NovelToon NovelToon
SEKEPING HATI UNTUK SAHABAT

SEKEPING HATI UNTUK SAHABAT

Status: tamat
Genre:Ketos / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Cintapertama / Tamat
Popularitas:418.8k
Nilai: 5
Nama Author: Anggun

Gue sebenarnya suka sama Lo, Lo mau gak jadi pacar gue?

Mata Zea terbelalak rasa bahagia tak terkira saat mendengar ucapan Fero
Namun hanya seketika rasa bahagia itu hilang saat mendengar kelanjutan ucapan Fero
Kira-kira kalau gue ngomong begitu diterima apa gak ya sama Shena?"
"Hah, Shena?"
"Iya gue suka sama Shena, Ze. Gue mau jadiin dia pacar gue. Gimana menurut Lo?"
Zea menelan salivanya dengan susah payah. Lagi-lagi dia tertipu dengan ucapan sahabatnya yang selalu menggantung itu.
Zea gadis cantik berhidung mancung yang mencintai sahabatnya sendiri. suatu hari dia pernah tidak sengaja mengucapkan perasaannya tapi malah ditertawakan oleh Fero.
Sahabat tetaplah akan menjadi sahabat tidak pernah berubah menjadi cinta. itu yang selalu Fero usapkan pada Zea
Fero yang tidak peka terhadap perasaan Zea malah berusaha mengejar cinta Shena

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SAHABAT 26

Bukan hanya darah Fero yang berdesir hebat, Zea pun sama. Dia tak menyangka Fero akan sampai ke tempat ini, karena tadi setelah berhasil di ringkus mulut mereka langsung di beri lakban, sehingga Zea tak bisa bertanya apa-apa pada Boni dan Boni pun tak bisa memberi tahu gadis itu bahwa dia sudah menelepon Fero. Kedua tangan mereka diikat ke belakang, agar tidak bisa berontak lagi.

Perihal panggilan telepon yang terputus begitu saja, ternyata ponsel Boni kehabisan baterai. Saat Rey meminta anak buahnya memeriksa ponsel Boni dan Zea dia hanya mendapatkan ponsel kedua orang itu mati. Entah sejak kapan ponsel Zea mati, dia tidak menyadarinya.

“Brengsek lo Rey!” hardik Fero geram, sementara Rey yang dari tadi duduk sambil menyilangkan kaki itu hanya tersenyum miring. Sebenarnya dia sedikit terkejut melihat kedatangan Fero, dia tidak menyangka pemuda itu bisa menemukan mereka dengan cepat.

“Welcome, pangeran pengganggu” ucap Rey sinis.

Menurut Rey Fero itu pengganggu. Kalau saja Fero datang sedikit lebih lama, mungkin dia sudah membawa Zea pergi dan meninggalkan Boni di sini sendiri.

“Anjing lo, Rey. Ini yang lo bilang suka sama Zea? Psikopat lo!”

Bukannya marah Rey malah tertawa. Sepertinya Rey memang ada kelainan jiwa. Setelah puas tertawa pemuda itu menjentikkan jarinya. Fero sadar itu tanda bahaya untuknya, entah apa yang sudah Rey rencanakan untuk melancarkan aksinya.

Saat beberapa orang anak buah Rey bergerak, mendadak pintu ruangan itu terbuka dan ada mungkin sekitar enam orang berbaju hitam sambil membawa senjata api di tangannya.

Terakhir Andi masuk dengan gaya petentang petenteng, sengak sekali. Bisa-bisanya di saat genting seperti ini pria itu malah bertingkah konyol.

“Ck! Ni bocah nyusahin saja” ucap Andi seraya meludah ke samping kirinya.

“Masih SMA saja sudah buat geng-geng yang gak bermutu kayak gini, sudah gede mau jadi apa lo?”

Andi bicara sambil menuding wajah Rey menggunakan tongkat yang ada di tangannya. Tubuhnya sedikit limbung saat tongkat itu di angkat guna menunjuk wajah Rey.

