NovelToon NovelToon
Love Me Boy!

Love Me Boy!

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:26.8M
Nilai: 5
Nama Author: Vie

Harap bijak memilih bacaan, karena terdapat beberapa episode yang bisa mencemari kesucian otak reader.. 🤭🤭

Sadewa, nama pria dengan ketampanan dan kemapanan yang melekat erat di tubuhnya, sibuk meraih kesuksesan, membuatnya lupa bagaimana menggapai kesuksesan cinta. Karena di umurnya yang sudah 35 tahun, dia masih betah melajang, dan hal itu membuat Sadra, Sang Ibu khawatir.

Beda cerita dengan Ruby. Untukmembalas rasa terimakasihnya karena telah ditolong untuk biaya operasi adiknya, Ruby bersedia menerima tawaran Sandra sang pemilik butik tempatnya bekerja untuk dijadikannya menantu.

Tapi tidak dengan Sadewa, pria arogan itu sangat menentang keras perjodohan yang orang tuanya buat untuknya.

"Jika aku menikahi dia, itu sama saja seperti menanam benih kualitas premium miliku di Ladang gersang!" Sadewa.

"Jangan terlalu arogan Tuan Muda. Buktikan saja jika benih kualitas premium yang kamu bangga-banggakan itu bisa tumbuh di Ladangku!" Ruby

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku akan membuatmu terlelap

Dewa terus saja menggoda Ruby karena insiden gajah beberapa saat lalu hingga membuat Ruby kesal dan memutuskan untuk pergi dari kamarnya. 

"Kamu mau kemana?" Dewa menarik pergelangan tangan istrinya. 

"Keluar. Aku mau tidur dengan tenang." Ruby ketus sambil menepis tangan suaminya. 

"Kamu yakin tidak merindukan guling tampan dan rupawanmu ini?" Dewa menaik-naikan kedua alisnya. 

"Aku punya guling yang sangat empuk dan nyaman. Ada banyak guling di rumah ini, jadi aku tidak membutuhkanmu." Ruby keluar kamar. 

Melihat istrinya pergi Dewa langsung bangkit dan menyusul hingga ia lupa menundukkan kepalanya di pintu. 

"Ruby!" Dewa meringis kesakitan karena keningnya terpentok pintu kamar Ruby. 

Tapi Ruby tak peduli, dia terus berjalan menuju ruang TV. 

"Ruby, jidatku berdarah." 

Mendengar Dewa terluka Ruby langsung kembali ke kamarnya, dilihatnya Dewa sedang duduk di tepi ranjang sambil memegangi keningnya yang terluka. 

"Mana coba aku liat!" Ruby langsung melihat luka di kening suami.

"Aaaawww!!" Dewa meringis saat Ruby terlihat sengaja menekan luka di keningnya. 

"Ini cuma lecet. Manjanya kau Tuan Muda." 

"Tapi tetap saja sakit, dan ada darahnya. Liat nih." Dewa memperlihatkan telapak tangannya yang ada sedikit noda darahnya. 

"Tapi reaksimu seolah kepalamu terbelah dua!" Bentak Ruby. 

"Tapi ini sungguh sakit." Dewa pun sewot. "Apa kamu masih marah?" Nada suara Dewa tiba-tiba menurun. 

"Marah untuk apa?" Ruby kembali beranjak dari tempat tidurnya, seolah menghindari perbincangan itu. 

Dewa mencekal tangan istrinya, dan kembali membuat Ruby duduk di ranjang. 

"Maafkan aku. Aku tau aku terlalu kelewatan kepadamu kemarin. Aku benar-benar menyesal. Bisa kita kembali seperti sebelumnya." Dewa terlihat mengiba di hadapan istrinya. 

Ruby hanya terdiam, tak bisa dipungkiri Ruby memang masih kesal dengan kelakuan suaminya malam itu, kesal, marah dan malu bercampur jadi satu. 

"Anggap saja kemarin itu hanya mimpi buruk. Aku benci harus mengingatnya." Jawab Ruby dan kembali bangkit. 

