiam diri seperti patung di tengah jalan.

Noguchi yang kemudian menyadari bahwa Firon tidak mengikuti langkahnya, langsung menoleh ke arah belakang.

‘Saudara Nogu, aku tidak bisa ikut bersamamu masuk ke Istana itu’ Bisik Firon di kepala Noguchi.

Noguchi kemudian berlari ke arah Firon yang masih menatapnya tajam.

“Maaf, aku lupa. Kau tidak boleh masuk ke sana. Mereka pasti akan menyadari keanehan di matamu” Noguchi mmengerutkan dahi sambil memegang dagunya.

Setelah beberapa saat Noguchi berfikir, ia kemudian memutuskan untuk pergi sendiri.

“Saudara Firon, kamu di sini saja! Aku akan segera kembali!” Noguchi kemudian berjalan kembali kearah Gerbang Istana yang berada sekitar lima ratus meter dari arah Firon berdiri.

Sesampainya di depan gerbang,, noguchi kemudian menghampiri penjaga gerbang untuk meminta izin.

“Hey bocah, mau apa kau ke sini?!” Teriak salah seorang penjaga.

“oyah, perkenalkan, namaku Noguchi! Aku ingin masuk menemui Kaisar!”

Belasan prajurit penjaga gerbang sontak tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Noguchi.

“Apa? Kau ingin menemui Kaisar?” Ucap penjaga dengan nada mengolok sambil menahan tawa yang beberapa saat kemudian tawanya lepas dan kemudian diiringi tawa rekan-rekannya yang lain.

Suasana menjadi riuh. Noguchi yang berada ditengah-tengah belasan penjaga, seperti seorang pemain pentas hiburan yang disoraki oleh para penonton.

Salah seorang penjaga gerbang yang bertubuh kekar dan kelihatannya adalah pemimpin penjaga gerbang, menghampiri Noguchi lalu menggenggam leher baju Noguchi dan mendorongnya ke dinding gerbang. Penjaga itu kemudian mengangkat leher baju Noguchi, sehingga kedua kaki Noguchi tidak lagi menyentuh tanah.

Wajah penjaga yang tadinya terlihat senang, kini berubah menjadi sangar. Penjaga itu kini seperti seekor harimau yang hendak menerkam mangsanya.

“Hey anak kecil, berani-beraninya kau bilang namamu Noguchi! Apa kau tau apa yang akan dilakukan oleh kaisar terhadap orang yang berani menggunakan nama itu?!” Penjaga itu kemudian melemparkan Noguchi hingga terlempar beberapa langkah.

“Lebih baik kita tangkap saja bocah itu, lalu kita serahkan dia kepada kaisar!” Teriak penjaga lainnya.

“Jangan, kita tidak usah memperpanjang masalah ini. Lagipula ia masih anak-anak!” Seru pemimpin penjaga mencoba menenangkan bawahannya. Ia kemudian menoleh ke arah Noguchi yang masih terkapar sambil memegang lengannya yang sakit.

“Cepat pergi dari sini sebelum aku berubah pikiran!” Bentak penjaga bertubuh kekar itu.

“Tapi tuan, ada hal penting yang ingin aku sampaikan kepada kaisar!” Ucap Noguchi sambil meringis kesakitan. Ia masih memegang bahunya yang terbentur di tanah.

“Apa?” Teriak beberapa penjaga lainnya. Mereka kemudian menghunus pedang dan melangkah mendekati Noguchi. Salah satu diantara mereka kemudian mengangkat pedang hendak menebas leher Noguchi. Ketika pedang penjaga itu hampir menyentuh leher Noguchi, sekujur tubuh penjaga itu kemudian tak bisa bergerak sama sekali. Sesaat kemudian, tubuh penjaga itu jatuh ke tanah dalam keadaan tak bernyawa. Matanya melotot. Mulut, lubang hidung dan lubang telinga penjaga itu mengeluarkan darah segar.

“Apa yang terjadi?” para penjaga yang menyaksikan salah satu rekannya yang mati mengenaskan itu terbelalak tak percaya. Ekspresi wajah mereka yang tadinya sangat percaya diri, kini berubah menjadi sangat ketakutan.

‘Saudara Nogu, kamu mundur dulu!’ Ucap Firon yang terdengar di kepala Noguchi.

Mendengar instruksi Firon, Noguchi yang masih syok karena hampir terkena tebasan salah satu penjaga bangkit dan melangkah mundur menjauhi para penjaga.

Para penjaga tidak bereaksi sama sekali melihat Noguchi hendak pergi. Mereka menjadi takut untuk berurusan dengan Noguchi. Mereka tidak ingin hal yang menimpa rekannya menimpanya juga.

1
Wirata
lanjutkan aja thor
Khoirul Anam
bagus
alexander
bagus ceritanya
🙏Numpang mampir moga Alurnya 👍
Ajo Firman
keknx ya ceritanya asal asal bikin aja....
Kumix Anto
wow kemana thour apa iya udah almarhum nih
Husen
Ia LG asyik baca lupa komen author n jgn cari yg hilang Tp LBH baik mensyukuri ya ada
wong ndéso
mulai baca hari ini dr CH 1 meloncap ke chp ini
ADjalius
lanjut...
Yakub Hadi
lanjutkan lagi
Yomz Tadde
yes mntp
Yomz Tadde
mantap
Yomz Tadde
ok
Husen basalamah
yaa.. putus lagi, thir kapan yaa.. sambung lagi
Djoko Sulistiyono
kasih kabar dong Author, jangan terus menghilang bagai ditelan bumi.
Djoko Sulistiyono
waduuuuhhh, sudah 11 bulan kok belum update Author, apa sudah berhenti kontraknya dengan Novetoon ya .....
sinici kudo
lanjut thor
Untung Susilo
lanjut THOR
Untung Susilo
hmmmmmmmmmm
Untung Susilo
UP UP UP UP UP UP
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!