NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Pak Dosen

Jerat Cinta Pak Dosen

Status: tamat
Genre:Dosen / Nikahmuda / Duda / Romansa / Tamat
Popularitas:480.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: AYi

Shaila gadis cantik berusia 18 tahun, baru saja menjalani aktivitasnya sebagai seorang mahasiswa di sebuah universitas swasta di Jogjakarta. Hari-harinya selama di bangku kuliah selalu dibuat kesal oleh salah satu dosen di kelasnya.

Arshaka, 23 tahun, dosen muda yang tampan dengan status duda beranak satu, merasa tertarik pada mahasiswanya. Dia melakukan berbagai cara untuk menarik perhatian si mahasiswa. Mulai dari memberikan tugas yang berlebih hingga perhatian yang tidak wajar.

Akankah Arshaka bisa mendapatkan Shaila dengan mudah? Ikuti ceritanya hanya di Jerat Cinta Pak Dosen

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Saat baru beberapa langkah menjauh ternyata sang anak sambung melihat Shaila. Bocah umur tiga tahun itu mengejar sambil memanggilnya dengan suara lantang. Hal ini mengundang perhatian orang-orang yang berada di dekatnya, termasuk Arshaka dan kedua wanita yang mendekatinya.

Shaila mengusap air mata yang dengan tidak tahu malunya menetes membasahi kedua pipi mulus itu. Dia tidak tahu kenapa tiba-tiba air matanya keluar begitu saja tanpa dikomando. Walaupun rasa cinta belum hadir setidaknya menghormati ikatan yang telah terjalin.

Arshaka pun ikut berlari mengejar sang istri yang tampak menangis meninggalkan dia dan keluarganya. Dengan langkah lebarnya dosen muda yang baru saja mendapat gelar M.Ak. itu akhirnya bisa menangkap lengan sang istri. Laki-laki langsung memeluk sang istri erat.

"Maaf, saya tidak pernah memberitahu apalagi mengundang mereka. Percaya saya," ucap Arshaka dengan perasaan hancur karena lagi-lagi dia tidak sengaja menyakiti perasaan istrinya.

"Ayo, saya kenalkan kamu sama mereka," ajak Shaka kemudian karena tidak ada sepatah kata pun keluar dari mulut istri kecilnya.

Shaila mengikut saja ketika badannya dirangkul dan dibawa mendekati dua orang wanita yang tampak begitu memuja sang suami. Gadis cantik itu memilih diam, pura-pura tidak tahu apa-apa. Demi menjaga pikirannya tetap waras dan hatinya sehat.

"Sasha, Grace kenalkan ini istriku. Sayang kenalkan mereka teman-temanku saat SMA," ujar Arshaka memperkenalkan mereka.

Shaila menjabat tangan kedua wanita itu satu persatu. Awalnya dia pura-pura tidak mengenal sang kakak. Namun, sepertinya kakaknya itu ingin semua orang tahu jika mereka kakak beradik.

"Dik? Jadi ... jadi ini suami yang sering kamu ceritakan ke kakak? Yang katanya masih mencintai mantan ...."

"Sayang, percaya saya. Hati dan pikiran saya sudah penuh dengan nama kamu. Mana mungkin saya masih mencintai mantan," potong Shaka cepat, tidak ingin menimbulkan salah paham lagi. Apalagi kedua mantannya hadir di hari wisudanya.

Satu mantan pacar dan satunya lagi mantan istri. Walaupun kadar cintanya berbeda, tetap saja keduanya pernah hadir dalam hidupnya. Terlebih masing-masing mantan meninggalkan kenangan tersendiri yang membekas di hati.

Shania yang merasa sebagai wanita dalam cerita Shaila selama ini pun menjadi berada di atas angin. Wanita itu pun akhirnya memutuskan untuk kembali mengejar cinta sang mantan yang kini telah menjadi adik iparnya. Berbeda dengan Shania, Grace merasa hatinya kembali tertusuk duri.

