NovelToon NovelToon
Transmigrasi Yezana

Transmigrasi Yezana

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi
Popularitas:72.8k
Nilai: 5
Nama Author: Im Astiyy_12

Yezana Quenbiy zalreta pemimpin dari mafia Black Shadow, yang harus merenggang nyawa di tangan musuh bebuyutannya.
dia bertransmigrasi ke tubuh seorang Antagonis dalam novel berjudul "My sweet girlfriend".

antagonis yang memiliki ending tragis dalam novel. apakah dengan masuknya Zana pada tubuh si antagonis akan bisa mencegah kejadian buruk itu?

dan bisa membalas dendam kepada mereka yang sudah bertindak semaunya pada gadis malang ini.

sampai jumpa di chapter 1 🍑

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Im Astiyy_12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

perhatian

Transmigrasi Yezana

Happy reading...

Ruangan elite dengan pencahayaan remang-remang menjadi tempat berkumpulnya, aroma dari bir mahal menyengat menusuk indra penciuman.

Udara di sana terasa sesak dengan pembahasan yang cukup berat. "Sebenernya apa yang selama ini kalian berdua lakukan!," seru pria itu menatap murka kedua wanita di hadapannya.

"Maaf, tapi kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi... Untuk mengalihkan aset-aset nya kami perlu waktu," balas wanita yang masih cukup muda dengan nada yang bergetar.

"I-iya, sebentar lagi rencana kita akan berhasil dan keluarga itu akan runtuh." kini wanitanya dewasa dengan dress merah maroon nya yang menjawab.

Pria itu memejamkan matanya lalu kembali menyesap wine dari gelas yang dia pegang, " Saya tidak mau ada kata gagal dalam rencana kita kali ini, sudah banyak waktu saya beri untuk kalian. Jika kalian tetap tidak berhasil maka kalian tau akibatnya."

Mereka berdua menunduk dengan tubuh yang bergetar takut, "M-mengerti tuan."

...<⁠(⁠ ̄⁠︶⁠ ̄⁠)⁠>(⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆...

Pagi yang sejuk dengan udara hangat menyabut harinya, berkat hujan semalam udara hari ini terasa lebih segar dari biasanya. Debu-debu sedikit berkurang dengan jalanan yang basah karena hujan semalam.

Nina mendudukan tubuhnya di bangku kayu belakang sekolah, malas saja rasanya hari ini mengikuti pelajaran. Angin sejuk menerpa wajahnya. "Sejuk banget," gumamnya memejamkan mata.

Matanya terbuka saat benda asing menempel di pipinya, "Buat gue?" tanyanya memastikan sebelum mengambil kotak susu yang tadi menempel di pipinya.

Pria itu mengangguk lalu duduk di sebelahnya, "Iya buat kamu."

"Thanks, btw kok Lo tau gue suka susu coklat?" ujarnya lalu meminum susu kotak yang baru saja dia terima dengan senang hati.

Pemuda itu tersenyum hangat, "Hanya kebetulan mungkin." balasnya tak pasti.

Nina mengedikan bahunya, pria di hadapannya ini sudah seperti Intel ada di manapun dia berada. Pikirnya mungkin itu emang hanya kebetulan kan?.

Alfaro, ya pemuda yang pernah dia tabrak di mall lalu tanpa gadis itu duga ternya besoknya dia adalah murid baru di sini.

"Gue cabut dulu ya Al, temen gue udah nungguin di kantin. Makasih buat susunya." ujarnya lalu pergi dari taman belakang menuju kantin.

Ramai? Ada apa kenapa di kantin terlihat ramai dengan para siswa-siswi nya yang berkumpul seolah tengah melihat idol korea. Nina yang penasaran langsung menerobos gerombolan manusia itu, terlihat si protagonis Pbb alias Alula yang mukanya mirip adudu.

"Hehh, adudu ngapain Lo ngesot di sono? Mau jadi suster ngesot?" sakras Nina dengan tawa nyaringnya menatap Alula yang tengah bersimpuh di lantai dengan makanan berserakan di sampingnya.

"Nina, ngapian Lo di sono? Mending ke sini aja, daripada nanti Lo yang di salahin sama pangeran kodoknya." seru Gheya dari kursi kantin yang berada di pojok.

Nina mengangkat tangannya untuk menjawab perkataan temanya itu, "Kalo mau ngepel yang bersih ya, nih gue bantu." satu gelas jus jeruk dia tumpahkan di samping Alula.

"NINAA!!" seru Malvin menatap Nina yang baru saja hendak pergi menuju teman-teman dengan tatapan penuh amarah.

Nina membalikan badannya dengan santai menatap si protagonis alay atau pangeran kodok nya Alula kalo kata si Gheya mah. "Apa?"

