NovelToon NovelToon
SARUNG TANGAN PENGHANCUR GUNUNG

SARUNG TANGAN PENGHANCUR GUNUNG

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

Dunia Zei tadinya hanya sebatas sawah berlumpur dan beratnya cangkul di pundak. Sampai akhirnya, Turnamen Musim Semi mengubah segalanya. Di atas arena, Zei melihat Qian Yue’er dari Sekte Cendrawasih bertarung. Gerakannya bukan sekadar bela diri, melainkan tarian maut yang terlampau indah untuk disaksikan oleh mata seorang petani miskin.

​Sejak detik itu, Zei menolak takdir lahirnya. Ia tak butuh pedang pusaka; dengan Qi elemen tanah yang brutal dan alat tani yang ia tempa menjadi senjata, Zei menantang dunia persilatan. Ia nekat merangkak naik dari turnamen ke turnamen, menghancurkan cemoohan kaum bangsawan yang menganggapnya tak lebih dari sampah yang bermimpi menyentuh bintang.

​Di saat para pendekar lain bertarung demi kekuasaan dan keabadian, alasan Zei mengayunkan senjatanya sangat sederhana dan naif: ia hanya ingin membuktikan diri pantas berdiri di panggung yang sama, dan melihat sang bulan menari di hadapannya sekali lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

​Gema kapak dan beliung yang menghantam batu kuarsa terdengar berdentang ritmis, menggetarkan dinding-dinding gua yang sempit.

​Di bawah siraman cahaya obor minyak yang dipasang setiap sepuluh langkah, puluhan pekerja paksa—sebagian besar adalah penduduk desa perbatasan yang diculik—bergerak layaknya sekumpulan mayat hidup dengan rantai besi yang membelenggu pergelangan kaki mereka. Di atas tebing-tebing batu yang lebih tinggi, para pengawas dari Sekte Taring Emas berdiri angkuh, sesekali melecutkan cambuk petir yang memercikkan energi logam kuning tajam.

​Di balik bayang-bayang pilar kuarsa mentah yang belum digali, sepasang tudung hitam bergerak tanpa suara, menyatu dengan kegelapan pekat.

​‘Ada tiga puluh pekerja dan delapan pengawas tingkat rendah. Tapi formasi spiritual di pusat tambang itu yang berbahaya,’ bisik A-Lang, matanya yang berkilat hijau elemen kayu mengunci sebuah batu kristal raksasa yang dikelilingi oleh jalinan kawat perak di tengah aula tambang.

​Zei tidak menjawab dengan kata-kata. Tudung hitamnya sedikit terangkat, memperlihatkan sepasang mata emas-kecokelatan yang menatap dingin ke arah simbol taring emas yang terukir di zirah para pengawas.

​Setiap dentang cambuk yang mengenai punggung para pekerja paksa seolah menjadi hitungan mundur bagi sisa umur para pengawas tersebut di tempat ini.

​"Kau urus rute evakuasi para pekerja. Biarkan aku yang memotong taring mereka," ucap Zei, suaranya bergaung pelan, tumpul karena teknik Transformasi Kulit Kuarsa yang menekan auranya.

​WUSH!

​A-Lang melesat seperti serpihan daun yang tertiup angin malam, bergerak menyusuri sela-sela rel kereta logistik tambang. Menggunakan sisa esensi kayu kehidupan yang ia miliki, ia menjatuhkan serbuk halus tanaman pemati rasa ke dalam pasokan air minum di pos penjagaan belakang, melemahkan reaksi batin mereka secara instan.

​Sementara itu, Zei melangkah keluar dari bayang-bayang. Ia berjalan santai di atas jalur pualam mentah, menarik perhatian seorang pengawas bertubuh kekar yang memegang cambuk.

​"Hei! Siapa kau?! Berani sekali berkeliaran di area tambang utama!" bentak pengawas itu, langsung mengayunkan cambuk petirnya horizontal. Cambuk logam itu membelah udara dengan suara desingan tajam yang mematikan.

​TANGGGG!

​Suara benturan itu tidak menghasilkan jeritan kesakitan, melainkan dentingan keras seolah cambuk itu baru saja menghantam permukaan magma padat yang telah membatu.

​Zei mencengkeram ujung cambuk petir itu secara langsung dengan tangan kosong. Kulit kuarsanya bahkan tidak menyisakan tanda hangus akibat sengatan listrik elemen logam tersebut.

​"Hanya seorang penggali kubur," desis Zei.

​Dengan satu tarikan masif menggunakan kekuatan Sarung Tangan Penghancur Gunung, tubuh pengawas itu terseret maju ke arahnya. Belum sempat pengawas itu berteriak panik, tinju kiri Zei sudah melesat lurus, menghantam tepat di ulu hati lawan.

​GEBUMMM!

​Getaran bumi murni merembes masuk, menghentikan detak jantung pengawas itu dalam seketika. Tubuhnya ambruk tanpa suara di atas tumpukan batu kuarsa.

