NovelToon NovelToon
Runtuhnya Hati Seorang Daren(Penyesalan Terdalam Dan Ketulusan Cinta Nadia)

Runtuhnya Hati Seorang Daren(Penyesalan Terdalam Dan Ketulusan Cinta Nadia)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Isshabell

"Kamu harus menikah dengannya Daren!" lantang suara nenek Lusi berkata pada cucunya itu.


"Aku tidak mau nek, Aku punya pilihan sendiri dan nenek tidak bisa semaunya mengatur hidupku!" suara Daren pun tak kalah lantangnya dari suara nenek Lusi.


"Baiklah kalau kamu tetap menolak menikah dengan Nadia. Sekarang nenek kasih kamu pilihan, Menikah dengan Nadia atau kamu tidak akan pernah mendapatkan warisan apapun dari nenek," suara nenek Lusi merendah tapi penuh penekanan membuat kuping Daren memerah mendengarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isshabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.19 Amukan Daren

Suasana di dalam kamar hotel mendadak mencekam. Elsa langsung merangkak turun dari ranjang, bersimpuh di kaki Daren sambil menangis histeris, mencoba memegang celana Daren dan memohon ampun dengan alasan dia khilaf dan dijebak Kevin.

"Sayang, Aku mohon dengarkan aku, Ini tidak seperti yang kamu kira, Aku akui aku salah tapi ini bukan murni kemauan aku, aku di jebak oleh Kevin, sayang...," ucap Elsa sambil menangis dan bersujud di kaki Daren.

Daren yang sudah muak langsung menepis kaki Elsa dengan kasar hingga Elsa tersungkur. Daren melempar berkas bukti transferan uang serta foto-foto bukti CCTV sabotase tangga rumahnya ke wajah Elsa. "Kamu tidak hanya berselingkuh dengan laki-laki sialan ini, tapi kamu juga mencoba membunuh Nadia di rumahku!" bentak Daren dengan suara menggelegar.

"Sayang....tolong dengarkan aku dulu, aku tidak seperti apa yang kamu tuduhkan, A_aku tidak melakukan itu semua, Aku juga tidak kenal dengan orang bayaran itu sayang..." Elsa masih merengek pada Daren sambil menangis.

"Sudahlah Elsa, Kamu jangan berpura-pura lagi semuanya sudah jelas dan bukti-bukti itu sudah cukup membuktikan kalau dalang dari semua ini adalah kamu!" tunjuk Daren ke muka Elsa dengan mata mendelik penuh amarah.

"Sayang...tolong ampuni aku...Aku janji gak akan mengulanginya lagi, Aku janji sayang, tolong beri kesempatan aku untuk menebus semua ini dan aku janji aku akan baik sama Nadia, tolong sayang tolong ampuni aku ya," Elsa tetap merengek sambil memegang lengan Daren.Tapi lagi-lagi Daren menepiskan tangan Elsa dengan kasar membuat Elsa hampir terjengkang dari tempatnya berdiri.

Kevin yang ketakutan mencoba kabur, namun Daren langsung melayangkan satu pukulan mentah ke wajah Kevin hingga tersungkur. Daren menegaskan bahwa dia akan menarik semua investasi di perusahaan kuliner keluarga Elsa dan melaporkan mereka berdua ke polisi atas kasus penipuan dan percobaan pembunuhan.

"Ingat Elsa, Aku akan tarik semua investasi aku yang ada di perusahaan kuliner kamu itu dan aku juga akan melaporkan kalian ke polisi !" ancam Daren pada Elsa dan Kevin.

"Jangan sayang, jangan laporkan aku ke polisi dan jangn tarik investasi kamu dari perusahaan papi....aku mohon sayang...aku rela melakukan apa saja yang kamu mau tapi kamu jangan laporkan aku ke polisi ya," Elsa kembali bersujud di kaki Daren.

"Sudah hentikan sandiwara kamu ini! Aku sudah muak mendengarnya tunggulah saatnya kalian pasti akan mendekam di dalam penjara akibat perbuatan yang telah kamu lakukan."

Daren keluar dari kamar hotel itu tanpa memperdulikan Elsa yang masih merengek memanggil-manggil namanya.

