Anjani bisa dibilang wanita dengan multi talenta. Dia merupakan polisi di unit kesatuan khusus dengan segudang prestasi, serta seorang yang pandai di bidang pengobatan tradisional maupun modern.
Tetapi harus mati ditangan kekasihnya, dan berpindah ke tubuh putri mahkota yang sangat dibenci oleh Kaisar, Ayahnya sendiri. Dia dianggap sebagai sampailh, karena tidak memiliki bakat sama sekali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wa Ode Hasrat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua Puluh Lima. Mengunjungi istana Ming
Sebelumnya...
Setelah lelang berakhir, Putri Long Mei pergi menemui tuan Gu. Di dalam ruangan, tuan Gu sudah menunggunya, serta sudah menyiapkan semua uang hasil penjualan.
"Ini uang hasil penjualan pil dan air surgawi. Kami hanya mengambil 20 persen dari hasil penjualan, nona bisa mengeceknya". Kata tuan Gu.
"Tidak usah. Aku percaya pada, tuan Gu". Ucap Putri Long Mei. "kalau begitu kami permisi, tuan Gu. Senang berbisnis dengan anda. Kedepannya, aku akan datang lagi kesini". Ucap Putri Long Mei.
"Baik, nona. Kami akan sangat menantikan kedatangan nona disini ". ujar tuan Gu.
Akhirnya Putri Long Mei dan Nubi pun keluar dari rumah lelang teratai tersebut, dan menuju ke penginapannya sebelumnya.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Selanjutnya...
Keesokan harinya, Putri Long Mei mengajak Nubi berkeliling sebelum mereka pergi di istana kekaisaran Ming. Waktu keluar pun, Putri Long Mei tidak lupa memakai cadarnya untuk berjaga-jaga.
Putri Long Mei ingin melihat suasana pasar seperti sebelumnya. Suasana pasar kekaisaran Ming kini tidak begitu ramai seperti kemarin, waktu acara lelang berlangsung.
Walau begitu, Putri Long Mei sangat menikmati jalan-jalannya. Mereka juga sempat singgah makan, di tempat makan pertama kali datang di sini.
Setelah puas jalan-jalan dan makan, Putri Long Mei dan Nubi pun menuju ke istana. Tapi sesampainya didepan gerbang istana, mereka dicegat prajurit penjaga gerbang.
"Kalian siapa? Tidakkah kalian tahu, disini bukan tempat yang bisa didatangi sembarangan orang". Kata prajurit penjaga gerbang istana.
"Nona kami ingin bertemu dengan putra mahkota Ming". Kata Nubi.
"Kamu kira, Putra Mahkota bisa bertemu dengan sembarang orang". Ujar prajurit penjaga lainnya.
"Tapi waktu dikekaisaran Long, putra mahkota sendiri yang meminta nona kami untuk datang berkunjung ke sini". Nubi masih berusaha untuk menjelaskan.
"Kamu pikir, kami akan percaya dengan omongan kalian. Kalian pasti sama seperti nona-nona manja lainnya, yang biasa mencari perhatian Putra Mahkota". Kata prajurit itu
"Kalau tidak percaya, kalian bisa menanyakan kebenarannya langsung ke Putra Mahkota. Tapi jangan salahkan aku bila kalian nanti akan mendapatkan hukuman darinya, karena mencegah aku untuk masuk". Ujar Putri Long Mei langsung tiba-tiba bersuara.
Dalam benaknya berfikir..
'Memang siapa juga yang mau mencari perhatiannya. Kalau bukan, aku sudah berjanji untuk datang dan mencoba mengobati ibunya, tidak mungkin aku akan ke sini'. Batin Putri Long Mei.
Kedua prajurit yang mendengar apa yang dikatakan Putri Long Mei pun saling menatap satu sama lainnya, dan akhirnya salah satu dari mereka pun berbicara..
