NovelToon NovelToon
Limerence

Limerence

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:14.1k
Nilai: 5
Nama Author: alviona27

Special moment dalam hidup gue itu: Pertama, Bokap gue kembali. Kedua, bersyukur karena ada Langit yang suka sama gue. -Adista Felisia

Special moment dalam hidup gue yaitu, pertama bisa meyukai Adista dan kedua bersyukur Adista juga suka sama gue. Hehehe. -Langit Alaric

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alviona27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26 - Kebenaran tentang buku

Langit membanting tasnya ke lantai, kemudian dia merebahkan tubuhnya di atas kasur menutup matanya menggunakan tangannya enggan untuk melihat foto Adista yang berada di kamarnya.

Langit kesal, Langit marah, Langit merasa sakit. Meskipun dia cowok, dia juga masih memiliki hati dan hatinya sedang sakit, remuk, Langit merasakannya.

Menyesal? Langit terkekeh, dia tidak merasa menyesal. Tiba-tiba saja kata itu keluar dari mulutnya dan bahkan dirinya terhenyak saat dia sendiri mengatakan kata itu. Langit tidak menyesal, dia bahagia. Sangat bahagia, Adista bersamanya. Meskipun tidak lama.

“Bang Langit, gue masuk ya,” ucap Lala setelah mengetuk pintu kamar Langit. Mendengar suara Lala, Langit duduk dan menatap Lala yang sudah berada di kamarnya. “Ini buat Abang, kemarin Abang gak ada, jadinya Kak Adis duluan yang gue kasih,” kata Lala menyerahkan sebuah

foto.

Langit mengambil foto itu, menatap lama foto itu. Adista lagi, Adista lagi.

“Gue udah putus,” kata Langit menaruh foto itu di atas meja belajarnya.

Lala tercengang, menggeleng tidak percaya. “Abang bohong sama gue, kan? Abang gak putus dari Kak Adis, kan?”

“Gue beneran putus, tadi.”

“Bang ....”

“Gue lagi pusing, keluar aja deh lo. Nanti gue ceritain kalo gue sempet,” kata Langit mendorong tubuh Lala keluar dari kamarnya.

Langit menghela napasnya lagi, melirik foto itu dan menggelengkan kepalanya. Langit harus melupakannya, Adista.

“Eh Bang, luka lo baru lagi ya?” tanya Lala dari luar, Langit tidak menjawab, dia lebih memilih memainkan PS dan menghubungi Mikko untuk menyuruh cowok itu kesini.

* * *

Adista menatap foto yang berada di tangannya. Saat dia pulang tadi Kakek menatap Adista bingung dan dia tidak bertanya apapun karena Adista langsung berlari menuju kamarnya.

Foto saat Lala ulang tahun, Langit menyuapinya kue ulang tahun Lala dan wajah Langit penuh dengan krim kue ulang

tahun Lala.

“Gue egois, gue tahu itu. Tapi gue gak bisa ngungkapin suka gue sama lo,” ucap Adista masih menatap foto itu.

Adista selalu bahagia saat Langit berada di sampingnya, hanya Adista saja yang tidak bisa mengungkapkannya kepada Langit, dan Adista hanya bisa mengungkapkannya dari Oppanya. Oppanya hanya pelariannya saja karena apa yang sering Adista ucapkan tentang Oppa kepada Langit adalah untuk Langit.

Seharusnya Adista tahu kalau Langit bukanlah seorang Dewa yang mengetahui semua apa yang terselip dari ucapan Adista. Seharusnya juga Adista mengatakan yang sejujurnya kepada Langit dan tidak mengalihkannya tentang Oppa. Seharusnya saja.

Adista menghela napasnya, tidak akan ada Langit di dalam kehidupannya. Tidak akan ada Langit menemaninya. Tidak akan ada Langit membuatnya tersenyum dan tertawa. Tidak akan ada Langit lagi.

“Adista ....”

Adista membuka pintu kamarnya, dilihat sudah ada Dinda yang tersenyum lebar menatapnya. Adista memang menyuruh Dinda datang ke rumahnya karena dia harus menceritakan seluruh keluh kesahnya kepada Dinda.

“Lo beneran putus? Sama Langit?” tanya Dinda tak percaya saat Adista telah menceritakan semuanya kepada Dinda. “Lo itu kenapa sih? Kan udah gue bilang, lupain dulu sebentar Oppa lo dan mikirin Langit cowok di samping lo. Dan lo jawab tetap ada Oppa di hati lo.”

Dinda berdecak kecewa kepada Adista, Adista hanya diam menunduk, dia sudah mendengar ucapan Dinda beratusan kali tetapi selalu Adista abaikan karena dia pikir dia tidak menyukai Langit, dia pikir cuman ada Oppa di hatinya. Dan Adista salah.

“Sekarang, lo mau minta maaf sama Langit?”.tanya Dinda, Adista menggeleng tidak tahu apa yang harus dia lakukan. “Saran gue, lo minta maaf dan cerita.semuanya. Dan juga lo kenapa sih dekat-dekat dengan Elang, kalo lo udah punya cowok, gak usah dekat sama cowok lain.”

“Karena Elang mirip Kai,” jawab Adista dengan suara sekecil mungkin.

“Astaga, entah kenapa gue kesel banget sama lo!” ucap Dinda sambil mengepalkan tangannya di udara. “Dan Langit tahu?”

