Alya Maharani mahasiswi Cantik di sebuah Universitas ternama di Jakarta harus menerima nasibnya di pilih dan menikah dengan laki laki yang tidak dia sukai.
Arga Dewantara memilih Alya sebagai calon istrinya saat dua keluar menjodohkan putra dan putri mereka.
Arga memilih Alya yang sebenarnya hanya asal, karena Alya yang juga kuliah di Universitas yang sama dengan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Encha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Seperti biasanya Alya turun lebih dulu untuk sarapan, Arga masih berada di kamarnya entah apa yang sedang dia lakukan dengan ponselnya.
Sedari tadi Arga terlihat terus membalas pesan dan sudah pasti jika dia sedang bersama Gladis.
"Pagi Ayah, Bunda" Sapa Alya tersenyum.
"Pagi Al, Sarapan sayang" Ucap Kalina tersenyum.
Alya menarik kursinya dan duduk di sana tidak lama Arga turun dengan wajah yang terlihat kesal.
Kalina menatap putranya dan hanya menggeleng.
"Jadi hari ini kamu bawa mobil sendiri Al" Ucap Kalina membuat Arga menoleh.
Sejak kapan mobil Alya berada di sana, padahal dia sendiri sama sekali tidak tau.
"Iya Bun, soalnya Al beberapa hari ini harus bolak balik untuk olimpiade Minggu depan."
Kalina mengangguk.
Dia tau bagaimana Menantunya itu, Alya yang tergolong mahasiswi pintar di kampus membuatnya selalu sibuk dengan beberapa olimpiade.
"Memangnya Mobil Lo sudah di sini" Ucap Arga tanpa menatap Alya.
"Sudah, semalam diantar Sopir."
Arga terdiam,,
"Arga berangkat dulu" Lanjut Arga beranjak.
Bramiko menggeleng dengan sikap putranya,,
"Kamu sabar Al, Arga memang seperti itu"
"Iya Yah, Al juga berangkat dulu"
Alya mencium punggung tangan kedua mertuanya, dia menyambar tasnya dan berjalan keluar.
Namun Arga yang terlihat masih berada didepan pun membuat Alya heran.
"Lo sengaja kan pakai mobil sendiri agar bisa pulang telat."
Alya menautkan kedua alisnya.
"Maksudnya apa sih."
"Udah lah Al, Palingan itu alasan Lo saja buat bisa jalan sama pacar Lo kan."
"Pacar, Gue bener-bener gak ngerti sama ucapan Lo"
Arga menggeleng..
"Ingat kalau Lo sudah punya suami." Ucap Arga masuk ke dalam mobilnya.
Alya Semakin bingung dengan sikap Arga, apa maksudnya.
"Dasar Aneh" Gumam Alya masuk ke dalam mobilnya.
____
Sementara Arga melajukan mobilnya, dia kesal dengan sikap Gladis yang terus menuduhnya macam-macam dan kini Alya sudah mulai berani dengannya.
Derrt
Derrt.
Ponselnya kembali berdering, Arga menatapnya panggilan dari Gladis membuatnya menggeser tombol hijau.
"Halo"
"Halo Ga, kamu jemput aku kan tapi aku gak mau kalau satu mobil dengan cewek itu."
"Sebentar lagi gue sampai, Lo tunggu di depan."
Arga menutup telponnya dan menginjak gas,, dia langsung menuju rumah Gladis.
Gladis sendiri yang sudah berada di depan rumahnya tersenyum saat melihat mobil Arga berhenti.
"Morning Sayang" Ucapnya masuk ke dalam mobil.
Arga tersenyum dan melajukan kembali mobilnya.
"Jadi cewek itu turun dimana, dia tidak duduk di depan kan."
Arga menghela napasnya,,
"Lo gak usah khawatir, Alya sudah pakai mobil sendiri."
"Bagus dong, jadi dia gak akan lagi masuk mobil kamu.
Mual aku tuh bau parfum dia."
Arga diam dan tidak menjawab ucapan Gladis, baginya saat ini sudah terlalu pusing dengan semuanya.
Mobil Arga masuk ke dalam parkiran, terlihat mobil Alya sudah berada di sana namun matanya menatap dimana Alya malah sedang asik mengobrol dengan Fadli dan mereka terlihat semakin dekat apalagi Alya yang tertawa.
Gladis menatap Arga,,
Dia tau jika Arga sedang melihat ke arah Alya.
"Lo Lihat kan gimana dia, semua cowok sengaja dia dekati dan gue yakin kalau Alya sendiri yang sengaja minta buat gantiin Alma di olimpiade nanti."
Arga menggeleng dan berjalan melewati mereka,,
Alya yang melihatnya pun tidak bergeming, dia tetap asik ngobrol dengan Fadli.
"Arga tunggu" Ucap Gladis yang terus di tinggal Arga.
"Lo kenapa sih Ga, cemburu Lihat mereka dekat."
"Gak usah aneh-aneh deh."
"Terus,-
Arga menghela napasnya,,
"Gladis stop buat terus nuduh gue, Lo tau kalau gue cuma sayang sama Lo, gimana hubungan gue dengan Alya."
"Maaf"
"Sekarang Lo ke kelas dulu, gue harus ke Lapangan basket." Ucap Arga meninggal Gladis .
"Ini semua karena cewek itu, gue gak akan biarkan Arga memiliki perasaan terhadap Alya. Arga milik gue sampai kapanpun."
Alya masih bersama Fadli, hubungan mereka pun semakin dekat bahkan seperti saat ini mereka berada di perpustakaan Kampus.
Fadli sengaja menemani Alya untuk persiapan lomba nanti, Alya yang masih kurang jelas untuk beberapa bab pun terlihat menanyakannya.
Fadli menjawabnya dengan sabar, dia terus mengajarkan Alya tentang rumus-rumus yang Alya tidak paham.
Beberapa Mahasiswi pun mengira jika mereka pacaran, hampir setiap kali mereka bersama, Alya bahkan lebih sering bersama Fadli dari pada kedua temannya.
Namun baik Kamel ataupun Keysa, mereka tau karena Alya akan mengikuti Olimpiade mewakili Kampus mereka.
"Jelas apa yang gue jelasin" Ucap Arga menatap Alya yang tampak mengangguk.
Fadli tersenyum dan mengusap pucuk rambut Alya.
"Nanti gue juga ulang deh di rumah setalah pulang nanti."
"Jangan terlalu di paksa Al, menang Kalah tidak masalah dan kami pun tidak menuntut kamu harus menang nanti."
"Gapapa Kak"
"Tapi jangan terlalu lama belajar, kamu juga harus istirahat."
"Oke" Ucap Alya tersenyum.
Gladis yang berada di sana pun tampak tersenyum, dia berhasil mendapatkan sebuah foto dimana Fadli mengusap rambut Alya.
Mereka terlihat begitu dekat apalagi Alya yang lebih condong mendekat ke arah Fadli.
"Permainan dimulai, ini waktunya kebusukan Lo di buka."
lah Nadin kapan baiknya sirik mulu yg dipiara🤦😏
tidak apa memang untuk kita menjadi lebih baik akan ada banyak cobaan menghadang kita
tetap tawadhu ya 😘