NovelToon NovelToon
Ketulusan Cinta JONATHAN

Ketulusan Cinta JONATHAN

Status: tamat
Genre:Duda / CEO / Ibu Pengganti / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:535.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rossy Dildara

Akibat insiden penculikan dan pemerkosaan, Syifa menjadi trauma serta takut jika berdekatan dengan seorang pria, selain Abinya. Termasuk kepada Joe, yang telah menjadi suaminya.


Semua hal yang dialami Syifa, seolah menyulitkan Joe. Jangankan untuk melakukan malam pertama setelah pernikahan, duduk bersebelahan saja gadis itu merasa enggan.

Namun, seolah tak ada kata 'menyerah' di dalam kamus hidup Joe. Sehingga sampai sekarang pun—dia masih berupaya meluluhkan serta mengejar cinta duplikat dari mendiang istrinya itu. Dan tanpa diduga, rasa cinta pria itu terhadap Syifa semakin hari menjadi semakin dalam.


Akankah ketulusan cinta dari seorang Jonathan mampu membuat Syifa mengikis rasa traumanya? Dan apakah benar, Syifa telah diperkosa? Sebab Syifa sendiri tak ingat dengan semua itu.


Semua jawabannya hanya ada di novel ini, yuk baca~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rossy Dildara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Seperti anak gadis saja!

Tapi memang tak ada yang salah sebenarnya jika tongkatnya hitam, sebab tubuhnya juga hitam.

Masa iya, tubuh hitam tapi tongkat putih? Kan aneh.

"Opa jangan lupa baca aturan pemakaiannya, sebelum memakainya, ya!" tegur Robert.

"Tapi ini aman buat tongkat, Rob? Yakin kamu?"

"Yakin." Robert mengangguk cepat. "Setau Robert sih komposisinya dari buah-buahan. Jadi aman, Opa."

"Oh ya sudah, nanti Opa pakai pas mau mandi. Terima kasih ya, Nak! Opa sayang sekali sama kamu." Tubuh Robert yang berada di pangkuannya itu langsung dia peluk, kemudian mencium keningnya.

"Sama-sama. Semoga tongkat Opa cepat putih, ya, seperti tongkat Daddy." Robert tentu ikut senang, jikalau melihat orang yang dia sayangi senang.

"Amin." Abi Hamdan mengusap wajahnya dengan telapak tangan. "Oh ya, semalam kamu tidurnya nyenyak nggak, Rob?"

"Sebenarnya nyenyak, tapi gerah doang, Opa."

"Kipas anginnya mati?"

"Hidup. Tapi kurang dingin. Daddy sih bilang ... mau pasang AC di kamar. Boleh 'kan, Opa?"

"Boleh dong, masa nggak boleh," jawab Abi Hamdan sambil tersenyum. "Kamu nanti bujuk saja Mommymu, untuk tinggal di rumah Daddy, ya? Pasti lama-lama dia mau."

"Tapi Robert lebih suka tinggal di sini ah, daripada di rumah Daddy."

"Kenapa memangnya? Kan rumah Opa kecil, Rob. Jelek lagi."

"Bukan masalah kecil sama jeleknya, Opa." Robert pun perlahan memandangi rumah Abi Hamdan, cat temboknya terlihat sudah banyak yang mengelupas. "Eh, tapi rumah Opa sebenarnya bagus kok. Cuma catnya saja yang sudah luntur, kalau dicat lagi pasti jadi bagus." Robert langsung memperbaiki ucapannya. Sebab tak enak jika dengan jujur mengatakan jelek, takut menyakiti hati Opanya.

"Masa? Tapi alasan kamu suka tinggal di sini kenapa?"

"Karena dekat masjid. Kalau denger suara adzan ... bangun tidur bisa langsung lari dan ikut sholat."

"Memangnya di sekitar rumah Daddy nggak ada masjid?" tanya Abi Hamdan.

"Ada, tapi jauh banget, Opa. Musti naik mobil dulu. Yang dekat malahan gereja."

"Oh pantes."

***

Ting! Tong!

Terdengar suara bel dari balik pintu utama rumah Abi Hamdan. Umi Maryam yang tengah mencuci piring di dapur langsung menundanya, kemudian beranjak menuju pintu.

Sebelum membuka, dia menyeka kedua tangannya dulu dengan serbet di bahunya.

