NovelToon NovelToon
PULAU BAYANGAN

PULAU BAYANGAN

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Romansa / Roman-Angst Mafia / Persaingan Mafia / Tamat
Popularitas:695k
Nilai: 5
Nama Author: teteh lee

Warning, mengandung *** !!!
Bagaimana rasanya bila suatu hari kita terjebak di sebuah pulau terpencil dengan beberapa orang asing yang kebetulan pergi bersama kita ?
Itulah yang terjadi pada seorang pria tampan berdarah biru yang sudah di jodohkan dengan seorang perempuan yang juga sama sama keturunan ningrat,harus terjebak di sebuah pulau terpencil bersama seorang gadis misterius dan beberapa orang asing, mereka harus melewati berbagai ujian saat ingin keluar dari pulau itu, mulai dari terjebak badai dan berbagai kejadian yang hampir merenggut nyawa mereka, sehingga tanpa di sadari benih benih cinta tumbuh diantara mereka.
Bagaimana kisah selanjutnya,? ikuti saja kisahnya.
Selamat membaca,,, semoga hari anda menyenangkan...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teteh lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan yang Tak di Harapkan

Di Jakarta,

"Ran, lo di panggil bos !" ucap salah satu teman Rani di bagian produksi.

Rani yang sedang serius mengerjakan pekerjaannya di depan layar komputer segera bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ruangan bos nya.

Setelah mengetuk pintu dan di persilahkan untuk masuk, Rani membuka pintu ruangan bosnya itu,

"Duduklah, ada hal yang harus aku sampaikan pada mu" ucap Firman sang bos menunjuk kursi kosong di hadapannya.

Rani menurut,

"Ada hal serius apa bos?" wajah Rani berubah menjadi tegang.

"Ada proyek besar yang harus kamu pegang, kalau proyek ini berhasil kamu bisa di promosikan menjadi kepala staf bagian produksi" ucap Firman.

"Proyek apa bos ?" Rani antusias dengan apa yang di tawarkan bos nya itu padanya.

"Proyek iklan untuk hotel berbintang, dia meminta perusahaan kita untuk menghendel mulai dari iklan media cetak maupun elektroniknya," jelas Firman.

"Tak masalah bos, kalau bos percaya dengan saya, saya akan kerjakan dengan tim" jawab Rani.

"Emh, tapi hotel ini berada di luar kota," timpal Firman.

"Gak masalah, bos. Bukannya bos sudah biasa menugaskan kita ke luar kota ?" sambung Rani.

"Soalnya kamu paling tidak, harus stay sekitar 3 sampai 4 bulanan di di sana," jelas Firman.

"Selama itu ?" heran Rani.

"Mereka meminta di buatkan iklan televisi menggunakan teknik motion tracking, sepertinya akan sedikit rumit dan memakan banyak waktu, karena mereka meminta sangat detail, untuk masalah tempat tinggal, nanti kantor yang menyediakan," kata Firman.

"Baik, saya setuju, saya berangkat dengan siapa saja, bos?" tanya Rani tak keberatan.

"Sendiri !" ucap Firman, tentu saja jawaban Firman membuat Rani terheran heran, karena biasanya pekerjaan seperti itu di kerjakan oleh tim, yang terdiri paling sedikit 5 orang.

"Kamu akan memimpin pekerjaannya, untuk anggota tim nya dari kantor cabang sana, gimana?" tegas Firman.

Rani terlihat berfikir sejenak,

"Baik, saya terima, bos !" ucapnya yakin karena ini kesempatan baik menurutnya.

"Bagus, besok pagi kamu harus berangkat. Apa kamu tak ingin tau tempat nya dimana ?" Firman memicingkan matanya.

"Dimana pun saya tak keberatan, asal jangan pulau terpencil !" seloroh Rani tertawa.

"Jogja, tempatnya di Jogja, sebaiknya sekarang kamu pulang untuk bersiap siap, tiket pesawatmu sudah di siapkan, nanti bisa di ambil di sekretaris ku" ucap Firman yang lalu di angguki Rani.

Firman lantas menyodorkan selembar kertas ke hadapan Rani.

"Apa ini ?" Rani mengernyitkan dahinya.

"Surat pernyataan kalau kamu menerima pekerjaan ini dan tidak akan mundur di tengah pekerjaan" ucap Firman.

"Kenapa harus ada kaya gini segala, bos ?!" gumam Rani, selama mengerjakan pekerjaannya dia tak pernah ada acara tanda tangan surat pernyataan seperti itu, terlebih Rani selalu mengerjakan tugasnya sampai tuntas tak pernah ada yang terbengkalai.

Tapi karena mungkin ini merupakan proyek besar pertama dia sebagai leader tim, setelah membacanya sampai tuntas, Rani pun menanda tanganinya.