Adista mengangguk, Elang sudah menceritakan awal mula kenapa Langit memukulinya. Elang berkata menyukai Adista dan ingin menembak Adista, dan setelah mengatakan itu tiba-tiba saja Langit

memukuli Elang.

“Lo tahu Geandra? Langit dekat dengan dia.”

“Mereka gak ada apa-apa,” jawab Dinda. “Memang, dulu Langit suka sama Gean, tapi sekarang enggak. Dia cuman suka lo.”

Adista terdiam sambil menghela napasnya, dia tidak tahu harus bagaimana lagi. Sebenarnya, Adista memiliki gengsi yang tinggi, makanya dia tidak pernah mengirim pesan duluan kepada Langit atau menghubungi Langit duluan.

“Dis, gue udah cerita belum sih soal buku?”

“Buku apa?” tanya Adista bingung.

“Itu, yang lo gak bawa buku paket saat pelajaran Bu Mala.”

Adista mengangguk, dia ingat betul saat itu. Adista sudah merasa hidupnya tidak lama lagi saat Bu Mala mengatakan dia akan mengecek siapa saja yang tidak bawa buku paket saat jam pelajarannya. Dan disaat itu pula Adista tidak bawa buku itu, bukunya tertinggal di meja saat Adista mengerjakan PR.

“Iya, dan tiba-tiba ada orang yang melemparkan buku di samping meja gue,” kata Adista.

“Itu buku Langit, gue bahkan sampe bingung. Tumben aja gitu cowok itu bawa buku paket,” terang Dinda, Adista

kembali terdiam. “Karena dia kasih bukunya buat lo, jadinya dia kena hukum sama Bu Mala. Sebenarnya gue kasihan ngeliatnya, tapi dia bilang jangan bilang itu buku dia.”

“Ada lagi?” tanya Adista penasaran. Sungguh, selama ini dia sama sekali tidak mengetahui apa-apa tentang Langit, dan Adista sadar bahwa dia sudah melewatkan satu kesempatan untuk kebahagiaannya.

“Sebenarnya sih banyak, gak mungkin gue cerita satu-satu,” jawab Dinda. “Gue bingung sih sama lo, lo itu pacaran udah agak lama sama Langit tapi gue sama sekali gak ngeliat lo tahu mengenai Langit. Di otak lo gue rasa cuman ada Oppa, gak ada Langit.”

“Ada Din, sedikit.”

Dinda menghela napasnya merasa jengah dengan Adista saat ini. “Gue senang banget lo gak cerita banyak tentang Oppa saat pacaran sama Langit, gue merasa Langit keajaiban buat lo.”

* * *

“Sial, gak bisa ngebutan dikit, Mik?” tanya Langit mengumpat kepada Mikko. Mikko hanya bisa menghela napas dan membiarkan Langit mengatakan apapun karena saat ini dia sedang sedih. “Ah, lo main gimana sih. Bosen gue.”

“Gue udah balikan sama Dinda,” kata Mikko.

Langit hanya mengangguk, dia sudah melepaskan semua foto Adista di kamarnya dibantu oleh Mikko. Sekarang kamarnya benar-benar kosong, tidak ada foto Adista dimana pun dan Langit bisa menghela

napasnya pelan.

“Gue gak tahu lo itu peka atau enggak,” ucap Mikko memulai pembicaraan. “Adis itu udah lama gak pacaran, dan selama dia gak pacaran itu kehidupan dia penuh dengan Oppanya. Gue tahu, dia suka lo tapi dia menutupi dengan rasa sukanya yang besar dengan Oppa.”

“Terus? Gue harus perduli dan balik ke Adista minta dia balikan?” tanya Langit sarkas, Langit berdecak tidak suka dengan ucapan Mikko barusan.

“Itu terserah lo. Gue cuman ngungkapin fakta aja,” Mikko mengangkat kedua bahunya acuh. “Eh, Lang. Lo kenapa tiba-tiba mukulin Elang?”

“Kesel.”

Mikko menaikkan sebelas alisnya. “Karena?”

“Ya ... kesel aja.”

“Pasti ada alasannya.”

Langit menghela napasnya. “Dia suka Adista dan mau nembak Adista, gue gak suka, makanya waktu dia ngomong tentang Adista gue kesal. Kekesalan gue udah nyampe puncak ya udah gue gebukin aja tuh orang.”

Mikko tertawa sambil menepuk bahu Langit. “Ketika Langit sudah tergila-gila dengan Adista si cewek penyuka Oppa.”

“Bangsat lo!”

TBC

1
CandycaneMissy
Author lagi semangat ngapain nih? Kalau aku sih lagi semangat baca karya2 author dan nunggu kelanjutannya
Alya_Kalyarha
semangat nulisnya kk, udah aku like ya
kalau sempat mampir baliklah ke karyaku "love miracle" dan "berani baca" tinggalkan like dan komen ya makasih
Alfi Nurdiana
semangat kak 😊

Hai kak, numpang promote nggeh 😅
Yuk mampir dikarya saya "Ainun" dan "Because of you". Update setiap hari kok 😁 like+vote+comment juga boleh kok 😂
Tankeyu 💞
Himawari
Lanjut terus Thor. ☺️ Jangan lupa mampir dan like novel aku ya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!