NovelToon NovelToon
Wanita Penyembah Iblis

Wanita Penyembah Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Supernatural / Romansa Fantasi
Popularitas:489.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Laila Khaifa Nur

Namanya Nur Hayati artinya cahaya kehidupanku. Tatapi hidupnya tidaklah seterang namanya. Hidupnya justru jatuh dalam kegelapan.

Semua bermula ketika Hayati menemukan buku mantra milik mantan suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laila Khaifa Nur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26

Mentari mulai menyapa pagi dengan hangatnya. Tampak sinarnya begitu terang masuk kedalam kamar melalui celah-celah jendela kamar.

Nur Hayati masih duduk diatas tempat tidur dengan kaki ia tutupi selimut. Nur Hayati tidak bisa lagi tidur sampai pagi karena takut dengan mimpinya itu, ia hanya duduk diatas tempat tidur sampai.

"Sudah pagi rupanya," gumam Nur Hayati saat melihat cahaya matahari yang mulai masuk kedalam kamarnya melalui celah jendela.

Nur Hayati turun dari tempat tidur kemudian berjalan keluar dari kamar.

"Astaghfirullahal'Adhim, siapa ini," ucap Nur Hayati kaget melihat ada orang tidur diteras rumahnya.

"Aaaa" suara orang tersebut menggeliatkan badannya kemudian berbalik menghadap Nur Hayati yang berdiri menatapnya heran.

Yang bikin Nur Hayati tambah heran karena ternyata orang tersebut adalah Aryo.

"Mas kok kamu ada disini?" ucap Nur Hayati saat melihat Aryo yang tidur diteras rumahnya.

"Kamu sudah bangun, maaf ya kalau aku ganggu kamu," ucap Aryo kemudian bangun sambil mengucek-ngucek matanya.

"Kamu sedang apa disini mas," tanya Nur Hayati penasaran.

"Sebenarnya semalam kesini mau ambil barang-barang aku, cuma karena sampai sini sudah larut malam jadi aku tidak berani lagi panggil kamu, takutnya kamu sudah tidur," jawab Aryo sambil membenarkan rambutnya yang sedikit berantakan karena baru bangun tidur.

"Oooh begitu rupanya, yasudah kamu masuk saja kedalam mas, barang-barang kamu semuanya sudah aku taruh digudang," ucap Nur Hayati kemudian masuk kembali kedalam rumah disusul Aryo dari belakang.

"Kamu bawa mobilkan mas, soalnya barang-barang kamu banyak," ucap Nur Hayati lagi.

"Iya ada, itu semalam aku parkir dihalaman," ucap Aryo sambil menunjuk kearah mobil pick up berwarna hitam.

"Kalau ada bawa mobil, kenapa dia harus tidur diteras, dasar aneh," pikir Nur Hayati merasa heran sama pria yang sebentar lagi sah jadi mantan suaminya.

"Kamu kenapa Hayati, kok malah melamun," tanya Aryo saat melihat Nur Hayati kelihatan seperti orang sedang merenung sesuatu.

"Ahh tidak ada apa-apa kok mas, oya kamu belum sarapankan, mau aku buatkan kopi?" tanya Nur Hayati.

"Boleh," jawab Aryo singkat.

"Ya sudah kamu duduk saja dulu, aku buatkan dulu kopinya," ucap Nur Hayati kemudian berlalu kedapur meninggalkan Aryo seorang diri diruang tamu.

Aryo memangdangi sekeliling ruangan rumah yang beberapa waktu lalu masih ia tempati. Aryo melihat kedinding ruang tamu tidak ada lagi satupun foto Aryo yang tergantung disana, Nur Hayati sudah memindahkan semuanya.

Nur Hayati sedang membuat kopi untuk Aryo didapur. Tiba-tiba ia merasa merinding, ia merasa seperti ada seseorang yang sedang memperhatikannya dibelakang. Nur Hayati segera menoleh kebelakang, namun tidak ada siapapun disana. Akan tetapi Nur Hayati tetap merasa takut, apalagi ruangan dapur dengan gudang bersebelahan. Seketika itu juga Nur Hayati kembali teringat wanita yang ia lihat semalam digudang. Nur Hayati semakin merinding dan takut.

"Lebih baik aku segera kembali kedepan, rumah ini makin lama makin seram saja," pikir Nur Hayati dalam hati.

Nur Hayati segera mengambil gelas kopi dan juga toples kecil berisi biskuit lalu membawanya kedepan.

"Ini mas kopinya minum dulu," ucap Nur Hayati saat meletakkan gelas kopi diatas meja lalu ikut duduk disamping Aryo.

"Terima kasih," ucap Aryo sambil mengambil gelas kopi lalu menyeruputnya beberapa tegukan.

"Kamu apa kabar Hayati," tanya Aryo.

"Aku baik mas, kamu sendiri bagaimana?" Nur Hayati bertanya balik.

"Aku juga baik," jawab Aryo.

"Angel bagaimana kabarnya?" tanya Nur Hayati lagi.

"Dijuga baik, tapi kenapa kamu malah tanya Angel?" tanya Aryo.

"Memangnya tidak boleh mas?" ucap Nur Hayati malah bertanya balik pada Aryo.

"Memangnya kamu tidak marah sama kami berdua?" tanya Aryo merasa heran dengan sikap Nur Hayati.

"Kamu mau aku jawab jujur atau bohong mas?" tanya Nur Hayati lagi.

"Aku mau kamu jawab yang jujur Hayati," jawab Aryo dengan wajah serius.

