NovelToon NovelToon
AKU BUKAN PELAKOR

AKU BUKAN PELAKOR

Status: tamat
Genre:Pelakor / Selingkuh / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:24.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mimah e Gibran

"Aku bukan pelakor, sekalipun yang aku lakukan adalah untuk merusak rumah tangganya!"

Hanin, terpaksa pulang kampung dan bekerja pada mantan kakak iparnya demi membalaskan dendam Naura. Menggoda laki-laki itu dan membuatnya berlutut lalu ditinggalkan adalah tujuan Hanin mendekati Firman. Akankah dendam itu tuntas sampai akhir? Atau malah justru Hanin sendiri yang malah terjebak pada lingkar kerumitan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mimah e Gibran, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab - 26

Naif sekali rasanya jika aku tak sedih, meski di depan orang-orang bahkan di depan Ibu yang sikapnya seperti itu pun aku seperti manusia batu. Tapi sejujurnya hatiku teramat sakit, saking sakitnya sampai mulutku menjadi berbisa.

Bodohnya, aku tetap saja peduli dengan keluarga yang bahkan tak pantas aku sebut sebagai rumah. Ibu dan segala sikapnya membuatku takut, apalagi sikap nyelenehnya di depan Sagara. Aku pikir, Ibu mulai terobsesi memiliki menantu orang kaya.

"Istirahatlah, tak usah memikirkan banyak hal." Gara menatapku lekat, sebelum menarik selimut dan merebahkan diri di ranjang sebelah.

"Gara..."

"Hm?" Gara memiringkan badan, sampai kami benar-benar saling menatap meski berjarak.

"Terima kasih."

"Selamat malam, Hanin. Semoga besok, suasana hatimu sudah lebih baik."

Esoknya...

"Pagi? Apa kau perlu sesuatu?" tanya Gara begitu pertama kali aku membuka mata. Laki-laki itu sudah duduk bersandar di ranjang dengan wajah yang lebih fresh.

"Pagi, Gara." Aku menggeleng, akan tetapi bunyi perutku benar-benar tak bisa diajak kompromi, bikin malu.

"Kamu lapar?" Gara melihat jam di pergelangan tangan lalu kembali menatapku, "mandi lalu kita balik ke Jakarta?"

"Oke." aku menyaut singkat, akan tetapi saat keluar dari toilet, ia mengangsurkan sebuah paperbag. "Ganti bajumu, kamu gak mungkin pakai baju kemarin kan?"

"Ah iya, sekali lagi terima kasih Gara!" Aku mengucap tulus, itu murni dari hatiku karena kebaikannya kali ini.

"It's oke, itu bukan hal besar."

Selesai membersihkan diri, aku kembali ke ranjangku. Mencari tas untuk memoles tipis wajahku.

"Udah, yuk?" ajakku seketika kami keluar dari kamar hotel untuk segera cek out.

"Jadi selain pelakor, kamu juga suka open B* ya?"

Aku menegang, suara itu aku mengingatnya dengan jelas.

"Mbak Marsya? Gak jadi hamil?" tanyaku, wajahnya langsung pias, akan tetapi tiba-tiba ia menarik kasar rambutku.

"Puas kan kamu, udah bikin aku dan Firman bercerai..."

"Gara tolong!" Aku memekik, berharap Gara yang sedang berbicara dengan resepsionis hotel mendengarku.

"Wait?"

Gara bergegas menghampiriku, "Mbak Marsya apa-apaan sih?"

"Apa? Kamu kenal sama Mbak Marsya?" aku tak percaya, dunia sesempit ini.

"Gara kamu ngapain jalan sama nenek lampir ini?"

"Mbak lagi ngomongin diri Mbak Marsya sendiri?" sindirku tak kalah pedas, enak saja dia mengataiku mak lampir.

"Kamu tuh! Arghhhhh, Gara..."

"Jangan bikin keributan, kita cari tempat untuk bicara!" Gara mendekus lalu meraih tanganku.

"Gara kamu nggak tau, wanita yang kamu bawa ini siapa?" Mbak Marsya masih emosi, terlihat dari dadanya yang naik turun dan aku hanya bisa diam dari pada memancing keributan. Kini, kami sudah berada di resto lantai bawah yang ada di hotel.

"Sebelum Mbak jelek-jelekin Hanin, mending Mbak ngaca dulu deh. Mbak bahkan udah bikin Papi dan Mama malu dengan menikah siri dengan Pras yang bahkan udah punya istri sah."

"Lalu menurutmu, Mbak harus gimana? Mempertahankan rumah tangga Mbak dengan Firman?"

Eh tunggu-tunggu, malu-maluin Papi dan Mama? Ini maksudnya apa?

"Mbak Marsya ini,---" Aku terdiam menunggu penjelasan Sagara.

"Aku Kakaknya Sagara, kenapa?" wanita itu menatapku sambil menyeringai.

"Mbak? Jangan bikin Hanin takut,--"

"Hahaha, dia wanita yang bikin aku dan Mas Firman cerai, Gara."

"Mana mungkin?" elak Sagara, lalu beralih menatapku.

"Maaf ya, Mbak. Tapi yang dikatakan Sagara memang benar, mana mungkin aku bikin kalian cerai sementara sampai saat ini aku bahkan tak punya hubungan apa-apa dengan Mas Firman. Mau bukti?"

