NovelToon NovelToon
Tetangga : Cinta Orang Kantoran Part 2

Tetangga : Cinta Orang Kantoran Part 2

Status: tamat
Genre:CEO / Single Mom / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:479.2k
Nilai: 5
Nama Author: Septira Wihartanti

Asmara dan Andra jarang mengobrol walau pun sudah 10 tahun bertetangga, dan rumah mereka berseberangan. Namun suatu kejadian tragis malah mendekatkan mereka. Herannya, masalah datang bertubi-tubi, sampai Asmara mendapati kalau Andra adalah Boss baru di kantornya.

Sejak itu mereka saling mengamati. Lagipula... Tetangga itu memang adalah CCTV terbaik, bukan?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septira Wihartanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permintaan Maaf Andra

“Pak...” Asmara berdiri di ambang pintu kamar Andra. Pria itu sedang menyetrika kemeja kerjanya.

Terjawab sudah kenapa baju kerja Andra serapi itu, ia menyetrika sendiri, lengkap dengan semprotan pengharum dan pelembut. Setiap lekukan ia panasi dengan seksama, ia tidak menyetrika cepat-cepat, batangan besi setrikanya bergerak lambat di setiap helaian kain.

“Ya?” Desis Andra. Terdengar dari nada suaranya, pria itu sudah lebih tenang.

“Mau minta maaf ke Kitty?” Asmara langsung bertanya poin penting. Sejak menghabiskan hari-harinya bersama Andra, ia sudah membuang semua kata-kata yang berbau basa-basi.

Andra pun menghela nafas panjang dan melirik Asmara sambil tersenyum tipis, “Mau gantikan saya menyetrika?” tanyanya.

“Tentu. Tapi saya mungkin tidak serapi itu ya.”

“Saya nggak percaya. Bisa jadi kalau ibu yang tangani malah jadinya lebih rapi dari saya.” Andra meletakkan mesin berpemanas itu di tray khusus di sebelahnya lalu berjalan keluar kamar.

Asmara mulai menyetrika sisa baju-baju Andra, lalu mengamati setiap sudutnya. Bersih tanpa noda. Beberapa kancing agak longgar, jadi ia sekalian menjahitnya.

“Wow, ada seratus ribu...” desisnya sambil terkekeh saat menemukan lembaran uang di selipan di bagian dalam celana panjang Andra. “Bagaimana sih, untung nggak robek waktu dicuci.” Dengusnya.

Lalu ia ingat, dulu Adit juga suka begitu, Asmara pasti menemukan lembaran-lembaran uang di celana atau jaket Adit. Tapi recehan, bukannya uang besar seperti ini.

Ingatannya melayang ke beberapa tahun lalu, saat ia menemukan kon dom baru, masih tersegel, di lipatan bagian dalam celana Adit. Entah digunakan Adit untuk apa, Asmara waktu itu takut untuk bertanya. Takut berantem, takut sendirian. Macam-macam perasaan jadi satu. Ia jadi hanya bisa menangis.

“Masa lalu...” gumamnya mengeluh. Kini ia sudah terbebas dari hal-hal itu, dan memutuskan untuk menikmati kesendiriannya saja. Fokusnya kini hanya untuk Kitty, dan Revan.

“Astaga... Adit... teganya kamu.” Asmara terdiam sejenak dan mulai berkaca-kaca. Benar, semakin besar wajah Kitty semakin mirip Adit. Asmara sadar betul, satu-satunya jalan bukanlah melupakan, tapi mengikhlaskan.

**

“Kitty,” panggil Andra. Kitty yang sedang termenung sambil makan Taro di teras rumah langsung melempar bungkus taronya dan berteriak.

“WOAH!!” serunya kaget. Buyarlah isi taro itu kemana-mana.

“E-e-eh, Om! Selamat malam Om! Maaf saya mengganggu ya?” Kitty berujar begitu sambil membungkuk hormat.

Sepertinya ia masih trauma dibentak Andra. Mana sekarang dia menyebut dirinya sendiri pakai ‘saya’ bukannya ‘aku’. Berasa orang luar saja.

“Saya nggak pernah menganggap kamu pengganggu, walau pun kamu pecahkan seluruh piring di rumah ini.” Kata Andra.

