Berawal dari kisah seorang gadis bernama Khanza alesha yg berperan sebagai Kakak perempuan dari anak lelaki bernama Zizi Bilqis.
perjuangan sang kakak untuk memberikan kehidupan bagi sang adik dengan kegigihannya.
ikuti saja kisah mereka selanjutnya, dengan terus dukung karya author AiiWa selalu 🙏❤️
tentunya, like, komen, jadikan novel favorit kamu😁 stay tuned 👈
❤️ saranghae ❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aiiwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembang Gula
...•••...
> Memory 3 tahun lalu antara Alsha dan Devan <
Hari pertama Hayati mengantar Alsha ke sekolah SMP mutiara bersama dengan Zizi.
Di kala itu Alsha sungguh merasa tidak pantas untuk masuk ke sekolah tersebut karena dirinya merasa bukan dari kalangan orang yang berada, tetapi Hayati memberikan pengertian pada Alsha kalau rasa kepeduliannya terhadap Alsha masih belum seberapa karena ketulusan yang di berikan Hayati akhirnya Alsha mau menuruti perkataannya.
"Bunda Zizi mau itu," celoteh Zizi dari dalam mobil dan menunjuk ke arah tukang penjual kembang gula yang terlihat berwarna-warni.
"Zi gigimu nanti rusak kalau makan yang seperti itu," imbuh Hayati menolak keinginan Zizi.
"Hiiikkss huaaaa...." Akhirnya Zizi merengek karena Hayati menolak permintaannya.
"Bunda, Alsha masuk dulu," turut Alsha meraih tangan Hayati dan mencium punggung tangan Hayati begitu patuhnya ia terhadap ibu asuhnya.
"Berbaur lah dengan yang lain nak dan belajar yang rajin sini kecup dulu keningnya," kata Hayati pula merentangkan ke dua tangannya.
Alsha mendekatkan keningnya pada Hayati.
Cup
"Jadilah anak yang pintar dan sukses kedepannya," ucap Hayati setelah mengecup pelan kening Alsha hingga mendekap tubuh hangat Alsha.
"Huwaaaa...." Zizi semakin keras dalam rengekannya.
"Iya Bun Alsha pergi dulu asalamu'alaikum," ucap Alsha dengan patuhnya.
Belum lagi Alsha keluar dari mobil tas ransel Alsha di tahan oleh Zizi yang masih terlihat berlinang air mata jatuh di pipi yang gumpal itu.
"Kak Zizi mau itu!" tunjuknya pula sambil merengek pada Alsha.
"Zizi kakak mau masuk, kamu harus dengarkan bunda jadi tidak boleh nakal," turut Alsha berusaha melepaskan tangan Zizi yang menahan tasnya.
"Huwaaaa...." Merengek tambah keras sungguh melengking saat telinga mendengarnya.
Tentu saja Hayati pusing mendengar rengekan Zizi saat di mobil ia mengurut keningnya karena tidak tahu harus melakukan apa lagi.
Pernah sekali Zizi di belikan kembang gula semacam itu, alhasil sampai di rumah giginya kesakitan sehingga Hayati dan Alsha di buat cemas karena jeritannya.
Sudah pasti Hayati tidak ingin hal itu terjadi lagi.
Drrtt, Drrtt
Ponsel Hayati bergetar karena ada seseorang yang menghubunginya.
"Alsha bukankah jam masuk kelas masih ada 5 menit lagi? bunda minta tolong bawa keluar Zizi dulu dan belikan saja yang lainnya jangan kembang gula itu," pesan Hayati pula sambil memberi uang selembar, ia pun segera mengangkat ponsel miliknya.
Alsha meraih uang itu dan mendengar perintah dari sang bunda dia keluar sambil memegang tangan Zizi erat.
Dari kejauhan Zizi membulatkan matanya karena melihat kembang gula tadi banyak memiliki variasi warna yang membuat matanya bening seketika.
"Kak, mau itu!" celetuk Zizi saat Alsha membawa Zizi ke arah yang berbeda.
"Kakak! mau itu," bentaknya dengan menggeliat.
"Zizi kau tidak boleh begitu! ini sedang di jalan nanti kau bisa terjatuh," senggaknya dengan pelan.
Di saat lontaran Alsha itu Zizi malah melepaskan tangan Alsha seketika dengan berlari ke arah tukang kembang gula tersebut.
Tiba-tiba saja sebuah motor beroda dua datang dari arah Zizi saat ia berlari.
"Zizi... Awas!" jeritan Alsha membelalakkan mata Hayati saat berada di dalam mobil.
Debug
Zizi langsung di tangkap oleh lelaki yang bernama Devan Ezaz.
Yeap, sebelumnya othor sudah menyinggung masalah ini kita lanjut lagi ❤️
Devan Ezaz mendekap tubuh kecil Zizi di dalam pelukannya yang sangat erat mereka terhempas di rerumputan taman depan sekolah, saat berada di dalam tubuh Devan saat itu pula Zizi masih memejamkan matanya.
Ketika Devan membuka mata Zizi malah tersenyum manis padanya entah mengapa.
"Terimakasih kakak sudah menolong Zizi," ia menegur sungguh terdengar lucu sekali.
Dalam keadaan seperti itu Zizi malah masih bisa tersenyum bukannya takut.
Alsha berlari dengan begitu cepat mendekati mereka yang masih tergeletak di atas rumput sudah pasti Hayati juga sigap keluar dari mobil sambil berlari.
"Zi apa kau terluka?" tanya Alsha sesaat terdengar panik seketika pula Zizi sudah terduduk di sebelah Devan.
"Ssshh," desis perih di mulut Devan menahan sakit.
"Bukan Zizi yang terluka tapi kakak ini," tunjuk Zizi pula begitu polosnya menoleh pada Devan.
"Apa kamu yang terluka?" tanya Alsha pula merasa tidak enak.
"Ah tidak masalah luka sekecil ini juga kering sendirinya," jawabnya pelan sambil menahan perih.
"Nama kakak siapa?" tanya Zizi masih tersenyum manis.
"Devan, kau bisa panggil kakak dengan sebutan kak Devan oke?" imbuhnya dengan mengacak rambut Zizi sambil membalas senyum Zizi.
Alsha baru kali ini melihat Zizi membiarkan rambutnya di pegang oleh orang lain sebelumnya Zizi tidak pernah mau di pegang kepalanya oleh siapapun, sedangkan dirinya saja yang memegang sekali Zizi langsung menjerit, namun tidak untuk kali ini sikap Zizi begitu manis di hadapan Devan.
.........
Bagaimana kisah selanjutnya ❤️ yuk simak terus cerita 'Aku, Khanza' hanya di sini❤️
^^^To be continued^^^
^^^🍂 aiiWa 🍂^^^
hus² sana bubuk aja lu..🚶♀️