Ceklek~

"Selamat pagi Bu Maryam," ucap Mami Yeri sambil tersenyum. Dia datang bersama suaminya yang berdiri di samping, dan kedua tangan Papi Paul terlihat menenteng beberapa kantong belanjaan.

"Eh, Besan!" Umi Maryam terlihat terkejut, tapi juga senang. "Selamat pagi juga. Ayok silahkan masuk!" Cepat-cepat dia melebarkan pintu rumahnya, mempersilahkan tamunya untuk masuk.

"Terima kasih, Bu." Mami Yeri menatap sekitar rumah sederhana yang terlihat sepi itu, kemudian duduk di sofa. Papi Paul juga duduk di sampingnya dan menaruh apa yang dia bawa ke atas meja. "Aku bawa beberapa buah, susu ibu hamil dan vitamin buat Syifa, Bu," tambahnya sambil menunjuk ke arah kantong belanjaan.

"Wah, terima kasih banyak. Jadi merepotkan begini." Umi Maryam melihat salah satu kantong merah yang berisi buah apel dan jeruk Mandarin. Terlihat besar-besaran dan masih sangat segar.

"Nggak merepotkan kok, Bu," sahut Mami Yeri. Matanya masih menatap sekeliling rumah itu. "Tapi ngomong-ngomong ... di mana Syifa, Joe sama Robert? Aku semalam telepon Joe ... dan dia mengatakan ingin tinggal di sini untuk sementara waktu."

"Mereka memang tinggal di sini, Bu. Tapi saat ini mereka sedang pergi ke makam istri pertamanya, Joe. Robert bilang ... dia ingin mengenalkannya kepada Syifa," jelas Umi Maryam. "Oh ya, Ibu sama Bapak sudah sarapan belum? Masih ada nasi goreng. Kalau mau nanti saya bawakan."

"Nggak usah, Bu." Mami Yeri menggelengkan kepalanya. "Kami berdua sudah sarapan." Perlahan dia menatap suaminya sebentar.

"Oh begitu. Ya sudah ... saya buatkan teh sama kopi dulu, ya, Bu." Umi Maryam tersenyum, kemudian pamit menuju dapur.

"Joe dan Robert memangnya betah, ya, Mi ... tinggal di rumah kecil seperti ini?" tanya Papi Paul pelan, bahkan seperti berbisik. "Papi baru sebentar saja rasanya sudah sumpek." Dia mengibaskan tangannya ke wajah, sebab merasa gerah dan sudah mulai berkeringat.

"Mami juga nggak yakin. Harusnya sih mereka ...." Ucapan Mami Yeri seketika terhenti saat melihat Umi Maryam datang dengan membawa nampan. Berisi segelas kopi hitam dan teh manis, juga ada cemilannya beberapa potong bolu marmer di atas piring.

"Silahkan diminum dan dimakan, Besan, mumpung masih anget," tawar Umi Maryam seraya menata apa yang dia bawa di atas meja.

"Iya, Bu." Mami Yeri mengangguk sambil tersenyum. "Oh ya, Pak Hamdannya mana, ya, Bu? Kebetulan ... saya dan suami juga sekalian ingin membahas masalah resepsi Joe dan Syifa. Jadi kita rundingkan biar enaknya gimana."

"Sebentar, Bu. Saya panggilkan dulu. Beliau bilang sih tadi mau mandi." Umi Maryam pamit untuk masuk ke dalam kamarnya, lalu mengetuk pintu kamar mandi yang tertutup rapat. Tapi tak terdengar suara gemericik air.

Tok! Tok! Tok!

"Abi lagi ngapain? Kok lama banget di kamar mandi, semenjak Umi nyuci baju?" tanya Umi Maryam sedikit keras, takutnya sang suami tak mendengarnya. "Umi sampai sudah selesai nyuci baju lho, tapi Abi belum keluar juga dari kamar mandi."

"Sebentar! Abi lagi luluran, Umi!" sahut Abi Hamdan berteriak.

"Luluran?!" Kening Umi Maryam tampak mengernyit. "Ngapain pakai luluran segala? Ganjen amat, seperti anak gadis saja!" tambahnya mengomel.

...Konyol emang Ustad yang satu ini, Umi 🤣🙏...