Kitty langsung menunduk sambil merengut. Dia pernah memecahkan piring waktu main petak umpet dengan Revan, waktu SD dulu. Dan Mutia memarahinya habis-habisan.

Tapi Andra melindungi Kitty dan bahkan merawat luka gadis itu. Setelah itu, Kitty bahkan tidak jera memecahkan piring, karena ia tahu, sesering apa pun Mutia mengomelinya, Andra akan ada di sana melindunginya.

Piring-piring itu diganti oleh Asmara keesokan harinya, piring yang serupa, bahkan pernah beberapa dengan merek yang lebih mahal. Jadi marah Mutia cepat reda.

Bisa jadi marahnya Mutia sembuh karena sudah dirayu oleh Adit.

Kitty berdehem akibat teringat hal itu, lalu mundur selangkah sambil tetap menunduk.

“Duduk sini...” desis Andra sambil menepuk kursi di sebelahnya. Kitty dengan ragu duduk sambil tetap menunduk.

“Saya minta maaf karena sudah membentak kamu.” Kata Andra. “Saya sadar kalau tidak seharusnya kamu dijejali dengan persoalan orang dewasa.”

Kitty hanya diam dan mendengarkan.

“Tapi bukan berarti kamu tidak salah ya.” Sambung Andra.

“Hm, iya Om. Aku, eh, Saya minta maaf juga.” Kata Kitty.

“Kamu belum mengerti semuanya dan hanya berusaha mengutarakan keinginan kamu. Seharusnya saya memaklumi kondisi kamu. Tapi tadi saya juga sedang banyak pikiran.” Kata Andra.

“Hm,” gumam Kitty pelan.

“Saya harap kamu bisa melupakan kejadian tadi.”

“Iya Om... tapi sepertinya tidak akan saya lupakan.”

Andra melirik ke samping tapi belum mau angkat bicara. Kalau Kitty ingin mengatakan kelanjutannya biarlah atas inisiatif gadis itu sendiri.

“...karena Om Andra benar adanya.” Kata Kitty lagi. “Kalau saya berpikir mengenai Revan, mungkin butuh waktu seumur hidup untuk melupakan semua kenangan indah kami. Apabila hubungan kami berakhir. Itu baru pacaran, apalagi kalau berumah tangga. Ini pelajaran yang berharga, jadi akan sayang kalau saya sampai melupakannya.”

Andra masih diam.

“Om... saya hanya ingin Om Andra-lah yang menjadi Ayah saya. Terus terang saja Om, saya tidak ingin orang asing masuk ke keluarga saya. Sementara Om Andra bukan orang asing.” Kata Kitty.

“Saya kenal Om sejak saya kecil, sejak saya mulai mengenal ABC, A-Ba.Ta, Revan dan Om Andra selalu ada setiap hari. Walau pun Om dan Mamah jarang bicara, tapi kan saya selalu mondar-mandir untuk main ke rumah Om.”

Kitty menggenggam lengan Andra sambil berujar dengan mata memohon, “Maaf ya Om, tapi sejujurnya saya masih berharap. Paling tidak, yang nanti akan jadi the next Papah Saya haruslah orang yang Om Andra setujui.”

Andra hanya bisa mencibir. Bisakah ia berlapang dada dan merestui semua laki-laki yang dibawa Asmara? Tadi sore saja ia benar-benar emosi waktu Seven mencium Asmara...

“The Next papah? Hm... Revan, mungkin.”

“Revan?”

“Hm... lagi deket itu sama Mamah kamu, peluk-pelukan segala.” Andra bicara sambil merengut.

“Hah? Oh itu? HAHAHAHAHAHAHAHAHA!!! Cemburu ya OOOOOOM?!” Kitty langsung terbahak kencang sekali.

“Kitty jangan teriak-teriak di Teras! Nggak sopan!” terdengar Asmara menegur dari bawah.

“Nggak mungkinlah Mamah mau sama berondong! Apalagi pacar anaknya sendiri nggaaak nggak Om Ngaaaaaak!!”seru Kitty lagi.

“Memang kamu pernah lihat-“

“Itu cuma akal-akalan kami saja untuk ngeliat Om Andra cemburu atau nggaaak, ternyata cemburu yaaaa! Boleh lah saya berharap doooong?! Hahahahaha!!”

Andra hanya menghela nafas panjang. “Jahil banget ya kamu ini.” ia mencubit hidung Kitty.