Cinta dalam diamnya membuat wanita itu semakin sakit. Tiga tahun menghilang dengan harapan ingin menghapus rasa cintanya, tetapi malah kesakitan yang dia dapat. Mantan suaminya itu tetap mencintai sang mantan pacar.

Dari pada melihat drama cinta segitiga di hadapannya, Grace memilih mendekati mantan mertua juga anaknya. Dia menyalami tangan kedua mertuanya lalu mendekati sang anak.

"Hai, Boy! Mau ini?" sapa Grace sembari menawari anaknya coklat yang dia bawa dari negaranya.

Belum sempat bocah kecil berkulit putih dan berambut coklat itu mengambil coklat dari tangan Grace, Shaila sudah berdiri di dekat mereka.

"Ambil saja, Sayang. Tapi ingat, makannya jangan berlebihan. Ok?" Shaila mengizinkan anak sambungnya mengambil pemberian wanita berwajah bule itu.

Bocah usia tiga tahun itu takut karena tidak pernah bertemu dengan wanita di depannya. Walau terlihat baik, Azka tidak mudah percaya begitu saja. Selama ini keluarga terdekatnya selalu mewanti-wanti dirinya untuk tidak mudah terbujuk oleh orang asing.

"Onty itu siapa, Bun?"

"Kenalan dong, Sayang. Kalau nggak kenalan mana tahu siapa dia?" sahut Shaila dengan tersenyum manis pada sang anak kandung.

Wanita berwajah bule itu tahu maksud kata-kata istri baru dari mantan suaminya. Tidak mungkin dia datang memperkenalkan diri sebagai ibunya, bisa-bisa anak yang telah dilahirkannya itu takut dan tidak mau lagi bertemu.

"Onty teman ayah sewaktu SMA, waktu kuliah dulu Onty juga pernah kuliah bareng ayah tapi hanya sebentar," jelas Graceila Jonshon.

Azka mengangguk saja walau dalam hatinya masih banyak pertanyaan, tetapi dia tahan dan akan bertanya langsung pada sang ayah.

Shania ikut mendekat pada Azka mencoba menarik perhatian anak itu agar bisa kembali bersama ayahnya.Namun, belum sempat berbicara Arshaka dan orang tuanya mengajak Azka dan Shaila pulang.

"Ar, berarti kamu tinggal di perumahan Jetis Indah yang pernah aku datangi itu, 'kan?" tanya Shania dengan suara manja.

"Kak Nia pernah datang ke rumah kami kenapa masih bertanya lagi?" sahut Shaila dengan balik bertanya.

Arshaka membawa anak dan istrinya pulang ke rumah orang tuanya sesuai permintaan sang ibu. Mbak Rina juga sudah berada diminta Mama Nenti untuk membantu menyiapkan acara syukuran, sehingga rumah Shaka kosong tak berpenghuni. Hanya satpam kompleks yang sesekali datang untuk mengecek rumah kosong itu.

Tanpa sepengetahuan Shaka dan yang lainnya, Shania mendatangi rumah yang laki-laki itu. Gadis itu mengira jika di rumah minimalis itu pasti mengadakan acara makan-makan seperti umumnya. Sesampainya di rumah yang pernah didatangi, ternyata disambut satpam kompleks jika rumah itu kosong.

Gadis itu menanyakan alamat rumah orang tua Shaka tetapi satpam itu menjawab tidak tahu. Tidak kehilangan akal, dia menanyakan alamat itu pada adiknya. Namun, nomor sang adik sedang tidak aktif.

Ingin bertanya pada Shaka langsung, tadi laki-laki itu sudah mengatakan padanya untuk menjaga jarak agar istrinya tidak salah paham. Ayah satu anak itu juga mengatakan sudah tidak memiliki rasa apapun pada dia.