"Sayang....!sayang....! jangan tinggalin aku...! Daren...!!" Elsa berusaha mengejar Daren yang terus saja berjalan tidak memperdulikan dirinya lagi.

Elsa terduduk di lantai koridor hotel sambil menangis sejadinya karena Daren sudah tidak menggubrisnya lagi.

"Daren sayang.... jangan tinggalin aku...," ucap Elsa dengan suara yang mulai melemah.

Daren meninggalkan hotel tanpa memedulikan tangisan histeris Elsa yang memanggil namanya. Di dalam mobil, Daren langsung menghubungi sekretarisnya dan pihak bank "Batalkan semua kontrak investasi dengan keluarga Elsa sekarang juga, sita semua aset yang bersinggungan dengan Wijaya Group!"

Hati Daren hancur, bukan karena kehilangan Elsa, tapi karena dia menyadari betapa bodohnya dia selama ini. Dia telah mencampakkan berlian demi mengambil batu kerikil yang beracun.

Malam harinya, Daren pulang ke rumah pribadinya dengan langkah yang sangat gontai dan wajah yang sangat frustrasi. Keangkuhannya runtuh total.

Begitu masuk ke rumah, suasana terasa sangat tenang. Dia melihat Nadia baru saja selesai melipat pakaian di ruang tamu dengan kaki yang masih dibalut perban. Nadia menatap Daren yang berantakan, dasinya sudah longgar, dan rambutnya kusut.

Nadia berdiri, hendak beranjak ke kamarnya di lantai bawah untuk memberikan ruang bagi Daren seperti peraturan yang tertulis di kertas kerja sama mereka. Namun, baru dua langkah berjalan, langkah Nadia terhenti.

Daren tiba-tiba bersuara dari belakang dengan nada yang sangat lirih, bergetar, dan kehilangan seluruh kesombongannya "Nadia... maafkan aku."

Nadia membalikkan badannya, tertegun melihat pria dingin yang biasanya membentaknya itu kini sedang menundukkan kepala dengan guratan penyesalan yang mendalam. Sesaat terjadi keheningan di antara keduanya, di mana tembok keangkuhan Daren akhirnya runtuh sepenuhnya di hadapan Nadia.

"Minta maaf. Untuk apa Tuan?" tanya Nadia menatap Daren yang masih menundukkan kepalanya itu, Nadia masih kebingungan dengan kata-kata maaf yang baru saja di ucapkan Daren padanya.

Dengan perlahan-lahan Daren mengangkat kepalanya berusaha menatap wajah teduh Nadia "Aku minta maaf karena selama ini telah berbuat tidak baik sama kamu, Aku sering mempermalukan kamu di hadapan orang banyak dan sering menuduh kamu perempuan licik yang hanya ingin mengincar harta keluarga Wijaya."

Nadia terdiam menatap Daren dan kembali tertegun mendengar ucapan Daren barusan "Tapi kenapa Tuan?" tanya Nadia masih tidak mengerti.

"Selama ini aku bodoh, Selama ini aku lebih percaya pada omongan Elsa daripada mendengarkan ucapan kamu, Dan ternyata pilihan Nenek benar," Daren menatap Nadia.

"Dan hari ini," Daren melanjutkan dengan suara yang tercekat di tenggorokan, "aku melihat dengan mata kepalaku sendiri bagaimana Elsa mengkhianatiku. Dia... dia juga yang menyuruh orang untuk merusak tangga itu agar kamu celaka, Nadia. Aku benar-benar minta maaf karena buta selama ini."

Nadia mendengarkan seluruh pengakuan itu tanpa memotong sedikit pun. Ekspresi wajahnya tetap tenang, tidak ada riak kemarahan, apalagi tangisan histeris. Ketenangan Nadia justru membuat Daren merasa semakin kerdil di hadapannya.

Nadia menarik napas pendek, lalu mengembuskannya perlahan. Dia menatap lurus ke dalam manik mata Daren. "Saya menghargai kejujuran Anda malam ini, Tuan Daren. Saya juga bersyukur karena akhirnya kebenaran itu datang lebih cepat dari yang saya duga."

Daren setitik merasa lega, dia melangkah satu kali mendekati Nadia, mengira wanita itu akan langsung luluh. "Jadi, kamu mau memaafkan aku, Nadia? Kita bisa memulai semuanya dari awal lagi."

