*HARAP BIJAK*
Tulisan ini mengandung konten dewasa dan dikhususkan untuk yang sudah berusia 18+
Chloe adalah wanita yang dianugerahi dengan tubuh sempurna, hidup berkecukupan dan dikejar banyak lelaki. Setiap orang yang melihatnya sekilas akan menginginkan hidup sepertinya. Namun, tidak dengan dengannya. Apakah yang terjadi pada Chloe?
Mengampuni adalah satu kata yang mudah diucapkan namun sulit bahkan hampir mustahil Chloe lakukan. Masa lalu mengikatnya seperti tali dan mengikutinya layaknya bayangan.
Bagaimana Chloe bangkit dari masa lalu? Akankah ia berhasil melaluinya? Atau justru semakin tenggelam dan larut didalamnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SRIYANTI 150317, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fallin’ in love
Chloe yang senang bernyanyi dan bermain alat musik, mengambil gitarnya yang tergantung didinding kamarnya.
Chloe pun menyanyikan satu lagu yang membuat hatinya tenang. Ia menyanyikan lagu “Hold on” dari Shawn Mendes.
I don’t know what
You’re going through
But there’s so much life
Ahead of you
And it won’t slow down
No matter what you do
So you just gotta hold on
All we can do is hold on, yeah
.......
“Andai hidup tak ada luka dan sedih, apakah semuanya akan terasa bahagia?” tanya Chloe pada dirinya sendiri.
...****************...
Disisi lain, Bella sedang berdandan dan tak sabar akan menonton penampilan band Sam dan teman-temannya. Ia menggunakan mini dress berwarna pink tanpa lengan dengan motif. Ia memadukannya dengan jaket jins berwarna biru. Menggerai rambutnya yang panjang dan lurus. Setiap orang yang melihatnya dapat menebak bahwa ia sedang jatuh hati.
Selesai berdandan, Bella asyik membayangkan kebersamaannya nanti dengan Sam. Akhirnya ia terjaga saat bell rumahnya berbunyi.
Ia berlari kecil dan membukanya. Ia tersenyum bahagia saat tahu Sam lah yang datang. Setelah pamit pada ibunya dan Max mereka pun berangkat menggunakan motor Sam.
“Kau cantik sekali hari ini” ucap Sam sambil memakaikan helm pada Bella.
“Terimakasih, Sam. Jangan buat aku malu” ucapnya dengan nada manja.
“Pegangan, Bell.”
Bella yang mengerti langsung memeluk Sam erat. Sam yang belum terbiasa merasa canggung namun juga senang karena Bella memperlakukan nya seperti itu.
“Sam?”
“Iya, Bell?”
“Tubuhmu wangi sekali.”
“Apa kau suka?”
“Hmmmmm (menghirup wangi tubuh Sam). Suka sekali.”
“Kalau begitu aku akan mandi parfum agar kau senang.”
Bella yang mendengarnya tertawa ngakak. Bagaimana bisa Sam yang biasanya dingin, bercanda seperti itu.
Sesampainya di Cafe tempat mereka tampil, Sam meminta izin kepada Bella untuk bergabung dengan teman-temannya.
“Hallo semuanya. Aku harap kalian hari ini dalam keadaan baik-baik saja. Jika kalian sedang tidak baik, kami akan menghibur kalian dengan menyanyikan beberapa lagu. Lagu pertama yang akan kami nyanyikan adalah lagu yang berjudul “Arms” milik Christina Perri. Selamat menikmati” ucap Sam.
Semua orang yang berada ditempat itu bertepuk tangan dengan meriah.
I never thought that You would be the one to hold my heart
But you came around
And you knocked me off the ground
from the start
You put your arms around me
And I believe that it's easier for you
to let me go
You put your arms around me and I'm home
..........
Bella yang mendengarnya terharu dan teringat dengan ayahnya. Lukanya masih terasa sama meski sudah lama berlalu. Dia melihat Sam menatap ke arahnya. Bella tersenyum dan melambaikan tangan.
Satu jam lebih mereka tampil dan menghibur banyak orang. Setelahnya Sam menghampiri Bella dan memperkenalkannya pada teman-temannya.
Tak menunggu lama, Sam pamit pada teman-temannya dan mengajak Bella ke taman. Sesampainya ditaman ia mengajak Bella duduk di salah satu kursi taman.
“Sam, dulu aku sering kesini bersama ayahku. Tempat ini penuh kenangan. Apa yang membuatmu membawaku kesini?”
“Berarti tempat ini juga sangat berarti untukmu, Bel. Saat masih kecil, aku dan teman-temanku akan pergi kesini untuk bermain. Lalu, aku melihat seorang gadis kecil yang cantik sekali. Sejak itu, tempat ini menjadi tempat favoritku.”
“Apa kau masih menyukainya? Akhhh, maksudku apa kau mengajakku ingin memberitahu itu?”