"Jujur sebenarnya aku ingin membunuh kalian berdua," ucap Hayati dengan wajah serius.

Seketika Aryo langsung menatap Nur Hayati, mungkin ia tidak pernah menyangka bahwa Nur Hayati akan mengatakan hal seperti itu padanya.

"Tapi setelah aku pikir-pikir lagi ini bukan salah kamu mas tapi kesalahan aku sendiri," ucap Nur Hayati.

"Maksud kamu Hayati?" tanya Aryo heran bagaimana Nur Hayati bisa mengatakan itu bukan kesalahan mereka, sementara sudah jelas-jelas dirinyalah yang bersalah.

"Aku yang salah memilih jodoh mas, aku pikir kamu laki-laki yang baik buat aku, ternyata aku salah mas, kamu bukan laki-laki yang baik buat aku mas, jadi ini bukan salah kamu ataupun Angel, tapi memang aku yang sudah salah pilih, jadi aku tidak mungkin mungkin marah sama kalian sekalipun hati aku sangat sakit," ucap Nur Hayati.

Aryo tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ia benar-benar merasa tertampar sama kata-kata Nur Hayati. Bahkan untuk beberapa saat Aryo hanya bisa diam saja.

"Hayati aku boleh tanya sesuatu?" tanya Aryo beberapa saat mereka hanya diam saja.

"Boleh, mau tanya apa mas?" ucap Nur Hayati bertanya balik.

"Foto-foto kita didinding kok tidak ada lagi kamu bawa kemana?" tanya Aryo penasaran.

"Aku taruh gudang semua," jawab Nur Hayati santai.

"Lho kenapa ditaruh digudang?" tanya Aryo seolah tanpa dosa.

"Masih berani kamu tanya begitu mas, masih mending aku taruh digudang, coba kalau bukan gara-gara aku diganggu hantu, pasti sudah aku bakar semua," Nur Hayati berbicara dalam hatinya sambil memandang Aryo dengan wajah kesal.

"Kok Malah diam?" tanya Aryo lagi.

"Karena aku tidak bisa membunuh kamu secara langsung, jadi foto kamu aku taruh kegudang, ini cara supaya aku bisa membunuh kamu dari hati aku mas," jawab Nur Hayati.

"Oooh," ucap Aryo lirih.

"Sepertinya kamu sangat membenci aku sekarang, mungkin aku sudah menyakiti hati kamu terlalu dalam, aku tahu tidak pantas untuk mengatakan ini padamu, tapi tolong maafin aku Hayati," ucap Aryo lagi sambil wajahnya menunduk kebawah.

"Sudahlah mas, aku sudah lupakan semuanya, lagi pula sebentar lagi kita sudah sah bercerai, tinggal tunggu putusan pengadilan sajakan, jadi kamu tidak perlu minta maaf," ucap Nur Hayati sambil tersenyum datar.

"Kalau kita rujuk kamu masih mau tidak Hayati, masih belum terlambat untuk kita rujuk kembali?" tanya Aryo.

"Maaf mas, aku sudah tidak ingin hidup dengan kamu lagi," jawab Nur Hayati.

"Maaf ya Hayati aku sudah langcang bertanya begitu," ucap Aryo dengan nada suara yang terdengar lesu.

"Iya mas tidak apa-apa," ucap Nur Hayati.

Aryo hanya bisa diam tertunduk malu mendengar ucapan Nur Hayati. Karena sebenarnya dialah yang menyakiti wanita yang sangat ia cintai tersebut.

***

Bersambung....

1
Destia Rifa
ke ustadz aja lah
Yulita
sakti tapi tida bisa membeda kan orang yg pura pura baik & yg benaran baik,harus ada moti vasi dong Thor untuk pembaca nya,
Yulita
tida bisakah dipotong sedikit cerita tentang hutan nya Thor,langsung nyampay tempat tujuan gitu biar pembaca nga merasa cerita nya membosankan
Yulita
perasaan yg ditulis author jalan nya tinggal satu kilo tapiko nga sampay sampay ya🤣🤣🤣
Yulita
Nurhayati nga cocok jadi pemeran utama di nopel ini,nga nyambung soal nya,maaf ya Thor untuk komen nya
Yulita
cerita nya bagus tapi nga nyambung dengan judul nya
Yulita
ini si bukan pemuja iblis,tapi drama keluarga
Yulita
tida sealur dengan judul nya😴
Yulita
sampay disini ko jadi membosan kan kisah nya Thor,harus nya makin seru
Yulita
ko belum ada arah ke pemujaan nya ya,ini kisah horor atau drama sih thor
Yulita
kemana tujuan alur nopel ini Thor,???
Yulita
maaf ya Thor sebelum nya,untuk komen ini,tapi saya rasa judul nya nga nyambung sama alur nya
Yulita
awal kisah nya bagus bangat,tapi pas sampay sejauh ini ko belum jelas pemuja iblis nya dan tokoh utama nya
Yulita
yg cocok jadi pemuja iblis itu enjel sama mama nya Ali Thor,jangan nurhayati
Yulita
sampay disinipun belum ada titik terang cerita nya,masih mutar"aja
Yulita
sudah sejauh ini tapi masih belum ada arah kepemuja iblis nya ya
Yulita
kenapa harus Nurhayati yg diikuti iblis??!
Yulita
semoga Nurhayati akurtrus sama Bu Hasnah,senang baca nya thor
Yulita
👍👍👍
Yulita
sejauh ini sangat memprihatinkan nasip Nurhayati😔😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!