"Kamu mau kemana?"

"Tidur di luar." 

"Kalo gitu aku ikut. Disini tak ada televisi, aku akan bosan semalaman terkurung di kamar ini."

Ruby kembali duduk dan memperhatikan wajah suaminya. "Kamu benar-benar mengidap insomnia?" 

"Kapan aku pernah berbohong? Lagian apa untungnya aku membohongimu?" Jawab Dewa sambil berdiri membawa bantal untuk ikut tidur di luar bersama Ruby. 

Kali ini Ruby yang mencekal tangan Dewa. 

"Apa?" Tanya Dewa bingung. "Apa kamu benar-benar sangat membenciku, sampai aku tak boleh ikut tidur di depan?"

"Mau aku bantu kamu tidur?" Tanya Ruby dengan tatapan wajah serius. 

"Dokter pun tak ada yang bisa menolongku. Hanya obat tidur dosis tinggi yang bisa membuatku tertidur, tapi setelah bangun aku jadi mual dan lelah, jadi aku sudah lama tidak mengkonsumsinya lagi." Jawab Dewa. "Yuk!" Dewa mengajak istrinya keluar. 

"Kita jajal dulu!" Jawab Ruby tegas. 

"Kita?" Dewa terlihat terkejut. "Kamu tidak berniat memanfaatkan momen ini dengan mengajak aku melakukan itu kan?" Dewa waspada, bahkan dia menyilangkan kedua tangannya di dada. 

"Kamu tadi bilang aku mesum, sekarang kamu yang mesum. Aku sudah tidak berniat mengajakmu untuk melakukan itu." Bentak Ruby. 

Ruby langsung naik ke ranjang, duduk bersandar di kepala ranjang. "Sini rebahkan kepalamu disini!" Ruby menepuk-nepuk pahanya. 

Dewa masih berdiri menatap istrinya, mencari keseriusan atas tindakan istrinya. 

"Itu tak akan berhasil, bahkan seorang terapis handal pun tak bisa menyembuhkanku." Dewa langsung merendahkan istrinya. 

"Kamu belum pernah mencoba kan?" Bentak Ruby. 

Akhirnya demi menjaga ketentraman seisi rumah Dewa menuruti perintah istrinya. Direbahkannya kepalanya di atas pangkuan Ruby. 

"Jika kamu bisa membuatku tertidur aku akan memberikanmu apapun yang kamu minta." Tantang Dewa. 

"Termasuk itu?" 

"Itu tidak termasuk."

Tangan Ruby mulai mengusap-usap kepala suaminya seolah menyisir rambutnya dengan jemari lentiknya. 

"Bagaimana dengan jalan-jalan dengan helikopter seperti katamu dulu." 

"Hanya itu? Apa kamu tidak punya keinginan lain? Perhiasan? Baju? Sepatu? Tas?" Tanya Dewa yang mulai nyaman dengan belaian istrinya. 

"Aku tidak butuh itu, membawamu berkeliling kampung saja sudah cukup membanggakan buatku." Ruby cekikikan sambil membayangkan orang-orang kampung mengagumi suaminya.

"Pesonaku memang tak ada bandingannya, meski dibandingkan dengan berlian sekalipun." Dewa membenarkan posisi tidurnya, tanpa dia sadari tangannya sudah melingkar di perut istrinya. 

"Iya, kamu memang mempesona, jalan denganmu saja sudah membuatku sangat bangga. Walaupun sombong dan arogan, kamu juga sangat murah hati. Hanya satu yang benar-benar aku tidak suka darimu, kamu sangat jorok."  

Ruby merasakan lengan suaminya semakin memeluk erat pinggangnya.

"Kamu berisik!" Suara Dewa sudah mulai melemah saat mengucapkannya. 

"Hanya perempuan bisu yang tidak berisik." Ruby masih terus membelai lembut rambut dan kulit kepala suaminya. 

"Tapi kamu benar-benar sangat berisik, aku seperti hidup dengan si Marimar."

