Nama ku ailin putri berusia 7tahun dan terkenal gadis yang periang dan sangat suka tertwa. . tapi sejak kecelaka, an Mobil itu semua pun berubah, ayah ibu meninggal dalam kecelakaan itu, dan mereka membawa semua tawa dan bahagia yang aku miliki.
Sejak saat itu aku harus hidup bersama bibiku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khairin Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26.
Namun ketika Ailin hendak melihat foto Ibunda Radja ponselnya berdering dan Ailin menghentikan niatnya untuk melihat foto tersebut.
Dokter Jefri memberitahukan jika kondisi Lani tiba-tiba kritis dan harus segera menjalani operasi. Tentu saja Ailin harus membayar biaya yang tidaklah murah Ailin mulai kebingungan dia harus mendapatkan uang dari mana sedangkan belum ada satu bulan Ailin berkerja didalam kantor JISET GROUP.
"Siapa yang telvon? Kenapa dengan wajahmu itu?" Tanya Sani sembari berjalan mendekati Ailin.
Ailin menceritakan apa yang dia bicarakan dengan dokter Jefri di telvon tadi. Air mata kembali membasahi pipi Ailin bahkan setiap hari dia menangis namun hanya dihadapan Sani saja dia menunjukkan siapa dirinya sebenarnya. Jika dihadapan orang lain Ailin akan bersikap pendiam seolah-olah dia tak memiliki masalah apapun dalam hidupnya ditambah lagi dengan barang branded yang Radja berikan mendukung aktingnya sebagai wanita mapan yang tak memiliki masalah keuangan sangat berbanding terbalik dengan kenyataan yang sedang Ailin hadapi.
"Ailin, Kenapa kamu tidak memakai kartu yang Pak Radja berikan?" Ujar Sani sembari tangannya menyentuh air mata Ailin.
"Tapi bisanya sangat mahal dan satu tahun gajiku pun tak akan bisa membayarnya! Apa yang harus aku lakukan?" Ujar Ailin dengan mata berkaca-kaca dia mulai berusaha menghentikan air matanya yang jatuh tak beraturan itu.
Ailin menceritakan tentang pernikahan ya pada Radja namun Ailin memberitahukan pada Sani agar merahasiakan akan pernikahan itu dari siapapun.
"Hei, dia suamimu kan sudah seharusnya dia memberikan uangnya untuk kau habiskan!" Imbuh Sani sembari membereskan meja kerjanya karna waktu sudah menunjukkan pukul 16.00, waktunya pulang kerja.
Ailin mengusap air matanya dan dia segera membereskan meja kerjanya juga dan Ailin pulang dengan Sani namun saat dia hendak masuk kedalam mobil Sani, suara Radja menghentikannya.
"Masuk!" Perintah Radja dari dalam mobil mewahnya, Radja membuka kaca mobilnya dan menatap kearah Ailin.
"Aku ada urusan dengan Sani, bisakah aku pergi dengannya?"
"Sudah berani membantah ucapan ku!" Tandas Radja dengan nada suara mulai terdengar kesal akan penolak Ailin barusan.
"Aku akan ikut dengannya." Ucap Ailin pada Sani sembari berjalan menjauhi mobil Sani dan beralih masuk kedalam mobil Radja.
Radja segera pergi meninggalkan parkiran mobil itu, tanpa Radja ketahui jika Keren melihatnya dari sudut parkiran dan menatapnya dengan sinis.
"Kita mau kemana?"
"Nanti malam ikut denganku pergi ke Club."
"Sayang, aku tidak suka jika pergi ke sana." Ujar Ailin jujur.
"Ada aku siapa yang berani menyentuhmu!" Ucapan Radja menandakan jika perintahnya tidak bisa dibantah. Radja masih ingat akan kejadian di Club tempo hari yang membuat Ailin hampir dilecehkan oleh orang lain. Namun Radja tetap saja ingin mengajak Ailin pergi bersama.
Ailin kembali teringat akan uang yang dia butuhkan untuk operasi Bibi nya tadi. Dia pun memberanikan diri untuk membuka mulutnya bicara pada suaminya itu.
Radja terlihat menikmati alunan musik yang keluar dari radio yang ada didalam mobilnya, sebelum bicara Ailin lebih dulu mengecilkan volume radio itu.
"Sayang, bolehkah aku memakai uang yang ada didalam kartu tanpa limit yang kau berikan padaku?" Tanya Ailin sembari menatap kearah Radja.
"Tentu saja pakai saja sesukamu!" Perintah Radja sembari menatap balik Ailin sesaat dan dia kembali memusatkan pandangannya menatap kearah jalanan.
SETELAH BACA JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE YA SUPAYA KHAIRIN BISA SEMAKIN SEMANGAT UPDATE TERATUR ☺️☺️☺️
JANGAN LUPA TINGALKAN KRITIK DAN JUGA SARAN SUPAYA SAYA BISA MEMBUAT NOVEL YANG LEBIH BAGUS LAGI. SELAMA KRITIK DAN JUGA SARAN MASIH DALAM BATAS WAJAR DAN SOPAN MAKA SAYA SANGAT MENGAPRESIASI 😊😊
JANGAN MEMBERIKAN KRITIK YANG NEGATIF KARNA SAYA MUDAH SEKALI DOWN MOODNYA.
order mertua model begini satu aja thor, kirim ke rumah ku ya 🤣🤣🤣
tenang ada CCTV rumah..kau mau berakting keren