Viona Lusia Casandra seorang gadis genius dan elegan. Memiliki wajah yang cantik, definisi dari kata sempurna .
Ia meninggal di usia 20 tahun, bukannya ke surga ia malah bertransmigrasi ke tubuh kembaran antagonis dari novel 'kesayangan Elgara'
Alasya Queenzy Antera adalah seorang gadis sangat cantik. Dia sangat menyayangi adik kembar nya itu, karena itu ia meminta tolong untuk menjaga adik kembar nya kepada Viona.
___________________________
Tampak seorang gadis yang sangat cantik dengan kulit putih susunya. Tengah memoles bedak bayi di wajah nya dan lip balm di bibir ceri nya. Menatap cermin dan tersenyum smirik dengan tatapan mata tajam.
"Let's start the game Bich " ucap nya dengan nada yang dingin.
_______________
cerita ini sepenuhnya hanya khayalan author semata. ⚠️⚠️
Jika ada kesamaan pada nama tokoh atau yang lainnya mohon maaf🙏
Yang gak suka skip aja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon menthik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab //25
##
Saat Alaya ingin bertanya tiba-tiba bel masuk kelas berbunyi sehingga ia harus mengurungkan niatnya.
" Cabut" ucap Alvaro dan pergi di ikuti inti black panther.
" Ayo ke kelas, sekarang jam nya Bu galak " ucap Bella dan pergi di ikuti yang lainya kecuali Alasya yang masih duduk manis disana sambil meminum minuman nya.
__________
Setelah selesai menghabiskan minuman nya Alasya langsung pergi meninggalkan kantin menuju rooftop. Dan menelpon bawahan nya, Steven.
" Sudah siap" tanya Alasya dengan nada datar nya.
[ Sudah Queen, kita hanya perlu melancarkan serangan]
" Bagus, periksa semua nya sekali lagi, pastikan tidak ada kesalahan" ucap Alasya.
[ Baik Qu- ] tuuut –
Alasya mematikan panggilan tanpa mendengar jawaban Steven.
Menghela nafas panjang sambil melihat ke arah lapangan dan perkotaan dari atas rooftop. Alasya menutup mata nya menahan rasa pusing di kepala nya.
Tak hanya rasa pusing yang dia rasakan Alasya juga menggigil padahal matahari berada di atas.
Alasya yang merasa pandangannya mulai kabur memilih membaringkan tubuhnya di sofa yang memang berada di sana. Memejamkan matanya merasakan sensasi menyakitkan di kepala nya.
Dan kemudian Alasya kehilangan kesadaran nya, alias pingsan.
Alam bawah sadar
Hutan rindang dengan sebuah danau ditengah nya. Dan kupu-kupu bertebaran seakan hanya mimpi _ memang mimpi sih, agak mirip kan? _.
Menatap danau jernih di depan nya Alasya memejamkan mata nya, hembusan angin yang lembut menerpa nya.
' haah ini sangat tenang dan nyaman, tapi ini dimana ya' batin Alasya lalu membuka matanya dan dia melihat seseorang dengan baju putih panjang di sebelahnya.
" Ha- hantu! " Pekik Alasya terkejut.
Orang dengan baju putih itu menatap Alasya tajam.
" Siapa? Aku ? " Ucap orang yang berbaju putih itu.
" Al- Alasya, kenapa kamu bisa di sini " tanya Viona sedikit terkejut. Orang yang berbaju putih itu adalah Alasya yang asli.
" Huh, aku cuma mau tau kabar mu aja lagian kamu yang kesini bukan aku " ucap Alasya.
" Oh, aku baik baik aja " ucap viona datar.
" Baik apanya!!? Kamu itu udah tau kena kanker bukannya di obati malah di bikin tambah parah " ucap Alasya menggebu gebu.
" Sejak awal aku ke tubuh ini memang udah kena kanker " ucap Viona dengan tatapan dingin.
" Ck, iya iya, tapi kan aku langsung ngobatin pas tau di kehidupan sebelumnya, lah kamu " ucap Alasya sinis. Viona hanya melirik sekilas dan kembali menatap danau yang jernih dan tenang di depannya.
" Huh.. diobati ya di obati, kamu hanya kemoterapi 3 kali langsung berhenti!! Setelah itu biar gak ketahuan kamu minum apa ?! Kok bisa sampai gak mimisan sama sekali" marah Alasya.
" Itu racun, racun yang bisa mengacaukan pembuluh darah, dan kamu tentang aja aku gak punya penawarnya " ucap Viona dengan tenang.
Sedangkan Alasya menatap datar Viona. ' gak punya penawar nya kok disuruh tenang?' batin Alasya dengan heran.
" CK, gak bisa tenang kalo gini, bukannya mengobati malah memperparah penyakit, mana kamu kerja terus " ucap Alasya
" Aku harus selesaikan permintaan mu sesuai rencana ku" ucap Viona.
