NovelToon NovelToon
Air Terjun Pembawa Petaka

Air Terjun Pembawa Petaka

Status: tamat
Genre:Thriller / Cintapertama / Reinkarnasi / Matabatin / Cinta Terlarang / Horor / Tamat
Popularitas:69.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rini Antika

Awal Petaka ini bermula ketika Arini bersama kedua temannya memutuskan untuk pergi berlibur ke sebuah Air Terjun yang berada di desa Neneknya Ida, salah satu teman Arini. Arini tidak pernah menyangka jika niat liburannya kali ini malah membawa dia masuk ke Alam lain. Disana Arini mengalami perjalanan Ghaib, sehingga dia mengingat tentang masalalu nya, karena ternyata Arini adalah titisan Ratu Siluman Ular Roro Ajeng.
Arini pun akhirnya bertemu kembali dengan Rangga Wisesa Raja Siluman Ular, yang ternyata adalah Suaminya pada masa lalu disaat dia menjadi Roro Ajeng. Namun, ada kejadian naas yang Arini alami disana, sebab Arini harus kehilangan Ayah nya untuk selamanya dikarenakan terjatuh dari atas Air Terjun. Akankah Cinta Arini dan Rangga Wisesa kembali bersatu? karena ada dua orang laki-laki lain juga yang berusaha memperebutkan Cinta Arini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini Antika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 ( Ritual di Air terjun )

Pov Arini

Hari ini bertepatan dengan usiaku yang ke delapan belas tahun setelah terlahir kembali menjadi Arini. hatiku merasa bahagia karena sebentar lagi aku dan Rangga akan bisa bersatu tanpa harus meninggalkan kedua orangtuaku.

Apakah aku berdosa jika aku kini merasa bahagia di atas penderitaan orang lain? tanyaku dalam hati.

Ada Aditya dan bahkan Arga yang mungkin sudah mengucapkan kata ikhlas yang keluar dari mulut mereka, tapi bagaimana dengan hatinya? apakah mereka sudah benar-benar ikhlas? karena aku melihat tersirat kesedihan di wajah Aditya, serta Arga yang yang sekarang pergi untuk mencoba melupakanku.

Entahlah, aku tidak dapat mengetahui isi hati mereka, karena ada peribahasa yang mengatakan "Sedalam-dalamnya lautan masih bisa kita selami, namun sedangkal-dangkalnya hati manusia bagaimanapun juga kita tak akan pernah bisa menyelaminya."

Mungkin aku sekarang sudah egois karena hanya memikirkan diriku sendiri, tapi aku hanya ingin bahagia, dan kebahagiaanku itu hanya dengan Rangga Wisesa.

Sekarang di rumah Kakek Soleh, Bunda sedang memasak nasi kuning untuk acara syukuran Hari kelahiranku, dengan dibantu oleh aku dan Nek Ipah. Ani dan Ida pun yang sudah selesai main salon-salonan bersama Mirna kini sudah nampak bergabung untuk membantu kami.

"Duh senengnya yang mau jadi Pengantin," celetuk Ida.

"Masih lama Da, nanti kita bicarakan lagi kalau sudah tiba di Bandung," jawabku pada Ida.

"Gimana persiapan nanti malem Rin? apa kamu udah siap?" tanya Ani.

"InsyaAlloh aku udah siap Ni, mudah-mudahan saja semuanya berjalan dengan lancar, soalnya sekarang aku merasakan firasat buruk yang akan terjadi nanti malam," jawabku.

"Jangan terlalu banyak pikiran sayang, lebih baik banyakin do'a aja sama dzikir," ucap Bundaku.

Masakan kami pun kini sudah matang, dan kami semua akhirnya berkumpul untuk memulai makan siang serta sekalian mengadakan do'a bersama untuk syukuran hari kelahiranku yang dipimpin oleh Aditya.

Setelah beres membaca do'a serta makan siang, satu persatu mereka mengucapkan do'a terbaiknya untukku, Rangga memberikanku sebuah kalung yang bertahtakan permata berwarna merah, rasanya aku sangat bahagia menerima kado dari Rangga yang sangat indah.

Dan kini Aditya juga nampak memberikan sebuah kotak padaku,

"Arini, maaf..aku tidak mempunyai kado yang mewah untuk aku berikan padamu. Namun, aku harap kamu dapat menerima kenang-kenangan ini dariku, dan semoga kamu dapat selalu mempergunakannya dalam setiap waktu, jangan lupa sholat dan berdo'a ya, Semoga Alloh SWT selalu memberikan kesehatan, serta umur yang panjang juga rizki yang melimpah, Amin Yarobbal Alamin," ujar Aditya yang kami semua aminkan.