"Bagaimana kalau benar, nona ini memang mengenal yang mulia putra mahkota. Dan datang disini karena memenuhi permintaan Pangeran sendiri?". Kata salah satu pengawal.
"Tidak mungkin. Karena tidak pernah ada utusan dari kekaisaran lain yang datang, tetapi tidak memakai kereta dan juga pengawal. Apalagi mereka ini seorang wanita". Ucap
"Tetapi untuk memastikannya, ada baiknya salah satu dari kita bertanya pada pengawal Wen terlebih dahulu ". Ujar prajurit itu lagi.
"Kamu benar. Kita sangat tahu kondisi istana saat ini, semenjak permaisuri Ming jatuh sakit. Jadi kita harus selalu waspada dengan apa saja, Termasuk hal-hal kecil seperti ini ". ucap Temannya.
Selesai berdiskusi, mereka kemudian kembali menemui Putri Long Mei. Dan Putri Long Mei pun langsung berkata...
"Bagaimana. Apakah kamu boleh masuk? Atau kalian laporkan dulu ke pangeran Ming Yuwen, kalau aku datang untuk memenuhi janjiku waktu di kekaisaran Long waktu itu". Kata Putri Long Mei
"Baik. Nona tunggulah disini. Aku akan memberi tahu pengawal Wen dulu ". ujar salah seorang prajurit.
"Baik. Tapi jangan lama, karena aku paling tidak suka menunggu". Ucap Putri Long Mei.
Tidak membuat waktu lagi, pengawal itu langsung berlari menuju arah kediaman putra mahkota. Sesampainya di sana, prajurit tersebut langsung menemui pengawal Wen.
Setelah bertemu dengan pengawal Wen, prajurit tersebut langsung menceritakan apa yang terjadi di depan pintu gerbang istana. Dan pengawal Wen yang mendengar laporan tersebut, langsung bergegas menuju kesana.
Sesampainya di depan gerbang, pengawal Wen dapat melihat dua orang wanita muda yang salah satunya dia kenal.
"Kamu bukannya pelayan Putri mahkota Long Mei di kekaisaran Long?" tanya pengawal Wen. "Dan kalau kamu disini, berarti yang mulia Putri juga ada disini". Kata pegawai Wen lagi.
"iya, tuan benar. Saya San San pelayan dari Putri Long Mei. Dan yang disebelah saya ini adalah Putri Mahkota Long Mei". Kata Nubi mengenalkan.
Pengawal Wen pun kaget dan refleks menatap wanita muda yang wajahnya tertutup cadar.
"Pu.. Putri Mahkota". Kata Wen terbata-bata. "Maaf kesalahan kami Putri, karena kami tidak menyambut kedatangan anda.". Wen lebih lanjut.
Kedua prajurit yang menjaga gerbang tapi pun terkejut mendengar status nona yang mereka cegat masuk. Mereka seketika langsung pucat, membayangkan hukuman yang akan mereka terima nanti.
"Tidak apa-apa pengawal Wen". Ujar Putri Long Mei kepada mereka.
"Kalau begitu, mohon untuk putri mengikut hamba. Silahkan". Ucap Wen lagi
"Terimakasih". Kata Putri Long Mei.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
.
Maaf ya... jarang up..
soalnya lagi sibuk dengan urusan semester di sekolah...🙏🙏🙏
.
Bagaimana reaksi pangeran Ming Yuwen saat melihat putri Long Mei berada di istana Ming?
Apakah kedua prajurit tadi akan dihukum?
.
Temukan jawabannya di bab selanjutnya..
.
.
kunjungi dan baca novelku yang lain ya..
Jangan lupa subscribe, like jempolnya dan komen y...
Makasih...
semangat thorrrr
1. tidak perlu dikomentari sendiri, krn yg baca bukan anak2 kecil.
2. gak perlu diulang untuk cerita yg sdh dicerita berikutnya, memenuhi ruang. yg berarti penulisan tiap bab hanya sedikit jika seperti itu. maaf ya saya hanya usul.
sok asyik