" Iya sih,... Huh sudah lah maaf karena membuat kamu menanggung beban yang harus nya aku tanggung, dan terima kasih karena menyayangi Alaya " ucap Alasya dengan tulus.
" Sama sama, lagian saat di tubuh mu kita jadi satu kan " ucap Viona dingin.
" Hehehe, kan kesadaran nya punya kamu " ucap Alasya dengan cengiran.
" Tapi, Kamu kok makin dingin ya Vi " tanya Alasya
" Setelah semua yang aku alami, apakah aneh kalo nggak berubah " balas Viona.
" Yaaaa, nggak aneh sih , kalo dipikir pikir lagi untung nya sifat kita jadi satu ya, jadi kamu gak dingin dingin amat kalo sama Alaya " ucap Alasya
" Dasar maniak adik" ketus Viona.
" Hehehe, tapi kapan kamu belajar masak " tanya Alasya
" Sejak dulu "
" Kalo nyanyi?"
" Baru belajar pas di tubuh mu, kan suara mu bagus " puji Viona
" Wah aku di puji nih, makasih ya, emang suara mu nggak bagus" ucap Alasya sambil senyum senyum ke seneng an.
" Bagus sih, tapi bagusan punya mu, aku paling bagus nyanyi lagu nada tinggi, tapi kamu semua nada bagus " ucap Viona.
" Hehehe, makasih ya karena kamu aku jadi tau aku punya bakat lain selain beladiri" ucap Alasya dengan cengengesan.
" Wajah mu kayak orang bodoh" ucap Viona datar.
" CK, namanya ini ke seneng an " ucap Alasya ketus dan memalingkan wajahnya ke arah lain, alias ngambek.
".... Iya iya, maaf" ucap Viona dan mengelus kepala Alasya.
" Hmm...oh iya si Alvaro itu deketin kamu ya" tanya Alasya tiba tiba.
" bukannya kamu ya " ucap Viona.
" Enggak kok, kan katanya 'sifat mu yang tiba tiba berubah itu bikin gue ingin memiliki Lo' kan artinya dia suka sama kamu, sebelum nya dia hanya tertarik sama aku, bukan suka." Jelas Alasya.
" Hm... terus "
" Kalo kamu mau terima ya gak papa, kan sekarang ini hidup mu, cuma aku nitip sesuatu " ucap Alasya.
" Aku bisa mati kapan aja " ucap Viona.
" Ya di obati lah, makanya sayangi tubuh mu juga. Kamu aneh banget ya, bisa bisanya nahan gejala sakit leukimia tanpa ngeliat ekspresi kesakitan " marah Alasya
" Tubuh mu bukan tubuh ku" ucap Viona dan mengabaikan kalimat akhir Alasya.
" CK, ini udah punya mu, bayaran dari bantu aku, lagian aku juga gak bisa kembali ke tubuh itu" ucap Alasya.
" Haah.. iya iya, terima kasih"
" Iya sama sama, sudah kamu kembali sana, udah ada yang khawatir tuh" ucap Alasya dan tiba tiba Viona menghilang.
" Berbahagialah Viona " ucap Alasya lirih.
_____________
Alasya membuka matanya dan mendapati Alvaro menatap nya dengan wajah khawatir.
" Lo kenapa" tanya Alvaro
" Gak papa" ucap Alasya.
" Jujur sama gue Lo kenapa, dari tadi gue bangunin Lo gak bangun bangun, Alasya " ucap Alvaro.
" Gak gue cuma ngantuk aja, Ayo pulang " ucap Alasya
Alasya berdiri dan berjalan namun pada akhirnya dia menyadari bahwa hari sudah sore, 'apa gue pingsan selama ini ' batin Alasya.
" Aya udah pulang" tanya Alasya ke Alvaro.
" Sudah " ucap Alvaro.
Mereka pun pergi meninggalkan rooftop menuju parkiran.
" Lo mau nyerang klan Valor ya " ucap Alvaro. Alasya hanya menggumam pelan.
" Mau gue bantu" tanya Alvaro.
" Gak perlu, gue bisa sendiri" ucap Alasya.
" Lo boleh minta bantuan gue kapan pun yang Lo mau, apapun itu akan gue lakuin" ucap Alvaro dan langsung melajukan motornya membelah jalanan. Alasya menatap dengan tatapan yang sulit diartikan.
" Huh.. dia harus mati ditangan gue, meskipun dia juga musuh Lo Alva " gumam Alasya pelan.
Musuh Alvaro?? Ya, ternyata klan Valor tidak hanya mengincar Antera tapi dia juga mengincar Bhaswara, hanya saja dia kesulitan menempatkan mata mata di dalam nya karena klan Bhaswara sangat waspada bahkan sekecil apapun.
## Selamat menikmati ## maaf kalo ada typo ya ## (≧▽≦)