NovelToon NovelToon
SARUNG TANGAN PENGHANCUR GUNUNG

SARUNG TANGAN PENGHANCUR GUNUNG

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

Bagi Zei, dunia hanyalah hamparan lumpur sawah Desa Danau Keruh dan beratnya cangkul di pundak. Namun, segalanya runtuh dan lahir kembali ketika ia menyaksikan Turnamen Musim Semi. Di atas panggung kuarsa, ia melihat Qian Yue’er—sang "Permata" dari Sekte Cendrawasih—bertarung dengan keanggunan yang menyerupai tarian burung surga.

​Terpikat oleh keindahan yang mustahil itu, Zei menolak takdirnya sebagai petani. Menggunakan Qi elemen tanah yang kasar dan memodifikasi alat tani menjadi senjata, ia nekat merangkak naik dari turnamen ke turnamen. Di tengah cemoohan kaum bangsawan yang menganggapnya "pungguk merindukan bulan", Zei harus bertarung melawan rasa mindernya sendiri.

​Ini bukan tentang menjadi yang terkuat di kolong langit, ini tentang sebuah janji naif seorang anak desa: agar bisa berdiri di panggung yang sama dan melihat sang bulan menari sekali lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MEMBAKAR RANTAI PASOKAN

​Lilin di atas meja kayu Paviliun Angin Sejuk bergoyang pelan ketika Lin Xiao membentangkan peta topografi wilayah barat luar kota. Jari lentiknya menunjuk ke sebuah lembah berbatu yang dikelilingi oleh tebing-tebing curam.

​"Ini adalah Tambang Kuarsa Barat," ucap Lin Xiao dengan nada berbisik. "Sesuai dengan dokumen yang kau jarah dari Guo Lei, tempat ini adalah urat nadi finansial baru bagi Sekte Taring Emas. Mereka menggunakan batu kuarsa spiritual berdensitas tinggi dari sini untuk mendanai suap politik kepada para petinggi Mahkamah Ibu Kota. Jika tambang ini runtuh, rantai pasokan dan pengaruh mereka di turnamen bulan depan akan terpukul hebat."

​"Bagaimana dengan penjagaannya?" tanya Zei, tudung jubah hitamnya masih terpasang longgar, menyembunyikan tatapan matanya yang sedingin batu gunung.

​"Sangat ketat," jawab Lin Xiao serius. "Mereka tidak hanya menggunakan manusia, tetapi juga menanam Lumut Penjaga spiritual di sepanjang dinding masuk terowongan. Lumut itu peka terhadap getaran Qi elemen tanah. Jika kau melangkah menggunakan teknik buminya, lumut itu akan memicu lonceng formasi di markas pusat mereka."

​Zei terdiam, menatap peta tersebut. Namun, sebelum ia sempat memikirkan solusi, A-Lang melangkah maju dari belakang. Aura hijau lembut sisa kultivasi semalam samar-samar masih melilit di ujung jemarinya.

​"Biar aku yang mengatasi lumut itu, Zei," ucap A-Lang dengan keyakinan yang baru. "Lumut Penjaga adalah tanaman. Dengan esensi elemen kayu ular yang ada di tubuhku sekarang, aku bisa meracik bubuk spora penenang yang akan membuat struktur sel tanaman tersebut 'tertidur' selama beberapa jam. Mereka tidak akan merasakan getaran bumi apa pun."

​Zei menatap sahabatnya, seulas senyum tipis yang sarat akan rasa bangga muncul di wajahnya. "Baik. Kita bergerak tengah malam ini."

​Lembah Barat diselimuti oleh kabut tebal ketika malam mencapai puncaknya. Obor-obor minyak yang dipasang di menara penjaga Sekte Taring Emas bergoyang ditiup angin malam, melemparkan cahaya temaram di atas tanah berbatu.

​Menggunakan kegelapan malam sebagai tameng, Zei dan A-Lang bergerak laksana dua bayangan hitam yang menyelinap di antara celah tebing. Begitu mencapai mulut terowongan utama tambang, A-Lang memberi isyarat agar Zei berhenti. Di dinding batu terowongan, terlihat hamparan lumut berwarna ungu tua yang berkedip samar—Lumut Penjaga.