***

Jogja,

Rani baru sampai di kota pelajar yang kental dengan adat dan kebudayaan yang sungguh membuat semua orang yang berkunjung kesana merasa betah dan berdecak kagum.

Ini pertama kalinya Rani menginjakkan kaki di kota itu, beruntungnya dia bekerja di perusahan ini, dia bisa mengunjungi kota kota yang belum pernah dia datangi tanpa harus mengeluarkan biaya dari dompetnya sendiri, karena semua di biayai oleh perusahaan.

Rani terlihat kerepotan dengan dua buah koper besar di tangan kiri dan kanan nya, dan ransel yang bertengger di punggungnya, dia membawa banyak baju dan alat penunjang pekerjaannya karena akan beberapa bulan tinggal di kota itu.

"Maaf, apa anda mbak Maharani dari perusahan Multy advertising ?" tanya seorang laki laki yang seperti sedang mencari cari orang di pintu keluar terminal kedatangan bandara.

"Ya, betul !" jawab Rani menoleh ke sumber arah suara.

"Saya sopir yang di tugaskan dari kantor untuk menjemput Mba, mari !" laki laki itu dengan sopan memperkenalkan diri dan mengambil alih dua buah koper yang berada di tangan Rani.

Sopir itu membawa Rani ke sebuah apartemen.

"Silahkan Mba," sopir itu memijit beberapa angka sebagai kode untuk membuka pintu unit apartemen itu.

"Terimakasih," Rani memasuki unit apartemen itu.

"Baiklah mba, saya tinggal dulu, jangan lupa untuk mengganti pin pintunya, besok pagi saya jemput untuk ke kantor," Sopir itu berpamitan.

Rani segera mengganti kode akses pintu apartemennya, dia lalu melihat lihat setiap penjuru ruangan, apartemen yang nyaman, tidak terlalu luas juga tidak terlalu sempit, ruangan setara rumah tipe 45 itu cukup rapi dengan penataan barang yang pas.

Rani merasa beruntung karena perusahaan memberinya fasilitas yang bagus untuk dirinya.

Ini hari pertama Rani masuk kerja di kantor cabang Jogja, pagi sekali Rani sudah bersiap saat sopir perusahaan sudah menjemputnya, dia tidak ingin memberi kesan tidak baik di hari pertamanya memimpin sebuah tim.

Rani mendapatkan 4 orang sebagai anggota tim nya, dan hari ini juga, Rani berniat untuk bertemu dengan klien nya, yaitu pemilik hotel yang akan menyewa jasanya dalam pembuatan iklan.

Rani di temani seorang anggota timnya bagian kreatif yang bernama Didi berangkat ke hotel yang akan di buatkan iklan itu.

"Maaf menunggu lama mbak Maharani," ucap seorang pria yang menghampiri Rani dan Didi yang menunggu kliennya di restoran hotel tempat mereka janjian untuk bertemu.

"Ah, belum terlalu lama, kok. Pak ?" ucap Rani ramah.

"Bayu, nama saya Bayu," mereka berjabat tangan saling memperkenalkan diri.

"Kebetulan bos saya masih rapat, jadi mari menunggu di ruangannya saja" ajak Bayu.

Rani sedikit kesal dalam hatinya, dia sudah datang pagi pagi ke hotel itu, tapi kliennya malah masih rapat, padahal menurut anggota tim nya mereka sudah membuat janji bertemu dari hari sebelumnya.

Rani dan Didi menunggu di ruangan kliennya yang luas dan nyaman.

Lima belas menit kemudian seorang laki laki tampan masuk ke ruangan itu.

"Maaf, membuat anda berdua menunggu !" ucapnya sedikit terburu buru memasuki ruangannya.

"Da- Damar !" gugup Rani, seolah tak percaya melihat sosok yang selama tiga bulan ini hanya dapat dia jumpai dalam ingatannya saja.

"Hai Ran, bagaimana kabar mu ?" Damar menyodorkan tangannya, mengajak bersalaman, seolah sudah tau keberadaan Rani di ruangannya.

"Baik !" singkat Rani.

"Mbak sudah kenal sama pak Damar ?" bisik Didi.

"Hmm," angguk Rani, bingung harus berkata apa.

"Bagaimana Jogja, apa kamu betah disini ?" ucap Damar berbasa basi.

"Maaf pak Damar, saya ingin mendiskusikan masalah iklan hotel bapak, saya membawa beberapa contoh untuk bapak lihat" Rani mengabaikan pertanyaan Damar.

"Boleh kita berbicara yang lain dulu, jangan membahas masalah kerjaan dulu,?" Damar merasa aneh dengan sikap Rani yang terkesan acuh tak acuh padanya.

"Maaf, tapi tujuan saya kesini untuk bekerja !" ketus Rani.

Damar tersenyum miring, ingatannya melayang ke saat saat mereka awal bertemu, sikap Rani yang ketus padanya mirip seperti sikap yang di tunjukkan Rani saat ini padanya.