Kini aku mencoba membuka kado yang diberikan oleh Aditya, dan ternyata isinya sebuah tasbih beserta Kitab suci Al-qur'an berukuran kecil yang mempunyai sampul emas, sungguh nampak sangat indah.

Entah mengapa hatiku sangat tersentuh dengan kado pemberian dari Aditya. meski pun kado dari Rangga sangat Indah, Namun, menurutku kado dari Aditya lebih dari kata Indah, sehingga kini hatiku menjadi dilema, bahkan sekarang aku membayangkan Aditya menjadi imamku disaat kami solat berjamaah.

Astagfirulloh, kenapa aku jadi pimplan begini, padahal ini adalah detik-detik penentuan cintaku bersama Rangga Wisesa. ucapku dalam hati.

......................

Kini adzan maghrib terdengar berkumandang dari Mushola milik Kakek Soleh, suaranya terdengar sangat merdu yang aku yakini bahwa itu adalah suara dari Aditya.

Ya Alloh, berikanlah hamba Petunjuk-Mu, berikanlah hamba imam yang baik yang senantiasa membawa kebahagiaan di Dunia dan Akhirat, Amin... do'aku dalam hati.

waktu berjalan terasa begitu cepat sehingga kini Aku dan Rangga sudah bersiap untuk menuju ke Atas Air terjun karena disana cahaya rembulan akan terasa lebih dekat sehingga memaksimalkan ritual yang kami adakan.

Ayah dan Aditya pun ikut mendampingi kami meski pun tidak bisa melihat ritual kami dari jarak yang dekat. sedangkan Kakek Soleh tidak dapat ikut karena sedang merasa tidak enak badan.

kini waktu sudah menunjukan pukul dua belas malam tepat, Bulan Purnama sudah terlihat indah menyinari kami berdua yang kini berada tepat di atas Air Terjun, dan kami berdua pun segera memulai ritualnya. Mustika abadi kerajaan ular milik Rangga kini sudah menyinari tubuhnya, mata Rangga pun kini sudah terpejam, dan sekarang tinggal giliranku yang mengucapkan kata cinta kepada Rangga Wisesa.

"Rangga wisesa Aku adalah Arini Purnama Maharani titisan dari Roro Ajeng. Meski pun kita sekarang sudah berbeda dunia, tapi aku akan selalu mencintaimu. Atas ijin Alloh SWT dan dengan dibantu oleh cahaya rembulan mudah-mudahan kamu bisa berubah menjadi manusia seutuhnya," ucapku kepada Rangga Wisesa.

Sinar Rembulan kini nampak hampir masuk ke dalam tubuh Rangga. Namun, tiba-tiba Raja Genderewo datang menggagalkan ritual kami. Aku bingung karena Rangga wisesa tidak boleh sedikit pun membuka matanya sebelum ritualnya selesai.

Grrrrr...Grrrrrr...Grrrrr...

Huahahahahahahahahahahaha...

terdengar tawanya menggelegar sehingga mengganggu konsentrasi kami berdua. Aku tidak dapat berbuat apa-apa karena sekarang tanganku dipegang erat oleh Rangga.

Tiba-tiba Raja Genderewo mengarahkan cahaya merahnya mencoba untuk melukai Rangga, untung saja Aditya dari kejauhan memakaikan perisainya untuk melindungi tubuhku dan Rangga. Namun, tiba-tiba perisainya berhasil Raja genderewo tembus sehingga melukai dada Rangga dan kini Rangga pun nampak menyemburkan darah segar dari mulutnya.

"Rangga aku mohon bangunlah, kita masih bisa melakukan ritualnya kapan saja, aku tidak mau kalau kamu sampai terluka !" Aku pun berteriak karena menghawatirkan keadaan Rangga Wisesa.

Namun Rangga tetap dengan pendiriannya sehingga kini Raja Genderewo semakin gencar menyerang kami. Pada saat Raja Genderewo mencoba mengeluarkan kekuatannya untuk menyerangku, tiba-tiba kini Ayah sudah berada di depanku untuk melindungiku. sehingga kini Ayah yang terkena pukulan Raja Genderewo lalu menyebabkan Ayah terpental dan sudah hampir terjatuh ke bawah Air terjun.

"AYAH..." akhirnya aku melepaskan pegangan tangan Rangga dan berusaha menggenggam tangan ayah untuk menolongnya supaya tidak terjatuh.

Aditya kini nampak masih bertarung dengan pengikut Raja Genderewo sehingga tidak dapat menolong Kami.

