Mala, jatuh cinta pada pria amnesia yang ditolong ayahnya. Mereka saling jatuh cinta dan menikah. Ketika ingatannya kembali, sang suami tidak pernah lagi pulang ke rumah Mala.
Penantian Mala berakhir dan dia memutuskan merantau ke kota. Dia bertemu dengan suaminya yang ternyata adalah pemilik perusahaan tempatnya bekerja.
Bagaimana Mala akan bersikap dan kesalahpahaman apa yang membuat sang suami tidak pernah kembali?
Bagaimana si kecil Gala ketika tanpa sengaja bertemu sang ayah?
Dapatkah sang suami mendapatkan cinta Mala kembali, dan bersaing dengan pria-pria yang mengejar Mala?
Jawabannya ada disini, yuk baca selengkapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eni pua, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertengkaran Dicko dan Bara
Dicko mulai melakukan pendekatan pada Mala. Setiap hari dia pasti mengirimkan bunga dan kartu permintaan maaf untuk Mala. Lambat lain hati Mala luluh juga, apalagi banyak kenangan yang masih tersisa dihati Mala yang belum bisa dia lupakan hingga kini.
Kenyataan bahwa dia adalah ayah kandung dari Gala juga tidak bisa dia ubah. Cinta yang dulu begitu indah masih tersisa untuknya, walau tidak sebesar dulu.
Dicko setiap hari melihat dan datang ke tempat kerja Mala untuk menunjukan rasa bersalahnya. Sampai suatu hari, Bara juga datang di waktu yang sama.
Emosi Bara tersulut saat tahu Dicko setiap hari memberi Mala bunga.
"Dicko, kau tidak malu datang menemui mantan istri yang sudah lama tidak kamu pedulikan?" kata Bara kesal.
"Seharusnya kamu yang malu, setiap hari mengikuti Mala tapi sedikitpun kamu tidak mendapatkan balasan," kata Dicko mengejek.
"Kamu, kamu merebut dia dariku dan kamu masih terus mengejekku. Aku tidak menyesal membuat Mala menceraikan kamu," kata Bara.
"Kamu adalah teman yang jahat. Bagaimana bisa kamu melihat Mala selama ini hidup terpisah dariku. Kamu menikmati kesalahpahaman antara aku dan Mala. Bahkan membantunya bercerai," kata Dicko kesal.
"Aku tidak suka kamu bersama Mala. Kenapa, kamu marah setelah jadi mantan? Tapi aku menikmatinya. Mala tidak akan pernah bahagia hidup bersamamu," sahut Bara.
"Darimana kamu tahu tahu dia tidak akan bahagia hidup bersamaku? Apalagi kami memiliki anak yang manis seperti Gala. Seharusnya hidup kami sudah sempurna jika tidak ada campur tangan kamu," kata Dicko.
Pertengkaran itu membuat mereka lupa bahwa Mala sudah mendengar semua yang tidak ingin dia dengar. Kenyataan bahwa orang yang dia percaya adalah orang yang membuatnya berpisah dengan ayah dari anaknya. Bara, kau sungguh sudah berubah?!
Tak berapa lama terjadilah perkelahian antara Dicko dan Bara. Mereka tidak ada yang mau mengalah.
Mala mendekati mereka lalu dengan suara keras dia berteriak.
"Berhenti..." Mala tak bisa menahan rasa kesalnya.
Dicko dan Bara berhenti berkelahi dan mereka menatap wajah sedih Mala. Bara mendekati Mala dan mencoba meminta maaf.
"Mala, Maafkan aku. Aku tidak bermaksud jahat terhadapmu," kata Bara.
"Hanya kamu yang tahu apa yang kau mau. Tapi aku sungguh tidak menyangka kamu bisa berubah jadi seperti itu. Aku tidak lagi mengenalmu," kata Mala sedih.
"Mala, aku..." kata Bara.
"Pergilah sebelum aku bersikap kasar padamu," kata Mala pelan.
Bara melangkah pergi dengan hati hancur. Wanita yang paling dia cintai, memintanya pergi. Walaupun dia tahu dia yang salah, tapi seharusnya Mala mengerti karena yang dia lakukan karena dia sangat mencintainya.
Sementara Dicko perlahan mendekati Mala yang sedih dan meneteskan air mata karena tahu perbuatan Bara sahabatnya.
"Mala, aku minta maaf. Semua jadi seperti ini. Aku tidak bermaksud membuatmu sedih," kata Dicko.
"Waktu itu,saat kamu cerita tentang Bara aku tidak mempercayai kamu. Aku juga minta maaf," kata Mala.
"Tak ada yang perlu dimaafkan, Bara adalah sahabatmu dan kamu percaya padanya memang sudah seharusnya. Aku tidak pernah menyalahkan mu lebih percaya dia daripada padaku," kata Dicko.
"Dia seharusnya tidak melakukan itu padaku dan kamu. Dia tahu bagaimana aku menunggumu sekian tahun, berharap dan menantimu akan kembali suatu saat nanti. Penantian yang sangat panjang bagiku," kata Mala.
"Ya, Tapi sudahlah. Semua sudah jelas sekarang. Kita bisa mulai dari awal lagi," kata Dicko.
Mala memandang Dicko dengan tatapan sedih. Semua tak bisa seperti dulu lagi.
andra : Sakitnya mencintai sepupu ku,,
saat nya bu shella dan pak reno bahagia...
cepet halalin y pak reno... 😘
tiga kali apa ngga cape mala,,😁😁