“Ya daripada saya yang mendekati Om Andra kan lebih baik Revan yang mendekati Mamah.” Kitty meronta-ronta minta cubitan dilepaskan.

“Kenapa begitu?”

“Kata Revan lebih baik begitu.”

“Kenapa lebih baik begitu?”

“Karena kalau misi sudah selesai, Revan bisa dengan mudah menarik diri, toh ia masih pelajar dan belum punya duit sendiri. Mamah pasti banyak pertimbangan kalau didekati remaja ingusan macam Revan. Sementara kalau Om sampai kepincut sama saya, saya susah lepasnya Om.”

“Hah?”

“Karena Om Andra ganteng banget dan berkuasa. Kalo Om bilang : saya mau menikahi Kitty, Mamah saya bisa apa coba?”

Andra sampai-sampai menaikkan alisnya dan memiringkan kepalanya karena kesulitan mencerna kalimat Gadis Halu yang pemikirannya di luar nalar. Betapa blak-blakkannya Kitty membuatnya merasa harus ikut andil menyortir setiap kata-kata yang meluncur keluar dari mulut Kitty.

“Kitty...”

“Ya Om?”

“Jangan kebanyakan baca Novel Lady’s Gentleman. Saya tidak segila Sebastian Bataragunadi yang menyewa gadis 17 tahun untuk jadi teman tidurnya.”

“Laaah si Om juga baca novel itu? Hahahahaha!!!”

“Bilang Revan untuk berhenti bermesraan dengan Bu Asmara, sebelum jadi fitnah dan saya salah sangka beneran!”

“Ya pasti berhenti lah, kan barusan saya dibentak sama Om Andra...”gumam Kitty.

“Jadi kita baikan nih ya?” kata Andra.

“Iya Om, baikan.” Sahut Kitty

“Jangan ada kata-kata ‘Om Harus nikah sama Mamah’, dan sejenisnya.”

“Iya Om kita coba sabar-sabar kok.”

“Kitty...”

‘”ya Om, Iyaaa. Janji.”

“Good.” Andra mengelus kepala Kitty dan beranjak dari duduknya. “Beresin taronya, Jorok kamu.” Gumamnya sambil masuk ke dalam.

“Om Andra malam-malam gini tetap wangi yak... beneran laki-laki eksklusif. Si Revan bisa disetting model CEO kayak begitu nggak ya? Eh jangan deng, ntar banyak yang naksir, lebih baik kucel saja terus kayak gini lah...” Kitty bergumam sambil membereskan taronya yang tercecer di lantai teras.

**

Esok Paginya...

“Eh, ada Bidadari.” Seven menatap Asmara dari atas ke bawah dengan mata berkilat.

“Saya kemari hanya mau menjemput Pak Andra.” Kata Asmara sambil mundur ke belakang.

“Oh, silahkan, beliau di ruangannya lagi ada tamu sebentar. Pak Hector sedang berkunjung.”

“Oh, ada Pak Hector...” Asmara mundur lagi selangkah ke belakang.

“Ibu mau tunggu di ruang tamu saja atau di sebelah Pos saya? Atau mau masuk saja ke ruangan bapak?” tawar Seven.

“Di Ru...” Asmara lalu berpikir. Ruang Tamu kan sepi, bisa jadi hanya ada dia sendiri di sana. Dan Seven bisa dengan mudah mengganggunya.

“Saya tunggu sambil melihat-lihat tenant di lantai bawah saja.” Kata Asmara berikutnya.

“Di lantai bawah ada cafe yang-“

“Seven, No.” desis Asmara tegas.

“Owh... dingin banget ya.” Bisik Seven pelan. Sementara di belakang, Six memperhatikan mereka dengan wajah waspada. Sesekali ia menggelengkan kepala memberi kode ke Asmara agar menolak apa pun yang ditawarkan Seven.

“Ah, kemarin saya bicara dengan Revan, katanya dia kenal kamu.” Asmara berusaha mengalihkan perhatian.

“Iya, dulu saat kami masih menempati kantor lama, Pak Andra sering mengajak Revan ke kantor. Karena saya tinggal di kantor jadi kami sering main berdua.”

“Oh?”

