Seorang anak laki laki cupu bernama Kevin berusia 17 tahun yang selalu di tindas dan di bully di sekolahnya mendadak menjadi Over power setelah tidak sengaja menelan sebuah manik bulat berwarna biru sebesar kacang kedelai pemberian dari kakek tua misterius yang dia tolong saat sedang menyeberang jalan raya.
Sejak saat itu Kevin berubah dari anak cupu yang selalu teraniaya menjadi siswa tampan, cerdas kuat dan juga populer di kalangan para gadis.
ikuti perjalanan Kevin dan keseruannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jin kazama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26. Terobosan Tingkat Nascent Soul Tahap 2.
Bab 26. Terobosan Tingkat Nascent Soul Tahap 2.
Angin masih berhembus kencang, udara bagaikan bergetar dan bentrokan energi berfluktuasi menciptakan kekacauan yang tak terhentikan.
Pertarungan Kevin melawan para monster masih terlanjut. Sementara itu Luzz sang pemimpin melihat Kevin yang berusaha mati matian untuk melawan semua monster. Dia tersenyum dingin dan menatap Kevin seolah sedang bertemu dengan mahluk menyedihkan yang sedang berputus asa.
Dia tidak menyadari jika saat ini Kevin sedang menyiapkan sebuah tehnik baru yang nantinya benar benar akan menjadi malapetaka baginya dan juga kelompoknya.
Di sisi lain, perwakilan dari Merlin kini sudah lebih baik. Dia memanfaatkan waktu yang ada untuk menyembuhkan luka luka yang ada di sekujur tubuhnya. Saat ini kondisinya hampir 100% pulih.
Tapi matanya tidak berkedip menatap sosok Kevin. Perwakilan dari Negara Amrita yang berjuang gigih mati matian di medan petempuran untuk melindungi wilayah dua Negara. Mau tidak mau dia harus mengakui itu.
Kembali ke Kevin.
Pertarungan menjadi semakin sulit dan kondisinya juga terdesak saat ini. Musuh juga masih utuh 50 ekor monster buaya. Tidak ada yang mati satu pun. Kevin tidak menyadari jika semua keanehan itu berasal dari pil darah liar yang mereka konsumsi.
WUSH! WUSH! WUSH!
Kevin bergerak dengan sangat cepat bahkan kemampuan teleportasi 2 meternya juga sudah terasah dengan baik tanpa tubuhnya mengalami beban yang berlebihan.
TSUK! TSUK! SRAK!
Tusukan dan tebasan tombak silih berganti, bersahut sahutan mengarah ke titik vital Kevin dengan kejam. Jika serangan itu mengenai Kevin maka bisa di pastikan ada serangan susulan yang lebih mematikan lagi. Jika itu terjadi bisa di pastikan dia akan mati cepat atau lambat.
Kekuatan monster yang di rangsang oleh pil darah liar menjadi dua kali lipat. Jadi saat ini Kevin setara menghadapi 100 monster sendirian.
TRANG! TRANG! TRANG!
Namun dengan gigih dia masih melawan dengan satu pedang pendek di tangan kanannya dan tangan kirinya membentuk sebuah bola energi yang bisa menghasilkan energi listrik. Tiba tiba..
CRASH! TRANG! TRANG!
Satu tebasan tombak mengenai bahu kirinya namun dengan sangat cepat dia menangkis tombak tombak lainnya dengan pedang pendek di tangan kanannya.
Akhirnya dengan segenap tenaga. Di menghilang dan berteleportasi menemukan celah untuk mencari ruang yang agak leluasa agar dia punya kesempatan untuk menyembuhkan luka di bahu kirinya.
WUSH! WUSH! WUSH!
Setelah berkelit dan menghindar beberapa saat, akhirnya dia menemukan sebuah celah.
"Sekarang." Gumamnya.
WUSH! WUSH!
Akhirnya dia berhasil berteleportasi dua meter jauhnya. Saat muncul dia berteleportasi lagi sejauh dua meter. Di saat yang bersamaan dia mengalirkan energi Qi ke dalam bahu kirinya dengan cepat. Untungnya luka itu menutup dan segera pulih seperti sedia kala.
Karena keadaan yang mendesak akhirnya Kevin mengubah metodenya. Dia menciptakan bola energi listrik menjadi lebih kecil dan langsung menyerapnya perlahan lahan.
Dia ingin memperbesar Medan magnet di dalam tubuhnya sedikit demi sedikit tapi berkelanjutan. Untuk sementara, ini adalah cara yang paling efisien karena dia harus menangkis semua tombak tombak yang mengarah kepadanya tanpa henti.
