Ingin adalah karya yang sebelumnya dan Sudah direvisi di beberapa bagian.
Naura menerima tawaran kakak sahabatnya dengan imbalan tiga puluh juta rupiah. Tugasnya juga mudah hanya membatalkan pernikahan seseorang. Tanpa bertemu, hanya berbicara melalui telpon, dan uang muka juga sudah dia terima, Tentu saja gadis itu bersedia, dan pergi ke acara pernikahan dengan cara menyamar.
Tapi siapa sangka aksinya itu justru membuat dirinya terjebak pernikahan dengan pria yang dia batalkan pernikahan nya. Pria itu memaksanya, jika tidak mau di laporkan ke polisi. Tentu saja dia menolak karena takut identitas nya ketauan,
Bagaimana Naura menghadapi suaminya?
Bagaimana pernikahan nya?
Apakah akhirnya rahasia dia terbongkar?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Katauan
Naura telah merubah penampilan nya tak lagi kaos kebesaran dan hot pants. Gadis itu memilih menggunakan rok mini dengan tank top dan juga cardigan.
Tak hanya pakaiannya yang dia rubah, Naura tak sungkan memotong pendek rambutnya dan merubah gaya lurusnya menjadi curly, setengah ikal.
Selesai mempermak dirinya, Naura keluar dari salon dan berjalan-jalan berkeliling kota Bandung. Menikmati hiruk pikuk dan ramainya orang yang berlalu lalang disana.
"Inilah hidup yang aku inginkan, bebas, santai dan ah...aku bahagia." bisik hatinya pelan.
Menjelang sore hari gadis itu kembali ke hotel, dia ingin beristirahat dan menenangkan pikirannya.
Derrrt....deeert.... bunyi ponsel yang baru saja dia hidupkan kembali, Naura ingin tau apa yang terjadi setelah dia pergi.
Begitu banyak pesan masuk yang dia terima, dan juga panggilan tak terjawab dari pria yang jelas-jelas paling dia benci, siapa lagi kalau bukan suaminya.
Gadis itu tak menghiraukan nya, dia membuka dan mencari pesan lain, hingga matanya tertuju pada satu pesan yang di kirim oleh Zia.
"Kamu dimana Ra, tadi suami kamu kesini dan membuat keributan."
"Hah, Dewa sampai membuat keributan disana? dia benar-benar menjengkelkan.' batin Naura
"Maaf ya, telah membuat mu jadi ketakutan, aku kabur Zia,"
Tak butuh waktu lama ponselnya kembali bergetar dan kali ini jawaban dari Zia. "Kabur, baguslah, suamimu itu sangat menakutkan, untunglah akhirnya kau bebas,"
"Terimakasih,"
"Tapi kamu dimana?"
Naura tak membalas dia takut, nanti zia keceplosan saat suaminya datang kembali menanyakan perihal dirinya.
Namun Naura tak berani membuka pesan yang di kirimkan oleh suaminya, dia hanya diam dan meletakan ponselnya kembali. Lalu beranjak tidur. Tubuhnya lelah, dan dia ingin beristirahat dengan nyaman dan tenang.
**
Tuan kami sudah menemukan jejak nyonya?" ucap salah satu anak buah Dewa yang masih duduk dan menatap ponselnya, jarinya terus mengetik sesuatu yang dia tak tau dan tak mau tau.
"Katakan, dimana?" tanya Dewa antusias, dia berjalan mendekat dan melihat ke layar laptopnya.
"Nyonya berada di Bandung, dan lihatlah ini, ada beberapa transaksi yang dia lakukan" tunjuk si pengawal pada layar laptop di depan nya.
"Benar, itu artinya dia kabur kesana," seringai jahat muncul di depan wajah sang suami..
"Ken..."..
"Ya tuan"
"Siapkan mobil, kita akan menjemput nyonya sekarang juga."
"Baik tuan,"
Senyum licik terbit di bibir Dewa, mau lari kemana kau kelinci kecil," ucapnya geram
Mobil yang membawanya telah dalam.perjalanan menuju Bandung . Jalanan yang macet dan memang letaknya lumayan jauh membuat pria itu berulang kali menghela napas panjang. Dia ingin segera tiba disana dan menangkap Naura lalu membawanya paksa pulang, mengurungnya di dalam rumah hingga gadis itu takut meski hanya bermimpi untuk kabur.
"Dimana dia menginap?"
"Di hotel xx, tuan"
"Suruh anak buahmu mengepung tempat itu dan terus awasi dia sampai aku tiba disana. laporkan jika ada yang mencurigakan,"
"Baik tuan,"
Tak hanya Dewa yang kalang kabut, Adiwijaya juga sempat kebingungan, namun dia segera menemukan puterinya karena kalung liontin yang dipakai gadis itu terdapat radar, yang bisa dengan mudah mengetahui dimana keberadaan sang Puteri, mengingat dia adalah Puteri satu-satunya.
Dan dia juga sudah menempatkan anak buahnya untuk menjaga Naura disana, "Besok aku sendiri yang akan membawa pulang anal nakal itu," ucapnya pelan
nggak usah bikin cerita yang banyak tapi gantung 😔
ceritanya nanggung nih...