"Lah? Kalo nggak mau bunuh diri ngapain duduk di situ?"
"Emang kalo duduk disini harus orang yang mau bunuh diri?"
"Iyalah, orang yang duduk disini tuh artinya pengen didorong setan biar jatoh, jadi alesannya meninggal bukan karna bunuh diri, tapi karena didorong setan terus mati"
"Gila Lo!! Jaman gini masih percaya sama tahayul..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Efek samping Copas
"Dasar.. Dasar... Dasarrr....
"Di chat bukannya bales malah di read doang...
"Cepet siniin buku Lo"
Cinta memegang kedua pundak Ila kemudian ia menggoyahkan tubuh kecil Ila tersebut karena gemas. Tak lama setelah itu Cinta kembali menyeret Ila menuju tempat duduk mereka dengan tergesa-gesa ia membuka buku tugas milik Ila tanpa memperhatikan pelajaran apa yang berada didalam sana dan asal menyalin semua jawaban yang ada.
Tidak hanya Cinta, teman lainnya juga banyak yang mengambil gambar tugas catatan Ila, mereka dengan cepat kembali ketempat duduk masing-masing.
2 menit sebelum bel tanda masuknya pelajaran, ada salah satu siswa yang menyadari akan hal itu. Sesuatu yang janggal ia dapatkan ada jawaban terakhir disana.
Tugas yang membuat mereka kalang kabut di pagi hari ini adalah Biologi, namun kenapa foto yang ia ambil baru saja ini ada ber isi tentang beberapa hadits dalam Al-Qur'an.
"Huwaaaaaaaa...
"Anjim.....
"Hey yorobun... Ini tugas agama anjim, bukan biologi!!"
Teriak siswa yang biasa di panggil Giras itu. Ia adalah orang satu-satunya yang menyadari hal tersebut.
"Hah?...
Ucap satu kelas, mereka serentak melihat ke buku masing-masing. Dan benar yang dikatakan oleh Giras disana tertulis tentang cara mengurus jenazah, yak mereka salah menyalin tugas, bukannya tugas biologi namun malahan tugas Pendidikan Agama.
"Hua anjirr.... Ilaaaaaaaaa
"Apa? Ngapain manggil-manggil Gw, sono nyalin tugas ae jangan berisik"
Ucap Ila yang baru saja mengangkat kepala yang awalnya ia letakkan diatas meja.
"Lo gimana sih anjir?? Ini tugas agama ngapain Lo kasih ke kita?"
"Lah yang ngasih siapa njir, kan Lo pada yang geledahin tas Gw terus ngambil tugas itu sendiri"
Mereka berbalik menatap Cinta yang sedang meratapi nasibnya karena salah menyalin tugas, ia yang awalnya sudah menyelesaikan acara menyalin tugas Ila dengan cepat dan sedang bersantai dengan memainkan ponselnya hingga tertawa cekikikan.
Kebahagiaan Cinta musnah sesaat Giras berteriak dan memberitahukan bahwa mereka telah melakukan hal yang sia-sia dengan mengerjakan tugas ini.
"Aaaa Cinta tolol... Otaknya dipakai tolong ya Bund"
"Hahhhhhh... DIEM KALIAN!!! KARENA SUDAH TERLANJUR JADI MAU GIMANA LAGI KITA? SUDAHLAH DARIPADA KITA MERATAPI NASIB MENDINGAN KALIAN BURUAN PAKAI SUNSCREEN KALIAN CEPAT, JIKA DITUNDA LAGI KITA TIDAK AKAN BISA MENGEJAR WAKTU DAN KULIT KITA AKAN GOSONG KARENA TERPAPAR SINAR MATAHARI!!!"
Dengan bergegas mereka mengambil sunscreen di tas mereka masing-masing.
Tepat setelah mereka selesai memakai sunscreen bel masuk berbunyi, dan Pak Marmo sudah berada tepat didepan pintu kelas XII IPA 2.
Pak Marmo segera menyuruh siswa dan siswi kelas XII IPA 2 untuk mengumpulkan tugas yang ia berikan minggu lalu dimeja guru.
Dan untuk manusia yang tidak mengerjakan tugas, mereka disuruh segera berbaris didepan papan tulis dengan menundukkan kepala untuk mengintropeksi diri.
Pak Marmo menghela nafas, dalam hati sudah sangat lelah mengajar kelas ini.
"Saya tidak habis pikir kepada kalian, kalian ini sudah kelas dua belas, ini sudah waktunya untuk kalian tidak bermain-main lagi, setelah ini kalian akan melanjutkan perjalanan kalian entah itu melanjutkan pendidikan di universitas pilihan kalian atau akan melanjutkan perjalanan masa muda kalian dengan bekerja, semua tidak ada yang instan seperti mie. Mie pun perlu dimasak sebelum bisa kalian makan. Minggu depan kalian sudah mulai Ujian Sekolah loh, masa kalian mau begini saja dan tidak ingin mendapatkan nilai yang bagus...