“Geng yang menurut lo gak bermutu ini sudah pernah merenggut nyawa orang asal lo tahu!” kata Rey dengan gaya sombongnya. Pemuda itu kini berdiri sambil bersedekap dada, dia kembali menjentikkan jari meminta para anak buahnya menyerang Andi dan yang lainnya.

Berulang kali Rey menjentikkan jari, tapi sedikitpun tak ada yang bergerak. Mereka semua ketakutan melihat orang-orang berbaju hitam yang menenteng senjata api itu, lebih tepatnya mereka tidak mau mengambil risiko jika orang-orang itu melepaskan tembakan dan mengenai mereka semua. Bagaimanapun juga mereka hanyalah anak sekolah seperti Fero dan Rey, mereka masih tanggungan orang tua.

Perihal Rey yang mengatakan jika mereka semua pernah melenyapkan nyawa orang lain itu semua hanyalah bualan semata. Tidak ada yang seperti itu, Rey hanya membual saja.

“Serang, bodoh!” teriak Rey pada anak buahnya.

Lagi, tidak ada yang bergerak. Itu semua membuat Rey geram dan akhirnya bergerak sendiri dan menyerang Fero. Andi memberikan kode dari orang suruhannya yang merupakan polisi itu untuk tidak bergerak dulu. Biar Rey menjadi urusan Fero. Andi tahu betul jika Fero lebih dari sanggup untuk menghadapi Rey seorang diri. Dia malah tertarik untuk melepaskan Zea dan Boni.

“Tenang, ya kalian aman sekarang” ujar Andi penuh wibawa. Dia membuka lakban hitam yang sejak tadi melekat pada bibir Zea dan Boni.

“Aaaaaa......” Boni berteriak sekencang mungkin di tepi telinga Andi, sehingga membuat pria itu mendelik dan mendorong kepala Boni

“Anjir, suara lo gede banget kayak badan lo”

“So-sorry, Om. Cuma lepasin rasa kesel” kata Boni tak enak hati. Suaranya tadi memang besar, telinganya sendiri saja sampai sakit mendengarnya.

Andi semakin mendelik mendengar Boni menyebutnya dengan sebutan “Om” apakah wajahnya setua itu?

Zea yang sedang melihat Fero itupun tergelak mendengar Andi di panggil om, “Muka kak Andi memang setua itu kok, makanya di panggil Om” Zea semakin tergelak dan melupakan jika dia baru saja di culik dan di sandera.

Sementara itu Fero dan Rey masih adu kekuatan meskipun dapat dipastikan Fero yang akan keluar sebagai pemenang.

...ΩΩΩΩΩΩΩ...

Akhirnya Rey dan para anteknya di bawa polisi yang menyamar menjadi anak buah Andi. Khusus Rey kali ini bukan hanya kenakalan remaja lagi, tapi sudah masuk tindak pidana kerena telah menculik dan hampir menghilangkan nyawa Boni dan Zea.

“Aaaa....sakit” pekik Zea saat wajahnya yang lebam akibat pukulan itu di tekan oleh Fero.

“Maaf, maaf Ze. Siapa yang nonjokin lo sampai kayak gini? Kasih tunjuk orangnya ke gue” kata Fero menggebu-gebu “Rey?”

Zea menggeleng “Bukan”

“Terus? Kasih tahu gue yang mana orangnya”

“gue nggak tahu, nyet! Mereka pakai masker, lagian gue kena pukul pas lagi berantem, mana gue tahu yang mana yang mukulin gue, orang gue ngelawan lima orang sekaligus”

“Sorry gue tadi telat jemput lo, ketiduran gue”

Zea mengangguk, saat ini sedang gugup karena jaraknya dengan Fero begitu dekat itu semua karen Fero berdalih ingin melihat luka memar di wajah Zea.