Ruby tersenyum. Sandra memang sangat cerewet, tapi apakah dia se cerewet Sandra? 

"Kamu benar-benar anak durhaka. Kamu mengatai mertuaku yang baik itu dengan sebutan-sebutan yang aneh." Jawab Ruby, seperti tak terima, mertuanya diejek suaminya sendiri. "Dewa!"

"Hmmm?" Suara Dewa semakin lemah. 

"Apa aku benar-benar tidak cantik menurutmu?"

"Kamu cantik."

"Lalu mengapa kamu tidak mau itu denganku?" Ruby memancing jawaban dari manusia setengah sadar itu. 

"Aku pria suci, tampan, kaya dan mempesona, aku tak mau berbuat itu dengan sembarang perempuan." Meski dalam keadaan setengah sadar, dia tetap tak lupa membanggakan diri. 

"Cih." Ruby mencibir. "Tapi aku kan istrimu."

"Apa kamu mencintai pria tampan ini?"

Ruby terdiam, dia menatap wajah yang sedang menghadap perutnya dengan mata tertutup. 

"Jika aku mencintaimu, apa kamu juga akan mencintaiku?" Ruby terdengar ragu-ragu menanyakan hal sensitif tersebut kepada suaminya. 

Dewa tak menjawab lagi, sepertinya dia sudah mulai menggapai mimpinya. 

Ruby tersenyum melihat suaminya terlelap di pangkuannya. 

"Sepertinya aku harus mempersiapkan diri untuk berkeliling dengan helikopter. Bukan begitu? Ingat aku benar-benar akan merengek lebih dari saat aku meminta itu, persiapkan helikopter yang terbaik untukku ya!"

Walaupun tau suaminya sudah terlelap Ruby terus saja mengoceh hingga akhirnya dia lelah dan memutuskan untuk ikut terlelap dalam pelukan suaminya. 

Inilah kali pertama bagi Ruby menjadikan dirinya guling bagi suaminya.

Lagi-lagi reader's pedamba adegan hareudang kecewa… 🤭🤭

jangan lupa ritualnya para reader's ku… 

Like, komen and vote!!! 

Wajib loh. 

Maksa aku tuh. 🤭

1
NayNay
👍🏻👍🏻👍🏻
NayNay
kompensasi
NayNay
penasaran sama itu😂
NayNay
😂😂😂😂
NayNay
🤣🤣🤣🤣🤣
NayNay
mau dong mertua ky mommy😂
Ibu negara
terimakasih thooooor setiap tahun aku selalu datang ke ruang novelmu yang hanya 7. kenapa tidak ada yg baru thooor? ditunggu yah thooor sehat2 dan sukses selalu
Diyah Saja
🤣🤣🤣🤣
Susanti Susanti
Luar biasa
Kini Gunawan
udah ke berapa kali baca novel ini tapi nggak bosen dan setelah outhor pindah lapak aku jarang baca noveltoon nggak ada yg sekeren karya author
Kini Gunawan
nggak usah diragukan lagi kalau karya outhor sudah pasti "sangat bagus",dari penjiwaan tokohnya, bahasanya yg tertata rapi dan runut sehingga tidak membosankan dan tentu saja pengetahuan umum outhor yg mumpuni membuat semua karya outhor sangat layak untuk dibaca(sayang sekarang pindah lapak dan sampai saat ini blm menemukan karya sekeren milik author,jadi skrng jarang buka noveltoon)
Khanza Safira
wkakakakakak
Khanza Safira
ngakakkakaka
Khanza Safira
🤣🤣🤣
jumirah slavina
teruslah meminta ituuuu

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina
dia emank s' b0d0h itu Ruby

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina
betul 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina
Aku datang lagi buat membaca keb0d0han'mu yg menaikan mood booster'Ku Sadewa


🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
arsita
/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
Rubi s handayani
harusnya ada temennya 1 lagi namanya Sari, thoorr. jd kalo nnt dipanggil jadi Desi Ranta Sari 🤣
Kini Gunawan: hahaha ..iya ya,bikin ngakak aja nih author
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!