Proses Revisi bertahap...
Rate 21+++
Cerita ini mengandung adegan yang cukup ngeri di harap yang masih di bawah umur, segera tinggalkan setelah membaca warning ini... gak boleh ngintip apalagi mampir..
______
Berawal kabur dari rumah dan bekerja menjadi sekretaris lalu mendapat misi untuk menyembuhkan penyakit bos nya, Aqella malah mendapati dirinya berakhir di dalam ranjang dan membuat hidup nya menjadi sepenuh nya milik Cleo Rodriguez.
Namun siapa sangka jika pilihan nya untuk memilih Cleo, malah menimbulkan banyak masalah kedepan nya untuk dirinya sendiri dan hubungan yang ia jalani.
Mampukah Aqella melewatinya ?
Ataukah memilih mundur perlahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kris muntari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
WEDDING
Robby akhirnya dapat bernafas lega, karena hari yang di tunggu oleh Cleo dan Aqella pun tiba, setelah persiapan yang cukup kilat dalam beberapa hari akhirnya pernikahan mereka pun sudah siap, walau menguras tenaga dan waktu Robby untuk mempersiapkan semua nya, tapi lihat sekarang hasil nya tidak ada yang cacat sedikitpun dan semua terlihat sangat sempurna.
Dengan dekorasi pernikahan yang bergaya lighting Ambiance dengan hiasan lampu gantung yang berwarna ungu menjuntai kebawah dan rangkaian bunga bunga yang berjajar rapi di setiap sudut ruangan, membuat suasana menjadi terlihat lebih tenang dan khidmat.
"Jadi gimana persiapan nya?" tanya Cleo saat Robby ingin memanggil nya untuk segera ke pelaminan.
"Sempurna."ujar nya bangga dengan senyum mengembang selebar mungkin.
"Bagus... lo emang paling bisa di andalkan." ujar Cleo sambil membenahi dasi nya yang agak sedikit miring.
"Jelas... Robby Jackson gitu... siap siap aja ada invoice di meja kerja lo nanti buat tambahin gaji gue."
"Hmmm."
Sedangkan di ruang rias, Aqella benar benar gugup bahkan keringat nya sudah sebesar biji jagung padahal suhu diruangan sudah di stel serendah mungkin, bahkan para perias pun sampai harus memakai jaket karena saking dingin nya.
"Kenapa disini dingin sekali?" Rosa memasuki ruangan sambil memeluk dirinya sendiri.
"Mommy." Aqella langsung berhambur dalam pelukan Rosa.
"Seperti nya putri kecil papi sedang gugup." Ujar Andi tersenyum melihat Aqella "Biar papi lihat wajah putri kecil papi ini...cantik sekali." lanjut nya lagi sambil menarik Aqella dalam dekapan nya.
26tahun melihat nya tumbuh besar dan sekarang harus mengantar nya ke pelaminan membuat Andi sedikit terharu, tidak terasa jika waktu berjalan begitu sangat cepat, dan rasa nya seperti baru kemarin saat ia menggendong tubuh mungil Aqella yang masih berlumuran darah karena baru saja di keluarkan dari dalam perut Rosa, sungguh masa masa yang indah.
"Apa Aqella sudah siap?"tanya Rosa ke penata rias yang sedang merapikan alat alatnya kembali ke dalam tas.
"Sudah nyonya." ujar nya.
Sedangkan Cleo sudah siap berdiri di tengah tengah pelaminan melihat ke arah pintu masuk, mata nya bahkan hampir saja lepas dari tempat nya karena melihat Aqella terlihat begitu sangat cantik dan anggun dengan balutan kebaya modern yang berwarna putih gading dengan hiasan kepala mahkota yang terlihat mewah namun tetap menampilkan kesederhanaan dari pemakai nya, sedang berjalan masuk dengan di gandeng oleh Rosa di samping nya, bahkan para tamu undangan pun sampai di buat terpana karena kecantikan sang mempelai wanita.
"Sungguh beruntung tuan Cleo mendapat wanita secantik Aqella."
