Haruskah aku mengalami kesakitan yang amat sangat menyakitkan ini dari suami ku sendiri dikhianati selama 2 tahun dan dia menghamili selingkuhannya itu. Apakah aku bisa kuat harus membagi suamiku sendiri ??
Bahkan mertuaku sendiri tak merestui hubungan kamk berdua, lalu aku sebagai istrinya dianggap apa ?
Sikap suamiku bahkan sudah berubah menjadi kasar padaku, Datanglah seorang laki-laki baik hati dan sangat perhatian padaku.
Lalu aku pilih yang mana bertahan bersama suamiku dan diduakan atau memilih laki laki itu.
Dan apakah setelah memilih laki laki itu, aku akan bahagia apakah akan lebih banyak lagi rintangan yang aku dapat. Untuk bisa mengapai kebahagianku yang seutuhnya bersama laki laki itu, ataukah aku akan kembali terpuruk
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ririn dewi88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tak sabar menunggu
Sekarang dirinya tau sifat Inara yang lainnya cerewet,galak dan berani sungguh salut dirinya ini biasanya istri pertama akan kalah dan menurut pada suami serta istri keduanya namun Inara ini berbeda malah dia yang lebih garang.
Iva kembali cemberut tak mau meneruskan pertengkarannya dengan Inara suaminya ini masih terpengaruh oleh Inara makannya dia tak membelanya sama sekali.
Iva segera melepaskan pegangannya pada suaminya lalu melipat tangannya marah dengan suaminya yang acuh dengan dirinya baru saja menikah sudah acuh seperti ini. Awas saja lihat saja Adam.
Waktu masih pacaran dia dipuja-puja namun sekarang malah diacuhkan seperti ini dasar laki-laki kurang ajar, sudah dapet enaknya dirinya dibiarkan begitu saja.
Adam sungguh tak enak dengan orang yang sedang menyetir karena ulah istri-istrinya yang bertengar tak tau tempat, dimana mereka satu ruangan pasti disitu akan ada pertengkaran adu mulut yang hebat dan susah untuk di cegah ternyata sulit ya mempunyai 2 istri lebih baik satu saja dah.
Akhirnya sampai juga didepan rumah mereka, sebelum turun Adam sudah mengucapkan terimaksih sebanyak-banyaknya atas bantuan yang diberiak Abian.
Adam segera turun dan menyusul istri-istrinya namun saat akan merangkul Inara ,Inara malah menajuh dan langsung masuk kedalam rumah tak lupa menutup pintunya lagi didepan wajah mereka berdua.
Abian yang masih disana hanya tertawa sampai terpingkal-pingkal melihat tingkah laku wanita masa depannya yang sangat berani melawan buaya dan biawak itu.
Segera setelah puas Abian menjalankan mobilnya dengan riang pulang kerumahnya dengan hati yang sudah berbunga-bunga ternyata wanitanya tak lemah, jadi dirinya tak begitu khawatir pasti wanitanya itu bisa melawan mereka semua yang sudah jahat padanya.
**
Dirumah, mamihnya sedang menunggu kepulangan Abian, yang pergi tanpa pamitan terlebih dahulu pada dirinya ini. Sudah disiapkannya jarinya yang tajam ini untuk menjewer telinga anaknya yang nakal.
Kebiasan dia itu kalau kemana-mana suka tak bilang dan membuatnya khawatir seperti ini, memang dia sudah dewasa tetep saja hati seorang ibu selalu saja khawatir dengan anaknya. Apalagi dia kan sudah lama berpisah dengan anaknya.
Abian segera turun dari mobil dan bersiul sambil membuka pintu utama namun tiba-tiba telingannya sudah terangkat keatas di jewer mamihnya yang bersembunyi dibalik pintu.
"Timana atuh ujang uwih wengi kie (darimana nak pulang malam gini ) " teriak mamihnya tak melepaskan sama sekali jewerannya.
"Ampun mih, ampun Abian tadi nganter Inara kerumah sakit " jujur Abi.
"Hah Inara kenapa Abi " ucap mamihnya dengan syok dan mengusur anaknya untuk segera duduk dikursi.
"Biasa kali mih jangan kaya gini juga sampai di gusur gini aku, emang aku sampah mih "
"Maaf maaf mamih sangat khawatir dengan Inara bagaimana bisa dia bisa masuk rumah sakit "
"Entah lah mih tadi aku ketemu mereka dijalan dan suaminya meminta tolong jidatnya Inara terluka namun tak parah kok mih sekarang sudah boleh pulang "
"Terus kamu kenalan ga sama Inara "
"Engga mih langsung aja aku cium Inaranya "
"Astagfrullah nanaonan atuh Abi, kamu tehnya ga sopan(astagfrullah apa-apaan Abi, kamu tuh gak sopan ) " ucap mamih sambil memukul-mukul tangan anaknya.
"Biarin atuh mamih biar beda dari yang lain"
"Tau kamu kurang ajar Abi, berani-beraninya kamu cium Inara ya "
Abian yang sudah sakit karena dipukuli terus oleh mamihnya berlari namun entah mempunyai kekuatan dari mana mamihnya malah mengejarnya sambil membawa sapu lidi seperti akan memukul kecoa saja.
Abian dan mamihnya malah seperti tom&jarry menggelilingi meja makan, bahkan mengelilingi papihnya yang baru saja keluar dari kamar sampai pusing dia dibuatnya dan terjatuh.
