NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Luna

Cinta Untuk Luna

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 5
Nama Author: Poel Story27

Impian yang dibangun Luna selama bertahun-tahun bersama kekasihnya harus kandas.

Kekasihnya itu pamit tanpa memberikan alasan yang dapat dimengerti.

Luna hancur, padahal kekasihnya itu sudah berjanji akan mengenalkannya pada keluarga besar sang kekasih, setelah ia lulus kuliah.

Tapi malang tak dapat ditolak, kekasihnya itu membatalkan janji dan sumpahnya, tepat sebulan sebelum kelulusan Luna.


Setelah beberapa tahun berlalu, pria yang dulu membuat Luna patah hati kembali datang ke hidupnya.

Luna muak dan semakin membenci pria tersebut.

Akankah cinta Luna tumbuh kembali?
Atau Luna salah mengerti kenyataan? Karena ini adalah cinta yang baru.

Follow ig @poel_story27

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Poel Story27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kita Pulang ke Jakarta

Teringat Luna yang baru saja pingsan karena sedih mengetahui kebenaran tentang kakaknya, membuat Gio jadi ragu untuk menyampaikan kabar buruk lagi kepada Luna.

"Ada apa, Gi? Mengapa wajahmu cemas seperti itu?" cecar Luna dengan tidak sabaran.

Gio menghela napasnya perlahan, sambil mencoba menyusun kata-kata yang lebih halus, agar Luna tidak terlalu syok mendengarnya. "Aku akan katakan, tapi kamu jangan panik, ya. Karena keadaan akan baik-baik saja. Uncle Brian pasti akan menangani semua ini dengan sangat baik."

Mendengar nama mertua Rara itu disebut, membuat Luna sudah dapat menebak arah pembicaraan Gio. "Apa terjadi sesuatu pada Rara? Katakan apa yang terjadi padanya?" cecar Luna.

Gio menganggukkan kepala. "Iya, Mommyku memberitahuku, katanya Rara mengalami kecelakaan kecil. Tapi kau tenang saja, Uncle Brian dan Onty Lidya pasti akan melakukan segalanya untuk kesembuhan Rara."

Kabar ini seolah menjadi titik terburuk dalam hidup Luna, dia baru saja mengetahui kebenaran bahwa Geovanni sudah tiada. Kini sesuatu yang buruk kembali menimpa orang terdekatnya, kenyataan ini membuat Luna tampak begitu syok. Dia sudah tidak memiliki siapa-siapa sekarang, hanya sahabat itu satu-satunya keluarga baginya. Luna tidak siap jika harus merasakan kehilangan lagi dan lagi.

"Ya, Tuhan. Aku sudah kehilangan Mommy dan Geo. Aku mohon jangan ambil orang terdekatku lagi, Tuhan. Aku sudah tidak memiliki siapa-siapa," lirih Luna dengan mata yang tampak mulai berkaca-kaca.

"Mommy memintaku untuk pulang, katanya paling tidak aku bisa memberikan dukungan moral untuk Sean. Jadi bersiaplah, aku akan mengantarmu ke Paris sekarang juga," ujar Gio.

Luna menggelengkan kepalanya. ''Tidak, aku tidak akan kembali ke Paris, kita pulang ke Jakarta saja."

"Tidak bisa, Lun. Kau harus kembali ke Paris, Event Fashion weeknya sudah dimulai besok. Bukankah ini adalah tujuan karirmu? Kau ingin menjadi desainer yang diakui di dunia fashion! Lagi pula karyawanmu membutuhkanmu di sana, kau harus pikirkan itu!"

Sekali lagi Luna menggelengkan kepalanya. "Tidak, untuk apa semua kesuksesan. Jika aku tidak bisa hadir di saat sahabatku sedang mendapat musibah. Aku ikut pulang ke jakarta, lagi pula masih ada Wina yang mengurus semua keperluan karyawan saat fashion show, dia pasti akan melakukannya dengan baik."

'Tuhan, persahabatan mereka sungguh mengaharukan. Aku sampai tidak tega memberitahu keadaan yang sebenarnya, bahwa saat ini yang terluka parah adalah Rio, apalagi sepertinya dia sangat menyayangi anak itu,' gumam Gio dalam hati.

Karena Luna begitu ngotot untuk ikut pulang, Gio pun tidak dapat menolak. Pagi-pagi sekali mereka sudah berangkat ke Malpensa untuk penerbangan menuju Jakarta.

'Iya, Non. Nona Rara memang tidak terluka parah, tapi Rio kritis dan sekarang sedang di ruang operasi.' Itulah jawaban dari bi Eni saat Luna menanyakan kabar terbaru Rara melalui pesan singkat.

Saat ini airmata Luna kembali mengalir dengan deras, dia begitu cemas setelah tahu keponakannya itulah yang menjadi korban utama, apalagi saat tahu Rio sedang berjuang di meja operasi.

Luna mematikan layar ponselnya, lalu mengalihkan pandangan pada Gio. "Mengapa kau tidak mengatakan bahwa Rio ikut menjadi korban, dan keadaannya bahkan lebih parah dari Rara?" lirih Luna.