"Lo apain cewek gue jalang!" serunya tepat si depan wajah gadis itu membuatnya terpejam, bukan karena takut tapi karena air liurnya mencipt ke wajah sucinya.

"Mulut Lo bau bangkai sialan!" desisnya menghapus cairan menjijikan itu dari pipinya menggunakan tisu basah yang dia dapat dari Vela.

Wajah Malvin semakin merah padam, antara malu dan kesal. Tak ingin membuang waktu meladeni gadis sinting di hadapannya dia langsung menggendong Alula yang masih terdiam membisu di lantai, dan pergi dari sana.

Arzi berdiri di hadapan Nina lalu memegang pundaknya, "Lo nggak papa?"

Nina mengacungkan jempolnya, "Aman."

Arzi terkekeh lalu menggusak pelan rambut gadis itu, "Yaudah sana makan, gue pergi dulu."

"Sip."

Daei kejauhan sepasang mata tajam mengintai mereka dengan teliti, tatapannya fokus pada satu titik yang membuat urat-urat lehernya menegang menahan amarah.

"Damn! Little girl yang terlalu manis hingga banyak lebah sialan mendekatinya!" gumamnya dengan lirih.

Bel pulang sekolah berbunyi nyaring, sebagian siswanya ada yang langsung pulang kerumahnya masing-masing dan ada juga yang tetap di sana karena memiliki jadwal ekskul.

Berbeda dengan keempat gadis gabutt yang masih dengan santai berada di Roftop, waktu pelajaran terakhir tadi mereka memutuskan untuk membolos. Wahhh! Tindakan yang tidak patut untuk di tiru ya men-temen.

"Sumpah tadi gue puas banegt liat komiknya si Malvin," ujar Vela mengingat kembali kejadian di kantin tadi siang.

Gheya ikut tertawa dengan brutal. "Apalagi pas si Nina bilang mulutnya bau bangkai, gue yakin pasti dia malunya bukan main."

"Biarin, itu azab orang zolim." celtuk Zeta makin membuat tawa mereka pecah.

"Nin, gimana rasanya di puk-puk ama cogan?"

Nina menjawab pertanyaan Ghea tanpa menoleh, "Cogan? Arzi maksud lo? Menurut gue biasa aja."

"What the hell! Yang bener Lo Nin! Gak ada getaran gitu di hati lo kayak jantung lo disko jedag-jedug atau gimana gitu?" seru Vela.

"Apa jangan-jangan Lo belok yahh?" tuduh Gheya langsung menggeser duduknya agar jauh dari gadis itu. "Jangan-jangan Lo suka Zeta lagi, kan kalian klop kalo lagi saling tatap!!" kata Vela yang sudah berpelukan dengan Gheya menatap Zeta dan Nina horor.

Sedangkan ke-dua gadis itu hanyalah menggulirkan matanya malas, "Mulut lo mau gue jahit hahh! Enak aja bilang gue gay! Zeta tu. Gue mah normal."

Zeta tersenyum dengan mengerikan menata Ghea dan Vela. "Z-zeta, gue normal Ze, gue masih suka Shaka dan COGAN-COGAN lainnya!" seru Gheya hampir menangis.

"MOMMY TOLONGIN VELAA, HUAAAA ZETA GAYYY!!!"

...~Tbc~ ...

...Huhhh empat manusia prik ini emang agak lain yah. Kira-kira Zeta beneran belok gak yah? Jangan lupa komen. ...

1
Anonim
Lagi thor
Anonim
Lanjutkan lagi
Anonim
Lagi thor
Anonim
Ini dulu selesaikan thor baru novel baru
ChocoMint!: oke kak, siap.
total 1 replies
Anonim
Up ny kok lama banget
Anonim
Lanjutkan thor
Anonim
Up ny lama
Murni Dewita
👣
Anonim
Up ny kok lama lama
Anonim
Lanjut
Adi Sudiro
ngak jelas
Plakk terus apa.
Mamah Kaila
Queen mafia tapi digampar diem aja
Mamah Kaila
katanya queen mafia tapi kok aneh ya ga ada Badas" nya
Zhang Wuyang (张五阳)
bjir ni kunti pasti sakit ati sih 🗿
ChocoMint!
jangan jadi sider doang gak enak loh di aku, jadi gak semangat update😞
Reka Cantika
kapan kebongkar ny kalau gini terus
Reka Cantika
kenapa belum juga terungkap
Reka Cantika
lanjutkan
ChocoMint!: besok ya kak🙏🏼
total 1 replies
Reka Cantika
kok lama kali up ny Thor udh gtu satu pulak
Reka Cantika
lanjutkan Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!