Berbeda dengan Shania yang berusaha mendekati sang mantan, Grace lebih memilih pulang ke rumah orang tuanya yang sudah lama tidak ditempati. Hanya orang suruhan saja yang datang seminggu dua kali untuk membersihkan rumah itu.

"Sepertinya istrimu yang sekarang begitu menyayangi anak kita. Semoga saja dia mampu bertahan menghadapi orang yang masih dibayangi masa lalu."

Grace meninggalkan anaknya saat baru lahir bukan karena keinginan orang tuanya yang tidak setuju. Namun, dikarenakan Shaka yang masih begitu mencintai Sasha. Dua tahun menjadi istrinya, mendampingi berjuang dari bawah, tetapi tidak sekali pun mendapatkan cinta laki-laki itu.

Pernikahan mereka memang bukan karena cinta, tetapi berhubungan badan setiap hari walaupun tidak menghadirkan rasa cinta, seharusnya bisa memberikan ikatan batin. Tenyata tidak, Grace hanya dianggap pemuas naf*u belaka. Saat dia hamil, tidak sedikit pun perhatian seorang Arshaka tercurah padanya.

Arshaka harus menghadapi kemarahan Mama Nenti karena tidak bisa menjaga perasaan Shaila. Gadis itu pamit ke rumah temannya setelah makan siang, sampai waktu Maghrib telah berlalu tidak memberi kabar juga tidak bisa dihubungi.

"Kamu seharusnya bisa mencontoh perlakuan papa kamu ke Mama! Kalau kamu cinta seharusnya juga kamu peka pada istrimu. Lihat kamu saat ini, keberadaan istrimu saja tidak tahu."

1
lia rahma
extra part dong kak
Tamirah Spd
Shania wanita yang kurang dewasa, selaku seorang kakak seharusnya intropeksi diri. Mantan pacar sdh nikah dgn adiknya,dia jg sdh menikah,kok masih berharap pada adik iparnya untuk menjalin kasih....wes angellllll.
Tamirah Spd
Walau tidak ada rasa cinta dan pernikahan karena situasi darurat izab Kabul Sudah terucap,ya siapa yg gak sakit hati, apa lagi kalau tahu cinta pertamanya adalah kakak nya sendiri..... sakitnya tuh disini.
Tamirah Spd
Mama Nenti tidak sadar membuka aib anaknya sendiri.Tentu saja membuat Shaila berfikir kalau dosen status duda itu nikah nya karena kekasih nya hamil dulu.,!!!
Tamirah Spd
Mama Nenti sama saja membuka aib anaknya sendiri, tentu saja
Tamirah Spd
Nama duda kalau sdh jatuh cinta sudah gak jaga image,apa jatuh cinta nya sama mahasiswa sendiri,ada aja alasan untuk ngerjain biar dekat.
Istifada
Luar biasa
Jҽʅιƚα
👍👍👍
Nurina Ningrum
Luar biasa
Nurina Ningrum
Buruk
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwkwk mampos kau PELAKOR,Udah liat sendiri.kan gimana Arshaka memperlakukan Shaila,Masih aja berharap.Kok.mau jadi Pelakor adek sendiri,Gila nih Cewek..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa ke dua puteri dokter Nathan di sukai oleh Dosen2 mereka..gak Shaila gan Shania..🤣
Qaisaa Nazarudin
Biasa
Qaisaa Nazarudin
Buruk
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣 Ternyata Dosen pintar tapi Kudet ya..
Qaisaa Nazarudin
Lha masa ya gitu doang langsung di Nikahkan?
Qaisaa Nazarudin
Gen Bapaknya menurun ke anaknya..🤣
Qaisaa Nazarudin
Kasian si anak,Bapaknya malah sibuk ngintilin cewek..
Qaisaa Nazarudin
Menurut ku Shaila ini terlalu ceroboh..
Qaisaa Nazarudin
Gila aja,Kalo aku mah jangan harap..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!