​A-Lang menarik napas dalam-dalam, mengaktifkan sirkulasi energi kayunya. Ia mengeluarkan sebuah botol kecil dari bambu, lalu meniupkan bubuk hijau keperakan yang sangat halus ke udara. Bubuk spora itu melayang lembut, hinggap di atas hamparan lumut ungu. Dalam hitungan detik, pendaran magis lumut tersebut meredup total, daun-daun kecilnya mengkerut dan tertidur lelap.

​"Jalur aman," bisik A-Lang.

​Keduanya melesat masuk ke dalam kedalaman tambang tanpa memicu alarm spiritual sedikit pun. Semakin dalam mereka berjalan, gemerincing suara rantai besi dan hantaman beliung ke batu mulai menggema intens. Udara berubah menjadi debu kuarsa yang pekat.

​Di sebuah aula tambang yang luas, Zei menghentikan langkahnya. Pemandangan di depannya kembali menyulut api amarah di dadanya. Puluhan pekerja paksa—sebagian besar adalah penduduk desa perbatasan yang diculik dan dirantai kakinya—sedang dipaksa menambang tanpa henti di bawah cambukan para penjaga Sekte Taring Emas.

​"Cepat bergerak, anjing-anjing malas!" teriak seorang kapten tambang bertubuh gempal, mengayunkan cambuk kulit yang dilapisi energi logam tajam ke punggung seorang kakek tua hingga darah segar memercik.

​Zei tidak bisa menahan diri lebih lama lagi. "A-Lang, bebaskan para pekerja. Aku akan membersihkan para sampah ini."

​WUSH!

​Sebelum kapten tambang itu sempat mengayunkan cambuknya kembali, sebuah tekanan angin yang amat berat menghantam tubuhnya dari belakang. Zei muncul seperti hantu di balik kegelapan. Tangan kanannya yang terbungkus Sarung Tangan Penghancur Gunung langsung mencengkeram wajah sang kapten secara brutal.

​"Siapa—"

​KREEEKKK!

​Zei mengaktifkan Sembilan Transformasi: Pembalikan Gravitasi melalui sarung tangannya. Gravitasi di sekitar kepala kapten itu mendadak berlipat ganda secara ekstrem, menarik leher dan tengkoraknya ke bawah dengan tekanan ribuan pon. Tanpa sempat melepaskan serangan balik elemen logamnya, leher sang kapten patah seketika. Tubuhnya ambruk ke tanah seperti karung beras.

​Para penjaga lain yang melihat pemimpin mereka tewas dalam satu detik langsung berteriak panik dan menghunuskan senjata mereka. Namun, bagi Zei yang kini telah menguasai Transformasi Kulit Kuarsa, serangan pedang dan tombak mereka hanya memercikkan bunga api di atas permukaan kulitnya yang sekeras batu kuarsa murni. Zei bergerak laksana badai batu; setiap hantaman tinjunya meremukkan zirah, mematahkan tulang, dan mengakhiri nyawa para penjaga Taring Emas dengan efisiensi yang mengerikan.

​Sementara itu, A-Lang bergerak gesit di antara para budak. Menggunakan belati kayunya yang telah dilapisi cairan pelunak besi, ia memotong rantai-rantai kaki para pekerja dengan cepat. "Ikuti aku! Jalur keluar sudah aman, cepat lari ke arah perbukitan!" seru A-Lang, memandu puluhan pekerja yang menangis haru itu untuk meloloskan diri.

​Setelah aula tambang kosong dari pekerja dan penjaga, Zei berdiri di pusat urat nadi kuarsa terbesar. Ia meletakkan kedua telapak tangannya di atas dinding gua yang dipenuhi kristal spiritual berenergi tinggi.

​"Sembilan Transformasi: Runtuhan Gunung!"

​Zei mengalirkan seluruh Qi buminya secara masif ke dalam struktur molekul bumi tempat itu, memanipulasi berat dan kestabilan gravitasi batuan tambang. Energi bumi murni itu merembes cepat, menyedot dan menghancurkan inti energi dari setiap kristal kuarsa yang ada di sana, mengubahnya menjadi serpihan kapur yang rapuh.

