JUARA 3 LOMBA YOU ARE A WRITER SEASON 6, KATEGORI PRIA✨
"Aku berjanji tidak akan melakukan hubungan sebelum pernikahan, Mah. Jika aku melanggar maka aku siap untuk menikah!"
Melvin putra Atmadja, seorang remaja tingkat akhir di universitas Gunadarma yang terikat janji pada ibunya sebagai jaminan penolakan perjodohan yang dilakukan kedua orangtuanya.
Perjodohan yang dibuat orang tuanya ia tolak begitu saja dengan alasan masih belum siap untuk menikah, kedua orangtuanya menyetujui dengan syarat bahwa Melvin tak akan melakukan hubungan di luar batas sebelum pernikahan, apabila berani melanggar maka ia harus siap menikahi gadis yang di tidurinya.
Akan tetapi jebakan yang teman-temannya berikan justru membuat Melvin harus melanggar janji nya sendiri, dan terpaksa menikahinya sesuai janji yang telah diucapkannya.
Pernikahan yang di lakukan secara paksa membuat sosok Melvin tak pernah menghargai apalagi mencintai gadis yang telah menjadi istrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebenarannya
Melvin terlonjak dari tempat nya saat mendapat kabar tentang Kanaya, ia segera keluar dari ruangannya untuk bisa secepatnya melihat keadaan wanita yang berstatus sebagai istrinya itu.
Saat diluar ruangan, tepat sekali ia berpapasan dengan Sesha, gadis menjengkelkan yang tak pernah lelah mengejar nya, di sebelah Sesha ada sang Papi yang menatapnya dengan tatapan bingung.
"Kamu mau kemana Vin, rapat sebentar lagi dimulai?" tanya Sesha dengan tangan yang apik menggandeng tangan Melvin.
"Lepasin, apa-apaan sih lo!" tukas Melvin menepis tangan Sesha kasar.
Papi Heryawan tak ikut campur, yang Melvin lakukan benar karena bagaimanapun Sesha tak pantas mendekati pria yang sudah beristri meski semuanya masih ditutupi.
"Kamu mau kemana Vin?" tanya Papi Heryawan seraya mengantungi sebelah tangannya.
"Aku ada urusan, Pi." Jawab Melvin, tak mungkin ia mengatakan soal Kanaya di depan Sasha.
"Urusan apa yang lebih penting dari rapat, hari ini adalah hari pertama mu bekerja." Ujar Papi Heryawan dengan nada santai.
"Aku tidak bisa mengatakannya, aku harus pergi dan jika memungkinkan aku akan segera kembali sebelum rapat dimulai!" pamit Melvin langsung pergi dari hadapan Papi Heryawan dan Sesha yang tak henti berteriak memanggil nya.
"Melvin!!! Melvin kamu mau kemana?!!!" teriak Sesha menghentakkan kakinya kesal.
"Lanjutkan tugasmu Nona Sesha, rapat akan segera dimulai." Ucap Papi Heryawan kemudian segera pergi.
***
Melvin membuka pintu kamar Kanaya dengan sedikit terburu-buru, ia benar-benar terkejut mendengar kabar dari Nadia tadi.
Melvin melihat Kanaya sedang tidur, Nadia berada disebelahnya sambil menggenggam tangan Kanaya.
"Baru datang lo, gue mau bilang sesuatu." Ucap Nadia kemudian keluar dari kamar Kanaya.
Melvin mengerutkan keningnya, ia menatap Kanaya sesaat lalu segera keluar untuk menemui Nadia yang ingin membicarakan sesuatu.
"Ada apa?" tanya Melvin duduk didepan Nadia.
"Lo apain adek gue, dokter bilang kandungannya lemah karena stress." Jawab Nadia sedikit ketus.
"Apa? Tapi gue gak pernah nyakitin Kanaya, selama ini gue berusaha untuk memperlakukan dia layaknya seorang istri." Jelas Melvin jujur.
"Lalu kenapa dia bisa stress Vin, mungkin lo pikir semua sikap lo selama ini baik, tapi belum tentu bagi Kanaya." Ujar Nadia seraya menatap Melvin tajam.
Kenapa sikap kamu selalu berubah-ubah padaku, Kak. Terkadang baik, kasar dan itu mengganggu pikiranku sebagai istri kamu.
Melvin teringat pada ucapan Kanaya waktu itu, jadi saat itu Kanaya sedang mengungkapkan unek-unek nya, Nadia benar, apa yang kira baik selama ini belum tentu sebaliknya bagi Kanaya.
"Lo juga bilang berusaha memperlakukan dia layaknya istri, gimana lo lakuinnya? Dengan menyembunyikan status Kanaya?" tanya Nadia semakin menusuk.
Nadia tiba-tiba mengangkat sebuah berkas di tangannya, ia melemparkan nya ke meja.
"Gue diterima di perusahaan orangtua lo, dan gue tahu bahwa Sesha yang jadi rekan kerja lo." Lanjut Nadia membuat Melvin terdiam.
"Lalu apa hubungannya dengan Kanaya?" tanya Melvin bingung.
"Sesha tahu nya lo belum menikah Vin, bagaimana jika dia berusaha deketin lo dan Kanaya yang tersakiti!" jawab Nadia sedikit tinggi.
"Tapi dia hanya sebatas rekan kerja, Nad. Gue juga gak mau sama perempuan kaya dia!" balas Melvin membela diri.
Ditengah pertengkaran Nadia dan Melvin, suara lemah nan lembut itu menyapa indera pendengaran mereka.
"Kak Melvin." Panggil Kanaya lirih.
Melvin Nadia menoleh, Melvin segera menghampiri Kanaya dan memeluknya.
"Kau kenapa Nay?" tanya Melvin mengusap rambut panjang Kanaya.
"Aku gak apa-apa Kak, maaf telah membuatmu khawatir." Jawab Kanaya pelan.
Melvin melepas pelukannya, ia menangkup wajah cantik Kanaya lalu mencium kening istrinya.
"Kita pulang ya, aku janji akan berusaha memperlakukan mu layaknya istri." Ujar Melvin penuh dengan janji dan semoga bukan dusta.
"Iya." Balas Kanaya pasrah.
Melvin menggandeng tangan istrinya, ia berpamitan dengan Nadia lalu membiarkan Kanaya memeluk Nadia sebelum pulang.
"Kalo ada apa-apa, jangan ragu hubungin gue Nay." Tutur Nadia dibalas senyuman manis dari Kanaya.
"Aku pulang, Assalamualaikum." Pamit Kanaya lalu mengikuti langkah Melvin keluar.
MELVIN JANGAN SAMPE DITINGGAL BENERAN LOH😁
BERSAMBUNG....................................