NovelToon NovelToon
Menikahi Ketua OSIS

Menikahi Ketua OSIS

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Ketos / Teen School/College / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:527.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: teh ijo

Gara-gara menolong Rinjani yang terkurung di dalam toilet, Hazel malah harus segera menikahinya. Bukan karena dituntut untuk bertanggung jawab, tetapi orang tua Hezel mengira jika anaknya sudah tidak sabar untuk menyentuh Rinjani.

Hazel dan Rinjani menyembunyikan pernikahan mereka karena saat ini keduanya masih sekolah. Lambat laut kebersamaan mereka menumbuhkan benih-benih cinta. Mampukah keduanya melewati lika-liku dalam rumah tangganya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teh ijo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menikahi Ketua Osis | 25

Rinjani yang sedang merasakan hawa panas yang menyambar hatinya telah memesan beberapa minuman dingin. Tujuan untuk mendinginkan hatinya yang sedang panas. Rinjani menganggap jika Hazel selalu memberikan celah untuk pelakor hadir diantara hubungan mereka.

Baru saja ingin mengumpat, tiba-tiba Cakra datang dan langsung duduk di depannya. Rinjani terlonjak kaget dengan kehadiran Cakra yang secara tiba-tiba.

"Cakra," lirih Rinjani pelan.

"Kamu ngapain pesan minuman sebanyak ini? Air dingin itu nggak bagus buat kesehatan." Cakra menyingkirkan beberapa gelas di depannya.

"Kalau lagi ada masalah, kamu boleh kok cerita sama aku. Aku akan dengerin keluh kesah mu," ucap Cakra lagi.

Meskipun saat ini Rinjani membutuhkan seseorang untuk bercerita, tetapi dia tidak akan menceritakan masalah yang sebenarnya kepada Cakra. Cukup dia dan Tuhannya saja yang tahu.

"Aku nggak ada masalah apa-apa kok. Cuma mau mendinginkan pikiran. Kamu kan tahu kita abis ulangan. Otakku masih ngebul ini," kilah Rinjani.

Cakra hanya bisa menganggukkan kepalanya. Jangankan Rinjani, dia saja yang terkenal pintar juga harus oleng karena kurikulum baru yang benar-benar harus memeras otaknya.

"Santai aja. By the way, kita ke lapangan basket yuk! Kelas kita akan tanding sama kelas sebelah."

Rinjani baru mengingat jika beberapa hari ke depan akan ada beberapa lomba yang diadakan oleh sekolah untuk menyambut hari ulang tahunnya. Tanpa pikir panjang Rinjani pun mengikuti langkah Cakra untuk ke lapangan.

Ternyata di sana sudah banyak yang akan menyaksikan pertandingan itu meskipun pemainnya masih belum lengkap.

"Cakra, semangat ya!" kata Rinjani dengan senyum yang memerkah.

"Siap."

Karena Rinjani dibawa oleh Cakra, maka dia mendapatkan tempat duduk di depan. Semua orang memberikan yel-yel untuk Cakra dan teman-temannya. Kemampuan mereka sudah tak diragukan lagi.

"Cakra semangat!" teriak Rinjani yang sudah mulai heboh saat permainan baru saja mulai.

Mendapatkan suntikan booster semangat Cakra menggebu. Dia tidak ingin mengecewakan seseorang yang telah mendukung dirinya, siapa lagi jika bukan Rinjani.

Belum juga mulut Rinjani menutup, dia telah melihat sosok Bella yang sengaja duduk di sampingnya. "Aku peringatkan sama kamu untuk gak gangguin Hazel karena sebentar lagi Hazel akan di tunangkan sama aku. Jangan sampai kamu dicap sebagai pelakor!"

Rinjani acuh dengan ucapan Bella. Andaikan saja Bella mengetahui jika saat ini Hazel telah menjadi suaminya, mungkin detik ini juga Bella akan menarik kata-katanya. Enak saja menuduh orang lain pelakor. Seharusnya yang pantas mendapatkan gelar pelakor itu Bella, bukan Rinjani.

