Perkenalkan, nama ku Aero Wijaksono. Aku adalah putra tunggal di keluarga Wijaksono sehingga beban keluarga semua berada di kedua pundak ku. Termasuk beban untuk meneruskan keturunan keluarga Wijaksono.
Untuk memenuhi keinginan keluarga ku,akhirnya aku setuju untuk menikahi seorang gadis pilihan kakek ku.Wanita muda yang cantik dan ayu itu bernama Reandra Anastasia. Dia berasal dari panti asuhan yang selalu di danai oleh kakek ku.
Walaupun aku tidak mencintai nya tapi aku selalu nafkahi nya lahir dan batin.
Aku tahu Rea sangat mencintai ku. Itu sangat terlihat dari bagaimana dia melayani ku baik urusan ranjang mau pun urusan perut. Sehingga tidak ada celah bagi ku untuk mengeluh pada nya. Tapi Ibu ku selalu mencari cara agar aku dan Rea bisa bercerai.
Suatu hari harapan ibu 80 % dapat di katakan terkabul. Karena pada hari itu Rea meninggalkan ku tanpa jejak setelah melihat diri ku yang bercin ta dengan sahabat karib nya di kamar tidur kami.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak UPe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#26
"Kalau kau tidak bernafsu makan, bagaimana kalau aku bungkus kan makanan ini? Ujar Aero dengan wajah sengak nya. “Hemm.. tidak.. tidak.. kalau makanan ini di bungkus maka otomatis makanan ini akan dingin, dan tidak akan enak lagi bila di makan. Bagaimana kalau aku minta chef nya untuk ikut bersama mu dan Jace pulang. Jadi kalian bisa meminta nya memasak KAPAN SAJA???" Tawar Aero dengan sombong.
Rea dan Vicky hanya bisa saling tatap melihat bagaimana kelakuan Aero dan si kembar.
"Bagaimana kalau kau saja yang datang ke apartemen kami paman? Dan memasakkan makan siang untuk ku dan Jace? Aaaah.. maaf.. aku lupa, kalau orang kaya seperti paman pasti tidak bisa memasak!" Sindir Jazzy dengan wajah innocent nya.
“Beda dengan daddy Daniel! Masakan nya sangat lezat. Waah kenapa aku jadi rindu masakan daday Daniel ya!!!” tambah Jace sengaja menabuh gerendang perang dengan Aero.
Aero benar-benar merasa tertantang oleh ucapan Jace.”Bisa-bisa nya bocah kecil ini menyepelekan diri ku!!” seru Aero dalam hati.
Aero menaikan satu alis nya dan dengan yakin mengatakan, "siapa bilang aku tidak bisa memasak? Kalau kau sungguh ingin merasakan masakan ku, ayo.. aku akan ikut bersama mu."
"Benarkah paman?" tantang Jace lagi.
"Tentu saja. Apa kita akan berangkat sekarang?"Tantang Aero balik.
" Boleh." Jace mengalihkan pandangan ke Rea. "Mom, ayo kita pulang. Aku ingin pulang" Ucapnya pada Mommynya.
"Tapi mom belum selesai makan Jace! Paman Vicky juga belum selesai makan. Sebentar lagi saja kita pulang. Sayang ini mubazir sayang." kata Rea pada Putra nya walaupun dia tidak begitu mengerti apa yang terjadi.
"Aku tidak mau makan ini. Aku mau makan makanan yang dimasak oleh paman Aero!" Jawab Jace sambil tersenyum penuh arti ke arah Aero.
“Aku juga! Aku ingin mencicipi makanan dari paman Aero.” Sambung Jazzy.
"Tapi... "
"Tidak apa Rea, aku akan melakukan apapun agar putra putri mu senang. Sekalian aku ingin menunjukan pada seseorang kalau aku bisa menjadi ayah yang baik buat di kembar.” Potong Aero, sambil melihat Rea penuh arti.
Rea pun langsung membuang pandangan nya ke arah lain.
" Iya mom! Come on.. Mom!!" Jazzy menarik tangan Rea dan menarik Rea.
"Vicky, segera bayar semua makanan ini. Dan susul kami ke parkiran." Perintah Aero pada Vicky. Lalu berdiri dan pergi bersama Rea dan si kembar.
Vicky segera menghampiri kasir dan membayar makanan siang yang belum sempat dihabiskannya. "Apa tuan Aero sudah gila? Bagaimana mungkin dia menerima tantangan si kembar kalau masuk dapur saja dia tidak pernah." Batin Vicky.
Vicky berlari menyusul Aero yang terlihat akan memasuki lift. Dengan tergopoh-gopoh karena harus membawa semua mainan yang dibeli oleh Jazzy dan Jace tadi. Vicky segera menghalangi pintu lift tertutup. "Syukur lah belum tertutup!" Gumam nya, pelan.
"Paman Vicky, cepatlah. Aku sudah tidak sabar ingin makan makanan yang di buat oleh pacar tidak jadi ibu ku ini." Seru Jazzy, dengan penuh penekanan.
Vicky hanya bisa tersenyum mendengar perkataan Jazzy. "Hmm pacar tidak jadi! Dia mungkn adalah pacar tidak jadi ibu kalian. Tapi aku yakin dia pasti adalah ayah kalian. Siap-siap untuk saling Shock setelah tahu kalau kalian ayah dan anak."
Vicky segera masuk dan menutup pintu lift. Mungkin karena telah mengikuti Aero terlalu lama, Vicky jadi lebih jeli mengenali sifat Aero bahkan jauh lebih jeli dari pada Aero sendiri.
Sesampainya di apartemen Rea. Aero segera mencari posisi dapur di apartemen itu.
"Aero, apa kau serius akan memasak untuk mereka?" Tanya Rea, khawatir. Dia takut Aero akan membakar hangus dapur apartemen yang baru saja di tempati.
"Kalau kau tidak bisa memasak biar aku saja yang memasak." Tawar Rea.
"Tunjukan saja dimana dapurnya." Ucap Aero.