NovelToon NovelToon
Mine

Mine

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Aliansi Pernikahan / Tamat
Popularitas:256.7k
Nilai: 5
Nama Author: Park Zia

Anna kira hidupnya akan hancur saat di bawa pergi oleh lelaki itu, awal pertemuan yang bisa di bilang tidak biasa, dan penuh drama.
Dia keras kepala, tidak suka dibantah, benci diabaikan dan setumpul hal buruk lainnya.

akankah hidup Anna baik-baik saja? atau malah sebaliknya. ikuti terus kisahnya dengan judul ~~ Mine

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park Zia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25

Ehm ehm, kembali lagi dengan author amatir yang butuh orang baik seperti kalian. Jangan lupa like and comen guys, tekyu.

Kalau banyak orang yang berlomba-lomba untuk dapat masuk dan berbicara pada Alfariel. Maka Anna beda, dia malah terus duduk dan ingin pergi sejauh mungkin dari jangkauan Alfariel.

Apakah Alfariel mencarinya? Apakah lelaki itu tau kalau dia pergi? Yahh, berhenti menghalu. Alfariel adalah lelaki beristri, dan istrinya sekarang ada disampingnya. So, untuk apa lagi pemain pengganti seperti Anna?

Mungkin sebagian orang akan berpikir begitu, dan sekarang pikiran Anna juga sedang berfikir begitu. Otaknya juga sudah dapat berpikir dengan jernih, bahwa selama Ini Alfariel hanya menjadikannya sebagai pelarian. Miris sekali. Hidup gadis ini memang miris.

Setelah dari kecil dia ditinggalkan kedua orang tuanya, lalu ditinggal selingkuh oleh pacarnya, dikhianati oleh sahabatnya. Dan sekarang, dia diuji lagi dengan dijadikan tempat pelarian. Menyedihkan, hidupnya benar-benar menyedihkan.

Anna selalu bertanya-tanya, apakah dikehidupan sebelumnya dia punya dosa yang sangat besar hingga Tuhan memberinya ujian seberat ini. Sungguh dia nyaris tidak sangup.

Gadis itu berjalan di jalan yang sepi, dan seolah tau akan kesedihannya. Hujan juga mendadak turun dengan lebatnya, membasahi badan gadis itu. Dan dia juga sama sekali tidak berkeinginan untuk berteduh dari hujan yang sangat lebat. Mungkin saat orang-orang melihat Anna yang berjalan dibawah hujan yang lebat begitu akan berfikir kalau dia adalah gadis yang gila. Tapi apa kata orang,Anna sama sekali tidak menghiraukannya.

Dia sekarang sedang dalam perasaan sedih, hidupnya hancur. Dan sekarang dia sama sekali tidak tau ingin kemana, ingin kembali ke panti? Tapi dia takut, takut saat dia sudah kembali Alfariel akan mengambilnya kembali. Dia sungguh tidak ingin bertemu dengan lelaki itu lagi, dia sangat-sangat tidak ingin.

Air mata yang jatuh di pipinya, terhapus dengan air hujan yang turun. Dan sekarang dia sama sekali tidak bisa membedakan yang mana air mata dan yang mana air hujan. Semuanya jatuh dan menjadi satu.

"Dosa apa aku Tuhan, hingga kau menguji aku seperti ini?" isak Anna dengan air mata yang tidak mau berhenti.

Gadis itu berhenti ditengah jalan dan duduk disitu, membenamkan wajahnya dilipatan lututnya. Menagis meraung untuk mengurangi sesak didadanya. Berteriak sekuat dan sekencang yang dua bisa, mengabaikan suara petir yang selama ini sangat ditakutinya.

"Ayah, Ibu. Bawa saja aku, kenapa kalian meninggalkanku seperti ini. Dan jika kalian tidak ingin bersamaku, lalu kenapa melahirkanku dan membawaku ke dunia yang kejam ini, aku sudah lelah," ucap Anna dengan isakkan yang memilukan.

*****

Alfariel membanting hanponenya ke lantai. Menimbulkan bunyi yang nyaring saat benda itu pecah terbanting. Matanya menatap tajam kearah penjaga yang wajahnya sudah babak belur. Wajah mereka pucat pasi saat melihat kemarahan Alfariel, kaki mereka juga bahkan sampai bergetar karena takut.