Namun, langkah Daren terhenti seketika saat Nadia mengangkat sebelah tangannya secara halus, memberi jarak di antara mereka. Sebuah senyuman tipis, namun terasa sangat dingin, terukir di bibir manis Nadia.

"Saya memaafkan Anda sebagai sesama manusia, Tuan. Saya tidak menaruh dendam," ucap Nadia dengan nada suara yang teramat lembut, namun setiap katanya terdengar begitu tegas. "Tetapi, maaf dari saya tidak bisa menghapus bekas luka di kaki saya ini. Maaf dari Anda juga tidak bisa menarik kembali makian serta hinaan yang Anda lontarkan di depan rekan bisnis Anda kemarin."

Daren tertegun, lidahnya mendadak kelu.

"Pernikahan kita sejak awal berdiri di atas selembar kertas perjanjian, bukan atas dasar cinta," lanjut Nadia, tatapannya begitu teguh tanpa keraguan sedikit pun. "Tugas saya hanya bertahan di rumah ini demi Nenek Lusi sampai batas waktu yang ditentukan. Jadi, Tuan Daren tidak perlu merasa bersalah berlebihan. Anggap saja ini bagian dari risiko kerja sama kita."

Nadia memberikan anggukan sopan yang sangat formal, seolah Daren hanyalah orang asing atau rekan bisnis biasa. Dengan langkah yang sedikit tertatih karena kakinya yang masih diperban, Nadia berbalik dan berjalan menuju kamarnya di lantai bawah, meninggalkan Daren yang mematung sendirian di tengah ruang tamu yang sunyi.

Daren mengepalkan tangannya kuat-kuat, merasakan dadanya yang sesak dan berdenyut nyeri. Kata-kata tenang Nadia barusan terasa jauh lebih menyakitkan daripada bentakan mana pun. Malam itu, Daren menyadari satu hal yang teramat pahit, memenangkan kembali hati seorang wanita yang telanjur mati rasa, akan jauh lebih sulit daripada membalikkan telapak tangan.

1
partini
bikin mereka ga bisa berpisah nek ,ayo lah nek be smart
partini
lagian ada" saja mau di Pepet terus juga percuma lah wong ga ada rasa di hati buat kamu loh ren
partini
pastinya ga perduli Nadia kan ga ada rasa sama kau Darren
partini
rasain loh 🤭🤭🤭
ayo berfikir Darren istri mu sayang banget sama nenekmu harusnya kamu lebih pintar mengunakan nenekmu untuk mendekati istri mu
partini
aku kira lagi Ina inu thor
Isshabell: ah kakak..🤭
total 1 replies
partini
rutuh yah aduhh
partini
gampang banget masuk rumah CEO behhh ga ada pengaman ga ada cctv juga wow
partini
ga cuma pengemis Maaaf tapi cinta juga loh ,,dari sinopsisnya seperti itu ya Thor di tunggu part di mana babang bego mengemis cintahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
partini
mantap Nadia bikin suami mu ga bisa tenang CEO bego mau aja di kadalin
partini
iya juga ngapain juga mikirin mereka berdua,,bisa agak bar bar ga Thor Nadia nya
Isshabell: gitu ya kak🤭
total 1 replies
partini
nice
Isshabell: terimakasih kak .....
total 1 replies
partini
minum aja yg banyak habis itu Ina inu aihhhhh CEO 1/2 ons ,,aku benci Ama si nenek Thor bikin sengsara orang aja
partini
nek kamu malah bikin seorang perempuan di hina di rendah kan dan di sakiti kaya bintang cuma mau bikin cucumu sadar tega kamu nek
partini
mau di apain cucumu nek ,lagi tergila gila ma pacarannya mau dengar kalau iya cuma masuk telinga kiri keluar telinga kanan susah cucumu CEO 1/2 ons
partini
ikuti aja alur nya Nadia nanti juga jatuh cinta kalau sudah tau betapa beratnya sang kekasih untuk sekarang masih cinta buta mau ini itu ga bakal mempan adanya kamu yg sakit hati
jadi bar" dikit nad jangn lembek yg bisanya cuma mewek doang
Isshabell: hai kak maksih ya sdh mampir🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!