Kevin, pemuda 19 tahun harus bertarung mati matian dan bertaruh nyawa demi melindungi Negara dan orang orang tercintanya. Kejar kejaran pun masih terlanjut, jual beli serangan juga terjadi dengan sengit.
Di sisi lain Luzz semakin senang melihat Kevin seolah kesulitan untuk bertahan. Tidak ada yang lebih menyenangkan saat melihat hewan buas yang terjebak dan terancam akan mati di bawah keroyokan makhluk yang lebih lemah darinya.
Luzz berfikir Kevin pasti sangat putus asa. Harga dirinya sebagai orang yang lebih kuat pasti terluka saat ini. Jika itu dirinya dia pasti sudah sangat putus asa dan marah karena kalah dari para monster yang jauh lebih lemah.
Tapi Kevin tidak. Dia berjuang dengan gigih dan pantang menyerah. Matanya masih menyala dengan semangat juang dan semangat bertarungnya masih meluap luap.
Inilah yang menyebabkan Luzz cukup menaruh rasa hormat para ras manusia itu.
----------------
Di tempat lain.
Pangkalan Militer Nagara Amrita.
Ruang kontrol.
Semua orang sangat tegang menyaksikan Kevin yang dengan gagah berani bertarung dengan para monster yang kekuatannya di luar nalar. Bahkan mereka yakin senjata bom bahkan Nuklir sekalipun tidak akan berguna melawan monster monster itu.
Gerakan mereka juga sangat cepat seperti kilat. Namun mereka juga terkejut, takjub sekaligus menaruh harapan yang sangat besar pada Kevin saat mereka melihat Kevin juga bisa melakukan hal yang sama. Bergerak dengan sangat cepat bahkan melakukan perlawanan yang sangat sengit.
Saat ini nasib Negara Amrita tergantung pada hasil pertarungan Kevin dengan para monster itu. Semuanya sangat waspada dan was was. Terlebih lagi Pak Anwar Wicaksana selaku Presiden Negara Amrita. Dia sudah berkeringat dingin dengan perasaan yang tak karuan di dalam hatinya.
Jendral Hendra juga menatap layar di depannya dengan sangat serius. Harus dia akui jika itu dia yang berada di posisi Kevin sudah pasti dia akan mati. Pada akhirnya dia hanya menghela nafas dengan berat dan bergumam.
"Berjuanglah Nak, semoga Tuhan selalu menyertaimu dan memberimu kekuatan untuk bertahan. Masa depan Negara ini ada di pundakmu".
Sungguh sangat ironis, masa depan Nagara sekarang ada di tangan seorang pemuda yang baru berusia 19 tahun. Tapi apa mau di kata, itulah faktanya.
-------------
Kembali Ke Medan Pertempuran.
Kondisi Kevin terlihat terdesak saat ini. Melihat lawannya terlihat goyang mata para monster itu menyala nyala dengan niat membunuh yang lebih kuat dari sebelumnya.
Faktanya, sebenarnya tidak seperti yang terlihat. Kevin kebanyakan berkelit dan menghindar karena dia saat ini merasakan perubahan perubahan kecil yang terjadi pada tubuhnya. Setelah energi listrik memasuki Medan magnet yang ada di tubuhnya. Saat itu juga organ dalamnya menjadi sedikit kacau.
Untung saja dia segera mengalirkan energi Qi untuk mengontrol dan menstabilkan kondisinya. Sehingga energi listrik itu tidak mengacaukan organ lainnya. Tapi di bimbing secara perlahan untuk memperkuat organ organnya. Terutama jalur meridian dan juga tulangnya.
0
Di rangsang oleh energi listrik yang terus menerus masuk dari tangan kirinya. Akhirnya jalur meridian kecil di tubuhnya semakin banyak yang terbuka. Selain itu energi listrik yang bercampur dengan energi Qi itu juga memperkuat daging, otot dan juga tulangnya.
Semuanya di perkuat ke tingkatan yang baru. Dengan terbukanya jalur meridian kecil. Saat dia melakukan tehnik pernafasan alam, maka energi Qi dari alam sekitar semakin lancar saat memasuki tubuhnya.
Energi yang melimpah ruah seperti banjir bandang membombardir tubuhnya tanpa henti. Itu mengalir ke setiap inci tubuhnya dan sebagian besar juga mengisi dantiannya dengan lebih baik.
Kevin saat ini benar benar penuh dengan konsentrasi. Tangan kirinya membentuk energi listrik dan langsung mengalirkannya ke dalam tubuh. Di sisi lain saat energi itu masuk dia harus mengontrolnya dengan energi Qi agar organ dalamnya tidak kacau dan terganggu.