Bella juga ikut menundukkan kepalanya saat melihat Alfariel yang sedang emosi, dia sama sekali tidak pernah melihat Alfariel seemosi ini sebelumnya. Biasanya lelaki ini dapat menahan emosinya dengan baik. Tapi sekarang, dia bahkan sangat marah dan tidak bisa diredakan. Emosinya meledak-ledak seperti bom waktu, membuat semua orang sangat takut untuk mendekatinya.

"Apakah kalian semua bodoh," ucap Alfariel dingin. Matanya melotot marah, tangannya mengepal geram. Seolah-olah dia ingin sekali menghabisi semua anak buahnya.

Arga menelan ludahnya kasar, Alfariel kembali emosi, dan sekarang tidak ada Anna untuk menjadi penawarnya. Nasib mereka semua hanya ada di gadis itu. Karena demi Tuhan, kalau seandainya gadis itu kembali dengan luka ditubuhnya. Maka dapat dijamin, nyawa mereka akan melayang setelahnya. Percaya tidak percaya begitulah yang akan terjadi.

"Menurut kalian, kapan aku pernah membiarkan dia pergi tanpa pengawasanku. Apakah aku pernah mengizinkannya?" tanya Alfariel tajam. "Dan kalian dengan bodohnya membiarkan dia pergi, apakah kalian ingin mati." teriak Alfarie murka.

Hampir saja dia melayangkan pukulan lagi, kalau tidak segera Arga cegah. Wajah anak buahnya sudah hancur, jangan sampai Alfariel kembali menjadikannya tidak berbentuk.

"Ahhh sial," umpat Alfariel dan menendang guci disampingnya. Menimbulkan bunyi yang lumayan nyaring.

"Temukan dia dalam kurun waktu kurang dari satu jam. Kalau dia tidak ditemukan maka nyawa kalian melayang." ucap Alfariel dingin dan pergi keluar, dia tidak akan tenang kalau dia tidak mencarinya sendiri.

Seluruh bawahannya langsung berjalan keluar. Nyawa mereka tergantung pada seberapa jeli mata mereka mencari. Dan bisa tidak bisa, mereka harus bisa mendapatkan Anna kembali dalam kurun waktu satu jam. Bagaimana caranya? Itu adalah derita mereka sebagai bawahan.

Alfariel masuk kedalam mobil Ferrari Laferrari berwarna hitam miliknya. Melaju dengan cepat melintasi jalan raya yang sedang turun hujan dengan derasnya. Lelaki itu mengumpat sesekali saat melihat pohon tumbang dijalan.

Dia terus berdoa agar gadisnya baik-baik saja, membisikkan dalam hatinya kalau Anna pasti akan baik-baik saja. Dan bagaimanapun caranya dia harus segera menemukan Anna. Karena demi Tuhan dia benar-benar sangat cemas dengan keadaan gadis itu.

Jalanan yang licin sama sekali tidak membuat Alfariel menurunkan laju mobilnya, dia tetap saja menginjak gas dan melaju cepat dibawah derasnya hujan. Selain khawatir dia juga sangat takut Anna akan terluka. Apa lagi dengan hujan yang lebat begini, ditambah lagi petir juga menyambar-nyambar. Dia tahu betul dengan Anna, gadis itu benar-benar sangat takut dengan petir. Dan sekarang, petir sedang menyambar dengan kecepatan yang kilat. Membuat hujan yang lebat semakin menyeramkan.

Alfariel memukul setir dengan kuat, membuat tangannya terluka karena dia mengunakan emosi saat memukul. Dan itu sama sekali tidak dia hiraukan, dia terus saja memukul-mukul setir untuk sedikit mengurangi stres dikepalanya.

Segala pikiran buruk ditepisnya jauh-jauh, dia selalu melafalkan doa agar gadis itu akan selalu baik-baik saja. Karena demi apapun, dia juga akan menerjukan dirinya sendiri ketebing kalau Anna sampai terluka. Dia bahkan tidak perduli kalau seandainya nyawa taruhannya.