​Melihat salah satu rekan mereka tumbang secara misterius, ketujuh pengawas lainnya langsung menghunuskan senjata logam mereka, melepaskan gelombang Qi kuning tajam yang menerangi kegelapan gua. "Ada penyusup! Aktifkan formasi darurat!"

​Namun, teriakan mereka terlambat. Zei sudah menancapkan kedua telapak tangannya ke atas lantai tambang.

​Sembilan Transformasi: Kompresi Tektonik!

​DUMMM! DUMMM! DUMMM!

​Struktur tanah gembur di bawah kaki ketujuh pengawas tersebut mendadak menyusut dan memadat dengan tekanan gravitasi yang luar biasa mengerikan. Lantai batu di sekitar mereka ambles sedalam setengah meter secara instan, menjepit pergelangan kaki para pengawas di dalam jebakan batu padat sekeras kuarsa sejati.

​"Sial! Kakiku tidak bisa bergerak!"

​"Kerapatan tanah ini... ini bukan teknik tingkat rendah!"

​Zei merangsek maju seperti badai batu yang sunyi. Setiap pukulan jarak pendek dari Tinju Membajak Bumi yang ia lepaskan berbunyi PRAKK! yang diikuti oleh hancurnya zirah pelindung dan tulang dada musuh-musuhnya.

​Hanya dalam waktu kurang dari dua menit, ketujuh pengawas tersebut telah terbujur kaku di atas tanah, membayar sebagian kecil dari darah penduduk Desa Danau Keruh yang mereka tumpahkan.

​A-Lang muncul dari balik ceruk gua, dengan cepat menghancurkan rantai belenggu para pekerja menggunakan belati tanaman obatnya yang telah dilumuri cairan pelunak besi. "Jalurnya sudah bersih! Ikuti terowongan barat, di sana ada karavan Asosiasi Angin Sejuk yang akan membawa kalian keluar kota!"

​Para pekerja paksa menatap Zei dengan pandangan yang sarat akan rasa takut sekaligus pemujaan yang mendalam, sebelum akhirnya berlari menyelamatkan diri ke arah kegelapan.

​Zei kini berdiri di depan batu kristal raksasa pusat formasi tambang. Ia mengangkat tangan kanannya, mengalirkan sisa Qi bumi emas-kecokelatannya ke dalam segel Sarung Tangan Penghancur Gunung. Jika ia menghancurkan inti ini, maka seluruh pasokan energi spiritual Sekte Taring Emas untuk bulan ini akan lumpuh total.

​Tepat saat tinjunya hampir menyentuh kristal, sebuah suara tepuk tangan yang lambat dan bergema aneh terdengar dari arah langit-langit terowongan atas yang gelap.

​Prokk... Prokk... Prokk...

​"Sungguh pertunjukan yang luar biasa untuk ukuran seekor tikus desa," sebuah suara bariton yang sarat akan tekanan spiritual tingkat tinggi mengalir turun, membuat suhu udara di dalam tambang mendadak terasa sangat berat dan menyesakkan dada.

​Sesosok pria paruh baya berpakaian jubah kuning emas sulaman taring murni melayang turun dari udara tanpa suara. Tekanan Qi elemen logam miliknya begitu pekat hingga memicu suara dengungan tajam pada setiap alat besi di dalam tambang tersebut.

​Pria itu menatap jasad para pengawasnya dengan pandangan datar, sebelum akhirnya mengunci sepasang matanya yang sedingin baja ke arah sarung tangan hitam Zei.

​"Sarung tangan itu... dan teknik kompresi tadi," pria itu menyipitkan matanya, sebuah senyuman kejam terukir di wajahnya. "Jadi benar rumornya. Sisa-sisa pengikut Sekte Bumi Suci yang malang masih mencoba merangkak keluar dari kuburan mereka. Perkenalkan, aku Guo Biao, Wakil Master Sekte Taring Emas. Dan hari ini, aku sendiri yang akan memastikan warisan bumimu terkubur selamanya di tempat ini."

​Zei merasakan sirkulasi Qi di dalam dadanya kembali menegang. Lawannya kali ini bukan lagi murid luar atau kapten patroli biasa, melainkan seorang tetua inti dengan kultivasi tingkat Bumi akhir yang sesungguhnya. Badai di bawah tanah Ibu Kota baru saja mencapai puncaknya.

1
yulius hans
kok ngak tamat sich
Mamat Stone
sehat dan sukses selalu Thor 💪💪💪
Danzo28: aminnn
terimakasih ya
selanjutnya
sehat selalu 🥳🥳
total 1 replies
Mamat Stone
🤔
Mamat Stone
/Determined//Determined//Determined/
Mamat Stone
/Angry//Angry//Angry/
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Angry/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
😈/Determined/😈
Mamat Stone
😈/Angry/😈
Mamat Stone
🤩
Mamat Stone
🥰
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
buktikan merah Mu Jagoan Neon 😈
Mamat Stone
waktunya Jagoan Neon beraksi 😈
Mamat Stone
/Good/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!