Intinya dia mengontrol energi Qi dan juga energi listrik dari dalam ke seluruh bagian tubuhnya. Juga mengontrol energi Qi yang bagaikan banjir bandang yang masuk ke dalam tubuhnya. Terutama dantiannya. Dia memfokuskan energi Qi untuk mengisi penuh dantiannya agar mempercepat proses terobosan ke tahap 2 dari tingkat Nascent Soul. Namun proses itu tidak mudah karena..
WUSH! WUSH! WUSH!
Terdengar hembusan angin tajam yang merobek udara dan tombak tombak lawan sudah menghujam ke arahnya bagaikan anak panah yang tajam.
TSUK! TSUK! TRANG!
TRANG! SRAK! TRANG!
Tombak itu kembali menusuk dan menebas dengan sangat cepat, tapi Kevin bisa berkelit dan menangkisnya dengan mudah. Dia juga mulai terbiasa beradaptasi dengan kondisi terdesak seperti ini.
Lagipula serangan pola gerakan para monster itu jika di perhatian dengan seksama selalu sama. Hanya saja ini memerlukan reflek yang sangat cepat dan juga fokus yang extrim.
15 belas menit kemudian yang Kevin harapan akhirnya terjadi. Dantiannya yang terisi penuh kini menunjukkan sebuah retakan. Ini adalah tanda tanda terobosan akan terjadi.
KRAK! KRAK!
Menekan rasa kegembiraan yang membuncah di hatinya.Dia masih tetap fokus pada kontrol energi dan juga fokus melawan para monster yang masih saja terlihat sangat kuat seolah mereka memiliki energi yang tak terbatas.
Lalu terdengar lagi suara retakan yang lebih panjang dari sebelumnya.
KRAK! KRAK! KRATAK!
Retakan itu menjadi sering terdengar dan semakin lama semakin menyebar dengan pola yang tak beraturan.
KRATAK! KRATAK! PYAR!
Akhirnya setelah retakan demi retakan terdengar suara seperti pecahan kaca dari dalam tubuhnya. Saat itu juga
BOM!
Ledakan energi yang sangat luar biasa meletus dari dalam tubuhnya. Dantiannya yang hancur itu mengeluarkan energi yang begitu besar yang mengalir ke setiap inci tubuhnya. Kevin bisa merasakan banyak sekali perubahan yang terjadi.
Seketika area sekitar bergemuruh dengan dengan hebat..Energi Qi segera menyebar dan berfluktuasi sehingga menciptakan badai energi yang terus berputar di sekitar Kevin.
Tulangnya menjadi sangat kuat seperti baja. Otot daging tendon dan lain lain menjadi lebih keras dan lebih tebal. Kekuatan jiwanya juga semakin menguat. Lima panca inderanya juga mengalami kemajuan yang signifikan. Yang tadinya tajam kini menjadi semakin tajam. Dan dia merasakan kekuatannya bertambah berkali kali lipat dari sebelumnya.
Kemudian dantiannya yang hancur itu kini kembali terbentuk dengan ukuran sebesar kacang kedelai sama seperti sebelumnya. Tapi bedanya dia seperti bisa merasakan ada ruang yang sangat besar di dalamnya yang mampu menampung energi Qi dengan jumlah yang lebih besar dari sebelumnya.
Dan yang terpenting, percobaannya benar sukses. Dia memiliki kekuatan yang mampu menarik energi dari alam sekitar dengan lebih mudah karena medan magnet di dalam tubuhnya menjadi lebih besar.
Kini tubuhnya sendiri seperti magnet yang mampu menghisap energi alam dengan lebih cepat lagi. Di bantu dengan tehnik pernafasan alam sangat mudah baginya untuk berkultivasi.
Bahkan Luzz saat ini juga tercengang. Dengan marah akhirnya dia mengumpat.
"Sialan! Aku ceroboh, aku kira dia terdesak, ternyata dia mengulur waktu untuk melakukan terobosan. Brengsek! Ini akan jadi lebih sulit dari sebelumnya." Gumamnya.
WUSH!
Setelah berkata demikian akhirnya Luzz memutuskan untuk ikut bergabung dalam pertarungan. Dia harus membunuh Kevin secepatnya. Agar rencana mereka tidak terganggu.
Melihat Luzz yang akhirnya bertindak. Kevin hanya tersenyum ringan dan berkata dengan tenang.
"Oh! Apakah pada akhirnya kau menyadarinya, respon mu cukup cepat juga." Ucapnya sambil terkekeh.