"Ternyata kamu memang benar benar Rani yang dulu aku kenal," gumam Damar.

"Maaf, mari kita berbicara masalah iklan hotel anda, saya masih banyak pekerjaan lain untuk saya kerjakan" tegas Rani semakin ketus.

"Aku ikut apa pun yang kamu pilihkan, aku pasti setuju," Damar menatap dalam wajah Rani yang membuang pandangannya saat tatapan mata mereka bersirobok.

"Baiklah kalau begitu, saya pamit, sepertinya anda memang tak berminat berdiskusi masalah pekerjaan !" Rani berdiri dari duduknya dan segera keluar dari ruangan itu.

Didi hanya terbengong, tak menyangka kalau Rani berani bersikap seperti itu, padahal Damar adalah klien besar bagi perusahaannya.

Rani keluar dari ruangan itu dengan wajah yang masam, dia kesal sangat kesal saat ini, bagaimana tidak, dia merasa di permainkan, dia yakin pemindahan dirinya ini pasti atas campur tangan Damar, dia tak mengerti apa maksud Damar melakukan semua ini, bukan kah dirinya sudah di jodohkan, kenapa masih berusaha bertemu dengannya, mustahil kalau ini hanya sebuah kebetulan.

Sementara Rani masih selalu teringat dengan laki laki itu, dia takut akan semakin susah melupakan Damar bila dirinya harus bersama sama dengannya lagi.

1
Mattea Bee
Terimakasih Thor untuk karyanya yang Luar Biasa 👍
Tetap semangat berkarya Thor/Determined//Determined//Determined/
Lita: terimakasih ❤❤❤🙏
total 1 replies
Mattea Bee
Seru.. seru..‼️‼️
Nhimasera Sera Sera
Luar biasa
Retno Anggiri Milagros Excellent
uh judesnya.. jangan gitu Rani..🤭😂
Lita: terimakasih sudah berkenan mampir, semoga sehat selalu,,, ❤️
total 1 replies
Retno Anggiri Milagros Excellent
Yah.. ceritanya membuat penasaran
Lita: selamat datang, selamat membaca, semoga sehat dan bahagia selalu,,, ❤️
total 1 replies
Retno Anggiri Milagros Excellent
oh ternyata mencari orang to
Herman Manus
luar biasa
Lita: terimakasih atas dukungannya kakak 🙏❤️
total 1 replies
Widhi Labonee
wooowq kereen karyamu kak .. hebat, bs membuatku seolah melihat film action,, sampek anak ku kaget saat aq teriak saking kaget ato seru... makasih ya kak lita,,swear terkewer keweraq padamuuuhhh...
ttp semangat berkarya nya yaaaa.... ehmuuuaaahh dr manado
Lita: terimakasih kakak ❤️🙏🥰
total 1 replies
Widhi Labonee
adooohhh kiapa omesku lgsg trbayang papahna anak" yg suka pake sarung d rumah aih...wkwkwkkw lemahnya aq nih
Lita: gasss ntar malem lah kakak 😄🤭✌️
total 1 replies
Widhi Labonee
sebenarnya ngana bemu dmn seh ni pulo kak othor? jauh tak dr Bunaken? dr Sangihe Talaut? kl deket ntar torang momjemput itu bang Damar biar torang bw k Manado saja noh, wkwkwkkwkw
Widhi Labonee: wkkwkwkwkw sa ae kak....
total 2 replies
Zuraida Zuraida
pasti itu ajeng
Zuraida Zuraida
ternyata sifeby itu polwan bodoh, ntu aje stres
Zuraida Zuraida
simila tu kemungkinan besar orang suruhan penjahat yang menghuni pulau
Zuraida Zuraida
pasti tempat transaksi dan perempuan muda dijadikan pela.... atau trafiking
Zuraida Zuraida
pasti ada pesugihan di ntu pulau
Jeng Anna
Saran aja beb, sblm ada iklan bisa dikasih jeda agak panjang ato kode misal titik² panjang, ato paragraf yg agak kebawah gt, soalnya pas lagi asik baca ehhh baru nyadar tnyt ada promo novel. Love you se-pulau bayangan 💗
Jeng Anna: syama² cintaaaaa
total 2 replies
Jeng Anna
Kamu nanyeaaa, Jeng? gumusshh aku sama Ajeng, pengen mencetin komedo di hidungnya sampe keluar darah birunya 🤧
Jeng Anna
Pesugihan bukan narkoboy bukan.. penjualan organ tubuh mungkin.. trus gimana kabar Yudha sama Intan
Jeng Anna
Jawa beda sama Yogyes loh bebbb
Carissa Fanis
keren novelnya...bacanya tegang bgt...
Carissa Fanis: Aamiin.... terimakasih kak...Doa yg sama Buat kakak...🤲😇
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!