"Gak udah koar-koar, takutnya nanti malu sendiri," sindir Rinjani.

"Kamu pikir aku tidak bisa mendapatkan Hazel. Saat ini kedua orang tua kami sudah melakukan kerjasama, tidak sulit untuk membujuk Daddy-nya Hazel. Jadi kamu jauh-jauh dari hadapan Hazel!"

Rinjani tersenyum tipis. "Lu itu yang seharusnya menjauh dari hadapan Hazel. Hazel itu suami gue, bodoh!" batin Rinjani dalam hatinya.

Karena ucapan Bella, mood Rinjani menjadi hancur. Dia memilih untuk meninggalkan lapangan basket sehingga membuat Cakra tidak konsen. Sepanjang permainan Cakra memikirkan Rinjani yang pergi begitu saja. Apakah ada sesuatu yang telah terjadi kepada gadis itu?

"Cakra, lu serius dong! Gak lucu kalau kita kalah!" seru salah satu temannya.

"Maaf," ucap Cakra yang bener-benar tidak bisa fokus.

***

Sepulang sekolah, Hazel mencari keberadaan Rinjani untuk pulang bersama. Namun, ternyata gadis itu sudah tak terlihat lagi di lingkungan sekolah. Bahkan pesannya pun hanya dibaca tanpa ingin dibalasnya.

"Tuh cewek kenapa lagi sih?" gerutunya.

Baru saja Hazel ingin menanyakan keberadaan Rinjani pada Mentari, ternyata langkahnya kurang cepat. Terlihat saat ini Cakra juga sedang menanyakan dimana keberadaan Rinjani pada Mentari.

"Mungkin aja dia udah pulang," kata Mentari pada Cakra. "Tumben lu nyari Rinjani? Mau ngedate ya?"

"Aku cuma mau mastiin aja kalau dia baik-baik aja. Soalnya tadi dia ninggalin lapangan gitu aja," jelas Cakra yang masih merasa penasaran dengan sikap Rinjani yang susah ditebak.

"Mungkin dia lagi gak mood. Dia mah emang gitu anaknya, kalau ada yang buat hatinya gak mood langsung kabur gak jelas. Gue yang udah lama temenan sama dia aja masih suka heran," cerocos Mentari.

Cakra yang tak peduli dengan ocehan Mentari memilih untuk berlalu pergi tanpa permisi pada Mentari.

"Woii, Cakra! Gue belum selesai ngomongnya!" teriak Mentari.

Cakra merasa frustasi saat tak mendapatkan keberadaan Rinjani di sekolahan. Dia pun segera menelepon seseorang dan mengajaknya untuk melakukan pertemuan.

"Di tempat biasa," kata Cakra pada sambungan telponnya.

"Rinjani, maafkan aku!"

***

Entah mengapa hati Rinjani begitu gampang terpanggang. Padahal dia tahu jika Bella tidak akan pernah bisa untuk bertunangan dengan Hazel, tapi tetap saja hatinya panas.

Saat ini Rinjani nekat untuk mendatangi perusahaan milik mertuanya. Rinjani ingin melayangkan protes pada Daddy-nya itu mengenai ucapan Bella. Rinjani tidak setuju jika sampai suaminya bertunangan dengan perempuan lain.

"Maaf adek, Anda ingin bertemu dengan siapa?" tanya seorang security saat Rinjani hendak masuk kedalam kantor.

"Mau bertemu dengan pemilik perusahaan ini, Tuan Excel Word," jawab Rinjani.

Seorang security memperhatikan Rinjani dari ujung kepala hingga ujung kakinya. Seorang anak baru kemarin sore yang masih mengenakan pakaian seragam sekolah ingin menemui sang pemilik perusahaan, untuk apa?

"Apakah sudah memiliki janji?"

Rinjani menggelengkan kepalanya. "Maaf adek, disini kantor bukan tempat bermain. Sebaiknya adek pulang dan belajar di rumah."