Mendengar kekehan Kevin dan raut wajahnya yang menunjukkan penghinaan. Sontak saja membuat Luzz sangat murka. Kekuatan tingkat Nascent Soul tahap 1 langsung meletus dari dalam tubuhnya. Niat pembunuh yang mengerikan segera menyebar ke area sekitar.
Di dukung dengan 50 monster buaya yang masih dalam kondisi baik, perasaan tidak nyaman yang di rasakan oleh Luzz menghilang secara perlahan lahan.
Sementara itu, Kevin hanya tersenyum tipis menghadapi itu semuanya. Bukannya takut tapi niat bertempur yang ada di dalam tubuhnya terpicu. Kekuatan tingkat Nascent Soul tahap 2 juga langsung meledak dari dalam tubuhnya. Niat pembunuh yang luar biasa kuat juga merembes dari dalam tubuhnya.
Sekarang dia akan mempraktekkan tehnik barunya, apakah dia benar benar bisa menyerap energi lawannya atau tidak akan dia buktikan dalam pertarungan kali ini. Tanpa menunggu lama..
WUSH! WUSH!
Kevin melesat ke depan dengan sangat cepat sambil menarik pedang pendek yang tadinya dia simpan di pinggang. Saat ini dia kembali menggunakan dua pedang pendeknya untuk bertarung. Meskipun dia sudah bertambah kuat tapi dia tidak bisa mengendurkan kewaspadaannya sedikit pun.
Banyak contoh orang mati karena ceroboh dan meremehkan lawannya hanya karena bertambah sedikit lebih kuat. Dan Kevin tidak akan menjadi bagian dari orang orang konyol itu.
Dalam sekejap mata Kevin tiba di hadapan mereka semua. Tiba tiba terjadi hal yang mengejutkan. Tubuh Kevin mengeluarkan energi magnet yang sangat kuat dan secara perlahan tapi pasti itu menyerap energi Qi yang keluar dari tubuh para monster dan masuk ke dalam tubuhnya sendiri. Itu juga menyerap energi alam dengan lebih baik.
Menyadari hal ini Kevin sangat senang. Dia benar benar bisa merasakan jika tubuhnya menjadi lebih kuat dan dantiannya juga mulai terisi dengan energi Qi. Hal itu bahkan lebih praktis dari pada berkultivasi. Metodenya sangat sederhana.
Aktifkan energi magnet dari dalam tubuh maka secara otomatis energi Qi dalam jumlah besar akan masuk ke dalam dengan sendirinya. Luzz juga terkejut. menyadari kekuatannya terhisap, dia segera melesat mundur dengan memasang wajah ngeri.
Dia tidak tahu metode macam apa yang di pakai oleh lawannya, tapi yang jelas itu adalah metode yang sangat merugikan kelompok mereka. Akhirnya dia hanya bisa mengumpat dengan marah.
"Brengsek! energi aneh macam itu. Kenapa bisa menyerap energi milik orang lain!"
Luzz cukup terkejut dan ketakutan dengan energi aneh yang keluar dari dalam Kevin. Pasalnya dia merasakan saat energinya terhisap dia merasakan tubuhnya melemah dengan cepat. Tiba tiba matanya melebar menyadari sesuatu.
"Sialan! para pasukan yang aku bawa kini justru membantunya untuk menjadi lebih kuat." umpatnya dengan tatapan mata yang tidak percaya.
benar saja seperti yang Luzz katakan, Kevin bertarung sangat serius dengan mereka semua tapi di saat yang bersamaan energi dari para monster juga masuk ke dalam tubuhnya dengan sangat deras. seperti air yang mengalir. Hal itu membuat sangat menguntungkan karena energi itu memperkuat tubuhnya dan juga mengisi dantiannya dengan energi Qi yang melimpah ruah.
Benar. Saat energi dari para monster masuk ke dalam tubuhnya. maka tubuhnya secara otomatis mengubah energi itu menjadi Qi murni.
Para monster yang tadinya menyerang dengan gencar sekarang menjadi kebingungan. Mereka saling tatap satu sama lain seolah sedang mencari alasan atas apa yang terjadi. Karena mereka merasa kekuatan mereka menghilang dan mereka menjadi semakin lemah dari waktu ke waktu.
Di sisi lain Kevin sangat bersemangat. Energi dari para monster itu bukan hanya mengisi ulang Qi yang ada di dantiannya tapi juga memperkuat dan memperkokoh fondasinya. Saat ini situasinya telah berubah. Kevin yang tadinya di buru sekarang menjadi pemburu.