“Iya nggak apa-apa, gue tahu kok lo sibuk, makanya nggak bisa jemput”

“Bukan sibuk, gue ketiduran habis mandi, Zea”

Gadis itu mengangguk, dia percaya pada Fero “Iya-Iya gue percaya. Lagian gue nggak apa-apa kok

Fero berdehem lalu duduk sedikit menjauh dari Zea. Jujur saat ini sedang gugup. Terbesit di pikirannya ingin menyatakan rasa sukanya, tapi dia malu lebih tepatnya dia gengsi.

Tapi setelah kejadian ini Fero merasa takut kehilangan Zea, dia sangat ketakutan terjadi apa-apa sama Zea waktu Zea di culik tadi

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

“Ekheem...... Fer. pengumuman lomba sudah ada di mading sekolah. Gue kebagian Drama Cinderella...” kata Zea pada Fero

“ Dan lo jadi Cinderella-nya?” tanya Fero

Zea mengangguk. “Tapi....” gadis itu menjeda ucapannya.

“Tapi?”

“Tapi, yang jadi pangerannya belum ada”

Fero mengernyit. “Maksud lo nggak ada yang mau jadi pangeran? Ya sudah gue saja. Gue cocok kok jadi pangeran.”

Pemuda narsis itu mulai lagi. Tapi, apa yang Fero katakan memang tidak ada yang salah, dari semua manusia berjenis kelamin laki-laki di kelasnya memang hanya dia yang cocok jadi pangeran. Ada sih satu kandidat selain Fero yaitu Deral. Tapi, Deral kebagian lomba melukis, itupun karena Deral anak baru dan kebagian lomba yang belum diisi.

“Masalahnya bukan nggak ada yang mau jadi pangeran Fer.”

“Terus?” fero kembali bertanya dengan mata memicing.

“Kata Aura tadi pangeran masih goib, nanti pas lomba baru deh muncul. Kata Aura lagi pangerannya dari kelas dua belas”

Fero mendelik tak terima, itu artinya dia tidak ada kesempatan untuk menjadi pangeran. Begitu bukan?

“Wah, curang” sungut Fero. “Gue yakin ini pasti ide si sialan itu”

“siapa yang sialan?”

“Siapa lagi kalau bukan Reyanjing itu. Besok deh gue ngomong sama ketua OSIS biar peraturannya di rubah”

Zea mengangguk-anggukkan kepalanya, dia juga yakin kalau itu idenya Rey. Pasalnya Rey yang ngotot minta Zea untuk ikut lomba Cinderella. Zea juga yakin kalau Rey yang memasukkan namanya ke dalam lomba tersebut dan memilih dia menjadi Cinderella si gadis paling menderita yang tiba-tiba jadi istri pangeran kaya raya

1
😘Rahma_wjy😉 IG @rwati964021
🤣🤣🤣
😘Rahma_wjy😉 IG @rwati964021
harus nya ngapain gk sih bukan apa, klo Apa itu kya tanya sesuatu
Felycia Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
udah serius eh malah ngakak
Felycia Fernandez
bocor 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Felycia Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
sakura
...
listia_putu
bab yg bkin ngakak🤣🤣🤣
Mira Astria
bagùs
Evi Lusiana
dasar anak muda,sekolah sakarepe dewe
Risalah. M
bagus
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya, siapa tau Kaka suka.

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Nadira ST
kampreeettt emang udah dibela belain galau nangis streeesss endingnya jodohnya sendiri
Nadira ST
dasar si Fero sama Nando sableng,tapi seru masa masa sekolah
Raisanero
/Joyful//Joyful//Joyful/
Raisanero
Thor yg bener Tante Indri apa Tante Rani ?
Fayrene Cyprian
😆
Fayrene Cyprian
🤣
Mariatul
novel nya gokil Thor, seneng baca nya
Mae Munah
mampir nih kak..ternyata ok juga ceritanya...
Romai Romailah
/Heart/
T€RL∆NJURG∆L∆U
hadehhhh Boni oh Boni😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!