"Maaf!" Hanya itulah jawaban yang keluar dari mulut Gio, entah dari mana Luna mengetahui keadaan yang sebenarnya dia tidak tahu. Tapi dia sengaja tidak memberitahu Luna, karena tidak ingin Luna semakin terpukul.

Tiba di Malpensa, pesawat Gio langsung take off meninggalkan Milan. Inilah yang dikhawatirkan Gio jika Luna tahu kabar buruk yang menimpa keponakannya itu.

Luna benar-benar terpukul mengetahuinya, sepanjang perjalanan udara dia sama sekali tidak bicara, tidak peduli apa pun yang di katakan Gio untuk menghiburnya. Yang dia inginkan saat ini hanyalah landing di CGK secepatnya, agar dapat melihat kondisi keponakannya.

"Beristirahatlah, perjalanan kita masih cukup lama," ujar Gio sembari membukakan pintu kamar di pesawatnya itu.

Tapi hanya penolakan yang dia dapat dari Luna sebagai jawaban. "Tidak, aku di sini saja."

Gio pun menghela napas berat, lalu suara riuh dari dalam perutnya kembali mengingatkan, bahwa dia dan Luna sudah melewatkan sarapan pagi.

Gio segera melangkah menuju dapurnya, lalu menghangatkan makanan yang sudah tersedia di microwave. Setelah itu dia kembali menemui Luna yang masih terduduk lemas di salah satu sofa, dengan membawakan dua piring makanan untuk mereka sarapan.

"Makanlah, kita bahkan belum sarapan pagi." Gio mendekatkan piring tersebut ke arah Luna.

Tapi tetap saja hanya penolakan yang dia dapatkan. "Tidak, kau makan saja sendiri, aku tidak berselera untuk makan."

"Ingatlah, semalam kau baru saja pingsang karena kekurangan asupan makanan. Kau ingin cepat tiba di Jakarta untuk melihat kondisi Rio, bukan? Bagaimana jika setibanya kita di Jakarta kau malah jatuh sakit? Alih-alih bisa menjaga keponakanmu, kau malah akan membuat keadaan menjadi semakin buruk." Gio mencoba mengingatkan Luna, agar setidaknya dia mau untuk sekedar sarapan.

Mendengar perkataan Gio yang memang benar adanya. Luna pun melunak, dia menerima makanan pemberian Gio, lalu mulai menyantapnya meski hanya sedikit.

Dini hari waktu Jakarta, mereka pun landing di CGK. Perjalanan ini dilalui Luna tanpa tidur sama sekali.

"Kau bisa lebih cepat, Gi. Aku ingin segera tiba di rumah sakit," ujar Luna yang terlihat gusar, meski sebenarnya Gio sudah melajukan mobilnya dengan sangat cepat.

"Bersabarlah, kita akan segera tiba di sana."

Bersambung.

Dear My Beloved Readers, maaf ya kemaren malam itu nggak jadi up. Dan kemeren juga harus bolong up, karena kerjaan saya di dunia nyata lagi benar-benar numpuk🙏🏼🙏🏼

Semoga dimaklumi ya😊🤗

1
choky_chiko_r
bagus.nyambung sm judul sblmnya..lg tiap judul ga panjang eps nya..mksh kak..SEMANGAT
Hilmiya Kasinji
bagus
Gina Savitri
Ooh..luna salah ngenalin orang karna kembar, tenyata yg dia suka dan selalu nemenin itu gio eh malah salah jatuh cinta setelah dewasa..
Gina Savitri
Gio pernah liat luna berantem di klub, tapi lupa dia
Sementara sblm geovani meninggal blm sempet kasih tau siapa cewek yg harus di jaga gio
Gina Savitri
pantes wina galak sama gerry ternyata ada trauma sama mantan bos 🤔
Amora
yaa ... tentunya untuk bertemu pangeran tengil sepermu 🥰
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
Nurul Khairina Sitorus
Seru bngt thor
Juni Cayang Bunda
oohh GEO n gio tyta kembar toh
Gauri Utama
pas awal baca bab ini curiga, anak cowo yg centil ini kayanya Gio... pas di akhir bab ternyata beneran Gio... Centil nya udh dr orok
Gauri Utama
Ga di kasih tau namanya???
Gauri Utama
Baru tau kalo mereka ternyata saling kenal dr jaman kuliah.. Kirain kenalnya pas acara Rara Sean
Tutik Yunia
good story
Tutik Yunia
ternyata gio cinta pertama Luna, dari rayuan gombalnya sdh terlihat playboynya.
Tutik Yunia
Hilangnya keperawanan Rara ditangan Sean
Atun Ismiyatun
kenapa luna tidak nyadar ya klu cwoknya itu geovani,dan yg sedang berkenalan giovani hrsnya luna nanya ada hubungan apa antara geo dan gio bukan langsung mnghindar and jutek gitu
Sri Widia Wati
Bismillah Luna
Sri Widia Wati
ngarep
Sri Widia Wati
NYESEEK 😔😔😔
Sri Widia Wati
ngakak bacanya,yang dibenci ternyata dirindukan jadi Benci tapi Rindu judulnya🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!