Disaat Raja Genderewo kembali berusaha untuk menyerangku, kini Rangga nampak menghalanginya sehingga ritual pun gagal dan Rangga pun bertarung dengan Raja Genderewo mencoba untuk melindungiku dan Ayah.

"Lepaskan Ayah Nak, ikhlaskan semuanya, mungkin ini sudah takdir Ayah, Ayah tidak mau kalau sampai kamu ikut terjatuh juga bersama Ayah, Ayah titip Bunda ya Nak," ujar Ayah sebelum akhirnya terjatuh ke bawah Air Terjun.

"TIDAAAAK......" Aku pun menjerit ketika genggaman tanganku terlepas sehingga tidak bisa menolong orang yang kusayangi. Dan dengan mata kepala ini sendiri aku melihat Ayahku terjatuh ke bawah Air Terjun, dan aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolongnya. jiwaku kini seakan ikut pergi bersama Ayah dan aku pun akhirnya tidak sadarkan diri.

Rangga Wisesa yang sudah berhasil mengalahkan Raja Genderewo pun mencoba untuk menyelamatkan Pak Eko, Namun, kali ini kekuatan Rangga sudah habis dan dia yang sudah menjadi setengah manusia pun tidak dapat berbuat apa-apa sehingga Rangga hanya bisa melepaskan jiwa Pak Eko dari raganya sebelum akhirnya raganya terjatuh membentur batu sehingga menyebabkan Pak Eko meninggal seketika.

1
Nur Bahagia
wah Arga bukan manusia toh
Nur Bahagia
ini ga di jelasin kah penyebab arini muntah2 binatang kecil2 🤔
Nur Bahagia
kayaknya Arga akan menjadi penolong arini saat nanti mau dijadikan permaisuri di dunia gaib
Nur Bahagia
oh ternyata Arga.
Nur Bahagia
kalo dia namanya rangga wisesa.. trs Arga tuh siapa 🤔
Nur Bahagia
👍👍👍🥰
Nur Bahagia
nih 3 bocah labil moga ga kenapa2.. belum apa2 udah banyak yang gangguin soalnya
Nur Bahagia: sami2 kak.. semangat terus untuk berkarya kak 🙏🥰
total 2 replies
gaby
Novel horror yg seru. Seremnya dapet, sedihnya dapet, lucunya apalg. Syg aja aq br nemu novelnya. Jadi like & komenku ga ngaruh apa2 ke othornya
Rini Antika: makasih banyak 🙏
total 4 replies
gaby
Sumpah bagus bgt critanya. Jarang2 ada novel kerajaan jin ular yg bereinkarnasi jd manusia
Rini Antika: makasih banyak dukungannya Kak 🙏
total 1 replies
gaby
Lah kan emang Arini istrinya Rangga, knp mesti di jauhkan??? Ksian Rangga dah setia menanti Arini kembali
gaby
Baru gabung ka, karena baru nemu. Aq baca endingnya kayanya bagus. Jd aq mulai baca dr bab awal
Rini Antika: makasih banyak sudah berkenan membaca karya receh saya, semoga berkenan baca karya saya yang lainnya 🙏
total 1 replies
Nurhayati Hsy
Luar biasa
Rini Antika: terimakasih banyak dukungannya Kak 🙏
total 1 replies
estycatwoman
Wuih seruuu cinra segi4 , enkya jadi rebutan cogan2 hikkkks , yg jomblo ckup gi2t jari 😭🤣🤣
estycatwoman: Sama2 ka q tggu crta laen yg lbih creeepy yak 🤭

Semngt
Thanks 🙏😘😘
total 2 replies
Euis Kindar Wulan
up
Rini Antika: makasih banyak dukungannya Kakak, 🙏
total 1 replies
Dehan
mampir kak
Dehan: sama2 kak.. sudah aku kirimin mawar juga buat kakak semoga bisa makin up
total 2 replies
Dehan
dua iklan mendarat kak thor..
Rini Antika: makasih banyak say, 🤗
total 1 replies
Dehan
satu mawar lagi buat author mendarat disini
Dehan
setangkai mawar buat author
Ina Sukiana
haha...g da serem"nya malah ngakak q bcanya
Rini Antika: aku gak bisa nulis yg seram" Kak, soalnya suka takut sendiri. Terimakasih sudah berkenan baca Karya receh saya, 🙏
total 1 replies
Dehan
halo thor, udh aku kasih dukungan banyak..
dukung balik ya hehehe🤣
Rini Antika: oke siap, nanti aku nyempetin baca ya..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!