“Iya Bella. Dia sangat cantik dan menggemaskan. Ceria dan penuh tawa.”
“Apa kau sudah menyatakan padanya semua isi hatimu?”
“Aku hanya mengatakan padanya bahwa dia sangat cantik. Aku ingin sekali menyatakan padanya bahwa aku mencintainya.”
“Kalau begitu katakan saja padanya. Kau hanya buang-buang waktu bersama denganku. Pergilah dan nyatakan padanya.”
“Baiklah kalau begitu.”
Bella yang mendengar reaksi dan jawaban Sam sangat kesal dan marah. Namun, ia berusaha untuk mengontrol dirinya.
“Bella, apa menurutmu ia akan menyukaiku?”
“Tentu saja. Kau pria yang sangat baik dan menghormati wanita.”
“Oh begitu. Bella, aku ingin mengatakan sesuatu padamu.”
Bella yang menutupi kemarahannya hanya menjawab dengan singkat.
“Apa?” (tersenyum paksa)
“Aku mencintaimu sejak pertama kali bertemu denganmu.”
“Bu...bukankah kau mencintai wanita yang tadi kau bilang?”
“Ya, benar. Aku mencintai wanita itu dan dia adalah kau.”
“Ba...bagaimana bisa?”
“Kau tahu. Aku adalah stalker mu sejak dulu. Aku melihatmu duduk bersama ayahmu. Kau dulu memiliki pipi yang chubby dan menggemaskan. Sejak itu aku diam-diam memperhatikan dan mengikutimu. Hingga akhirnya aku tahu bahwa kau tinggal tak jauh dari taman ini.”
Bella memiliki tubuh yang gemuk dan menggemaskan saat kecil. Rambut yang di kuncir dan pakaian serba pink menambahkan keimutan nya.
“A...aku tak menyangka kau menyukai ku dari kecil Sam” ucap Bella berkaca-kaca.
Sam pun mengeluarkan potret Bella dan ayahnya yang dahulu diam-diam Sam ambil melalui kamera milik temannya.
Bella yang melihatnya spontan memeluk Sam dan berterimakasih karena tetap mencintainya dan menerima keadaannya.
“Jangan bilang Sam kalau kau bekerja untuk mama-San karena diriku?”
“Benar. Aku melakukannya untukmu.”
“Kenapa kau bisa segitunya Sam? Kau pantas mencintai yang lebih baik dariku (sambil melepas pelukan).
“Perasaanku tak pernah berubah padamu. Keadaan orangtua ku yang kurang mampu menyekolahkan aku, membuatku harus pindah ke rumah paman dan bibiku. Aku pergi sebelum ayahmu meninggal. Setelah kembali, aku turut bersedih menyesal dengan apa yang kau alami. Maaf tak bisa membantumu.”
“Hei, Sam. Jangan bersedih seperti itu. Dengan kau mencintaiku, aku sangat bersyukur.”
Bella kembali memeluk Sam dan disambut oleh Sam. Lalu, Sam melepas pelukannya dan mencium bibir Bella lembut bahkan sangat lembut. Ciumannya yang lembut seolah menggambarkan bagaimana perasaan Sam pada Bella.
Bella mengeluarkan air matanya dan membalas ciuman Sam. Ciuman Sam yang tanpa menuntut dan hanya menempel lembut membuat Bella semakin nyaman pada Sam.
Andai saja Sam bukan pria yang sopan, bisa saja Bella melakukan hal yang lebih agresif dan gila. Namun, Sam membuatnya lebih mengendalikan diri dan bersikap bagaimana seharusnya.
Cinta Sam pada Bella mampu membantu membersihkan pola pikir Bella yang salah. Bella mulai melihat dunia dari sisi yang berbeda.
...****************...
Buat kakak-kakak pembaca, tolong berikan like, comment, rating, saran dan bahkan kritikan untuk membangun kemampuan menulis saya. Terimakasih semuanya dan semoga kita tetap sehat 🙏🏻
SALAM DAN MAMPIR YA
KE ⚘⚘MENIKAHI PRIA URAKAN⚘⚘
yuk saling soppour
SALAM DAN MAMPIR YA
KE ⚘⚘MENIKAHI PRIA URAKAN⚘⚘
yuk saling soppour
SALAM DAN MAMPIR YA
KE ⚘⚘MENIKAHI PRIA URAKAN⚘⚘
yuk saling soppour
saling dukung sukses bersama kk
feedback nya ya kk🙏
jgn lupa mampir di novelku juga berjudul:
"My Annoying Wife" 🍃🍃🍃
kisah cewe bar bar yang jatuh cinta sama cowok polos 🍊🍊🍊
ku tunggu like and comment nya ya 🙏🙏☺️
like karya q ya
cinta rasa covid-19
the Thunder's love