Namun tak ada yang menolong papihnya yang terjatuh malah mereka terus saja berlari-larian. Papihnya sampai geleng-geleng kepala dengan kelakuan anak dan istrinya yang selalu tak akur dan pasti ada pertengkaran.
Namun itu tak masalah, malahan itu yang membuat keluarganya selalu harmonis dan bahagia selalu.
Abian segera berlari menghampiri pintu kamarnya dan hap terbuka segera Abian meledek mamihnya yang tertinggal jauh lalu menutup pintunya tak lupa mengunci pintunya. Huff lega sudah selamat dari kejaran harimau.
Abian segera membaringkan badannya dan melamun sambil senyum-senyum sendiri mengigat dirinya yany mencium bibir Inara rasanya masih tertinggal. Senang sekali dirinya ini walau bukan untuk yang pertama bagi Inara tapi tak apa yang penting nanti suatu saat Inara akan menjadi miliknya.
Karena dirinya ini juga sama bukan laki-laki perjaka dia sudah banyak menjelajahi setiap sarang burung wanita yang hangat dan sempit tapi tapi enakeun.
Abian segera saja menganti pakaiannya dan segera tidur untuk mengejar mimpin
***
Inara sekarang sedang ada dikamarnya sendirian tadinya Adam ingin menenaminya namun dia tolak, dia ingin sendiri tak mau diganggu oleh siapa-siapa dan ingin beristirahat dengan tenang setenang tenangnya.
Kalau nanti mas Adam tidur disini pasti keesokan harinya ibu mertuanya akan datang lagi dan membuat kerusuhan lagi. Pecahan kaca belum sempat Inara bereskan. Biarkan saja dulu lah besok pagi akan dia bereskan semuanya.
Jika dia melaporkan perlakuan ibu mertuanya pada suaminya pasti dia tak akan percaya dan malah dia yang akan dimarahi dan jika lapor pada polisi dia tak punya bukti apa-apa kenapa sih harus seperti ini ibu mertuanya sangat jahat sampai tega melakukan itu padanya dan untuk memar diperutnya itu kenapa ya, padahal kepalanya saja yang terbentur tak sampai melukai perutnya.
**
Sedangkan ibu Adam sedang harap-harap cemas menunggu anaknya untuk menelfon dirinya tentang kematia Inara, dia harus bisa bersandiwara dengan baik, seolah-olah dirinya sangat menyayangi Inara diseluh warga yang nanti akan melayat pada Inara.
Apa Inara belum ditemukan juga ya, tapi bagus lah kalau ketemu sekarang nanti malah masih hidup lagi repotkan nantinya. Mumpung tak ada saksi mata dia akan terbebas dari setiap tuduhan nantinya.
Entahlah dari awal melihat Inara dirinya sudah membenci Inara yang sok baik dan bisa membuat anaknya bertekuk lutut padanya. Seharusnya Inara yang mengejar anaknya bukan malah anaknya yang mengejar-ngejar Inara seperti orang gila.
Dan makin membeci lagi dirinya pada Inara bahwa perempuan itu tak bisa memberikannya seorang cucu sialankan, sudah lah lengkap kebenciannya pada Inara dan datang lah Iva yang mengandung cucunya tanpa fikir panjang dirinya merestui hubungan mereka berdua dan meminta pada mereka agar segera menikah saja agar tak terjadi fitnah nantinya.
Dia tak mau nanti cucunya di bilang anak haram sama orang lain jadi lebih baik mengorban Inara saja tak peduli dia akan sakit hati juga yang penting dia mempunyai cucu. Inara bukan siapa-siapa yang terpenting Adam anaknya mempunyai keturuna dan penerus bagi keluarga mereka ini.
Sudah tak sabar dirinya menunggu cucu pertamanya dari anak satu-satunya pula, pasti cucunya itu akan lucu sekali sama seperti Adam kecil. Tapi dirinya harus bersabar untuk yang satu ini.
Segera dirinya mebaringkan tubuhnya yang sudah lelah sekali menghadapi kegiatan-kegiatan yang membuatnya menjadi darah tinggi menghadapi Inara yang sudah mulai kurang ajar pada dirinya yang tak seperti dulu yang bisa diam bila di caci dan dimaki.
Apalagi dulu Inara sangat mudah bila disuruh suruh untuk mebereskan rumahnya namun sekarang dia sudah berani dan banyak bicara, jadi harus sering-sering dirinya memberi pelajaran pada Inara agar kapok.
Jika memang anaknya tak ingin melepaskan Inara tak apa biarkan dia seumur hidup menjadi pembantu anaknya serta cucunya kelak dan tak lupa menjadi pembantunya juga.
Tujuan utamanya sekarang adalah membuat Adam seperti dahulu lagi tak memperdulikan Inara lagi agar rencananya lebih gampang membuat Inara tunduk lagi.
Adam ini plin plan orangnya tak teguh dengam satu tujuan dia itu gampang sekali berubahnya tak seperti dirinya yang kukuh pada satu tujuan saja.
Disini posisinya prempuan lemah dn bdh
modelan gitu .
bego banget itu inara masih bertahan satu rumah dengan suami dan istri barunya .suami modelan bgtu lbih baik di kasih kopi pake
sianida atau masakin makanan yg enak tpi dicampur racun tikus
supaya " mampus" pelakor bunting
sama suami anjing bila perlu ibu mertua disiram air panas mndidi supaya mampus sekalian .
mayatnya di kasih makan buaya ,
bagsu
sukses
semangat
bagus
semangat