“Istri Pak Andra katanya kurang berkenan dengan adanya Revan. Jadi Pak Andra lah yang lebih sering mengasuhnya. Tapi yang namanya laki-laki ya kurang telaten. Jadi daripada di tinggal di rumah hanya dengan pembantu jadi kenapa-napa, paling aman ya membawa Revan ke kantor, bukan? Di sini dia memiliki beberapa lusin anak buah yang bisa ikut mengawasi Revan.”  kata Seven masih dengan wajah datar.

“Jadi Mutia tidak tahu kalau kamu itu sekretarisnya.”

“Dia tampaknya bukan jenis yang memperhatikan detail. Dia percaya saja waktu saya menggantikan bapak pura-pura jadi CEO.”

“Dan tadi kamu bilang... kamu tinggal di kantor?”

“Hehe, iya.”

“Seven, masih jam kantor.” Tegur Six dari belakang, karena Seven reflek tertawa.

“Duh, Mbak Six bawel deh.” Omel Seven. “Di sini posisinya lebih tinggi dari saya, walau pun dia adik saya tapi saya harus panggil dengan sebutan ‘Mbak’ menyebalkan bukan?” bisik Seven.

“Dia adik kamu toh?”

“Kami kembar.”

“Kok nggak mirip?”

“Pengaruh pengalaman hidup.”

“Ah kamu bisa saja ngelesnya.”

“Seven,” Six tiba-tiba sudah ada ide belakang Seven, berdiri sambil menatap Seven dengan tajam. “Tolong gantikan saya di Pos, Ten harus ke OJK, Eight belum kembali dari Italy dan Nine sedang di Kedutaan.”

“Mbak Six mau kemana?”

“Saya mau menemani tamu Pak Andra melihat-lihat gedung.” Six menoleh ke arah Asmara, Asmara langsung berbinar dan mengangguk setuju.

“Hah?”

“Lebih aman dengan saya kan? Mari Bu Asmara...”

“Six...”

“Seven.” Six menatap tajam Seven dengan dingin. “Menyerah saja kali ini. Dia bukan milik kamu. Hush Hush!” desisnya sambil mengibas-ngibaskan tangan.

“Eight, Nine, Ten, Eleven, Twelve... One Hundred.“ Gumam Asmara sambil mundur dan segera berjalan menuju lift untuk turun ke lantai bawah.

1
ida wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Aprilinda
mantap cerita nya bagus, keren deh
Risma Wati
kereeeeennn👍👍👍
Sha_riesha
Selalu Bagus ❤️❤️❤️
Nining Chili
👍👍
another Aquarian
gak taulahh, kayaknya jiwa sikopet mulai nular.. kok aku ngerasa itu terlalu ringan untuk hukuman mereka ya. duo sikopet itu maksudnya..
another Aquarian
jadi inget kang Galon 🤣🤣🤣
another Aquarian
bisa multitasking, masak sambil akrobat pasang genting, nyuci sambil nyuapin anak, nyapu sambil dandan, dll.. manusia paling sakti di muka bumi.. 🤣🤣🤣
another Aquarian
aku malah kudu nangis.. pengorbananmu le.. cah bagus.. 😭😭😭😭😭😭
another Aquarian
mulaiiiii
another Aquarian
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
another Aquarian
ini... direkam dan dikirim ke Andra kan? yang didengarkan bareng mara di RS?
another Aquarian
kan masa labil eyang uti......
another Aquarian
sukaaaaa dehhh kalau boneka ucan dibawa-bawa.. keren banget caranya melepaskan suaminya dari istri pertama n kedua, tanpa menimbulkan permusuhan, malah semua dirangkul jadi keluarga besar..
aahh, aku ralat.. yang KEREN ADALAH MADAM @Angspoer
yakin madam makannya hanya nasi dkk doank? canggih banget sumpah isi otaknya.... aku padamu madam.. @Angspoer
another Aquarian
manisnya mereka..... 🥰
another Aquarian
apakah virus seven menular???? ataukah revan yang terlalu cerdas menyerap tingkah fakboi seven??? 🤣🤣🤣🤣🤣
another Aquarian
menyala uti Nimas 🔥🔥🔥
another Aquarian
dasar Kitty bocil bawel 🤣🤣🤣
another Aquarian
kan.. jadi ikut baper 😭😭😭😭😭😭😭
another Aquarian
wihhh, camer ini mah.. bude Nimas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!