Rinjani mengernyitkan dahinya saat dia tidak diizinkan untuk masuk kedalam perusahaan milik mertuanya itu. "Tapi aku harus bertemu dengannya."

"Sekali lagi mohon maaf. Tuan kami sedang sibuk dan tidak ada waktu untuk meladeni anak kecil seperti adek ini." Sang security tetap kukuh tidak memberikan izin pada Rinjani untuk masuk.

"Cuma mau bertemu saja dipersulit. Oke gue telepon biar pak satpam puas." Rinjani mencebikkan bibirnya. Dia merasa sangat kesal pada security yang tak memperbolehkan dirinya untuk masuk. Rasa kesalnya kini bertambah dua kali lipat.

"Halo Dad. Apakah Daddy sedang sibuk? Sekarang Rinjani ada di kantor Daddy, bisakah Daddy menyuruh security ini untuk mengizinkan Rinjani masuk."

Saat ini Rinjani tengah melirik kearah security sebelum menyerah ponsel miliknya. Entah apa yang dikatakan oleh Excel kepada security melalui sambungan teleponnya, yang detik kemudian dia segera meminta maaf kepada Rinjani dan menyilahkan gadis itu untuk masuk.

"Maafkan saya, Nona. Mari saya antar Anda ke ruang Tuan Excel," kata security dengan wajah yang sudah merah padam.

"Nah, dari tadi kek," sahut Rinjani dengan senyum tipis di bibirnya.

"Sekali lagi saya minta maaf Nona, atas kelancangan saya. Saya mohon jangan mengadu kepada Tuan Excel atas perbuatan saya yang tak berkenan di hati Nona."

Rinjani mendengkus pelan. "Tergantung bagaimana hasilnya nanti," timpal Rinjani dengan santai, seolah dia tidak peduli dengan keadaan sang security yang sudah sangat ketakutan.

Baru saja Rinjani ingin masuk ke ruangan sang Daddy, seorang pria tampan keluar dari ruangan tersebut. Kali ini Rinjani terkesima dengan sosok tersebut.

"Om Rey," gumam Rinjani dengan keterkejutan

...~BERSAMBUNG-...

Halo-halo, cuma mau bilang kalo Om Rey comeback untuk meramaikan novel bang Hazel ya. Kali aja udah ada yang lupa sama Om Rey. Ini dia, suaminya aunty Pitaloka.

1
Yulia Naurah Neysa
bagus tapi kenapa cerita nya kayak menggantung endingnya kok cuma begini sih thor
Si Memeh
Luar biasa
Jeankoeh Tuuk
di sini
Elena Sirregar
harusnya Rinjani yg ngalah kasian sama Serena lagi hamil
Hafiza irna
bagus
Tri Ulidar
sampe sini doang thor kty tamat, tanggung amat cerita y
kar: kak mampir juga dong ke novel aku, selagi nunggu menikahi ketua osis update yang berjudul: ketika senja menemui langit


misi ya thorr ,aku mau promosi di lapaknya, semoga makin sukses authornya
total 1 replies
Tri Ulidar
Kecewa
Tri Ulidar
Buruk
Tri Ulidar
bnyk typo thor
Ririe.Setiawan|1717
kok g happy ending ya
Ririe.Setiawan|1717
lanhut thor
Cindy
kak lanjut donggg
Cindy: masih lama ngg kak? kepo berat
total 1 replies
Tika Ika
lanjut kk
Halimatus.s
Luar biasa
Sinta Ponica
top markotop ceritanya ❤️
Cah Dangsambuh
jedanya lama banget kak aku sampe lupa alur lama bingitc tuk nginget jalan critane🙏🏻semangat upnya ya
👑🇷‌🇦‌🇹‌🇺‌ ᵗʸᵖᵒ: hihihihi, kayak gak afdol kalo gak di tuntasin sampe bener-bener tamat yang sempurna 😁😁
total 1 replies
dewi.kelly
akhirnya up jg, lanjut thor
Helda Sari
p
chandu
suka
@Najwa❣️
💖♥️♥️♥️♥️♥️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!