Kalau disuruh memilih, antara Anna dan nyawanya. Alfariel akan dengan mantap menjawab kalau dia memilih Anna. Anna itu nyawanya, dirinya sendiri sama sekali tidak penting. Bagi Alfariel hidup tidak bisa dikatakan hidup kalau tidak ada Anna. Anna adalah hidupnya, tempatnya merasakan hidup. Dia tidak pernah mempunyai perasaan semanusiawi seperti ini sebelumnya.

Dan dia sama sekali tidak tau kalau gadis itu benar-benar mempengaruhi hidupnya dengan pesat. Dia tidak akan pernah baik-baik saja kalau tidak ada gadis itu. Dia tidak akan bisa hidup, dia akan kembali terpuruk dan menjadi moster berdarah dingin.

Alfariel tidak ingin seperti dulu lagi, dia hanya ingin Anna. Rumah tempatnya pulang, hidupnya, dan segalanya dalam hidup. Dan jika Anna pergi, bagaimana caranya dia bisa hidup. Dia memilih mati saja kalau tidak ada Anna.

"Demi Tuhan, Baby. Aku mohon, tetaplah baik-baik saja." ujar Alfariel. Dia tidak tau sejak kapan cairan bening itu jatuh dipipinya.

Alfariel tidak pernah menagis sebelumnya, tapi sekarang. Saat dia kehilangan Anna didepannya sendiri. Dia sangat takut, takut kalau Anna tidak akan kembali, dia takut kalau Anna akan pergi jauh darinya. Dia tidak akan sangup, Anna itu hidup Alfariel. Alfariel hidup karena ada Anna. Dan jika Anna tidak ada begini, bagaimana dia akan hidup. Hidupnya pasti akan suram, dan itu adalah neraka untuk Alfariel.

"Kumohon, Baby. Kembalilah," isak Alfariel pelan.

Next to part 26.

1
angel
kurang asyik terakhirnya...masa panggilannya bunda ...paling gk panggilannya mama keh lbh enak di baca ....ceritanya dh bgs2 eeeh akhirnya yg kurang
angel
kog aku tegang ya bacanya
Ulfiah
❤ceritanya bagus pokonya ❤❣💕💞💓💗💖💜💙💚💛🧡🤍🤎
ELi_Sa❤️
g relaaaaa the end😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
kha
gimana ya thor cara mengungkapinya
Urif Nurkhalimah
abis di ajakin nikah ga mau sih..jadi ngedumel sendiri kan ditaman...diculik nyaho loh😋😋😋
Miska Fransiska
bandel bgt ana di culik tau rsa
Hastin Faradilla Hlf
aq hadir membawa boomlike kak ,,,
Ziaa Ryaa
uluulululu. anaknya si Anna. bobrok banget kalian
Amoy Aja
anna kayak gitu kn salahmu sendiri.
Baranzha_Putri
semangat kak aku mampir 🥰
Ziaa Ryaa
Ahhhhhhh Anna kenapa kamu wwwwwkw
Ziaa Ryaa
Suka banget sama bagian ini. suka baca ulang-upang aku tuuy
Baranzha_Putri
semangat kak aku udah bom like jangan lupa mampir dikaryaku 😉
tebing tinggi
♥️♥️♥️
Zia Rya: makasih udah mampir
total 5 replies
tebing tinggi
😘😘😘😘
Hayati
ceritax sangt memuaskn...tp syg kisah romantisx kurng....cerita ini sangt menegnk dan juga sedih..ku hrpkn cerita selanjut lebih2222 baik lg ok 💪💪💪💪💪
Zia Rya: makasih udah baca. Silahkan kalau berkenan mampir ke ceritaku yang lain. semoga suka. saranghae
total 1 replies
Hayati
😲😲😲😲😲😲
Leon and Yuna 😸: Hi baca novel tamatku, dijamin keren dan beda dari novel2 lainnya.

Don't say goodbye (kisah cinta pemain biola)
Don't forget 21++ (kisah pembalasan dendam seorang ketua gangster)

Klik profilku ya..
total 1 replies
Hayati
aku jdi takut...tpi juga seruhhh
Ziaa Ryaa
exol datang yuhuyuhu. Hy Author salam dari exol juga. selalu semangat nulisnya. karyamu terbaik
Zia Rya: hy exol. ayo berpelukkan online
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!