"Tidak, kurasa Aqella yang beruntung karena mendapatkan lelaki sempurna seperti tuan Cleo."
"Sudah sudah mereka berdua adalah pasangan serasi."
Cleo mengulurkan tangan nya untuk menggapai Aqella menaiki pelaminan berjalan dengan sangat perlahan Aqella sekarang sudah berdiri dihadapan Cleo dan penghulu.
"Apa kalian sudah siap?" tanya penghulu.
"Iya." mereka berdua mengangguk bersamaan.
Andi mengulurkan tangan nya bersiap untuk memulai acara ijab kabul dengan di bimbing oleh penghulu, begitu juga dengan Cleo yang membalas uluran tangan Andi, bahkan tangan Cleo terasa sangat dingin.
"Saya nikahkan engkau Cleo Rodriguez bin Syam Rodriguez dengan putri saya Aqella Agatha binti Andi Anggara dengan mas kawin uang tunai lima juta lima ratus lima puluh ribu rupiah dibayar tunai!!" ucap Andi lantang sambil menghentakan tangan nya memberi tanda untuk Cleo agar ia membalas ucapan nya.
Dengan tarikan nafas yang panjang dan hati yang berdebar debar "Saya terima nikah dan kawin nya Aqella Agata binti Andi Anggara dengan mas kawin uang lima juta lima ratus lima puluh rupiah di bayar tunai!!" ucap Cleo lantang.
"Gimana saksi sah??"tanya penghulu melihat kearah semua orang yang ada di dalam ruangan.
SAH teriak semua orang serempak dan kompak.
"Alhamdulillah." ucap mereka bersamaan sambil mengusap telapak tangan pada wajahnya masing masing.
Setelah semua rangkaian acara akad nikah dan resepsi selesai, kini tibalah para tamu undangan undur diri begitu juga dengan orang tua Aqella dan Robby, mereka sengaja untuk pulang kerumah karena tidak ingin menggangu acara buka kado mereka yang sebenarnya sudah di lakukan dari awal. maklumin aja kadang suka khilaf.
"Ahh lelah nya, berdiri seharian." keluh Aqella sambil menghempaskan tubuh nya tengkurap ke kasur yang sudah di hiasi dengan kelopak mawar yang dibentuk menjadi lambang hati.
"Kalo gitu biar aku bantu menghilangkan rasa lelahnya." seringai Cleo sambil tangan nya menyusup kedalam baju pengantin Aqella, menyelusuri kaki mulus Aqella secara perlahan dari bawah hingga atas dan berhenti tepat di bok*ng Aqella.
"Kalo gini caranya bukan nya hilang malah semakin lelah." cibir Aqella, namun ia juga tidak menghentikan Cleo.
"Kalo begitu nikmatin saja." Cleo membuka pengait baju Aqella dan menurunkan resleting nya, hingga nampak jelas punggung Aqella yang putih bersih itu.
Dengan tangan yang masih meremas b*k*ng Aqella dan tangan satu nya menurunkan lengan baju Aqella, Cleo menghirup dalam tengkuk Aqella, mencium aroma harum dari tubuh Aqella semakin membangkitkan naluri lelakian nya untuk segera bertindak.
Dengan sekali tarikan, Cleo membalik posisi Aqella hingga Aqella sekarang terlentang dan ia juga berpindah posisi berada di atas Aqella.
"Mari lakukan lagi dengan penuh cinta." ujar Cleo yang sekarang suaranya mulai terdengar berat dan deru nafas yang mulai menggebu gebu.
"Dan perlahan." lanjut Aqella sambil jemari nya menyelusuri wajah Cleo dari mata, hidung, dan berhenti di bibir Cleo.
Cleo tersenyum mendengar perkataan Aqella, dan lihat saja sekarang istrinya mulai menjadi nakal dengan sengaja memancing nya "yap perlahan." Cleo menggigit pelan jari Aqella lalu menyesap dalam jari Aqella "nikmat nya." ujar Cleo.