"Untuk kali ini, saya hanya akan memberikan kalian hukuman untuk lari lapangan sebanyak 5 kali, setelah itu kalian jangan masuk ke kelas saat pelajaran saya. Cepat kerjakan hukuman kalian!"
Pak Marmo memijat pangkal hidungnya untuk sedikit merefresh otaknya dan kembali mengajar siswa maupun siswi yang masih tersisa didalam kelas.
Tuing...
Pak Marmo kaget, disini hanya tinggal tersisa dua siswi yaitu Ila dan juga si culun Meta. Pak Marmo masih tidak percaya bahwa untuk pertama kalinya ia akan mengajar hanya dua siswa dikelas ini, apakah kelas ini memang semalas ini saat pelajarannya maupun guru lain? Bahkan mata Pak Marmo sempat melotot dengan bibir sedikit terbuka sangking kagetnya.
"Sekarang kita ngapain Pak?"
"Main gundu, ya pelajaran lah"
"Lah Pak, saya kan cuma tanya kok Bapak marahin saya sih, ntar saya aduin Bapak saya loh"
"Kamila tolong fokus, jangan membawa Bapak disini, karena saya sudah tidak memiliki Ayah"
"Yang sabar ya Pak, saya juga sudah jadi yatim kok beberapa minggu yang lalu, saya mengerti posisi Bapak, Bapak yang ikhlas ya"
"Kamila, berhenti membahas masalah ini dan kembali fokus kepada pelajaran saya!"
Meskipun hanya tersisa dua siswi, Pak Marmo tetap melanjutkan pembelajarannya. Hari ini adalah pertemuan terakhirnya bulan ini. Karena setelah minggu ini, kelas dua belas akan mulai disibukkan dengan berbagai Ujian untuk kelulusan mereka.
Pak Marmo membedah beberapa materi yang ada dalam kisi-kisi Ujian Sekolah minggu depan, jadi untuk siswa-siswi yang tidak mengikuti pelajarannya hari ini sangat rugi, karena ini adalah pelajaran yang bisa mempermudah mereka dalam mengerjakan soal-soal Ujian nantinya.
...----------------...
Disisi lain, yaitu lapangan sepakbola sekaligus lapangan basket dan voli, lapangan ini pula yang biasa digunakan untuk melaksanakan Upacara Bendera di setiap hari Senin. Bisa dibayangkan seberapa panasnya bila berdiri disini? Cuaca hari ini sangat mendukung acara hukuman kelas XII IPA 2, karena saat ini adalah musim kemarau yang artinya terik matahari ini sangat panas meskipun hari masih pagi.
Disana kurang lebih ada 30 siswa-siswi yang sedang berlari, mereka tidak pernah diawasi langsung oleh Pak Marmo, karena tepat didepan lapangan itu terdapat ruang BK. Pak Marmo biasanya memberikan instruksi kepada guru BK untuk mengawasi murid yang tengah ia hukum lewat pesan chat di WhatsApp.
Diruang BK juga dilengkapi dengan mikrofon untuk meneriaki siswa yang telah melanggar peraturan, jadi siswa yang berada di lapangan ini tidak akan berani untuk menye-menye dalam menjalankan hukuman.
"Bener kan kata Gw, untung tadi kita sempat make sunscreen sebelum kena hukum"
"Untung gundulmu, capek tolol"
Cinta diserbu oleh teman-temannya dengan cara mendorong pundaknya hingga ia terjatuh tepat di lapangan voli dan terjebak disana karena lantai tersebut baru saja diperbaiki oleh tukang dan cor tersebut masih basah. Kakinya berada dalam adonan semen, namun tangannya berada diatas lapangan yang sudah kering untuk menumpu badannya agar tidak jatuh seutuhnya dalam adonan semen itu.
Kaki cinta tersangkut disana, dengan bantuan beberapa teman laki-lakinya, Cinta berhasil keluar dari adonan pasir dan semen tersebut.
Namun, sepatu Cinta terlepas dari kakinya saat proses pengeluaran Cinta dari adonan semen tersebut. Hal yang lebih mengerikan lagi adalah saat ini Cinta tengah menggunakan rok seragam yang tingginya dibawah lutut. Jadi kaki bagian bawah serta kaos kaki Cinta kotor akibat terjebak.
Bersambung...
Yuk bantu dukung karya aku dengan cara like, komen dan vote, terimakasih :)