"Wtf, aku gak peduli kamu punya bukti apa nggak? Yang jelas, lebih baik kamu jauhin Sagara karena sebagai kakaknya, aku gak akan kasih kalian restu."

"Mbak, udah? Mbak pikir bisa stir hidup aku, hm? Mama bahkan udah setuju aku sama Hanin, dan menurutku Papi juga gak keberatan. Kenapa sekarang Mbak repot-repot mengatur dengan siapa aku pacaran. Aku kesini buat nyampein pesen Mama, jauhi Pras dan pulang ke Jakarta!"

"Nggak!"

Di tengah perdebatan mereka yang semakin panas, aku memutuskan menghubungi Mas Firman.

Panggilan tersambung, dan aku pastikan tak butuh waktu lama untuk mantan kakak iparku itu mengangkat telepon dariku.

"Hallo, Mas Firman?"

Aku tersenyum puas menatap Mbak Marsya yang semakin kesal.

"Ya, Hanin. Tumben menghubungiku? Apa kamu perlu sesuatu?"

"Ehm, begini. Aku tadi ketemu Mbak Marsya!"

"Hanin kamu bener-bener, ya?" Mbak Marsya merebut ponselku dan membantingnya.

Aku dan Sagara jelas terkejut dengan hal itu.

"Mbak!" sentak Sagara marah.

Aku hanya bisa merutuk, karena ponsel itu benar-benar remuk karena ulah Mbak Marsya. Namun, aku tetap memungut dan segera memasukkan ke dalam tas.

"Mbak belum puas membuatku menderita? Menyebarkan isu jadi pelakor antara kamu dan Mas Firman? Masih belum puas dan sekarang bahkan Mbak merusak ponselku? Maumu apa?"

"Kamu yang maunya apa, Hanin? Sudah merebut Mas Firman dan sekarang dengan adikku, Sagara? Begitu banyak laki-laki di dunia ini kenapa harus adikku, hah?"

Gara mengeraskan rahang dan yang paling tak aku duga adalah dia menampar Mbak Marsya.

"Aku dan Hanin, sama sekali bukan urusan Mbak Marsya! Permisi," seru Sagara lalu menarik tanganku menjauh.

Yang masih membuatku tak menyangka adalah Mbak Marsya yang statusnya kakak perempuan Gara. Aku pasti sudah gila berada di lingkaran rumit ini.

1
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ~Ꮢнιєz ~💘༄⃞⃟⚡
diiihh apaan dah.. selesai gini😒
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •: 😭😭😭💙🥹
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ~Ꮢнιєz ~💘༄⃞⃟⚡
innalillahi wainnailaihi rojiuun
•§͜¢•🦢🍒 Nasira✰͜͡ᴠ᭄
waduh hanin sudah ta percaya sakin sering nya dibohongin
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ~Ꮢнιєz ~💘༄⃞⃟⚡
hhhhmmmm
•§͜¢•🦢🍒 Nasira✰͜͡ᴠ᭄
up nya merona ditungguin 😂
•§͜¢•🦢🍒 Nasira✰͜͡ᴠ᭄
waduh benerin tu 😂
•§͜¢•🦢🍒 Nasira✰͜͡ᴠ᭄
keren Sa lansung lamar
•§͜¢•🦢🍒 Nasira✰͜͡ᴠ᭄
janda nya belom up 😁
𐎙࿆ᷤⷭ Murni 𝐀⃝🥀ᴳᴿ🐅
kemana aja Thor 🤔 udah sekian purnama baru up
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •: nulis di sebelah kk, di aplikasi F hehe
total 1 replies
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
akhirnya up lagi setelah hampir 1 tahun apa yaa🤣🤣🏃‍♀️🏃‍♀️
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •: iya setahun🤣🤣
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ~Ꮢнιєz ~💘༄⃞⃟⚡
au laahhh.. kaMiiimmmm kelamaan.. jadi lupaaaa😢
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ~Ꮢнιєz ~💘༄⃞⃟⚡: lanjuuuutt
total 6 replies
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
lebih sakit dong dari istri simpanan....kalau istri udah jelas statusnya menikah lah ini masih pacaran dah di simpen...sabar ya Hanin
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
wahh lebih sakit dong dari istri simpanan...masih pacaran aja di simpen🤭
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •: 😅😅😅😅😅
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ~Ꮢнιєz ~💘༄⃞⃟⚡
hhhmmm tega kaMim membiarkan aq tergantung😓
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •: lagi mikirin ending🤣🤣🤣
total 5 replies
•§͜¢•🦢🍒 Nasira✰͜͡ᴠ᭄
perbanyak sabar nin
•§͜¢•🦢🍒 Nasira✰͜͡ᴠ᭄
waduh ko bisa Hanin mirip ibunya nau jangan" hanin memang bukan ank kandung nya
•§͜¢•🦢🍒 Nasira✰͜͡ᴠ᭄
Hanin masih ngasih duit ke ibu nya hadee ibu macam apa tu
•§͜¢•🦢🍒 Nasira✰͜͡ᴠ᭄
deg knp tu
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ~Ꮢнιєz ~💘༄⃞⃟⚡
ky nya syahlalalala terjebak friendzone deh🤔
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •: 😅😅😅😅😅
total 1 replies
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
Sabar ya Nin itulah resiko punya pacar artis yang banyak dikelilingi cewek² yang aktifnya luar biasa, tapi kamu tetap satu di hati Sagara kok🏃🏃🏃
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •: bisa aja🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!