1
NikenIka Ika
ngikut aja deh kak thor.. yg penting masib bisa nikmatin karya karya kak rossy🥰 Aq seneng banget bacanya kak. lucu, gokil, ngangenin, plus nambah banyak pengetahuan buatku😍. Semoga sehat selalu kak rossy.. semoga sukses selalu🤲🤲🤲
NikenIka Ika
hadeee gitu aja diributin bos bos.. ini kan jg cerita fiktif. Kak author uda bikin cerita sebagus ini malah nuduh macem². Kalo gak suka skip aja bos. jangan bikin kak author jd drop. masih banyak kok fans kak author yg setia seperti aq. Uda tau soal agama ras, suku itu sensitif gt aja dibesar²in. berkat baca novel kak author aq yg sesama muslim aja banyak dpt pgetahuan baru, terutama ttg wudhu, ttg junub dll. Masing² orang/ karya itu ada plus minusnya bos. yg plus bisa dicontoh yg minus bisa dibuang, gt aja kok repot😅. Buat kak rossy author ttp semangat kak, jangan diambil pusing. Semoga sehat selalu kak rossy.. semoga sukses selalu
🤲🤲🤲. Ditunggu lg y kak novel sekuel juna cs dkk😍
IG: @rossy_dildara: terima kasih banyak kak 😍😍
total 1 replies
NikenIka Ika
kak yg novel nissa mommynya juna judulnya apa ya?
NikenIka Ika
semangat trs kak rossy.. aq selalu nungguin novel karya kak rossy. awalnya aq kira novel baru trnyata ada robert dan juna cs langsung deh kupantengin trs🤭😍🤣.
Imang Tiah
Luar biasa
LAILATUN NI'MAH
papi Paul trauma dengan hompimpah🤣🤣🤣
LAILATUN NI'MAH
jadi penasaran ini Yumna asli atau Yumna bohongan ya🤔🤔
LAILATUN NI'MAH
dasar cucu durhakim🤣🤣🤣🤣
Nita Emes
ngidam si Joe
Yeni Suhaeti
l
Amisaroh
yah tamat ya😭
Anik Trisubekti
Terimakasih kak @Rossy Dildara ditunggu karya selanjutnya ,requests kisahnya Gundul in the genk ya 😘😘😘
IG: @rossy_dildara: okeeee
total 1 replies
Amiergaharu
bikin the geng botak dewasa thor.pasti seru tuh
IG: @rossy_dildara: iya, kak, ditunggu ya
total 1 replies
Eva Karmita
sebenarnya belum ikhlas tapi kalau dilihat keluarga om Joe Anderson sudah bahagia ya ngak papa lah ditunggu kisah anak" nya nanti otor 😍 , terimakasih otor sudah menemani hari" ku Slam sehat bahagia dan sukses selalu untuk otor ku 🙏🤗😘
IG: @rossy_dildara: sama² kak Eva😍
total 1 replies
Titi lestari Tari
terima kasih kak othor ... kak othor is the best smoga kedepannya akan lebih dan lebih baik lagi, slmt tinggl klrga joe and syifa smga bhgia
Titi lestari Tari: ya kan masih ada cerita yg lain wkwkwkk...ada om ganteng ada ustadz yunus 😁
total 2 replies
Evrida
Terima kasih Thor karyamu sangat luar biasa ditunggu karya karya lainnya

Meskipun belum rela tamat tapi ndak ppa lah om joe beserta syfa sekeluarga sudah hidup bahagia 😂😂😆😆
IG: @rossy_dildara: sama²😍
total 1 replies
fee2
yah kok tamat seh belum rela ini.... semoga keluarga om joe bahagia selamanya....
IG: @rossy_dildara: ❤️❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
Eva Karmita
malang nian nasibmu Sandi jadi aspir nya om Joe bagaimana caranya mau cari pacar coba kalau setiap hari Sandi disibukkan dengan pekerjaan yang ditugaskan om Joe dasar bos tak berperikemanusiaan tega melihat aspirnya jadi jomblo sejati macam sandi 😭😭😭😂😂
fee2
cari pacar cari istri lah om sandy biar gak sendiri...
Titi lestari Tari
makanya sand minta cuti dong sama pk bos buat cari pacar eh slh calon istri biar nggk merana ... tuh om kamu jg udah merried 😁😁😁😁 nanti keburu ubanan rambutnya 🤓
Titi lestari Tari: waduuuhhhh
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!