​RUMBLEEEE... BLAARRR!

​Seluruh terowongan Tambang Barat mulai bergetar hebat. Langit-langit gua retak besar, menjatuhkan batuan raksasa seberat ratusan ton yang langsung mengubur seluruh alat berat, dokumen, dan jalur urat kuarsa berharga milik Sekte Taring Emas dalam keruntuhan terkendali yang masif. Zei dan A-Lang melompat keluar dari mulut terowongan tepat beberapa detik sebelum seluruh lembah itu runtuh total dan menutup akses tambang selamanya.

​Keesokan paginya, Ibu Kota Wilayah kembali diguncang badai berita. Tambang Kuarsa Barat milik Sekte Taring Emas hancur total dalam semalam, memotong hampir sepertiga pendapatan ekonomi sekte tersebut dalam sekejap.

​Qian Yue’er, yang kembali ditunjuk oleh Mahkamah Kota karena keahlian investigasinya, berdiri di tepi tebing Lembah Barat yang kini telah rata oleh runtuhan batu raksasa. Anggota Sekte Taring Emas di sekelilingnya sedang mengamuk sejadi-jadinya, mengutuk siapa pun yang melakukan sabotase ini.

​Yue'er berjalan mendekati salah satu batu runtuhan. Mata indahnya menyipit ketika melihat sesuatu yang sangat janggal di tempat yang seharusnya gersang dan hancur ini. Di sela-sela retakan batu raksasa yang hancur karena tekanan bumi, tumbuh sekuntum bunga kecil berwarna hijau muda yang mekar dengan sangat abnormal—sebuah tanda bahwa ada manipulasi paksa dari energi elemen kayu tingkat tinggi yang tertinggal untuk merangsang vegetasi setelah formasi dihancurkan.

​Yue'er menyentuh kelopak bunga kecil itu. Rasa bersalah di hatinya perlahan memudar, digantikan oleh rasa takjub yang tak terbendung.

​‘Dia tidak bergerak sendiri... Dia memiliki sekutu berbakat, dan dia sedang memotong sayap finansial Taring Emas secara perlahan,’ batin Qian Yue’er, seulas senyuman tipis yang sangat samar—namun luar biasa anggun—muncul di bibirnya yang biasanya beku.

​Anak desa yang dulunya dikepung dan difitnah itu kini sedang melakukan perang gerilya yang sangat cerdas di bawah hidung para penguasa kota. Takdir belum mempertemukan mereka secara langsung, namun Yue'er tahu, setiap langkah kaki Zei kini sedang mengguncang fondasi Ibu Kota Wilayah, dan dia akan terus mengawasi permainan bayangan ini dari balik menara esnya.

1
y@y@
👍🏾⭐👍🏻⭐👍🏾
y@y@
💥🌟👍🏿🌟💥
y@y@
👍🏿⭐👍🏻⭐👍🏿
y@y@
🌟👍🏾👍🏼👍🏾🌟
y@y@
💥👍🏿👍🏻👍🏿💥
y@y@
🌟👍🏾👍🏼👍🏾🌟
y@y@
⭐👍🏿👍🏻👍🏿⭐
y@y@
💥👍🏾👍🏼👍🏾💥
y@y@
🌟👍🏿👍🏻👍🏿🌟
y@y@
⭐👍🏾👍🏼👍🏾⭐
y@y@
💥🌟👍🏻🌟💥
y@y@
⭐👍🏾👍🏼👍🏾⭐
y@y@
👍🏿👍🏻🌟👍🏻👍🏿
y@y@
💥👍🏾👍🏼👍🏾💥
y@y@
⭐👍🏿👍🏻👍🏿⭐
y@y@
🌟👍🏼👍🏻👍🏼🌟
y@y@
⭐👍🏿👍🏾👍🏿⭐
y@y@
👍🏻⭐👍🏿⭐👍🏻
y@y@
👍🏾🌟👍🏼🌟👍🏾
y@y@
💥🌟👍🏼🌟💥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!